(2) Nalan : Ada Apa Dengan Cacing??? --- seri D ---


...Kresek...

Lamunanku terusik dengan suara-suara bising yang berasal dari dalam Hutan Maura. Untuk beberapa saat, kuacuhkan suara-suara itu--demi melihat kepergian Vella, yang sama sekali tidak memalingkan wajahnya kembali.

...Kresek...

Untuk kesekian-kalinya, keingin-tahuanku kembali muncul. Setelah membuang perasaan sesal yang jumlahnya sedikit, aku beranjak dari tempat ku duduk. Hmm... sebuah layangian terputus dan melayang jatuh ke arah suara-suara berisik itu berasal.

Hutan Maura adalah hutan yang sangat indah. Tumbuhan-tumbuhan khas bawah tanah tumbuh berwarna-warni. Namun tak semua peri berani masuk ke dalamnya karena cukup banyak tumbuhan yang berduri di sana. Aku adalah pengecualian. Seperti yang pernah kukatakan sebelumnya, kecepatan dan presisiku cukup bisa diandalkan.

Aku telah masuk lebih dalam dan tiba di sebuah tumbuhan, dimana layangian yang tadi putus tersangkut di atasnya. Senyap, terdengar olehku suara peri berbicara satu dengan yang lainnya. Aku mengendap, mendekati arah suara.
"Mengerikan!" itulah kata pertama, yang terdengar jelas olehku.

Kusibak sehelai daun yang cukup besar. Sambil mencoba menyembunyikan diri, hampir saja aku tak bisa mengontrol jeritanku!
Apa yang terjadi di sini?!
Yang kulihat adalah sesuatu yang memang mengerikan!

"Ayo kita bereskan sampah-sampah ini dan bawa yang terluka menuju balai pemulihan!" perintah seekor Peripolak (peri polisi berkepala botak). Semakin botak seekor peri polisi, semakin tinggilah jabatannya.
"Siap, Bos!!!" ucap seekor Peripolong (peri polisi berbibir monyong). Semakin monyong seekor peri polisi, semakin rendahlah jabatannya. Mungkin hal ini dikarenakan seringnya mereka mengucap kata 'BOS!!!'

Dua ekor Peripolong, yang mengangkat seekor peripolong lainnya, terbang mendekat ke arahku. Lekas aku mencoba menghindari sudut-pandang mereka.
"Efek melemahnya Kristal Mangrove mulai terlihat!" ucap salah satu dari mereka.
Rekannya menghirup nafas panjang, "Hal ini berarti kerja keras untuk kita..." seiring nafas yang terbuang.
"Ya. Jangan sampai rakyat tahu!"
Mereka berdua mengangguk serentak. Menimbulkan pertanyaan besar di kepalaku.

ADA APA DENGAN CACING???

Sebab yang terlihat olehku saat ini adalah sisa-sisa pertempuran para Peripol
dengan belasan cacing tanah!!!

Dan... Apa itu Kristal Mangrove??? Baru kali ini aku mendengar nama benda itu.

Read previous post:  
76
points
(836 words) posted by Super x 12 years 17 weeks ago
84.4444
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | dongeng | Best of Super X | dunia peri | fantasy | nalan
Read next post:  
Be the first person to continue this post
100

he he he

100

Ahak hak hak. Selalu kreaktip Om atuk ini. Bisa pulak ada peri kepala botak? Ahak hak hak...

Mangstaabbss :D

100

Bab -2- telah selesai. Berikutnya bab -3- Novel Usang Anak Manusia... ^_^