HANTU PISANG LAUT: Dipelabuhan

KM. Narayana singgah dipelabuhan Kelabu dipulau kecil bernama Madura. Tamara dan Karta akhirnya memutuskan untuk turun dan merekapun membawa tas koper beserta bayinya yang bernama Aisyah. Mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan pesawat dari bandara Setali. Setelah menjual emas, yang dipakai oleh Aisyah, merekapun belanja baju disebuah disebuah plaza yang berlantai putih kain dan bernama Plaza Pemondokan. Sebenarnya, Tamara dan Karta sering tersenyum karena mereka tidak menyangka, jika Aisyah tidur nyenyak dan terlelap. Dari plaza, Tamara dan Karta menggunakan jasa taksi untuk menuju bandara Setali.

Tentu saja, Bu Narayana merasa senang. Dia sendiri, disebuah ruang kelas ekonomi bernomor 501. Beberapa saat kemudian seorang laki-laki mengetuk kamar tersebut. Bu Narayana terlihat bercelana pendek dengan kaus tanpa lengan hingga terlihat bulu ketek.

Beberapa jam kemudian, Bu Narayana menerima tamu seorang pria berdandan ala koboi walaupun dia dari Jakarta. Kini, Bu Narayana terlihat seperti wanita yang hendak mengikuti perlombaan angkat besi. Busananya, seperti dari bahan parasit dan bercorak warna-warni yang condong cerah. Setelah lelaki ala koboi keluar, Bu Narayana, menerima tamu berkaus hitam dan memperkenalkan diri sebagai Cak asli dari kota Bantul.

Laut Jawa ditimpa badai, ombak tidak bersahabat. Petir bersahutan, perahu besarpun terkadang oleng, sedangkan lautan Banda pasti berbahaya. Sementara, taksi yang ditumpangi oleh Tamara dan Karta mogok. Disebuah daerah yang bernama Surabay, dan menurut legenda, ada sebuah gua yang akan menghubungkan pulau diseberangnya, tepatnya dikaki gunung Bungtomo.

Kembali pada suasana KM.Narayana. Komodor memutuskan untuk menghindari lautan Banda yang memiliki palung cukup dalam. Ombak seringkali menahan laju KM.Narayana, dan membuat para ABK ketar-ketir. Perahu besar, bertenaga diesel produksi Belanda sebenarnya cukup relevan, hanya karena jumlah muatan harus mengambil resiko jarak tempuh yang lebih jauh. Apakah solar mereka memadai? tentu saja, sekoci jawabannya.

bersambung......................................

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Ryuhei
Ryuhei at HANTU PISANG LAUT: Dipelabuhan (9 years 51 weeks ago)

Aduh bngung, mana sambunganya

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at HANTU PISANG LAUT: Dipelabuhan (10 years 6 weeks ago)
60

Apa ini?

90

baguuuus.

Writer d757439
d757439 at HANTU PISANG LAUT: Dipelabuhan (10 years 8 weeks ago)
100

weh?
Apa2an ni?
Nulisnya byk yg salah...dilihat dari judul *dipelabuhan* y ampun... Di_pelabuhan
lalu penggunaan *di* mesti diperhatikan, ini bkn puisi, tp cerita

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at HANTU PISANG LAUT: Dipelabuhan (10 years 8 weeks ago)
60

ang..
saya gk ngerti.. @_@
mereka itu udah turun naik kapal lagi ? =.=

Writer Deeka
Deeka at HANTU PISANG LAUT: Dipelabuhan (10 years 8 weeks ago)

masih awalan doank,...belum masuk intinya,..jadi belum bisa komen,..

Writer Super x
Super x at HANTU PISANG LAUT: Dipelabuhan (10 years 8 weeks ago)

ahakhak

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at HANTU PISANG LAUT: Dipelabuhan (10 years 8 weeks ago)

he ? mana hororx ? =.=

Writer NiNa
NiNa at HANTU PISANG LAUT: Dipelabuhan (10 years 8 weeks ago)
60

ckckck...

Nb : tlisan yg kemaren aku uda baca lho

Writer Deeka
Deeka at HANTU PISANG LAUT: Dipelabuhan (10 years 8 weeks ago)

jadi ini yang minta di komen? Ck ck ck,...bener2 GJ...hehee

Writer musthaf9
musthaf9 at HANTU PISANG LAUT: Dipelabuhan (10 years 8 weeks ago)

apa-apaan nih?

Writer dahan
dahan at HANTU PISANG LAUT: Dipelabuhan (10 years 8 weeks ago)

Ha ha

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at HANTU PISANG LAUT: Dipelabuhan (10 years 8 weeks ago)

Zzzzzz

?????
SWT dah, jablay bener nih org