Bad Boy (prolog)

Seiryuu selalu menyukainya. Matahari yang merangkak tinggi dan makhluk mungil bersayap bercicit riang, lalu bau white musk di kulit wanita menyapa indera penciumannya saat pemiliknya bergerak dibalik selimut. Dalam dekapannya. Dia perempuan yang cantik. Surai hazel bergelombang hasil karya salon ternama yang semalam bersarang disela sela jarinya. Kulit putih dengan kehalusan bak umur belasan menghilangkan bukti bahwa jarak usia di antara mereka mungkin sekitar satu dasawarsa. Lekukan tubuh yang sempurna, yang menurut tebakannya adalah hasil dari perawatan jutaan dolar. Cantik. Yang tercantik. Dan biasanya yang tercantik sudah punya seseorang yang mengklaimnya sebagai pemilik sah. Yah, tapi itu bukan urusannya.

Dirinya hanya bertindak sebagai penikmat.

Kelopak mata itu terbuka. Mengamati bagaimana helaian bulu mata itu bergerak, memandang Seiryuu dengan senyuman memabukkan. Siapa yang mabuk di sini? Dia? Atau sang wanita? Gumaman selamat pagi dan beberapa bisikan mengenai indahnya malam yang seharusnya terlarang. Seiryuu membiarkan saat sang venus mulai mengulum bibirnya, mengecap sekali lagi. Menikmati. Venusnya yang indah walau mulai membosankan. Dan sepertinya ada yang salah dengan pagi ini.

"REIKO!"

Oh sh*t!

Gedoran di pintu kayu cukup untuk membangkitkan adrenalin siapa saya yang ada di kamar. Bergerak lebih cepat daripada apapun yang dipikir, melompat lompat dengan satu kaki saat mulai memaksakan kaki satunya melewati celana jeans hitamnya, sementara manik gelap sang pemuda mulai menyusuri ruangan dan mencari kemejanya. Dilempar ke mana, semalam?

"REIKO! BUKA PINTUNYA!"

Double sh*t!

"Itu suamiku." Guman Reiko panik, bola matanya mengikuti setiap gerakan Seiryuu yang mulai mengancingkan kemeja kusutnya dua dua, "Ba,bagaimana ini?"

"Jawab dia." bisiknya nyaris mendesis. Keputusan singkat darinya dengan sebuah seringai nakal tersungging di bibir pemilik nama Sumeragi. Alisnya terangkat sebelah dengan kesenangan yang jelas tergambar diwajahnya. Ya, baginya ini menarik.

"Ya, sayang! Tunggu sebentar!", Sang venus berteriak patuh mengikuti kata kata Sei dan menjawab umpatan kasar dari sang suami yang ada dibalik pintu kamar.

Seiryuu berlari ke jendela, membukanya dengan satu hentakan. Matahari sudah bersinar menyenangkan menggantikan sang bulan di langit Tokyo yang indah, tapi sepertinya dirinya belum bisa menikmati keadaan ini. Persetan. Dobrakan demi dobrakan terdengar mengisyaratkan pintu kayu yang sebentar lagi akan runtuh pertahanannya. Kakinya sudah melangkah ke arah luar, tahu pasti bahwa dirinya sedikit jauh dari sang ibu bumi. Tapi dia akan selamat.

"Oh, dia akan membunuhku." bisik sang wanita. Binar matanya tampak kengerian akan nasibnya setelah ini. Tangan putih ramping itu menyentuh lengan Seiryuu, menggenggamnya dengan getaran yang nyata. Hukumannya akan berat, Seiryuu tahu akan hal itu. Dan seingatnya dia bukan lelaki payah pelepas tanggung jawab yang membiarkan seorang kaum hawa menanggung segalanya. Yah, mungkin akan. Kenapa tidak?

"KAU!" Pintu terbuka. Dan pancaran mata dari laki laki yang menyerbu ke beranda cukup mengisyaratkan kematian untuknya.

Good.

Tarikan singkat pada lengan sang venus. Menautkan bibir mereka singkat dan sebuah kecupan selamat tinggal disarangkan, "Bye." katanya dengan senyuman miring yang sempurna. Yeah dia gila. Sangat. Dan sang cassanova melompat ke bawah, mendaratkan kakinya dengan lincah di sepetak kebun bunga sebelum berlari lenyap dibawah umpatan dan teriakan. Pergi. Untuk sekarang.

*

Itu kemarin. Kejadian sehari sebelum sang ayah menciprati dirinya dengan ludah kemarahan. Berdiri mondar mandir di depan Seiryuu yang duduk bersandar di sofa dan mulai menghujaninya dengan teriakan teriakan yang memekakkan. Baru saja, mungkin beberapa jam lalu, ada sebuah panggilan bersarang di handphone sang politikus. Seiryuu tidak tahu apa persisnya yang dikatakan di sana, tapi sepertinya kurang lebih berbunyi tuntutan karena dia telah mengencani salah satu istri politikus saingan ayahnya. Yang artinya satu, masalah besar. Buat ayahnya, bukan dia. Tapi sepertinya sebentar lagi juga akan menjadi masalah buatnya, karena ayahnya bukan tipe orang yang mau menderita sendirian. Sayangnya.

"Aku tidak peduli kau mau bermain atau tidur dengan wanita manapun." Teriak ayahnya, "Tapi BUKAN istri orang!"

Yeah, asal bukan yang sanggup mengacaukan karirmu.

"Apalagi dia istri TEMAN ayahmu."

Seiryuu menguap bosan. Musuh dalam selimut maksudmu?

"Kau kukirim keluar negeri!"

Ini baru berita.

Seiryuu menyernyitkan kening akan keekstriman ayahnya, "Ke mana?"

"Amerika. Semuanya akan kuurus. Juga sekolahmu."

Wow, cepat sekali.

"Kau tidak akan mendapat uang saku"

Sial.

"Berangkatlah seminggu lagi."

Seiryuu bangkit dari kursinya. Menjejakkan kakinya di atas karpet mahal dengan sepatu pantofel hitamnya, sementara seperti biasa kedua tangannya tersembunyi dalam kantung celana jeans. Bibirnya menyunggingkan senyuman tipis. Menyingkirkan dirinya begitu maksudnya? Bosan menghadapi masalah masalah yang diperbuatnya. Dia bukan tipe ayah yang bertanggung jawab, iya kan?

"Kau lebih baik berhati hati." Kata Seiryuu dengan senyuman sinis, "Aku mendengar cukup banyak soal bagaimana orang yang kau bilang teman berusaha menusukmu dari belakang."

Efek kata katanya sungguh menyenangkan. Mengamati dengan tertarik bagaimana wajah wajah ayahnya berubah dari merah ke ungu ke merah lagi sebelum akhirnya memucat. Menyenangkan. Dan lebih menyenangkan lagi karena tidak ada kebohongan di sana. Ada keuntungan dari berkencan dengan wanita high class. Gosip yang melimpah saat bercinta.

"Apa maksudmu?" desis ayahnya kata per kata. "Apa yang kaudengar dari perempuan itu?"

Seiryuu tersenyum sinis, tidak menjawab. Dan memang tidak berniat menjawab, membiarkan segalanya berjalan bersama beberapa detik yang penuh keheningan. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya sepertinya berlaku disini. Sebagaimana ayahnya, dia juga tidak terlalu suka menderita sendirian. Jadi sudah pasti dia akan berdiam, mengunci mulutnya rapat rapat, dan membiarkan ayahnya bergetar dalam kemarahan. Sangat menarik untuk disaksikan.

Nah, beri senyuman.

"Bye, Oyaji." Dan matilah penasaran.

Seiryuu berbalik berjalan keluar ruangan.

***

err... Ini cerita iseng yg saya bikin, bsa dibilang cuma penggalan novel... *bow dalem2* mohon komennya...

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Kumiiko_chan
Kumiiko_chan at Bad Boy (prolog) (11 years 36 weeks ago)
90

Wah ^_^
keren :)
slm kenal yah ^_~

Writer suararaa
suararaa at Bad Boy (prolog) (11 years 36 weeks ago)
80

aaaaaaaaaa.. bagussssssssssss.. suka, suka, sukaa..
lanjutin dongggg

Writer NeNe_CuTe
NeNe_CuTe at Bad Boy (prolog) (11 years 37 weeks ago)
80

Seiryuu.. Lanjutgan kenakalanmu,nak.. Tante suka.. *digampar*

Writer Lintang_Andromeda
Lintang_Andromeda at Bad Boy (prolog) (11 years 37 weeks ago)
60

:D

Writer lfour
lfour at Bad Boy (prolog) (11 years 37 weeks ago)
100

wow....
keren lanjutan na dong...
bad boy 2..
harus bisa lebih nakal lagi

Writer cat
cat at Bad Boy (prolog) (11 years 37 weeks ago)
80

Yg ni keren.
Lanjtan nya mana? He5.
Practices makes perfect

Writer zaphelyne
zaphelyne at Bad Boy (prolog) (11 years 37 weeks ago)
90

hwee..ceritanya menarik..
kalo masi penggalan novel, semoga bisa di buat jd novel utuh, trus di terbitin..*ngarep*
lanjut yahh, penasaran nih...

Writer cyber_nana
cyber_nana at Bad Boy (prolog) (11 years 37 weeks ago)
90

wow.. sepertinya kalo dilanjutin bakal bagus n tmbh menarik.. Cara kamu menceritakan juga keren dengan pemilihan kata yang cukup tidak 'lazim' pada umumnya sehingga jadi nilai plus tersendiri (yeah walaupun saya agak lambat memproses kata2nya karena keterbatasan otak payah saya ini atau mungkin karena saya sendiri ga biasa y).

Intinya: LANJUT!! Huehehehe.. :Dv

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Bad Boy (prolog) (11 years 41 weeks ago)
80

Ah, ak suka ceritanya...
ada lanjutannya? :)
di-post lg aja :)
lam kenal..

Writer MelZhi
MelZhi at Bad Boy (prolog) (11 years 41 weeks ago)
100

Salam kenal, saya Melzhi.
Cerita ini luar biasa sekali. Saya langsung bisa dapat bayangannya seolah saya sedang menonton film.
Permainan kata yang kamu buat sempurna sehingga penceritaannya pun jadi luwes dan ekspresif. Karakternya juga menarik.
Wah, sepertinya saya harus belajar banyak dari kamu. :)
hehehe...
Saya tunggu lanjutannya.

Writer anggra_t
anggra_t at Bad Boy (prolog) (11 years 41 weeks ago)
100

he's really bad bad. ^^
diksinya pas banget. nama seiryuu itu juga aku suka. si naga nakal XD
dilanjut dong.

Writer anggra_t
anggra_t at Bad Boy (prolog) (11 years 41 weeks ago)
100

he's really bad bad. ^^
diksinya pas banget. nama seiryuu itu juga aku suka. si naga nakal XD
dilanjut dong.