Jorgi Si Kambing (6)

Untuk sesaat, aku hanya terpaku. Bayangan pembunuhan tadi masih terngiang di kepalaku.

"Jorgi!!"

Suara Leo membangunkanku, dan aku lalu sadar kalau aku sedang ditarik ke TKP tadi. Aku akan dibunuh.

"Mbeekkk!!" Sekuat tenaga aku meronta-ronta mencoba melarikan diri. Manusia yang memegangku marah-marah, dia mengencangkan ikatannya, menarikku lebih keras. Tanpa daya perlahan-lahan aku terseret ke tempat yang penuh darah itu.

Lalu keberuntungan menghampiriku.

"Mooooo!!!" Suara Leo yang keras itu mengagetkan semua manusia disini. Manusia yang memegang taliku kaget dan secara tak sengaja menginjak darah sehingga terpeleset. Pegangannya lepas dan aku tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Sekuat tenaga aku melarikan diri.

Para manusia itu kaget melihatku lepas, termasuk manusia yang memegang tali Leo. Dalam sesaat genggamannya melemah, dan Leo, entah tahu keadaan atau kebetulan, langsung melarikan diri juga. Manusia yang memegangnya terbanting ke lantai.

Kini suasana menjadi kacau.

"Tangkap lembunya!!!"

"Kambingnya, tahan dia!!"

Teriakan menggema dimana-mana. Beberapa manusia terlihat ketakutan melihat tingkah Leo yang seperti mau menanduk semuanya. Tapi kami tak benar-benar bisa melarikan diri, karena dalam sekejap kami terkepung. Jalan keluar tertutup.

Salah seorang manusia dengan cepat mengambil tali yang mengikat Leo. Leo melihat itu, dan dengan sekuat tenaga di memutar badannya. "Mooo!!!" Manusia itu terlempar. Mengerikan, aku bersyukur tidak pernah membuat Leo marah sebelumnya. Para manusia yang melihat itu jadi bingung untuk bertindak.

"Jorgi, larilah! Aku yang akan menahan manusia-manusia ini!" katanya.

"Apa maksudmu? Kita harus keluar bersama-sama!"

"Tidak! Dengarkan aku, selamatkan Rasti" katanya, mukanya serius. Ini pertama kalinya kulihat.

Aku lengah sesaat, seorang manusia berhasil meraih taliku dan menahanku. Beberapa manusia lain ikut membantunya. "Sial, lepaskan!"

"Mooo!!!" Leo menanduk manusia-manusia itu dengan mengerikan. Mereka terlempar bagai bulu ekor ke arah kerumunan manusia. Jalannya jadi terbuka. "Cepat!!" teriaknya.

Aku menutup mata, lalu belari sekuat tenaga ke jalan itu. Beberapa manusia mengejarku tapi langsung ditahan Leo. "Dasar kalian makhluk kejam!!" teriaknya. Aku menengok ke arahnya, dan dia tersenyum. Hanya sesaat, karena setelah itu dia sudah ditutupi kerumunan manusia yang menangkapnya. Aku tidak menengok lagi, hanya berlari sekencang-kencangnya ke lapangan. Air mata sedikit menetes.

(Bersambung..)

Read previous post:  
55
points
(758 words) posted by kemalbarca 11 years 36 weeks ago
78.5714
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | komedi | kambing | kejam | kurban
Read next post:  
Writer Cherolita
Cherolita at Jorgi Si Kambing (6) (7 years 25 weeks ago)
100

ada pelajarannya :')))

Writer Kumiiko_chan
Kumiiko_chan at Jorgi Si Kambing (6) (11 years 33 weeks ago)
90


aku akan merindukan leo..

Writer KD
KD at Jorgi Si Kambing (6) (11 years 34 weeks ago)
100

ohhh jahat sekali para manusia itu, memisahkan asmara dua lembu

Writer Shikamaru
Shikamaru at Jorgi Si Kambing (6) (11 years 34 weeks ago)
70

Ternyata manusia itu kejam.

Writer dede
dede at Jorgi Si Kambing (6) (11 years 34 weeks ago)
80

Wah jadi menyedihkan, gag konyol seperti biasa lagi

Writer inol
inol at Jorgi Si Kambing (6) (11 years 34 weeks ago)
50

namanya terlalu keren untuk seekor kambing hehehe ....

*ayooo jorgiii cepat lariii sebelum para pembunuh ini berhasil mengejarmu!!!*