Snow on the Mountain

Aku tidak tahu bagaimana menyebut saat ini, sore atau malam? entahlah. Namun saat duri tiba-tiba tersentuh ujung jariku aku tersentak. darahnya memang meleleh tapi aku biarkan. Mungkin ada baiknya aku merasakan tusukan hingga mampu mengalihkan sakit dari tempat lainnya. Nyatanya aku tidak merasakannya masih saja terfokus pada hal yang sama. Apakah aku telah mati hingga rasa sakit tidak lagi perlu dirasai. Aku masih bernyawa saat nadi masih dapat kurasa detaknya. Aku minta keadilan hanya pada siapa yang mampu berbuat adil.

Aku bukan bunga euphorbia yang bisa berubah warna saat masanya tiba. Menyembunyikan sakit dengan mekarnya bunga. Duri Snow on the montain, tanaman hias dari jenis euphorbia yang memadukan warna putih dan hijau itu melukaiku. Apa yang harus kulakukan? membantingnya, membuangnya? atau membiarkannya hidup tanpa kupedulikan? padahal ia ingin tetap hidup dan terjaga.Oh, tidakkah ini membutuhkan keikhlasan?

Lama ngga nulis di kemudian.com. salam^_^

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer lavender
lavender at Snow on the Mountain (10 years 47 weeks ago)
80

aku pikir settingnya di gunung bersalju.. hehe..
*
visit my story : Make A Wish

Writer Shinichi
Shinichi at Snow on the Mountain (10 years 50 weeks ago)
80

ehem...ehem...

ahak hak hak

Writer chawinda
chawinda at Snow on the Mountain (10 years 50 weeks ago)

Sakit hatikah?

Writer Midori_Fukuro
Midori_Fukuro at Snow on the Mountain (10 years 50 weeks ago)
70

saya tidak mengerti isinya, namun saya suka bahasanya.
orang ini sudah disuntik 'pemati rasa', ya??