Jorgi Si Kambing (8)

"Tunggu!!"

Aku berbalik dan melihat masih ada satu lembu yang terikat. Ya, dia adalah pacar Leo, Rasti. Randi mendekatiku "Lembu yang satu itu bilang dia hanya mau pergi kalau ada Leo. Aku tak bisa mengatasinya"

Aku teringat akan pesan terakhir Leo agar menjaga Rasti. "Rendi, bawa pergi Tyas dari sini"

"Kau mau kemana?" tanya Tyas.

"Aku akan membujuk Rasti" kataku dan langsung berbalik ke lapangan. Teriakan Tyas tidak kudengar lagi. Rasti sangat penting bagi Leo, dan aku merasa sangat bersalah pada Leo. Jika Rasti kutinggal, aku pasti akan merasa bersalah seuur hidup, jika aku tak mati sekarang tentunya.

Manusia-manusia masih bingung bertindak karena beberapa kambing masih berputar-putar di lapangan. Mereka memutuskan menangkap yang di lapangan daripada mengejar yang keluar lapangan. Kurasa Tyas aman.

Beberapa kambing tertangkap dan langsung dibawa ke gedung aneh. Aku ingin membantu, tapi rasanya tak mungkin. Jadi aku terus berlari ke tempat Rasti, berharap tak ada manusia yang memperhatikanku.

"Rasti, ayo kita pergi dari sini. Kau akan dibunuh jika terus disini"

"Dimana Leo?" tanyanya.

"Ngg, dia... mmhh" aku bingung menjelaskannya. Kurasa Rasti sidah tahu tapi dia belum bisa menerima kenyataan.

"Dia belum mati kan?" katanya kali ini dengan sedikit isakan. Aku diam.

Dia menangis pelan, aku jadi salah tingkah. "Biarkan aku disini. Kau pergilah"

"Tidak bisa! Leo menyuruhku menyelamatkanmu!"

"Kubilang aku tak mau pergi!!"

"Tapi, tapi.. ahh" aku terhenti, salah satu manusia menangkap badanku. Aku meronta-ronta, tapi pegangannya kuat. Aku mulai ditarik, tiba-tiba terlintas ide di otak pintarku.

"Rasti, orang ini yang membunuh Leo!!!"

"APA!!"

Rasti dengan mudah memutuskan talinya dan berlari ke arah kami. Manusia itu ketakutan, melepasku dan melarikan diri. Inilah kekuatan cinta.

"Bagus, kita kabur sekarang!" Tapi bukannya mendengar kataku, Rasti malah berlari mengejar manusia tadi. "Eh tunggu, aku hanya bohong" Dia tak mendengarku. Aku bengong, tak tahu harus berbuat apa.

Lalu manusia mulai mengejarku lagi, "Ah biarlah, aku kabur saja"

Aku berlari ke luar lapangan. Kambing-kambin yang dilapangan sudah tertangkap semua. Kini hanya aku sasarannya. Aku berlari sekencang-kencangnya dengan para manusia dibelakang mengejarku.

Pintu keluar perumahan sial ini sudah terlihat. Para pengejarku sudah berkurang karena menyerah dengan kecepatanku. Aku akan selamat. Tiba-tiba terdengar sebuah derungan. Aku menoleh ke belakang. Mobil pemilik baru melaju kencang ke arahku.

(Bersambung..)

Read previous post:  
56
points
(344 words) posted by kemalbarca 11 years 32 weeks ago
80
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | lain - lain | kambing | kurban
Read next post:  
Writer Cherolita
Cherolita at Jorgi Si Kambing (8) (7 years 25 weeks ago)
100

Oh ternyata Rasti diselamatkan disini wkwkwk

Writer muarlis
muarlis at Jorgi Si Kambing (8) (11 years 30 weeks ago)
20

unik nih cerita....
tokoh utamanya kambing gitu,wkwkwk

Kazzak at Jorgi Si Kambing (8) (11 years 30 weeks ago)
20

lumayan dehhhhhhh

Writer Kumiiko_chan
Kumiiko_chan at Jorgi Si Kambing (8) (11 years 30 weeks ago)
90

wahaha.. mantap^^
inilah kekuaran cinta hihihi =D