Kenyataan Kurang Ajar

“Saya tidak…,” kata seorang lelaki berusaha mengelak tuduhan polisi.

“Apanya yang ‘tidak’?” sergah polisi cepat.

“Saya tidak pernah melakukan hal itu! Tepatnya, saya tidak pernah merencanakan, ataupun ikut terlibat dalam usaha pembunuhan Presiden AS, G. W. Bush. ketika dalam kunjungan ke Indonesia beberapa waktu lalu!” pemuda ngotot.

“Saudara Johandra Widiatama, mengakulah atas perbuatan Saudara. Rekan Saudara, Sony Saputro Hutomo, sudah mengakui perbuatannya. Jadi, sebaiknya Anda tidak perlu mengelak lagi,” sang polisi tetap bersikeras agar Johandra mengaku.

“Tapi, untuk apa saya mengaku untuk perbuatan yang tidak saya lakukan?”

“Rekan Saudara, Sony, juga awalnya tidak mengakui perbuatannya bersama dengan Saudara, tetapi pada akhirnya dia mengakui perbuatannya itu..,”

“Tidak mungkin! Saya mengerti betul tentang Sony. Dia tidak pernah melakukan apapun sehingga perlu mengaku sebagai teroris!” potong Johan cepat.

“Yah.. memang pada awalnya dia bicara seperti Anda. Tentu dia tidak mau mengakui perbuatannya. Saudara pasti tahu, bukan: tak ada pencuri mengaku pencuri, dan begitulah yang berlaku pada Saudara dan rekan Saudara.”

“Apa yang Anda lakukan sehingga Sony mengatakan hal yang tidak dilakukannya?” Johan menatap polisi dengan mata yang sinis dan mulai tampak menyadari sesuatu.

“Saudara memang cerdas…,” seringai polisi dengan wajah menyebalkan, “memang rekan Saudara, seperti halnya Saudara, tidak terbukti melakukan usaha pembunuhan Presiden AS, tetapi, dengan adanya insiden ini, perlu adanya pelaku.. Benar, bukan?” lanjutnya diiringi seringai sombong.

“Apa maksud Anda?” sergah Johan, mukanya berubah pucat. Keringat dingin mulai mengucur di pelipis.

“Hmm.. yah… Saudara punya pacar tentunya?” tanya polisi tersebut penuh selidik.

“Kalau tidak?” kata Johan malah ganti bertanya.

“Apa benar? Masa mahasiswa seperti Saudara tidak punya satu pun?”

“Coba cari saja kalau saya benar-benar punya. Pasti Anda tidak akan pernah menemukannya!” Johan berkata galak.

“Hmm… Kalau begitu, masih punya ibu, bukan?” tanya polisi itu lagi.

“Apa yang akan Anda lakukan terhadap ibu saya? Beliau tidak ada hubungannya!”

“Seperti yang Saudara duga, ibu Saudara adalah taruhannya. Kalau Saudara tidak mau mengaku sebagai teroris, maka ibu Saudara akan terancam keselamatannya. Bagaimana? Saudara sudah mau mengaku?”

“Apa ini yang Anda katakan pada Sony?” Johan bertanya dingin.

“Begitulah.. ,” senyumnya, “Bagaimana? Saudara lebih memilih kehidupan Saudara atau kehidupan ibu Saudara?”

Johan terdiam sejenak, kemudian, “Apa alasan Anda memilih saya dan Sony sebagai tersangka, dan kini memaksa kami mengakui perbuatan yang tidak kami lakukan?”

“Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, perkara seperti ini perlu pelaku. Untuk apa? Agar nama baik negara kita bisa pulih. Mengapa pilihannya jatuh kepada Saudara dan rekan Saudara? Karena Saudara berdua sering mengikuti aksi demonstrasi menolak kedatangan Presiden AS, dan tulisan-tulisan Saudara dan rekan, tentang AS di beberapa media sangatlah kontroversial. “

“Hanya itu?”

“Ya, hanya itu. Cukuplah untuk menjadikan Saudara berdua sebagai tersangka. Jadi, bagaimana penawaran saya? Masih berlaku!”

Mata Johan menerawang. Dia tidak tahu apa-apa. Sungguh…

***
http://its_jhn_wdtma.blogger.com/2006/12/to-mom
Untuk ibu,
Ibu, saya tahu bahwa ibu tak akan pernah membaca post blog ini… tetapi, selagi saya sempat mem-posting blog saya,…
Ibu, mungkin kini saya tidak sedang berada di rumah,
Mungkin tidak dimanapun,
Mungkin sedang tidur di dalam sel ataupun dimanapun, tak ada yang peduli
Ibu, sesungguhnya saya tidak pernah melakukan hal yang membuat saya disebut teroris,
Ibu, meskipun saya sering ikut kegiatan demo mahasiswa, saya tidak pernah berbuat berlebihan ataupun anarkis,
Ibu, apakah ibu percaya tentang sesuatu hal yang tidak pernah saya lakukan?
Ibu, manakah yang lebih ibu percayai, kata-kata anak ibu atau kata-kata para polisi itu, atau kata-kata media massa?
Ibu, sesungguhnya, yang ibu dengar hanyalah kata-kata orang, kata-kata polisi, media massa, atau siapapun juga. Ibu tak akan pernah mendengar kata-kata dari anak ibu sendiri.
Ibu, saya hanya ingin memberi tahu ibu bahwa saya tidak melakukan apapun sehingga saya perlu mengaku sebagai teroris atau apalah,
Tetapi, masa itu tak akan pernah tiba..
Ibu, satu hal lagi, saya ingin memberi tahu ibu, bahwa saya
Saya sangat mencintai ibu,
Saya sangat mencitaimu,
Saya tak akan pernah bisa membalas kebaikan ibu, kasih ibu dan segala-galanya yang telah ibu berikan padaku,
Saya hanya bisa memberikan ini untuk ibu,
Karena mungkin tak pernah saya akan kembali,
Sekali lagi, ibu,
Saya sangat mencintaimu sepenuh hati
Terimalah cinta saya dan persembahan saya,
Maafkanlah saya yang tidak berguna ini,
Maafkanlah saya yang durhaka ini,
Semoga ibu bahagia,
Ibu, pengorbanan saya akan sia-sia bila ibu tidak bahagia,
Ibu, berbahagialah,
Saya ucapkan dengan lantang sekali lagi,
IBU, SAYA MENCINTAIMU!!!

Jhn, W.

***

Ditetapkan, Pelaku Usaha Pembunuhan Presiden AS
Jakarta, Harian Komipa — Kedua tersangka pelaku Usaha Pembunuhan Presiden AS, Johandra Widiatama (23) dan Sony Saputro Hutomo (23), ditetapkan oleh Komisaris Besar Kepolisian RI sebagai pelaku peledakkan helikopter pribadi George W Bush.

Tersangka Usaha Pembunuhan Bush Mengakui Perbuatannya
Jakarta, Republik Indonesia — Malam tadi (Sabtu, 30 Desember 2006), kedua tersangka yang masih menjadi mahasiswa Teknik Elektro sebuah PTN di Jakarta, mengakui perbuatannya meledakkan helikopter pribadi Presiden AS dengan pengedali jarak jauh dan bom buatan mereka sendiri.

Teroris Masyarakat
Upaya polisi memberantas teroris: Meningkatkan keamanan

Jakarta, Jakarta News — Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Widodo AS mengatakan, pelaku kejahatan upaya pembunuhan Presiden AS pada saat kunjungan di Indonesia, memperlihatkan ketidaksanggupan pemerintah mengamankan situasi dan kegagalan memberantas terorisme di Indonesia. Hal ini tentu mencoreng nama baik Indonesia yang sudah berangsur-angsur pulih.

***

Protokol Susunan Panitia Usaha Pembunuhan Presiden AS saat Kunjungan ke Indonesia

Tujuan:
 Membuat Indonesia sebagai ladang teroris
 Membuat dunia internasional menganggap Indonesia sebagai tempat mengerikan
 Membuat Indonesia tunduk pada permerintahan AS
 Membuat masyarakat internasional bersimpat kepada AS
Director: Presiden AS, G. W Bush
Penanggungjawab: Pimpinan FBI Theodore Marcelous
Script: Ajudan Edam W. Bross
Pilot: Rico Salvaro
Co-pilot: Nicholas Sheerwhite
Humas: Menlu Condaleza Rice

Script: (By: Edam W. Bross)

Pilot, Co-pilot, dan presiden akan mendarat pada landasan pacu di Inodnesia, pada tanggal 20 November 2006.
Presiden Bush, Edam, dan Rico, bersiap-siap mengenakan parasut.

Corn Lullaby memantau keadaan dengan satelit dari White House.
Presiden Bush, Edam, dan Rico bersiap-siap meloncat dari helikopter. Pintu helikopter sudah terbuka. Robot dengan pengendali jarak jauh, telah disiapkan untuk mengemudi helikopter.

Richard G Kerbs, meledakkan helikopter pribadi Presiden dengan pengendali jarak jauh, dari Montana.
Helikopter meledak di langit, di atas landasan pacu sesaat setelah Presiden, Pilot, dan co-pilot terjun.

Para polisi Indonesia tercengang. Mereka berlarian berusaha mengamankan keadaan dan menghampiri Presiden, pilot, dan co-pilot.

Presiden, pilot, dan co-pilot mendarat dengan tidak mulus. Para staf pengaman berusaha menolong mereka dan mengamankan mereka.

Beberapa jam kemudian, media massa meliput berita ini. Presiden Indonesia, SBY meminta maaf terhadap Presiden AS dan berjanji akan meningkantkan keamanan di negaranya. Presiden AS mengatakan akan mendukung komitmen Presiden Indonesia. Menlu AS juga ikut berkoar-koar di negara-negara lain dan juga di AS sendiri, tentang bahaya terorisme dan perlunya peningkatan upaya pemberantasan.

Komisaris Jenderal Kepolisian RI berusaha mencari-cari kambing hitam. Mereka tidak tahu siapa pelaku sebenarnya, dan meskipun mereka mengetahuinya, mereka tak akan berani mengatakannya ke hadapan publik.

Media massa mulai memburu berita ini dan bertanya kepada para polisi. Setelah beberapa waktu, ditemukan kambing hitam yang cocok.

*end*

***

Satu minggu menjelang kedatangan Presiden AS ke Indonesia.

Di sebuah halaman kampus, pada siang hari. Para mahasiswa berseliweran sok sibuk. Dua orang di antaranya duduk di kursi panjang sambil menunggu waktu.

“Kenapa, ya Pak SBY mau membuatkan landasan pacu untuk helikopter pribadi Bush sampe mengeluarkan duit sebanyak miliaran Rupiah?” Johan bertanya kepada Sony, sahabatnya, sambil mengetik sesuatu di laptopnya.

“Yaaa… tanya kenapa? Tanya saja pada Pak SBY! Kenapa mau disuruh begitu oleh Bush? Padahal ada yang lebih memerlukan uang sebesar Rp 6 miliar itu daripada cuma untuk menyambut kedatangan Bush yang enggak penting itu!” Sony membalas kata-katanya dengan cuek sambil sesekali membolak-balik koran yang dibacanya.

“Bener banget! Ada tuh masalah Lapindo Brantas yang nggak selesai-selesai gara-gara pemerintahnya pelit untuk ngeluarin duit.. Eh, ada Bush dateng, kok tiba-tiba jadi dermawan… pake alasan keamanan pula! Dibayar berapa sih pada kok mau-maunya!” gerutu Johan sambil terus browsing, memanfaatkan fasilitas hot spot di lingkungan kampusnya.

“Tau, deh! Tanya aja sendiri! Kenapa pada mau jadi kacung-nya Bush! Ck, ck, ck, kapan sih negara kita mau mandiri? Gimana, ya misalnya pas Bush ke sini ada bom meledak atau apalah sebagai penolakan kedatangannya?”

“Hmm, ide kamu bagus juga! Coba kita bisa bikin! Sayangnya, kita sih mana bisa bikin gituan!”

“Ya, iyalah! Kita mana bisa. Kita sih bisanya cuma ikutan demo menentang kedatangan si Bush aja. Enggak lebih!” Sony nyengir lebar sambil menutup, lalu melipat korannya.

Hari itu juga, mereka mengikuti demo menolak kedatangan Presiden AS yang diikuti oleh para mahasiswa-mahasiswa kritis dari berbagai PT di Jakarta. Demo seperti ini, selain diselenggarakan oleh para mahasiswa, juga oleh ormas-ormas lain. Sayangnya, banyaknya demo yang berjalan sejak sekitar dua hingga sehari sebelum kedatangan Bush Jr., pemerintah seolah tutup mata, tutup telinga, dan tutup hati. Proyek pembuatan landasan pacu untuk helikopter pribadi Presiden AS tersebut tetap berjalan tanpa mempedulikan suara hati rakyat.

***

Setelah kunjungan ke Asia, Bush Jr. bersama rekan-rekannya telah kembali ke AS, tepatnya di White House. Posisi Bush Jr. di negeri sendiri tak lagi menguntungkan, karena meskipun masa jabatannya baru habis dua tahun mendatang, hasil pemilu Capitol Hill (Kongres AS), partai tempat Bush Jr. bernaung kalah telak. Partai Republik telah berhasil merebut mayoritas di House of Representative dengan keunggulan yang cukup besar. Demokrat juga memenangi jabatan gubernur di 28 dari 50 negara bagian.

Sir, rencana Anda sangat brillian. Selama Anda masih menjabat cukup lama…,” kata seorang yang tua, berwajah setipe Bush Jr. sambil menyeringai. Dia dan Presiden AS yang masih berkuasa itu duduk berhadapan di Ruang Oval.

“Ya! Waktu dua tahun ini, harus dimanfaatkan untuk mendongkrak popularitas Partai Republik lagi… I was very glad to you, Edam! Your idea is brillian. All happened based on your plan,” kata Presiden AS itu sambil tersenyum lebar.

This is the best way that I have made. Masyarakat internasional akan bersimpati. Cara ini menghasilkan dua keuntungan bagi kita,” Edam berkata sambil mengambil segelas whisky.

First, as you know, masyarakat AS, dan juga dunia akan bersimpati kepada kita. Hal ini selain akan mendongkrak popularitas AS yang awalnya dibenci oleh dunia internasional karena kabijakan Irak. Mereka akan bersimpati seperti halnya peristiwa 11 September. Second, Indonesia akan tetap being our servant. Mereka akan menuruti semua keinginan kita demi alasan keamanan. Mereka pun akan merasa bersalah sekali sekaigus malu terhadap dunia internasional..,” Bush tersenyum lebar, wajahnya terlihat puas.

“Seperti taktik Holocaust dulu menjelang Perang Dunia I,.. yang meskipun akhirnya ketahuan baru akhir-akhir ini, tak akan ada gunanya,” timpal Edam sambil menyeruput lagi whiskynya.

“Ya, untuk menarik simpati masyarakat internasional terhadap Yahudi.”

***

Kota Bogor, 20 November 2006, pagi.

Lima ruas jalan yang mengelilingi Kebun Raya Bogor, sepenggal Jalan Pajajaran, Jalan Jalak Harupat, Jalan Ir Juanda, Jalan Otto Iskandar Dinata, dan Jalan Salak ditutup mulai pukul 06.00 WIB. Empat ruas jalan utama di sekitar GOR Pajajaran, yakni Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Pemuda, Jalan Dadali, Jalan A Yani juga ditutup. Wali kota Bogor pun sudah mengimbau warganya agar tidak keluar rumah bila kepentinggannya tidak mendesak atau, keluar rumah sebelum pukul 06.00 dan setelah pukul 22.00.

Bush menggunakan helikopter Black Hawk dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Istana Bogor. Ada lima heli yang dibawa AS, tiga mendarat di GOR Pajajaran, dan dua lainnya mendarat di helipad yang baru dibangun dekat Istana Bogor.

“10, 9, ..,” aba-aba dari White House muncul di layar pada heli yang ditumpangi Bush. Sepuluh detik lagi, bom yang ada di dalam heli tersebut akan diledakkan dengan pengendali jarak jauh. Sepuluh detik adalah peringatan bagi seluruh awak untuk bersiap terjun. Sekarang, mereka semua sedang memakai parasut. Robot pengganti pilot sudah di-on-kan.

Bush, bersama kedua rekan yang ada di dalam heli tersebut langsung loncat menjelang detik-detik bom diledakkan.

“3,2,1…NOW!!!”

BUUUUMMM!!!

Heli yang belum jadi mendarat itu sudah hancur berkeping-keping. Bush dan kedua rekannya telah terjun sebelumnya. Mereka mendarat agak tidak mulus. Para staf pengaman Indonesia langsung bereaksi atas ledakan itu. Mereka menghampiri Bush dan kedua rekan, berusaha mengamankan mereka.

Foto satelit AS yang memotret kejadian Bush yang melarikan diri sesaat sebelum ledakan, di-edit oleh rekan di FBI. Foto itu sekarang tanpa gambar Bush, pilot, dan co-pilot yang sedang terjun. Foto itulah yang disebarluaskan kepada media massa dan khalayak ramai. Foto ledakan berikutnya, baru dibubuhkan gambar Bush dan kedua rekan berusaha melarikan diri.

Malamnya, saat kunjungan Bush di Istana Bogor, Presiden SBY terlihat meminta maaf atas kejadian yang baru saja menimpa Presiden AS tersebut. Presiden SBY berjanji akan segera mengungkap pelaku di balik pengeboman helikopter Bush. Media massa meliput berita itu, dan serta merta mewawancarai Ketua Komisaris Jenderal Kepolisian RI, pihak-pihak terkait, dan para staf keamanan yang saat ledakan terjadi berada di lokasi.

***

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer bayonet
bayonet at Kenyataan Kurang Ajar (8 years 3 weeks ago)
80

wuidieh.. keren ceritanya. konspirasi tingkat tinggi. kayaknya isu terorisme di Indonesia juga konspirasi beneran kk :p

Writer duniamimpigie
duniamimpigie at Kenyataan Kurang Ajar (10 years 29 weeks ago)
90

Alur maju-mundur yah? Oke sih... Tapi berisiko!
.
Pas yang protokol itu Ka, rasana kurang gimanaaaa... Lalu masalah bom itu.
Tapi ini bener" cerita yang berani yah! ^^

Writer suararaa
suararaa at Kenyataan Kurang Ajar (10 years 29 weeks ago)

hemm, untuk alur sih karena wktu bikin ini, bingung aja gitu klo alurnya maju gimana, pasti kan ngebosenin kan... klo mundur jg gimana,, bingung juga.. jadilah maju-mundur saja,, wkwkwkwkk :P

yg di protokol tu emang agak aneh, krna saya blom liat protokol betulan yg resmi2 itu macam gimana.. hehehehhe.jadi murni karangan...

masalah bom nya kenapa?adakah yg aneh...?

ahahaa ini cerita biasa aja koq,,, idenya muncul gitu aja waktu baca koran.. hihihihi.

makasih uda baca dan komen ya...

Writer auliaputrin
auliaputrin at Kenyataan Kurang Ajar (10 years 32 weeks ago)
90

eh, lupa moin :p

Writer auliaputrin
auliaputrin at Kenyataan Kurang Ajar (10 years 32 weeks ago)

judulnya nendang, kak :D

http://id.kemudian.com/node/250505 tolong mampir dan kasih komen ya, kak :)

Writer tatsuya
tatsuya at Kenyataan Kurang Ajar (10 years 32 weeks ago)
100

Mohon di resensi kak, http://kemudian.com/node/250481

Writer suararaa
suararaa at Kenyataan Kurang Ajar (10 years 32 weeks ago)

yeee..
komen dlu dong di cerita ku ini
*ngareeeep*

Writer majnun
majnun at Kenyataan Kurang Ajar (10 years 32 weeks ago)
90

wow wow wow..
full of conspirations theory..
saia salut mbak suararaa bikin cerpen yg berani cem ini..
lanjutkan!
hehe..
~
ada banyak typo mbak, di sana sini..
~
saia agak bingung sama bom nya..
di awal dikatakan kerbs meledupkan bom nya dari Montana dengan pengendali jarak jauh, tapi kemudian disebutkan itu bom waktu yg dikendalikan dari Montana..

bom waktu kendali jarak jauh yg dimaksud mbak suararaa itu yg gimana ya?

pake alat detonator (pemicu) bom dengan maksud untuk mulai countdown timer bomnya ka..?
ato bomnya udah di set dulu waktunya beberapa menit n meledup beberapa detik pas bush cs. loncat, jadi orang2 yg di Montana cuma memonitor aja..?

ato jua, alat detonatornya ada di Montana, trus dipencet beberapa detik setelah bush cs. loncat..?
*gitu x ya?*
saia ko' jadi bingung sendiri gini ya..?
v^_^'
hehe..
~
btw, tante carrie nya mana mbak?
kangen ini saia..
hehe..

Writer suararaa
suararaa at Kenyataan Kurang Ajar (10 years 32 weeks ago)

makasih mas majnun...
typo udah saya perbaiki....
makasih ats koreksinya...
hemm, untuk bom, itu bom yg dikendalikan, jadi bukan bom yg ada pengatur waktunya.... ada hitungan detik itu cuma sebagai peringatan hitung mundur supaya orang2 yg di dalam heli bersiap turun sebelum bom diledakkan dg pengendali jarak jauh...
,
hemmm,, tante carrie sedang dimasak dulu yahhhh
:D

Writer Midori_Fukuro
Midori_Fukuro at Kenyataan Kurang Ajar (10 years 32 weeks ago)

>>>Iklan
Raraa, tolong berikan kritik dan sarannya di 'ketikan' saya yang baru :)

Writer suararaa
suararaa at Kenyataan Kurang Ajar (10 years 32 weeks ago)

ok,,
segera mampir....

Writer rahdeaditya
rahdeaditya at Kenyataan Kurang Ajar (10 years 32 weeks ago)

gw mau nge post gimana yah

Writer suararaa
suararaa at Kenyataan Kurang Ajar (10 years 32 weeks ago)

kumpulin 20 poin

Writer Midori_Fukuro
Midori_Fukuro at Kenyataan Kurang Ajar (10 years 32 weeks ago)
90

semangat......................rara

Writer suararaa
suararaa at Kenyataan Kurang Ajar (10 years 32 weeks ago)

makasih midori..
:)

Writer climacus
climacus at Kenyataan Kurang Ajar (10 years 32 weeks ago)
10

hmm...good

Writer suararaa
suararaa at Kenyataan Kurang Ajar (10 years 32 weeks ago)

good kok cuma ngasi poin satu ????
(protes) ;P

Writer Midori_Fukuro
Midori_Fukuro at Kenyataan Kurang Ajar (10 years 32 weeks ago)

karena nomor 1 is the best, hehehe