I am Still Waiting (1,5)

Hufh..., aku berpikir keras bagaimana caranya aku melarikan diri dari acara pertemuan dengan teman Mas Edi itu. Tiba-tiba malamnya mami mengatakan sesuatu hal waktu kami makan malam bersama.

“Na, mami mau datang juga ke rumah Mbak Tara,” tiba-tiba mami mengatakan dengan santai. Hah? Apa, mi? Nggak salah denger? Mau apa mami di sana?

“Mami penasaran, alasan apa yang kamu ajukan kepada teman Mas Edi selama ini untuk menolak mereka. Jadi sekali-kali mami pengen lihat sendiri,” jelas mami lagi-lagi seolah bisa membaca pikiranku.

Ini gawat!! Bisa-bisa mami memaksaku dan ikut mendukung orang itu agar menikah denganku. Apa yang harus kulakukan untuk mengelabui mami sekarang?

Papi mau pulang. Hari Sabtu. Kalau papi pulang, apakah mami akan tetap tinggal di rumah? Bagaimana? Selain itu aku harus menjemput papi di bandara. Sementara ada dua janji. Oh! Tapi mungkin juga ada celah untuk ini!

***
Brum…. Aku segera meluncur pergi, menyetir sedanku balik dari rumah Mbak Tara. Sementara mami sudah kuturunkan di depan rumah Mbak Tara. Mami hanya terbengong karena aku meninggalkannya dengan alasan aku mau menjemput papi di bandara dengan mobil.

“Na….? Mau ke mana?” mami setengah berteriak histeris.

“Jemput papi. Kebetulan sekarang lagi di Bandara. Nanti aku bawa papi ke sini,” kataku setengah berteriak dari dalam mobil. Kemudian aku segera menyetir mobilku cepat sebelum Mbak Tara dan suaminya menyadari aku pergi cepat-cepat.

“Lho? Tante kok sendirian? Mana Ina?” Tanya Mbak Tara barusan keluar dari rumahnya. Aku melihat kejadian yang kukira-kira terjadi di depan rumah mbak Tara itu lewat kaca spion.

“Dia menjemput ayahnya. Tunggu sebentar ya?” Kupikir itu jawaban mami. Kemudian mereka berdua segera memasuki rumah Mbak Tara. Sementara aku senyum-senyum senang bisa melarikan diri dari perjodohan itu.

Hihihhi... yesss!!!

Setelah ini kujemput papi dan kubawa pulang ke rumah. Mengenai nanti aku mau balik ke rumah Mbak Tara untuk meladeni perjodohan itu, terserah nanti. Dipikir nanti. Hahahhaa.. Aku tertawa girang.

Aku membayangkan mami bersama keluarga Mbak Tara. Di sebelah Mas Edi yang suami Mbak Tara itu, duduk sang calon suami yang hendak dijodohkan denganku. Mami duduk di sebelah Mbak Tara. Mami dan Mbak Tara duduk berhadapan dengan Mas Edi dan calon suamiku, yang namanya kalau nggak salah Andri.

“Mas! Kok calonnya ibu-ibu, sih?” Tanya si Andri bisik-bisik dengan Mas Edi. Aku membayangkan ia terheran-heran kenapa sang calon tidak sesuai dengan harapannya.

Mas Edi dengan muka juga bingung, menginjak kaki adik angkatannya itu. “Husss! Ngawur! Dia itu ibunya!” jawab dia sambil berbisik.

Nah, semakin bingung si Andri ini. Mau bertemu dengan anaknya kok dibawakan ibunya?

“Kok ibunya? Mana anaknya?” Si Andri ini sudah tak sabar dan geram rupanya.

Mas Edi nggak kalah kesal. Ia menjawab,”Tunggu sebentar, deh. Dia lagi menjemput ayahnya. Mungkin nanti kamu bisa langsung melamar ke ayahnya,” Mas Edi rupanya tahu dari isterinya. Ia pun menenangkan adik angkatannya itu.

Hahaha.. memang aku bakalan kembali? Aku kembali terkikik geli membayangkan kejadian khayalan-yang-mungkin-saja-saat-ini-sedang-terjadi.

Read previous post:  
97
points
(1999 words) posted by suararaa 11 years 25 weeks ago
69.2857
Tags: Cerita | Cerita Pendek | cinta | aneh | CERPEN | dulu
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Phoenix101
Phoenix101 at I am Still Waiting (1,5) (9 years 52 weeks ago)

Eh, berhenti?

Writer suararaa
suararaa at I am Still Waiting (1,5) (9 years 51 weeks ago)

iya belom ada ide.. hehehehe

Writer cat
cat at I am Still Waiting (1,5) (11 years 19 weeks ago)
70

Ara, aku agak bingung dgn yg terakhr2 tuh. Ntuh si ina yg bygin yah.

Writer suararaa
suararaa at I am Still Waiting (1,5) (11 years 19 weeks ago)

betul, tante.... karena ibu si Ina udah diturunin di rumah mbak Tara, dan Ina malah tancap gas ke bandara....
jadi adegan itu cuma ada dalam bayangan Ina...


bagian mana yg membingungkan, tante cat...?

Writer Midori_Fukuro
Midori_Fukuro at I am Still Waiting (1,5) (11 years 20 weeks ago)
90

tega banget
aduh...kejar...!!!

btw, mohon Adinda Rara mengkritik punya saya di:
http://www.kemudian.com/node/250947
jangan sungkan-sungkan

Writer suararaa
suararaa at I am Still Waiting (1,5) (11 years 20 weeks ago)

ahahaha,, sengaja..
tenang aja,bakal ada yg lebi jahat dripada ini..
oke, mampirrr

Writer cyber_nana
cyber_nana at I am Still Waiting (1,5) (11 years 20 weeks ago)
80

ahahaha..
silahkan dilanjut..
yg kurang paling deskripsinya..

Writer suararaa
suararaa at I am Still Waiting (1,5) (11 years 20 weeks ago)

ahahaa, bener juga yahh..
makasih ya nana dah dikoreksi..
:)

Writer lavender
lavender at I am Still Waiting (1,5) (11 years 20 weeks ago)
80

Lanjuuutt..

Writer suararaa
suararaa at I am Still Waiting (1,5) (11 years 20 weeks ago)

makash dah baca n komen..
jadi da semangat bwt ngelanjutin.. he3

Writer suararaa
suararaa at I am Still Waiting (1,5) (11 years 20 weeks ago)
100

Note:
cerita yg kubuat beberapa tahun lalu. dan ternyata memang baru dibuat sampe bagian ini saja. sebetulnya bagian ini adalah gabungan dengan bagian sebelumnya. tetapi bagian satu kemarin pengen kupenggal dan jadilah cerpen. tapi ternyata nggantung dan aneh. ah sekalian saja post yang ini.


untuk lanjutannya,,, sudah ada plotnya.. masih diramu dulu. sembari melanjutkan tante carrie. :)
mohon kritik dan sarannya
:)