SPW (Stop Pelecehan Wanita) : CheckMate

SPW: Cerita ke-7 "CheckMate"

Awalnya gadis itu menepis tangan Pak Badrul dan menolak ajakan pria itu, tapi rupanya Pak Badrul berhasil merayunya dengan imbalan beasiswa itu. Aku semakin geram melihat gadis itu kelihatan pasrah saja saat Pak Badrul mengelus wajah dan pinggangnya. Tiba-tiba sepertinya gadis bernama Tika itu menyadari kehadiran kami, dia menjadi panik dan mulai memberontak lagi. Tapi Pak Badrul tak mau melepaskannya, dia menampar Tika dan memaksa membuka kemeja gadis itu!

Dalam waktu singkat Rayya sudah berdiri di belakang pria itu dan memukul kepalanya dengan sapu. Pukulan itu tak cukup untuk merobohkan Pak Badrul, dengan cepat pria itu berbalik dan mencengkeram kepala penyerangnya, syukurlah yang dipegang Pak Badrul hanya jilbabnya saja sehingga Rayya bisa melepaskan diri walaupun jilbabnya terkoyak. Rayya kembali melayangkan tendangan ke tengah selangkangannya. Aku segera menyusul dan berusaha mencekal kedua tangan pria itu di punggungnya, ini sangat sulit dilakukan karena meskipun kami mengeroyoknya, kekuatannya lebih besar daripada kami berdua. Kurasa beberapa kepalan tinju dan sikunya mengenai wajah dan tubuh kami, maka aku dan Rayya terpaksa memukul dan membenturkan wajahnya berkali-kali ke lantai sampai kesadarannya melemah. Aku meminta Rayya segera memanggil keamanan selama aku menahan pria itu. Akhirnya keinginanku untuk membalas pria mesum ini tercapai.

Tak lama kemudian Rayya datang bersama dua orang satpam. Mereka menahan Pak Badrul dan meminta kami mengikuti mereka ke ruangan lain yang bebas dari kerumunan orang yang penasaran. Setelah sampai di ruang kantor yang agak sempit itu aku baru menyadari bahwa Zita dan gadis itu menghilang.

Tanpa bukti dari handphone Zita, aku dan Rayya berusaha menjelaskan tuduhan kami kepada para petugas keamanan itu. Pak tua itu malah menyangkal dan menuduh kami menyerangnya tanpa alasan.

”Ngaku saja deh, pak! Kami sudah melihat sendiri kalau bapak mencoba memperkosa salah satu murid bapak! Kami punya buktinya, pak!” Rayya melancarkan tuduhannya dengan penuh emosi, kelihatannya dia juga sedikit kebingungan mencari Zita.

”Mana? Mana?! Anda bisa lihat sendiri, bapak-bapak. Justru saya yang dianiyaya oleh mereka berdua. Saya sedang memeriksa lembar ujian sendirian di kelas itu, tiba-tiba mereka datang dan memukul saya!” Pak Badrul tak kalah sengit menyatakan pembelaannya.

”Tenang! Tenang dulu! Pak Badrul benar, mana bukti bahwa bapak ini telah melecehkan muridnya?” Aku merutuk dalam hati mendengar pertanyaan satpam itu. Sial, di mana Zita dan Kartika?

Dering hanphoneku menyelamatkan kami dari kekalutan. Telepon dari Zita!

”Zita! Ke mana saja kamu? Kita butuh...“ seruanku terpotong oleh bisikan Zita, dia sedang bersama Kartika dan memintaku datang ke toilet wanita.

”Ehm, maaf pak. Boleh saya ke belakang sebentar?” pintaku tiba-tiba, syukurlah satpam itu mengijinkan. Maka aku keluar dari ruangan sempit itu sambil dikawal oleh seorang satpam, sebelum pergi aku memberi isyarat pada Rayya untuk terus mengawasi Pak Badrul.

Sesampainya di dalam toliet aku segera menemukan Zita dan Kartika yang sedang menangis. Gadis malang itu kini memakai jaket putih milik Zita di atas kemejanya yang robek. Gadis itu terlihat sangat rapuh, dia terus menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Meskipun aku merasa kasihan, aku harus memaksanya bersaksi tentang perbuatan bejat Pak Badrul padanya. Pria itu harus dihukum agar tidak ada wanita lain yang jadi korbannya.

”Kartika, ceritakan padaku, kau sering dilecehkan oleh Pak Badrul kan?” Gadis itu tetap menutup wajahnya meskipun dia sadar suaraku berbeda dari Zita. Rasanya seperti seabad sampai akhirnya dia mulai bicara.

”Sejak dulu... a-aku ingin jadi dokter hewan... Orang tuaku... mengirimku ke kota ini... a-agar aku bisa belajar dengan baik... Tapi...” dia tersedu lagi sebelum melanjutkan, ”...Setelah lulus SMA... aku ingin melanjutkan ke Australia... k-kata temanku... biayanya mahal... dia bilang di sini ada program beasiswa... a-aku terus belajar... tapi nilaiku selalu buruk... lalu pak guru bilang akan membantuku... t-tapi...” gadis itu melanjutkan tangisnya seolah tak ada habisnya.

”Kartika, kau harus membantu kami. Kita harus melaporkan kasus ini pada polisi, pria seperti itu harus dihukum,” secara mengejutkan perkataanku itu membuatnya mengangkat wajahnya.

”Tidak. Jangan, kak! Bagaimana kalau aku dipaksa menikah dengannya? Bagaimana dengan masa depanku nanti, kak? Bagaimana dengan impianku?” Aku kebingungan mendengar permohonan Kartika itu. ”Jangan lapor ke polisi, kak. Aku tak mau orang tuaku tahu. Biarkan saja pak guru bebas, dia juga pasti akan menerima karmanya nanti atau di kehidupan mendatang.”

”Tika, Kak Nata benar. Kita harus menghukum semua pelaku pelecehan itu. Ini bukan masalah hukum karma, kita patut membela harga diri kita sebagai wanita dan mencegah wanita lain kehilangan kehormatan mereka karena perbuatan pria seperti Pak Badrul,” kata Zita membantuku membujuk Kartika. Setelah merenung beberapa saat akhirnya gadis itu mengangguk dan mau mengikuti kami ke ruang sempit tadi.

Aku bisa melihat gadis itu berusaha keras menahan tangisnya ketika kedua satpam itu bertanya lagi tentang pelecehan yang dilakukan Pak Badrul padanya. Setelah menatap wajah Pak Badrul sejenak, Kartika mengakui kalau dia telah berkali-kali diperkosa oleh pria tua itu.

***

Read previous post:  
116
points
(0 words) posted by Kumiiko_chan 10 years 39 weeks ago
82.8571
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | kehidupan
Read next post:  
Writer lfour
lfour at SPW (Stop Pelecehan Wanita) : CheckMate (10 years 35 weeks ago)
90

makin menarik...
lanjut

80

hemm,,,
koq kartika malah bilang klo badrul gak dilaporin k polisi....?

ak awalnya sempet bingung, 'aku' di sini itu siapa, akhirnya pertnyaanku terjawab... tapi mgkin sama spt komen sebelmnya, karakter Renata agk berubah ya..


tp bagus, koq. :)

100

saluuuutt....
ceritana hidup banget!

terima kasih banyak kak fany :D

90

Red, aku telatt :'(
oia, Happy New Year ^^
temponya agak cepat dan idem dengan komen yg lain :D
good job Red ^.^

happy new year kak -maaf telat- xD
terima kasih kak >v<

Writer majnun
majnun at SPW (Stop Pelecehan Wanita) : CheckMate (10 years 37 weeks ago)
90

uhuy..
~
sepertinya udah gak perlu disebutin lagi "mis" nya..
udah disebutin sama yg kumen2 sebelum saia..
jadi saia numpang baca n moin aja..
hehe..
^^v

terima kasih poinnya kak :D

Writer MelZhi
MelZhi at SPW (Stop Pelecehan Wanita) : CheckMate (10 years 37 weeks ago)
100

umm, menurutku temponya ndak cepet-cepet amat.
narasinya mengalir dan nyaman dibaca.
tapi, saya setuju dengan nana, mungkin yang kurang deskripsinya.
.
endingnya, ya ampun, bikin syok.
rasanya saya pengen dorong Pak Badrul ke jurang... ikh!
.
nice job, red. :)

iya kak, maaf >v<
ku memang sengaja buat dia dibenci dengan menambah karakter yg sudah jadi korban :D

Writer MelZhi
MelZhi at SPW (Stop Pelecehan Wanita) : CheckMate (10 years 37 weeks ago)
100

maaf, red, terjadi kecelakaan: saya jadi post dua kali. huhuhu :)

Writer cat
cat at SPW (Stop Pelecehan Wanita) : CheckMate (10 years 37 weeks ago)
90

go go SPW - sebenarnya temponya bener2 cepat deh he5 ..

tp saya udah memberikan kebebasan kepada peserta kolab untuk mengaduknya so mari kita nikmati saja he5 ...

maaf, cat minta waktu 1 minggu lewat yak .. krn kenz masih blom fit banget.

tunggu kelanjutan SPW yak ..

tak apa2 kak
semoga kenz cepat pulih :)

2550

wah Red sudah posting???

komennya idem sama yg lain ajah yah :D
tapi ini keren qo, dengan batasan kata yang ada kamu berusaha merangkup semua :) GO GO GO :)

terima kasih kak ai >v<
maaf kalau ku malah buat serial ini jadi aneh @.@

Writer cat
cat at SPW (Stop Pelecehan Wanita) : CheckMate (10 years 37 weeks ago)

rangkum apa rangkup Ai??

Writer dede
dede at SPW (Stop Pelecehan Wanita) : CheckMate (10 years 37 weeks ago)
80

Rasanya terlalu cepat red...
Jadi makin benci sama si badrul

iya, maaf kak dede @.@

80

Bener ... temponya kecepetan agak kurang gimana gitu ...

maaf kak >v<

80

deskripsi latar kurang dan karakter Renata (menurutku) sedikit berubah.. tapi narasinya ngalir dan ga bikin Nana bolak balik baca..

iya, terima kasih sudah membaca kak nana >v<

100

umm, where's the checkmate red ? Hehehe. Keep moving...

maksudnya skak mat utk pak badrul kak, atau artinya check(periksa)mate(teman)? XP
di sini ada kak detto juga, disamarkan jadi teman tika yg mengusulkan colage itu ^v^

hohoho skak matnya kurang nusuk pak badrulnya, red hahaha.
Oh, itu detto ? Hahaha. asik :D

hohoho skak matnya kurang nusuk pak badrulnya, red hahaha.
Oh, itu detto ? Hahaha. asik :D

100

Bacanya jadi nanggung... tapi temanya bagus.

Red lama ga nongol... Saya masih ada utang baca Red Ruby, lupa... Tapi pasti dibaca, penasaran soalnya...

^^

terima kasih kak :)

80

lanjuuuttt..

:)

Writer KD
KD at SPW (Stop Pelecehan Wanita) : CheckMate (10 years 38 weeks ago)
100

hmmm, kurang... temponya terlalu cepat

padahal ini sudah diperpanjang kak @.@
batasnya 700 kata

temanya bagouess.....

terima kasih kak :)