Kasih bagai Kue yang Membusuk -Rotten Cake of Ours-


Today…, is your birthday, isn’t it?
My dear…

Hari itu adalah penentuan dari segalanya. Penentuan kalau semua yang aku coba jaga erat terbuang sia-sia. “Terbuang sia-sia” mungkin bukanlah kata yang tepat. Aku tahu sejak awal bahwa hubungan kami teramat rapuh. Seperti rumah dari batang lidi, tanpa pondasi kokoh yang menopang. Meski begitu, aku sudah bahagia untuk menyebutnya sebagai rumah. Meski rapuh, dalam rumah itulah aku bisa bernaung. Dan terasa terlindungi.


Here, I bring you a special cake
The taste is very sweet, similar to our love
I don’t know you’d be satisfied with “this” or not
By word of “this”, my dear, I meant both the cake
And the love between us

Entah siapakah sebenarnya yang memulai hubungan tanpa arti ini. Siapa, kapan, bagaimana, dan mengapa.. tak satupun jawaban dari pertanyaan itu bisa keluar dari mulutku. Yang aku tahu, begitu sadar aku sudah mencintainya teramat dalam. Mungkinkah karena bujukan manisnya selalu membawaku terbang ke awan? Atau mungkinkah karena matanya selalu tepat tertuju padaku? Ataukah karena perhatiannya selalu berisyarat he needs me? Ataukah… aku yang terlalu bodoh untuk bisa sadar bahwa itu semua palsu…?


My dear…
If the cake is being kept too long without being cared
It will grow rotten you know
Even so, will you still accept this?
The rotten cake of ours.

Hari ini semuanya terbukti. Keraguan yang selama ini ada, sekarang terbukti di hadapanku. Fakta demi fakta mengalir di depanku, semudah aku melihat buku bergambar. Kisah dongeng kita seharusnya hanya memiliki dua tokoh, dia dan aku. Tapi lambat laun sadarlah aku bahwa dia bukanlah sang protagonis. Kemudian, perlahan kisah ini satu per satu dimasuki tokoh-tokoh lain. Entah mengapa, akhirnya aku merasa gagal menjadi seorang tokoh kisah ini. Mungkin aku tidaklah sehebat yang aku kira. Aku hanya salah satu di antara pemain latar yang lain. Ya, seorang tokoh tanpa nama dan tanpa wajah, yang dengan bodohnya berharap bisa dicintai oleh sang antagonis.


I see…
You don’t want this cake anymore, right…
I can see it from your face, my dear…
I can see it how you feel disgusted of me
It’s all over your face

Adegan seperti ini sudah berulang kali muncul di kisah-kisah drama. Tiap kali aku menatap adegan seperti ini, aku hanya bisa bersimpati kecil. Begitu adegan yang sama bermain di sekelilingku, kini aku tahu seperti apa perasaan tokoh dalam kisah itu. Rasanya tak berharga.. dan gagal menjadi seorang wanita. Terkhianati. Tercabik-cabik. Hampa. Amarah. Tangis. Musnah.

Dengan ini aku mendeklarasikan bahwa eksistansiku sebagai manusia telah tiada.

Kemudian diriku terlepas amarah. Pikiranku terlepas dari kewajarannya. Aku bukanlah aku. Dengan hati yang berhancuran, aku berjalan menghampirinya. Genggaman tangannya yang dulu adalah milikku telah direbut orang lain. Kulihat tatap matanya penuh kasih sayang terhadap orang itu. Dengan lembut, dia mengelus wajah perempuan itu dan jemarinya bermain dengan rambut indahnya. Berulang kata I love you terucap di antara mereka berdua. Bukan cuma sekali atau dua kali. Berulang kali, kalimat itu terlontar dari mulut mereka. Dan tiap kali aku mendengarnya, serpihan hatiku yang tersisa menguap dan musnah.


“I love you.”

A hand caresses the girl affectionately

“I love you too.”

Blushing.

“I don’t care any other else but you. Nobody. I love you.”

Fingers skillfully dances between the girl’s smooth hair.

“I need more than words.”

Proof.

“I’m just human. Words are all what I have. Can’t you believe how I love you?”

Sweetness of words.

“I love you too. But I don’t need a lie. I need more than words. Proofs.”

A request.

“Then, what should I show to you, my love?”

Zero distance.

“That girlfriend of yours.”

Mocking eyes.

“Hah? That?”

Two pairs of mocking eyes.

“Yes. ‘That’.”

Snicker.

“Hahaha…! Don’t ever mind about that girl. She is not that good enough to be fussed about.You know right, that she’s just there beside me to kill the time. She is just a game. A very cheap game. It’s so easy to win the game. No final boss or grand final at all in the game. With just sweet words, and then game over. I win easily. A very very veeeerrrry low-quality game. How can she believe me so easily?? Hahaha”

Apocalypse.

“I know.You don’t even have a piece of love towards her. But she loves you.”

Contradiction.

“Heh. I know it also. She is stupid right? She knows all along that there is no meaning in our relationship. She knows that this is my game. She fully realized that everything I give to her is fake. She knows that she is a trash in my eyes. Yeah, she knows it all. Even so, she still wants to play in my game. Stupid, isn’t it? It’s already game over from the start. But she still wants to be played around. She still wants to be the victim in a spider nest. Waiting to be eaten, but also prayed not to be eaten.”

Painful Truths.

“So?”

Decision.

“I only love you. I’ll break this useless game.”

Kiss in the cheek.

“Say it all to her.”

“??”

“She is here.”

“!!”
Flashback over.

Sudahlah habis. Permainan ini telah usai. Perjuanganku tak berbuah apa-apa. Air mata sudah mengalir deras di pipiku. Make up yang telah aku tata rapi spesial untuknya kini berlunturan. Kue yang berada di tanganku, hah… tak ada gunanya lagi. Kini, di pikiranku hanya ada satu solusi. Satu solusi untuk mengakhiri permainan ini.


My dear…
This is my gift for you in your birthday
A cake
And prepared with this cake is also a knife
If you can’t accept my cake, because it’s already rotten
Then would you accept my knife?
With this knife, let’s end this wicked game

You want to end this game, right?
Sorry for my selfishness before
Even though you already bored with this game,
I still ask you to play with me
I’m selfish
I know
I just can’t help it
I love you so much
I love this game
I love our love

But finally now, I’ll accept your request
I will accept to end this game, if you accept my knife
Ah, but you SHOULD accept my knife, okay?
I can’t accept answer of no
Because, you know, I’m extremely selfish
And I’m extremely stupid

So here, keep my knife with you forever
Keep it forever within your body
And then, please color our cake into deep red
Make it red more and more…
And hopefully, our cake will turn into a splendid rose one day
Yeah, a splendid red rose
Then that rose will be a wonderful gift for me

Hihi.

---

Read previous post:  
Read next post:  
90

Campuran kuenya enak, apalagi setelah dikasih pewarna merah <3
*ditimpuk massa*

60

aku lumayan suka cerita jenis seperti ini.
but kayake masih ad yang kurang...
hmm, apa ya...tergantung persepsi pembaca sih ya
hehe

hm hm, bisa jadi masukan yang bagus nih, Kurihasaki-san :D
lebih kurang di bagian apa ya? plot? atau karakter?

juga makasih buat komen2nya~ ;D

80

haia... serem uy *so dark -> sotoy dah* hem, mungkin judul yang dalam bahasa indonesia bisa kamu edit sedikit. menurutku pribadi, judulnya terlalu jujur. ok, mungkin dari awal kamu sudah menjelaskan bahwa si pria dicurgai selingkuh. tetapi, tetap saja, jangan tulis judul yang sudah bisa membuat pembaca membayangkan isi cerita kamu. hem, walau dengan bahasa inggris, aku rasa peletakkan kapan bahasa inggris dan kapan bahasa indonesia sudah asik :D merinding aku

hehehe haloo sesama user beravatar bunga semanggi!! XD

kerasa darknya ya? hooh... baguslah. awalnya takut kalo feelingnya ga nyangkut :P

hmm.. masukan yang bagus scarlet-san... betul juga, rasanya judulnya kayak udah buka kartu duluan ya? butuh semedi dulu nih supaya nyari yang bagus dan pas... haha

hehe thanks for the compliment also :) I love both Indonesian and English. Sekalian pingin nyoba bagaimana rasanya sebuah cerita yang dipadu bahasanya. Hence, bilingual. ^^

jangan merinding sekarang, udah malem nanti ga bisa tidur loh hahaha
thx also for the comment! salam kenal pastinya :)

Mampir, dibaca dan dikomen hehe :D #balas datang :)

100

hmmm

^^ makasih ya KD-san udah mau mampir kesini :D
salam kenal ya!

ditunggu terus lo hasil2 karya KD-san yang lain :)

50

nice.. sangat bisa membayangkan kue tersebut dan realisasi nya pada perasaan "aku" .
salam kenal ya.. :)

salam kenal juga :D
makasih buat komen nya. senang deh kalau akhirnya cerita ini bisa dinikmati oleh irine-san dan pembaca yang lain hehe

irine juga baru di kemudian.com ya? ^^

100

mantap! pikiran pertama membayangkan lelakinya muncul pikiran "Bunuh saja dia!" dan ternyata di akhir si cowo betulan dibunuh, wkwkwk *evil laugh*
nice stories ^^ dan betul juga, kasih itu bagai kue manis yg lama-lama akan menjadi pahit & hambar :D
salam kenal ya :) (maap merusuh di tempatmu)

haha, sama sekali ga ngerusuh kok :) seneng malah bisa dikomenin ceritanya hehe^^ salam kenal balik!

tanda-tanda kalau cowoknya bakal dibunuh udah kerasa dari awal ya? ga nyangka qw.. XP

Terima kasih buat komentarnya~! :D
wow, you are the first commenter of my story in kemudian.com! Seneng deh haha salam kenal ya!

Semoga maksud dan keinginan dari tokoh kisah ini bisa tersampaikan ke CanonBender-san :D Ada kritik kah?
thx again anyway ^^

yup yup, pertamaaaax! XD

betul kok, intepretasi CanonBender-san nggak ada yang salah :)
Tapi cerita ini fleksibel, kalau ada orang yang mengartikannya berbeda, interpretasi orang itu juga sama benarnya. Jadi ga ada yang salah, semuanya bener. Nggak kayak UAN yang benernya cuma 1 banding 5.. XP

huaduh, bahasa di atas tiba-tiba berubah jadi sok ketuaan.. (-_- ) wkwkwk

makasih feedbacknya! it really helps! ditunggu juga lanjutan "Project Seer" nya loo. keren ceritanya :)