Le Conte d'amour à Neverland #4

Le Conte d'amour à Neverland #4

Le Conte d'amour à Neverland #4
Neverland, kata itu terus terngiang di pikiran Cheryl. Saat ini dia sedang merebahkan badan di atas kasur dengan bed cover merah muda yang baru setengah dibereskan. Bantal dan gulingnya masih belum dipakaikan baju, sementara letak ranjangnya masih berada di tengah-tengah kamarnya.
Cheryl menatap lukisan yang membawanya ke Neverland. Lukisan itu di letakkan tepat di atas tempat tidurnya. Dia ingin selalu dekat dengan Neverland yang penuh rahasia dan mimpi. Bukan hanya dunia menakjubkan itu yang membuatnya rindu, ada ... Cheryl terkejut saat di dalam kilasan pikirannya yang terbayang adalah Diaz bukan Peter. “Aku, mengapa saat ini bukan Peter yang ada di dalam otakku?” batin Cheryl.

“Cheryl! Makan malam dulu, Nak,” teriak Mama dari ruang makan. Cheryl bergegas turun.

==

Malam telah larut dan Cheryl telah terlelap pulas. Dia tidak menyadari ada sesosok pria yang memandangnya dari balik jendela kamarnya yang terletak di lantai dua. Pria itu membuka jendela dengan sebuah linggis, dia mendorong daun jendela hingga terbuka. Angin malam ikut berkunjung ke kamar Cheryl, namun Cheryl masih saja tertidur pulas. Pria itu mengerakkan jarinya dan dengan perlahan namun pasti lukisan di atas tempat tidur Cheryl berpindah ke tangan Pria tersebut.

Dalam sekejap si pria hilang ditelan malam.

Pagi menjelang dan Cheryl terbangun dengan wajah terkejut saat mendapati jendela kamarnya terbuka. Dia berlari mendekati jendela, kuncinya terbuka dengan sangat rapi. Reflek, Cheryl menuju lemari tempat penyimpanan perhiasan dan uangnya. Dia membuka lemari dan mendapati semuanya masih ada. Dia menyapukan pandangan ke seluruh titik ruangan, tidak ada yang berubah, masih sama seperti sebelum dia tidur. Kecuali … Cheryl terkejut saat menyadari lukisannya hilang.

“Tidak!” teriak Cheryl. Mama dan Papa segera menuju ke kamar dan menatap putri mereka dengan cemas.
“Cheryl!” Papa memandang anaknya.
“Ada apa Cheryl?” tanya Mama. Cheryl menceritakan kejadian yang dialaminya. Kontan Papa segera menelepon pihak kepolisian dan meminta tukang untuk memperbaiki jendela kamar Cheryl serta menambah pengamanan pada rumah mereka.

==

Cheryl menyusuri jalan yang kemarin dia lalui dengan gontai. Satu hari berlalu, semakin dekat hari ulang tahunnya namun Cheryl terlalu sedih untuk melukis Neverland yang ada di dalam otaknya. Dia ingin bertemu dengan Peter, kembali merayakan ulang tahun bersama. Cheryl berhenti di toko Antik dengan warna keemasan, pintu terbuka saat Cheryl menunduk dan berpikir sejenak.

“Ternyata kamu selalu saja bengong! Jangan menghalangi pintu masuk tokoku, menutup jalan penghasilanku saja,” ucap Diaz sambil memasang tampak mengoda Cheryl.
Cheryl melangkahkan kaki memasuki toko Diaz. Memang ini tujuan utamanya saat dia minta ijin keluar pada orang tuanya setelah terpukul karena kehilangan lukisannya.

“Peter menyebut namamu terus, setiap hari setiap detik setiap saat. Aku sampai lelah mendengar para burung berkicau tentang namamu terus,” Diaz menata beberapa barang antik yang tadi di lihat-lihat oleh pengunjung.
“Kau harus mengobati sakit rindu Pangeranku, bila tidak. Aku tak tahu apa yang akan terjadi,” goda Diaz lagi. Dan Cheryl masih tetap diam.

“Ah, kau melakukan aksi tutup mulut. Ada apa?” Diaz mulai merasa ada yang salah pada putri manis ini.
“Bawa aku ke Neverland,” ucap Cheryl. Diaz hampir saja menjatuhkan sebuah jam pasir berwarna emas dengan pegangan berukir bunga mawar di dua sisinya.
“Aku tidak salah dengar?” tanya Diaz sambil meletakkan jam pasir itu ke tempatnya.

“Lukisanku hilang. Lukisan penghubung Neverland hilang dicuri tadi malam,” ucap Cheryl dengan mata yang mulai merah menahantangis.
“Aku tidak bisa ke Neverland lagi,” ucap Cheryl.
“Bisa, aku akan membantumu,” Diaz mengeluarkan sebuah lukisan indah. Istana Neverland dengan aneka burung warna-warni di sekelilingnya serta sebuah kue tart bertingkat dengan lilin yang begitu banyak. Cheryl sangat ingat kue itu, kue ulang tahun pertama Peter.

“Lukisan yang kubuatkan untuk ulang tahun Peter tahun ini. Dia menceritakan mengenai asal mula ulang tahunnya kemarin,” Diaz menyerahkan lukisan yang telah dibingkai dengan bingkai berwarna perak dengan motif daun-daun hijau.
“Dia masih ingat dengan ulang tahun kami. Terima kasih, dengan ini aku bisa menemui Peter dan Neverland,” ucap Cheryl dengan sepenuh hati.
“Mudah bukan, selalu ada cara untuk ke Neverland. Asal ada impian yang besar, maka itulah Neverland,” ucap Diaz.
“Neverland, apakah kau dan Neverland nyata?” tanya Cheryl.
“Jangan tanyakan padaku. Tanyakan pada mimpimu,” sahut Diaz. Mereka terdiam dalam pikiran masing-masing.

“Siapa yang begitu gila mencuri lukisanmu?” gumam Diaz.
“Ah … aku bertemu Hook!” teriakan Cheryl membuat Diaz terkejut.
“Hook? Apakah kamu mencurigainya?” tanya Diaz.
“Bukankah dia telah terlempar ke dunia entah di mana? Bahkan Wytle tidak dapat mendeteksinya,” Diaz mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Aku harus segera mengabari Peter agar dia bisa mempersiapkan Neverland untuk kedatangan Hook. Jika memang Hook yang mencuri lukisanmu,” ucap Diaz sambil berjalan meninggalkan Cheryl sendirian.

“Aku ikut!” teriak Cheryl yang dijawab dengan gelengan kepala Diaz. “Aku harus ikut! Karena lukisanku maka Hook dapat menuju Neverland lagi,” teriak Cheryl dengan kekesalan yang memuncak karena Diaz mencuekkan dirinya.
“Aku mencemaskan keadaan Peter,” Cheryl menarik lengan Diaz.

“Tenang saja Cheryl manis, walau sepupuku itu terlihat sangat pemalu. Terutama pada dirimu. Tapi dia petarung dan Pangeran yang hebat. Dia memiliki kekuatan yang tidak pernah kumiliki,” Cheryl melihat Diaz terlihat menampakkan wajah iri kepada Peter sekilas sebelum ditutupi dengan senyum khasnya.
“Dia juga memiliki dirimu yang tidak bisa kudapatkan,” Diaz mendorong Cheryl keluar dari tokonya dan memasang tanda tutup sebelum suara pintu terkunci terdengar.

==

Sesampainya di kamar, Cheryl meletakkan lukisan di tempat lukisan lama yang telah dicuri kemarin. Cheryl merenung, apakah benar Hook yang mencuri lukisan itu? Cheryl mendengar Mama mengetuk pintu. Dia segera duduk di depan meja belajar dan membuku buku pelajaran yang ada di dekatnya.

“Cheryl! Mama dan Papa pergi kerja dulu yah. Cheryl hati-hati, jangan lupa kunci pintunya rapat-rapat. Dan ingat lusa kamu sudah sekolah di tempat baru, jadi persiapkan buku-buku pelajaranmu. Kalau ada yang kurang segera kabari Mama,” ucap Mama sambil mengusap kepala anaknya.

“Kalau ada orang yang mencurigakan, segera telepon Papa atau keamanan komplek,” Papa sangat cemas dengan keamanan Cheryl setelah kejadian tadi malam.

“Tenang saja Pa, Ma. Cheryl pasti bisa jaga diri kok,” ucap Cheryl. Setelah pintu kamar di tutup Cheryl mempersiapkan tas ransel berwarna merah muda kesayangannya. Dia memasukkan kado kecil yang dibelinya untuk Peter, kemudian dia meraih telepon genggam serta sebuah buku hariannya. Cheryl juga memasukkan beberapa kembang api yang dia persiapkan untuk pesta ulang tahunnya ke dalam tas. Tak lupa boneka pangeran dan putri juga dia bawa.

Cheryl menutup mata dan berdiri di depan lukisan Neverland. Dia mengucapkan keinginnya dan dalam sekejap dia tersedot dalam ruang yang panjang. Cheryl tidak pernah mengetahui tujuan akhir perjalanannya.

==

Sementara itu di Neverland telah terjadi kekacauan. Peter dan beberapa bangsawan Neverland sedang melakukan pertemuan untuk menentukan langkah yang tepat. “Aku melihat tanda itu, tanda kehancuran Neverland,” ucap seorang Bangswan tua berjubah hitam panjang dengan rambut yang sudah memutih. Dia adalah peramal besar di Neverland yang telah pensiun. Dari tangannya keluar berbagai bintang yang mengambarkan langit yang dia maksudkan.

“Takdir Neverland akan hancur,” sahut seorang yang berpakaian layaknya panglima besar. Peter terlihat kesal. Dia mengebrak meja sehingga kedelapan bangsawan penting di Neverland yang sedang duduk di kursi tangga nada menatapnya heran. Semakin tinggi tangga nada, menunjukkan statusnya juga. “Neverland tidak akan hancur hanya karena munculnya bintang merah di langit timur,” ucap Peter, walau hatinya sedikit ragu dengan ucapannya.

“Kalau begitu apa yang harus kita lakukan Pangeran Neverland? Kau tidak pernah memiliki kemampuan untuk menjalankan roda pemerintahan dan menjaga Neverland ini,” yang berbicara adalah ayah dari Diaz. Bangswan Van Arthur menarik cawan bunga Lily yang disajikan pelayan tadi. Dia meneguk dan meminum madunya perlahan, menikmati wajah Peter yang berubah warna karena emosi.

“Kau bahkan hampir tidak bisa mengatasi Hook bila tidak dibantu oleh gadis dunia nyata. Sungguh memalukan,” para Bangswan mengangguk setuju dengan perkataan Bangswan Van Arthur yang diiyakan pula oleh awan kecil di samping Van Arthur. Bangsawan Van Arthur merupakan keturunan pawang hujan, oleh karena itu sebuah awan selalu mengikutinya. Setiap kali emosi Van Arthur meledak, maka awan tersebut juga akan mengeluarkan petir dan kilat.
“Diaz lebih pantas memerintah Neverland daripada kamu,” ucapnya lagi.

“Aku akan tunjukkan bahwa aku pantas. Dan jangan bawa-bawa Diaz dalam perselisihan kita,” bentak Peter.
“Aku menghormatimu sebagai seorang paman dan kalian sebagai sesepuh. Apakah ini tindakan yang pantas dilakukan pada pemimpinmu? Mencela dan menjatuhkan?” Peter meninggalkan kursi tangga nadanya dengan kesal, sehingga membuat kursi itu berdecit dengan fals.

==

Diaz menatap lukisan yang di bawanya dari dunia nyata. Lukisan yang dibuat oleh Cheryl. Dia menunggu dan menunggu saat yang tepat. Matanya menatap Hook yang kotor dan semakin tua. “Apa maumu?” teriak Hook dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“Aku telah mencuri lukisan itu sesuai perintahmu. Mana bayaran untuk pekerjaanku itu?” teriak Hook lagi.
“Sebaiknya kamu ikuti saja perintahku. Nyawamu ada di tanganku Hook. Kau tidak lebih seperti cacing kecil yang tidak ada artinya lagi. Setiap nafas yang terhembus itu karena aku mengijinkannya,” Diaz menatap Hook dengan senyum angkuh.

“Kau akan menjadi Hook yang kuat, Hook pemusnah,” Diaz menyerahkan satu set pakaian dan sepatu boot serta sebuah topi bajak laut pada Hook.
“Ingat tanpa setetes air mataku setiap harinya, nyawamu akan hilang,” Diaz memperingatkan Hook lagi sebelum Hook masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan badan dan berganti pakaian.

“Berengsek! Bagaimana mungkin aku bisa tertipu dengan tampangnya yang begitu meyakinkan! Aku kira aku dapat memanfaatkan dia untuk merebut Neverland. Mengapa sekarang aku yang menjadi robotnya?” umpat Hook kesal.

Hook keluar dari kamar setelah berganti pakaian. Dia menunduk hormat kepada Diaz. “Laksanakan rencana kita! Ingat! Dengan sempurna,” Diaz menyerahkan sebuah kunci kepada Hook. Diaz menatap Hook yang keluar dari ruangannya sambil menyesap sari anggur dengan sedotan.

==

Hook merapatkan Bloody Skull – sebuah Zeppelin besar dengan sayap kupu-kupu di kedua sisi balon udara tersebut. Zeppelin ajaib itu adalah kendaraan dinas dari Diaz. Zeppelin yang dapat berjalan di daratan dengan ke delapan kaki laba-laba yang keluar dari keranjang bambu tersebut. Bahkan Zeppelin itu juga dapat mendayung secepat speed boat dengan tiga puluh dua dayung berbentuk sendok makan.

Kemudian Hook mengeluarkan karung berwarna hijau stabilo. Hook membuka kantung itu dan membaca aturan pakainya. “Taburkan satu genggam buble gum bintang merah untuk lahan sebesar 20 x 20 meter. Tidak perlu di siram atau sinar matahari. Hanya perlu seratus persen dendam membara dan iri hati. Ingat Efek sampingnya dapat menyebabkan impian hilang serta halusinasi putus asa,” Hook mengangguk dan menimbang-nimbang karung tersebut. Dia mengenggam buble gum bintang. “Kita akan menaburkan ini sebagai hadiah ulang tahun Pangeran Neverland. Sebuah hadiah yang diberikan diawal, kejutan yang manis,” Hook menyeringai.

Kepak sayang Zeppelin itu memulai perjalanannya dari sisi timur Neverland. Tidak ada satu tempatpun di Neverland yang tidak mendapatkan taburan buble gum bintang merah. “Permen manis untukmu Peter. Dan ini adalah setangkup buble gum terakhir. Aku akan melemparkan hadiah spesial ini khusus untukmu!” Hook kembali tertawa dan menikmati jatuhnya bintang-bintang kecil itu dari udara ke penjuru Neverland.

Suasana malam kembali sunyi, dan benar-benar sunyi. Bulan meringkuk tediam, dia membisu. Bintang berhenti bergosip dan hanya menempel di langit tanpa tawa ceria.

==

Peter terbangun dengan mata yang sembab, dia bermimpi. Mimpi yang menyeretnya menuju masa-masa yang kelam. Dia mengusap matanya dan berdiri di depan jendela. Mengapa pagi ini Tink tidak berkicau atau bernyanyi membangunkannya. Peter menatap halaman istana yang masih sepi. Biasanya saat matahari telah bersinar cerah, para penghuni hutan dan taman akan bersenda gurau. Pagi ini semua terlalu tenang. Sepi, lebih tepatnya.

Peter mengenakan sepatu berwarna hijaunya. Dia meraih jubahnya dan segera mengambil layang-layangnya dan melayang turun dengan cepatnya. Peter berjalan perlahan di taman, menatap setiap sudut taman. Di mana burung-burung aneka warna? Di mana para pelayan dan pengawalnya?

Peter menyentuh bunga mawar yang selalu anggun, “Nona Mawar, selamat pagi,” ucapnya lembut. Namun tidak ada jawaban, tidak ada bungkuk anggun dari Nona Mawar. Peter kembali berjalan menuju hutan di belakang istana. Dia menepuk ranting pohon ek tua, “Kakek, selamat pagi,” namun Kakek Ek tidak juga menunjukkan tanda-tanda apapun.

Apa yang terjadi pada Neverland? Peter memanggil pelayannya, tidak ada jawaban. Sebuah sinar mengarah ke wajahnya, Peter menutupi wajahnya dengan kedua tangan. “Bertemu lagi pangeran kecilku yang sangat menyebalkan!” ucap Hook sambil melompat turun dari Zeppelinnya.
“Hook?” Peter menyadari pasti suatu saat Hook akan kembali, tapi tetap saja dia terkejut.

“Saat ini kau akan merasakan penderitaanku, kesepian dan tak berdaya. Tidak ada satu mahlukpun yang akan membantumu,” Hook mengeluarkan kain dan mulai mengosok pengait yang terbuat dari besi langka dari dasar tambang Neverland, besi skuard – besi terbaik di dunia.
“Apa maksudmu Hook? Kau apakan penduduk Neverland?” teriak Peter marah.
“Aku hanya memberimu hadiah di muka. Hadiah untuk ulang tahunmu! Buble gum bintang merah, yang akan mengambil nafas ceria Neverland. Membuat Neverland menjadi negeri mati,” tawa Hook membahana.

Hook mengeluarkan pedang dengan gagang berbentuk tengkorak miliknya. Dia memberi isyarat kepada anak buahnya untuk mengepung Peter. Segera saja Peter meraih sarung pedangnya. dia tidak menemukan pedang itu di dalam sarung pedangnya. “Lupa menaruh mainanmu Pangeran kecil? Apakah perlu pelayan setiamu ini mencari?” Hook memancing emosi Peter.

Hook segera menyabetkan pedangnya ke arah leher peter, dengan cekatan Peter menghindar dari tajamnya pisau. Dia melompat ke belakang. Anak buah Hook segera merapatkan kepungan. Kembali Hook menghunus pedangnya, dia mencoba menusuk bagian perut Peter, hanya jubah Peter yang mengalami sobekan besar.

Kesepuluh jemari Peter memainkan nada, dan dengan sekejap kumpulan nada-nada tersebut menyerang Hook. Sebua nada Do rendah dengan ukuran besar berputar mengelilingi Hook sesuai gerak tangan Peter yang bagaikan dirigen pada sebuah pertunjukkan musik. Peter mengambil celah dan menghantam tangan kiri Hook. Akibat mata kirinya yang mengunakan penutup mata, Hook sedikit tidak awas pada sisi kirinya. Dan Peter memanfaatkannya dengan baik.

Para prajurit Hook maju dan melancarkan serangan bersamaan, Peter mulai kewalahan. Nada-nada yang dia gunakan sebagai senjata perlahan mulai retak. Hook menendang Pangeran Neverland itu dari belakang, sebuah tinju melayang ke wajah Peter dari anak buah Hook yang berbadan besar. Peter terhuyung kebelakang, tiga buah tongkat menahan Peter. Peter mencoba merebut tongkat-tongkat tersebut, namun dalam sekejap ketiga tongkat itu menampakkan bentuk kepala ular yang siap mengigit.

Peter menyanyikan lagu tentang sayap malaikat dan sebuah sayap dari jalinan nada-nada menempel dipundaknya, membawa Peter terbang. Dia segera melesat, berhenti di dahan Kakek Ek. Hook melempar jaring yang terus mengikuti Peter, jaring yang terbuat dari spons-spons tersebut mengulung Peter dengan cepat hingga dia tidak dapat bergerak lagi dan terjatuh dari dahan dengan sangat sempurna. “Bawa dia ke dalam Zeppelin. Kita akan mendapatkan bonus yang besar dari calon Penguasa baru,” Hook tertawa keras.

Zeppelin itu mulai berlari dengan delapan kakinya sebelum mengudara. Hook terus menerus tertawa ketika melihat Neverland tanpa nafas impian.

==

Cheryl terbangun dari perjalanan panjangnya, dia menatap ke sekeliling. Neverland yang sunyi, tak pernah Neverland sesunyi ini. Meski itu malam hari. Cheryl menepuk tasnya yang berdebu. Dia menyusuri sungai kecil, “kenapa tidak ada seekor burung pun? Bahkan bunga-bungapun tidak menari?” ucap Cheryl.

Suara gemuruh terdengar di langit, cheryl segera bersembunyi di balik pohon willow besar. Dia mendonggak, mencari sumber suara. Sebuah Zappelin besar berwarna merah dan hitam pekat terbang di atasnya. Cheryl mencoba memanggil kunang-kunang, namun tidak ada jawaban. Cheryl mengumpat pelan, “ke mana hilangnya kunang-kunang disaat aku membutuhkan,”

Zappelin besar itu berhenti dan mendarat dengan delapan kaki laba-laba kira-kira duapuluh meter dari tempat persembunyian Cheryl. Cheryl kembali mengucapkan permohonan di dalam hati, berharap sebuah teropong yang terbuat dari bunga matahari akan muncul di tangannya. Tapi semua sia-sia, “mengapa aku tidak dapat mengucapkan permohonan lagi?”

Akhirnya Cheryl memicingkan mata, mencoba melihat lebih jelas. Cheryl berlari dari satu pohon willow ke pohon yang lain, mencari posisi yang pas untuk mengintai. Entah mengapa dia merasa ada hal buruk yang akan terjadi.

“Peter!” ucap Cheryl terkejut. Dia mengenali pakaian dan warna rambut Peter. Tidak ada satupun penduduk di Neverland yang memiliki rambut seperti yang dimiliki Peter. “Apakah Hook berhasil menawan Peter? Semua salahku!” sesal Cheryl.
“Aku harus mencari bantuan,” Cheryl mengetuk pohon willow, “Tuan Willow, Tuan Willow,” bisik Cheryl. Namun tidak ada jawaban.

Apa yang sedang terjadi, batin Cheryl. Dia segera menyadari bahwa Neverland telah berubah. Tidak ada keajaiban –keajaiban serta keceriaan lagi. Semua sama persis seperti dunia Cheryl, dunia yang nyata tanpa mimpi yang indah. “Aku harus membebaskan Peter dan mengembalikan warna impian Neverland,” batin Cheryl.
“Bagaimana kalau aku juga ditangkap oleh Hook? Aku tidak dapat bertemu Mama dan Papa lagi,” Cheryl terlihat di hadapkan pada dua pilihan sulit.

“Tapi Peter adalah sahabatku, dia begitu penting di hatiku. Aku harus menolongnya!” ucap Cheryl lagi dengan keyakinan.
“Ah .. Diaz, aku harus meminta bantuan darinya,” Cheryl kembali bersemangat. Segera saja dia melangkah perlahan sambil mengendap-ngendap mencari jalan menuju kediaman Diaz Van Arthur.

==
“Diaz!” teriak Peter tak percaya.
“Salam hangat sepupuku,” ucap Diaz dengan hormat.
“Kau? Kau, apa artinya semua ini?” teriak Peter kesal.
“Masamu telah berakhir Peter. Kau terlalu banyak bermimpi dan bermimpi. Aku akan menunjukkan padamu apa hidup sebenarnya,” Diaz menjentikkan jarinya dan berbagai kilasan kenangan muncul di hadapan mereka.

“Mimpi adalah hal yang indah Diaz. Dan Neverland ada karena ada mimpi kita bersama. Bila tidak ada impian, Neverland hanyalah dunia biasa yang tidak istimewa,” Peter mencoba membujuk Diaz.
“Aku tidak butuh mimpi! Bagiku dunia biasa lebih baik, karena di Neverland semuanya adalah tentang dirimu. Bila tidak ada Neverland maka Cheryl akan menjadi milikku,” Diaz meniup sebuah gelembung sabun yang menutupi Peter.

“Aku yang lebih dulu melihatnya saat di dunianya. Namun kau yang menyeret dan menaburkan omong kosong Neverland di otaknya,” Diaz menatap Peter yang terkurung dalam gelembung sabun ciptaannya. Peter semakin mengecil seiring gelembung sabun itu menutupnya.
“Aku akan mengirimmu ke negeri antah berantah,” Diaz memegang gelembung sabun yang terdapat Peter di dalamnya. Dia mengambil sebuah tongkat base ball. Gelembung sabun di lempar dan pemukul mengantar Peter terbang entah ke mana. “Hoem run,” teriak Diaz gembira.

Diaz tersenyum puas.

==

Sementara Cheryl berjalan tanpa arah pasti, semua telah berubah dan dia tidak lagi mengenali penduduk Neverland. Kelinci kecil yang dia temui tidak lagi menyapanya hangat. Keluarga Tupai tidak juga mengundangnya minum cokelat madu atau menawarinya sepiring kenari bergoyang.

Bunga-bunga juga hanya berdiri tegak menatapnya kosong. Cheryl rindu Neverland yang ceria. Cheryl rindu pada Peter yang pemalu dan baik hati. Cheryl menatap boneka Pangeran yang dibawanya dari rumah. “Peter, di mana kamu sekarang?” Cheryl begitu kesepian dan ketakutan. Dia juga tidak dapat pulang ke rumahnya, karena Cheryl tidak tahu di mana lukisan Diaz berada.

Cheryl melihat sebuah rumah pohon kecil yang sudah lama tidak ditempati. Rumah pohon itu telah ditutupi oleh akar dan daun tanaman merambat. “Aku beristirahat sejenak,” ucap Cheryl. Saat memasuki rumah pohon, Cheryl melihat begitu banyak lukisan dan kertas berisi not-not lagu. Cheryl mencoba membaca not lagu tersebut, terdapat sebuah nama di baris terakhir. “Peter, pemusik terhebat sepanjang masa,”

“Peter bisa menyanyi?” Cheryl tersenyum, dia membayangkan Peter yang berdiri di hadapannya dan menyanyikan sebuah lagu dengan piano yang terbuat dari deretan anak-anak jamur. Cheryl tersenyum, entah mengapa wajah Peter semakin jelas terlihat di hadapan layaknya sebuah gambar proyektor, bukan hanya di dalam otaknya.

“Cheryl! Apa yang kau lakukan di sini? Pergi dari sini secepatnya!” teriak Peter bayangan.
Cheryl tersentak dan menyadari bahwa dia terhubung dengan Peter melalui impiannya. Ternyata Neverland masih menyisakan mimpi dan harapan.
“Peter! Kamu di mana? Aku akan menyelamatkanmu dari Hook,” ucap Cheryl sambil berdiri mendekati Peter.

“Bukan hanya Hook! Kali ini Hook diperalat oleh Diaz,” sahut Peter tergesa-gesa.
“Diaz telah kehilangan impian. Dia sudah tidak bisa berada di Neverland lagi,” dan Cheryl terkejut dengan penjelasan Peter.
“Tidak mungkin, Diaz adalah sahabatmu, ini .. lihat ini adalah lukisannya,” Cheryl menunjukkan lukisan gunung salju yang dibuat Diaz.
“Diaz kecil bukanlah Diaz yang sekarang,” Peter pun menatap sendu pada rumah pohon kenangannya bersama Diaz.

“Pergi dari Neverland, Cheryl. Lukisan penghubung ada di kamarku, segeralah tinggalkan Neverland,” pinta Peter.
“Aku tidak mungkin meninggalkanmu Peter. Aku akan membantumu dan Neverland. Kau dan Neverland terlalu spesial untukku,” ucap Cheryl dengan air mata yang mulai menuruni bukit pipinya.

Cheryl mendekati Peter, berusaha mengenggam tangan Peter yang hanya berupa bayangan. Cheryl melihat wajah Peter yang bersemu merah, “Kau masih saja pemalu Peter, dan hal itu begitu manis bagiku,” Cheryl meminta Peter mengangkat telapak tangan Peter, kemudian dia merapatkan telapak tangannya. Mencoba mengirimkan harapan dan kekuatan, serta cinta.

“Jangan pernah memintaku pergi meninggalkanmu Peter. Kau terlalu banyak mengisi ruang di dalam hatiku,” Cheryl terkejut saat Peter memberanikan diri mencoba mengusap air matanya.
“Kau adalah impian terbesarku Cheryl. Dan aku tidak ingin kau terluka,” Peter menatap mata Cheryl yang bersinar indah. Tiba-tiba saja hidungnya mulai basah, “Ah, mengapa aku tidak bisa tenang bila berada di dekatmu? Kau membuat degub jantung ini terlalu kencang berpacu,” Cheryl tersenyum melihat darah yang mengalir di hidung Peter.

“Kau akan tahu apa arti degup jantungmu nanti, nanti bila kita bertemu setelah semua kekacauan ini kita atasi. Dan kita akan merayakan ulang tahun kita bersama lagi. Berjanjilah padaku,” Cheryl mengeluarkan jari kelingkingnya.

Peter menautkan jarinya pada jari Cheryl. Dia akan menepati janjinya. “Kita akan merayakan ulang tahun bersama. Dulu, sekarang dan selamanya, aku berjanji Putri hatiku,” dan bayangan Peter menghilang sebelum Cheryl sempat mengucapkan, “Aku menyayangimu Peter,”

===

===

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=149229050

26 bangunan fantasi yang menakjubkan
http://www.kaskus.us/member.php?u=1189234

Read previous post:  
73
points
(3991 words) posted by suararaa 9 years 25 weeks ago
91.25
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | fanfic | dongeng | fantasy romantic | kolab | neverland
Read next post:  
100

Nilai penuuuuuuuhh!!! >///< Mantaaaaabbb~~~
Komen saya sebagian besar udah waktu diskusi ^^
.
Masi banyak typos, Bu. Beberapa di-list Ka Suararaa, beberapa saya taruh di message, beberapa masi saya biarkan (maap, saya males nge-list ==a)
Oya, yang bener ijin ato izin? Buble ato bubble?
.
Ka Shafira belum da kabar, saya tanyain dulu deh~

Writer Kurenai86
Kurenai86 at Le Conte d'amour à Neverland #4 (9 years 25 weeks ago)
90

Wah, tinggal dikit lagi nih
Hukz... yah, cepet amat tiba2 dah ketahuan kalo Diaz tuh penjahatnya
Lebih asik kalo bukan Diaz yang ngaku tapi Peter yang nebak disertai bukti2, dsb XD

Writer cat
cat at Le Conte d'amour à Neverland #4 (9 years 25 weeks ago)
100

saya sibuk ngedit .. jd kagak jadi kument pertamax wkwkwk..

Rahma : saya menimbang katanya si Gie bahwa kolab ini ampe 5 seri AJA.

lalu Si Diaz sudah menyatakan maksudnya untuk merebut Cheryl dari Peter. Tentu saja Peter takut akan kehilangan Cheryl, dan takut akan keselamatan Cheryl terancam. Jadi lebih baik dia segera menyuruh Cheryl pergi.

lalu Sinta dan Rahma saya sudah membatalkan pembunuhan terhadap Diaz, jadi solusiku si Diaz di asingkan ke negri antah berantah dan ketemu ma 2 cewek gila wkwkwk (sapa yak)
yg mengajari dia bermimpi.

lalu soal EYD aku bener2 kacau .. sudah frustasi berat krn fantasy ha5

mudah2an enak di baca yak .. dan tidak menghancurkan kolab

90

Diaz.. aku tetap cinta kamu xD
kak Cat, rumah pohonnya manis ^^
adegan Cheryl dan Peter itu, uhuyy.. kak Cat jago banget berfantasy b^^d

Writer suararaa
suararaa at Le Conte d'amour à Neverland #4 (9 years 25 weeks ago)
90

kyaaa..
aku suka bagian mimisannya. ahahhahahaa (Bikin geli) tp jg romantissss..
aih tante cat emang jago klo crita romantis..
tante cat,,, apa gak terlalu cepat cheryl mengetahui diaz ada di balik semua ini..? ah tapi ya sudah lah karena kolab ini kan bentar lg tamat, jadinya klo terlalu bnyk yg dirahasiakan ntar kapan selesainya (haha)
masih ada beberapa typo tante, di antara yg dapat kutemukan:


“Cheryl! Makan malam dulu, Nak,” teriak Mama dari ruang makan. Cheryl bergegas turun.

Dia tidak menyadari ada sesosok pria yang memandangnya dari balik jendela kamarnya yang terletak di lantai dua.

“Jangan tanyakan padaku. Tanyakan pada mimpimu,” sahut Diaz.

Cheryl meletakkan lukisan di tempat lukisan lama yang telah dicuri kemarin.


ucap seorang Bangsawan tua berjubah hitam panjang dengan rambut yang sudah memutih.

Home run,” teriak Diaz gembira.