Merry Go Round - Chapter 7

Chapter 7 - Under Seven

Lubang itu...
Bahkan ketika mentari bersinar terik, kegelapan masih pekat memancar dari sana, bersama kerlip jutaan bintang beraneka warna, masing-masing memaksa manusia mengakui ketakberdayaannya.

Sungguh Indah.

Bumi hanyalah setitik debu di jagat semesta maha luas.

Apakah ini yang dilihat Jrod saat ia masih hidup? Tak salah lagi.

"Hei DEADUS apa kau berasal dari sana?"

Mungkin ya, mungkin tidak

"Untuk apa kau datang kemari?"

PERTEMPURAN

Jo tertawa, ketika orang mulai berbicara sendiri, itu artinya ia mesti memeriksakan dirinya ke psikiater terdekat.


Melihat yang tak terlihat
Mendengar yang tak terdengar

"Siapa sebenarnya yang gila?"

"Apakah warna merah yang kau lihat sama dengan yang kulihat?"

Mungkin ya, mungkin tidak

"Karena kau tidak melihat apa yang kulihat dan aku tak melihat apa yang kau lihat."

"Karena apa yang berada dalam pikiranku hanya diketahui olehku sendiri."

Realitas itu Mutlak


Tapi masing-masing orang memandangnya dengan cara yang berbeda.
Tapi masing-masing orang memilih melihat apa yang ingin mereka lihat.

Ironi.

Lun mengalihkan pandangannya dari langit.

Ia kini melihat dunia yang berbeda dengan apa yang biasa ia lihat.

Dunia yang penuh sesak, bukan hanya oleh manusia, tapi tak terhingga banyaknya makhluk lain.

Kurcaci-kurcaci (setidaknya mereka berjalan dengan dua tentakel yang mirip kaki) kecil telanjang yang tampangnya jelas akan membuat anak kecil menangis, Serangga-serangga bersayap ganjil dengan fitur-fitur yang akan membuat seorang Entomologis menghabiskan sisa hidup mereka untuk menyusun ulang klasifikasi mereka, makhluk-makhluk mirip ikan yang melayang bebas di angkasa, sampai raksasa-raksasa semi-liquid yang merayap perlahan meninggalkan jejak lendir menjijikkan di sepanjang jalur yang dilaluinya.

Dan jangan lupakan tumbuhan-tumbuhan aneh yang memiliki belasan bola mata, telinga, mulut, bahkan sesuatu yang mirip tangan dan kaki manusia.

Sungguh Indah.

Mereka ada di mana-mana, memenuhi setiap jengkal ruang kosong yang ada.

Melihatnya kehidupan nyaris tak lagi memiliki arti.

Hampir tak seorangpun dapat melangkah tanpa menginjak kurcaci-kurcaci kecil itu, menimbulkan suara gemeretak dan cairan biru-hijau yang muncrat begitu saja.

Hampir tak ada seorang yang dapat menyuapkan makanan tanpa menyertakan cacing-cacing dengan bola mata manusia, belatung-belatung kelabu bertentakel, serangga-serangga kecil tak bersayap dengan tubuh berlendir, masuk ke dalam mulut mereka, mengunyahnya, lalu menelannya.

Ah sungguh dunia yang indah.

Tak heran Jrod memilih mengakhiri hidupnya.

HATI-HATI DENGAN LANGKAHMU.

HATI-HATI DENGAN MAKANANMU.

Di saat seperti ini, Jo bersyukur DEADUS berada di dekatnya. Setidaknya dalam radius beberapa meter dari tempatnya berada saat ini, tak ada satupun makhluk non-manusia yang terlihat.

Mungkin itu sebabnya belakangan ia tak pernah lagi diserang nyamuk.

Jo kembali memejamkan matanya.

Tentu saja ia tak dapat hidup di dunia seperti itu.

Dan ketika ia kembali membuka matanya, semuanya kembali seperti sedia kala, dengan DEADUS melayang tanpa ekspresi di sekitarnya, dan sebuah lubang raksasa menganga di angkasa.

Kehidupan yang membosankan.

Bagaimana manusia bisa bertahan hidup di dunia yang membosankan ini?

-- END OF ARC 1 --

Post Script:
Fiuuh akhirnya selesai juga Arc 1 MGR.
Kembali mengerjakan HRo.

Post PS:

"When age fell upon the world, and wonder went out of the minds of men; when grey cities reared to smoky skies tall towers grim and ugly, in whose shadow none might dream of the sun or of Spring's flowering meads; when learning stripped the Earth of her mantle of beauty and poets sang no more of twisted phantoms seen with bleared and inward looking eyes; when these things had come to pass, and childish hopes had gone forever, there was a man who traveled out of life on a quest into spaces whither the world's dreams had fled." - Azathoth

Read previous post:  
60
points
(1233 words) posted by 145 11 years 34 weeks ago
75
Tags: Cerita | Cerita Pendek | kehidupan | 145 | rumor | sereal
Read next post:  
Writer Sam_Riilme
Sam_Riilme at Merry Go Round - Chapter 7 (10 years 10 weeks ago)
80

Bagaimana manusia bertahan hidup di dunia yang membosankan ini?
.
Dunia tidak pernah membosankan.
Saat kau merasa sebaliknya, maka sebenarnya kaulah yang menjadi membosankan~
.
Ah, saya iri.
Rasanya asik (dan efektif) juga bikin cerita dalam potongan-potongan pendek gini...dan ini udah jadi trademark-mu juga (selain Post Script berlapis)

Writer hewan
hewan at Merry Go Round - Chapter 7 (10 years 10 weeks ago)
70

Kalau hidup tidak sesekali membosankan, kita tidak akan menghargai apa itu waktu-waktu menyenangkan...
Semoga lanjutannya berkembang ke arah yang lebih menarik lagi

Writer 145
145 at Merry Go Round - Chapter 7 (11 years 25 weeks ago)

sigh...

Writer fiola
fiola at Merry Go Round - Chapter 7 (11 years 26 weeks ago)
80

Penasaran sama lanjutannya, feelingku cerita ini akan menarik.. Tapi terlalu takut untuk meneruskan baca..

Writer Midori_Fukuro
Midori_Fukuro at Merry Go Round - Chapter 7 (11 years 33 weeks ago)
90

wow...lanjut :)

Writer kiva2011
kiva2011 at Merry Go Round - Chapter 7 (11 years 34 weeks ago)
90

(^_^) TO BE CONTINUED (^_^)

Writer bektiperanoto
bektiperanoto at Merry Go Round - Chapter 7 (11 years 34 weeks ago)
80

(^_^)

Writer lavender
lavender at Merry Go Round - Chapter 7 (11 years 34 weeks ago)
80

Always great

Writer ramAOKIJI
ramAOKIJI at Merry Go Round - Chapter 7 (11 years 34 weeks ago)
90

Lun?

Writer panah hujan
panah hujan at Merry Go Round - Chapter 7 (11 years 34 weeks ago)
70

Aku baru sadar... ternyata kau yang telah merusak otakku dengan doktrin:
.
"Kehidupan yang membosankan.
.
Bagaimana manusia bisa bertahan hidup di dunia yang membosankan ini?"
.
...How mean.