Seorang Perempuan Bernama Rindu

Seorang Perempuan Bernama Rindu
—kepada tumbal reformasi

Rindu terjengkang ke hulu petaka. Angin tunak menanak lukanya dan senyap mengeciap di kelopak matanya. Nestapa masa lalu mengepul ke segala arah. Kaki Rindu tersungkur di pucuk sunyi, gemetar menyangga rongga kenangan yang tak henti-hentinya menghitung kemalangan. Giginya gemeretak menahan laju ingatan yang berkali-kali memampang episode manakala dia digagahi Peristiwa dalam jumlah tak berhingga!

Dia terpelecat limbung ke jantung huru-hara. Kusam dinding merekam lengking jeritnya tepat ketika Peristiwa mengoyak kelaminnya, dan Pertiwi—yang tergugu di pojok perbedaan—hanya bisa mengelus dada menelan kecut amarah. Jari-jari Rindu yang letih mengelana selalu terhenti di penanggalan Merah, bagian semasa seorang perempuan belia—dengan darah beku di kelangkang—terkepung api!

Bogor, Mei 1997

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Seorang Perempuan Bernama Rindu (1 year 21 weeks ago)
30

sama seperti yang saya bilang sebelumnya, nilai 3 yang saya beri bukan berarti saya menganggap tulisan ini buruk.
jika sebuah tulisan itu berkualitas benar maka bila seribu orang bodoh seperti saya bilang buruk, itu tak mengubah nilai kebenaran bahwa tulisan ini berkualitas. Bila memang berkualitas.
salam kenal.

Writer nusantara
nusantara at Seorang Perempuan Bernama Rindu (1 year 21 weeks ago)

tentang pemerkosaan itu memang sulit mencari diksi-diksinya.
salut. tapi saya kurang paham tentang bagaimana pemilihan kata seperti 'dengan darah beku di kelangkang'.
saya bukan mahasiswa jadi agak bodoh gitu.
orang-orang di kampung saya sepertinya akan berkomentar yang tidak biasa bila membaca ini..

Terima kasih berkenan membaca anggitan saya ini, Dane.

Writer babangija
babangija at Seorang Perempuan Bernama Rindu (9 years 30 weeks ago)
90

wah bagus bgt...

Ah, masak, jadi tersanjung nih.

Writer Shinichi
Shinichi at Seorang Perempuan Bernama Rindu (9 years 31 weeks ago)
80

ciiieeeeeee...

saia baru sadar klo om posting lagi dimari :D

ahak hak hak

like this, om

Shinici ketemu lagi. Wkwkwk....

Writer Bampi73
Bampi73 at Seorang Perempuan Bernama Rindu (9 years 31 weeks ago)
100

wah... apik sekali.. dalem

Terima kasih, Bampi.

Writer Caca
Caca at Seorang Perempuan Bernama Rindu (9 years 32 weeks ago)
80

Indah

Terima kasih, Ca.

Writer dementia
dementia at Seorang Perempuan Bernama Rindu (9 years 32 weeks ago)
90

walau sedikit arti yg kupahami karena keterbatasan perbendaharaan kosa kata yg dimiliki, namun dapat sedikit kutangkap suasana kebatinan yang dipenuhi episode yg gelap dan kelam.
salam kenal, kk :)

Episode sejarah yang kelam. Salam kenal.

100

puisi miris yang indah ,mengupas lembaran hitam reformasi indonesia btw adakah tahun pembuatannya salah karena saya korban reformasi mei 1998, salam

Semoga duka hanyalah bagian masa lalu, kepahitan yang kita namai sebagai kenangan.

Tahun input-nya salah ketik, mestinya 1998. Trims berkenan membacanya.

Salam takzim

duka itu memang bagian dari masa lalu, namun semoga bangsa ini dapat belajar dr masa lalu itu yang menggores dalam pada hati2 penuh luka agar tidak bertambah sejarah kelam potret bangsa negeri pertiwi, salam kenal

Writer Andi Gunawan
Andi Gunawan at Seorang Perempuan Bernama Rindu (9 years 32 weeks ago)
80

Miris yang cantik, o, Pertiwi.
Salam kenal, Mas Khrisna :)

Salam kenal juga, Bang.

Writer laila
laila at Seorang Perempuan Bernama Rindu (9 years 32 weeks ago)
100

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Syair yang begitu menikam, Daeng...terasa sangat pedih, perih itu...
semoga semakin sukses..Amin
:)

Wa'alaikum salam, Mbak.

Terima kasih berkenan bertandang. Salam

100

hebat :)
permainan emosi nya daoet :))

Terima kasih, Mbak Karin

Writer bonk
bonk at Seorang Perempuan Bernama Rindu (9 years 32 weeks ago)
100

keren....umur puisinya sudah lama ternyata 1997....

Iya, ditulis ketika menyaksikan pembakaran pusat pertokoan Yogya di Klender.

Writer aimie keiko
aimie keiko at Seorang Perempuan Bernama Rindu (9 years 32 weeks ago)
100

Kanda.. ai selalu suka karya2 Om ini.. hmmm..

omong-omong, jika punya waktu, sudilah bertandang di
http://id.kemudian.com/node/252532
minta lontong, eh minta tolong dikoreksi mana2 yg aneh di tulisanku..
salam takzim :)

Terima kasih banyak berkenan membaca tulisan ini, Dinda. Insya Allah segera bertandang ke lapak katamu.

Sehat, kan?

Writer Titikecil
Titikecil at Seorang Perempuan Bernama Rindu (9 years 32 weeks ago)
100

Ih serem abis ni puisi, tapi diksina mantap euy! Wajar, ngliat yg nulisna jg seorang editor, hehe! Bner kan? Bdw, diriku pernah maen ke sriti.com dan di situ ada cerpen karya Krishna pabichara, apa ni orang yg sama? Maaf, cma pnasaran. Mampirlah, tengok tulisanku! ^_^

Sepertinya sama, Mbak. Bukankah hanya ada satu Khrisna Pabichara di Indonesia? Hehehe. Terima kasih berkenan membaca anggitan saya ini.

Selamat bersua kembali, Om Jorna.

90

hebat sekali om

Teerima kasih, Dinda Arik....

Writer cnt_69
cnt_69 at Seorang Perempuan Bernama Rindu (9 years 32 weeks ago)
90

paragraf 2 nya mengoyak
salam kenal

Salam kenal juga.

Writer tonie_rev.
tonie_rev. at Seorang Perempuan Bernama Rindu (9 years 32 weeks ago)
90

Bravo, .
Deskriptif nan elok

Terima kasih, Mas.