Rumble In Campus:Story of Ai - Dua

Jam tujuh malam, Ai baru saja selesai mandi. Sambil mengeringkan rambut, dia membuka-buka isi tasnya. Beberapa lembar kertas coretan dikumpulkannya. Catatan kuliah tadi siang, Ame dan dirinya punya kebiasaan yang sama, yaitu tidak pernah mencatat materi kuliah langsung di buku melainkan di lembaran-lembaran kertas. Baru kemudian disalin ulang dengan rapi ke dalam buku. Tujuh lembar kertas catetan kuliah dan satu laporan praktikum lumayan buat mengisi malam ini pikir Ai.

Tiba-tiba, mata Ai tertuju pada sebuah sobekan kertas kecil yang berisi tulisan. Ai tidak tahu tulisan siapa itu. Dia mengambil sobekan kertas itu dan membacanya, di tulis dalam bahasa inggris.

Don’t tell anyone what you can see, coz if they know you can see them, they’ll begin to bugging you, and after that, they’ll haunt you. Trust me, I’ve been there!

Ai bingung. Siapa yang menaruh kertas itu ke dalam tasnya dan kapan. Padahal seharian tasnya tidak pernah jauh dari dirinya. Lagian kalau yang dimaksud tentang kemampuan yang tidak diinginkannya itu, yang tau hanya Niko. Tidak ada yang lain. Dia tidak pernah cerita kepada orang lain, pada Ame pun dia tidak pernah cerita. Niko pun sudah janji tidak bakalan cerita ke orang lain, meskipun itu adalah Papa dan Mama. Semakin lama dipikir, dia tambah bingung dan tambah pusing.
Akhirnya Ai menyibukkan diri menyalin catatan kuliah dan laporan praktikumnya yang harus dikumpulin besok siang.

Hampir jam setengah tiga pagi, Ai selesai mengerjakan semuanya. Matanya yang capek dan lelah membuatnya melupakan siapa pengirim pesan tadi. Ai langsung tertidur begitu berbaring di kasurnya.

+++++

Jam empat sore. Ai keluar dari gedung ruang kuliah dan menuju tempat parkir. Sengaja dia mengambil jalan memutar melewati lapangan basket. Siapa tau ada teman-temannya di sana. Biasanya mereka sering bermain basket jam segini.

Tapi ternyata lapangan basket sepi. Hanya ada satu orang yang sedang bermain basket. Lapangannya masih basah gara-gara hujan tadi malam. Meskipun siang ini cuacanya panas, namun genangan air di lapangan basket belum juga kering. Mungkin itu sebabnya anak-anak tidak bermain basket.

Akhirnya Ai mempercepat langkahnya bergegas pulang. Lumayan bisa nyicil tidur bentar.

“HEI AI!” teriak sebuah suara yang dikenal Ai. Ai menoleh. Ternyata Akira yang memanggilnya. Dia rupanya yang main basket sendirian tadi.

Ai membelokkan langkahnya dan menghampiri Akira yang berlari mendekatinya.

“Nggak bareng Ame?”

Ai menggeleng kecil.

“Nggak. Ame nggak ngambil mata kuliah ini.” jelas Ai begitu Akira sudah di dekatnya.

“Yah, padahal pengen ngajakin makan banana split kesukaannya dia.” raut muka Akira agak kecewa.

Ai sempat tersenyum kecil. Emang kata Ame, Akira kadang kelakuannya kayak anak kecil.

“Emang dah janjian?” tanya Ai sambil mengangkat kedua alisnya.

Akira menggeleng,

“Nggak sih, tadi kul gue kosong, makanya gue langsung ke sini. Sapa tau dia ada. Mo sms gue nggak ada pulsa.” jelas Akira sambil sedikit memonyongkan bibirnya.

Akira memakai jaketnya. Hitam dengan gambar serigala merah di kelilingi lingkaran api menghiasi bagian belakang jaket.

“Ya udah, elu aja mo nggak nemenin? Gue tau tempat yang paling enak. Gue traktir deh!” ajak Akira tidak lama kemudian.

Ai berpikir sejenak. Sudah lama juga sih dia tidak makan banana split, gara-gara kebanyakan tugas kuliah dia jadi tidak sempat ber-hura-hura. Akhirnya Ai mengangguk dan mengorbankan jatah tidur siangnya atau tepatnya tidur sorenya buat pengganti kekurangan tidur malamnya selama seminggu ini.

“Tapi pake motor gue aja ya? Soalnya kalo naek mobil loe, gue nggak bisa nyupir. Kalo elu yang nyupir dan gue nggak nyupir kan ketauan orang-orang kalo gue nggak bisa nyupir. Gue kan jadi tengsin ntar. Makanya mending pake motor gue aja ya?” omongan Akira yang agak berbelit-belit dan susah dicerna otak Ai yang seharian ini sudah kenyang makan materi kuliah membuat Ai hanya bisa menunjukkan wajah melongonya dan mengangguk pasrah.

“Sip ! Kalo gitu elu tungguin di sini bentar ya? Gue mo ngambil motor gue di parkiran bentar. Stay tuned and don’t go anywhere!” canda Akira sambil berlari ke arah tempat parkir motor.
Ai hanya tersenyum melihat cowok aneh itu.

++++++

“Eh Ra, gue masih penasaran. Emang nama elu cuman Akira doang? Nggak ada embel apa-apa gitu?” Ai bertanya dengan muka serius sambil membuka pintu mobilnya. Lima menit yang lalu mereka sudah kembali ke kampus. Akira mengantarkan Ai ke tempat mobilnya Ai di parkir.

“Kalo iya emang kenapa?” Akira melepaskan helmnya sambil ngeberesin rambutnya yang sedikit acak-acakan. Dia memasang standar kaki motornya, berdiri dan mendekat ke mobil Ai.

“Just curious.” Ai mengangkat kedua bahunya, “Abis aneh aja. Serius nih cuman Akira?” tambah Ai lagi.

“Iya, ya ampun. Masa nggak percaya sih. Emang gue mesti nunjukin akte lahir gue biar elu percaya?” Akira gregetan, sudah ratusan kali orang-orang menanyakan tentang namanya yang hanya AKIRA saja itu.

“He..he..he, kalo elu bawa sekalian aja gue liat.” canda Ai.

Akira hanya tersenyum masam sambil pura-pura ngejitak kepala Ai. Ai buru-buru masuk ke dalam mobilnya dan menutup pintu.

“Eh iya Ra, kenapa elu nggak mo bawa mobil gue tadi? Beneran nggak bisa ato gimana? Kan bisa belajar kalo nggak bisa.” tanya Ai sambil menurunkan kaca jendelanya.

Akira hanya mengangkat kedua bahunya. Agak lama dia terdiam sambil menghela nafas. Matanya menerawang jauh ke depan. Sesuatu yang tidak ingin dia ceritakan kepada orang lain.
“Bukannya nggak bisa. Bisa sih bisa, tapi gue nggak mau. Mm nggak usah ngomongin itu deh. Gue males. Panjang ceritanya ntar.” Akira akhirnya buka suara mencoba menghilangkan raut wajahnya yang berubah sedih, dan berharap Ai tidak mengetahuinya.

Dilihatnya Ai jadi tidak enak sendiri dan tidak bertanya lebih lanjut. Akira mengintip ke dalam mobil,
Ai sedang memasukin kunci mobil ke kontaknya,

“Oo..ya udah. Gue duluan ya Ra. Thanks yah buat traktirannya.” kata Ai sambil melajukan mobilnya dan melambaikan tangannya.

“Mmm..” Akira mengangguk kecil.

“Take care…” Akira membalas melambaikan tangannya sambil tersenyum kecil.

Akira mengamati mobil Ai sampai menghilang keluar dari daerah kampus.

“..of her” lirih Akira begitu mobil Ai tidak lagi keliatan.

Akira menaiki motornya yang di parkirnya tidak jauh dari mobil Ai selesai makan banana split tadi dan melajukan motornya entah kemana.

#####

Read previous post:  
60
points
(1708 words) posted by makkie 10 years 47 weeks ago
75
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | lain - lain | remaja | sedikit horor | sedikit teenlit
Read next post:  
Be the first person to continue this post
100

mank, kapan lanjutnya ... nuh ayo lanjuuut... kalo gk lanjut, aku lanjutin ndiri!!!! lanjutin yaa pleseee

Writer Riesling
Riesling at Rumble In Campus:Story of Ai - Dua (10 years 41 weeks ago)
80

'They'll begin to bugging you' --> 'They'll start bugging you'
Yang lain dah manteb.
Akira ntu makhluk apaan sih? :p
Lanjut~~

makkie at Rumble In Campus:Story of Ai - Dua (10 years 41 weeks ago)

ah begitu..oke..makasi koreksi nya...
Akira..?? hmm,,dia manusia og..kaya saia.. :p

belum ada lanjutannya...

Writer aocchi
aocchi at Rumble In Campus:Story of Ai - Dua (10 years 46 weeks ago)
80

her? who was that? ah, ayo aki buruan bikin lanjutannya >.<

makkie at Rumble In Campus:Story of Ai - Dua (10 years 46 weeks ago)

who..?? whom..?? whose..?? heuheuheu..semoga aja..lg banyak antrian tulisan... :p

Writer matadewa
matadewa at Rumble In Campus:Story of Ai - Dua (10 years 47 weeks ago)
100

endingnya misterius banget. . .
ditunggu lanjutannya

makkie at Rumble In Campus:Story of Ai - Dua (10 years 46 weeks ago)

heuheuheu...thx dah mampir lagi..

Writer amy
amy at Rumble In Campus:Story of Ai - Dua (10 years 47 weeks ago)
90

Wah, suka nih crita yang kayak begini. . Misterius, bikin pembaca ikut nebak2 hal yang sebenernya. .

Semakin menarik untuk diikuti. . :)

makkie at Rumble In Campus:Story of Ai - Dua (10 years 46 weeks ago)

heuheuheu...trims..

Writer sekar88
sekar88 at Rumble In Campus:Story of Ai - Dua (10 years 47 weeks ago)
80

loh loncat yah abis ngantuk tiba dah ada dikampus

makkie at Rumble In Campus:Story of Ai - Dua (10 years 46 weeks ago)

heuheuheu...iyah,,tidur berjalan ke kampus... XD

100

akira ini sebenernya naksir siapa sih ?

masih ambigu buat saya

tapi saya (enth kenapa) menebak bahwa pengirim pesan dala bahasa inggris itu adalah akira

ahaha... sotoy ya ?

makkie at Rumble In Campus:Story of Ai - Dua (10 years 46 weeks ago)

heuheuheu,,,yang ngirim adalah yang ngirim adalah yang ngirim adalah...*keyboard error... XD

Writer Zoelkarnaen
Zoelkarnaen at Rumble In Campus:Story of Ai - Dua (10 years 47 weeks ago)
100

"Take care... ...of her."

Mencurigakan...
>_<

makkie at Rumble In Campus:Story of Ai - Dua (10 years 46 weeks ago)

heuheu...jangan2...

Writer sabbath
sabbath at Rumble In Campus:Story of Ai - Dua (10 years 47 weeks ago)
90

ceritanya penuh hawa kemisteriusan...
haha...

makkie at Rumble In Campus:Story of Ai - Dua (10 years 46 weeks ago)

heuheu..penuh dengan ke-ge je-an...