Magenta

Kutatap lekat iris magenta yang serupa milikku itu. Mencari.

“Kau bukan Gauche...” lirihku, menolak untuk percaya akan perkataanku sendiri, “... kau Noir,” suaraku tercekat oleh kentalnya emosi.

Kau yang kutatap hanya menghasilkan sunyi. Tak tampak peduli andai hatiku teriris tiap kali nama itu terucap.

Tak lama kemudian kau beralih, kembali memandang langit kelam itu.

“Kalianlah yang menganggapku sebagai dirinya,” akhirnya kau berucap, dingin.

Jemariku mengepal erat. Bukan, bukan jawaban itulah yang semestinya kudengar dari seorang “Gauche”.

Hingga emosi yang selama ini tertahan akhirnya membuncah, “Kembalikan! Kembalikan Gauche padaku!!!”

Ah, barangkali hatiku pun sudah tak mampu lagi menahan semua perasaan ini.

Merasa terkhianati, merasa tertipu.

Hingga segala perasaan ini mewujud menjadi air mata. Deras. Pecah.

“... Aku hanya rindu, ingin bertemu dengannya ...” bisikku, tak berharap kaudengar. Toh, suaraku kalah dengan dentang lonceng samar di kejauhan.

Namun perlahan sosokmu mulai mendominasi pandangan. Mendekat.

“Tak ada, di dalam diriku sudah tidak ada sosok Gauche Suede. Seberapa keras pun kau berharap, seberapa sering pun kau memberikan hatimu, ia tak akan pernah kembali.”

Entah bagaimana, aku tahu kalimat selanjutnya akan menyakitkan. Maka aku menarik napas, dalam.

“Gauche Suede sudah mati,” vonismu tanpa ampun. “Bersama dengan hatinya.”

Aku roboh seketika.

Tak percaya.

Tak ingin percaya.

“Bohong ...” Karena Gauche pastilah masih di sana, tenggelam oleh keberadaanmu.

“Apa karena itu kau menangis lagi, Lag Seeing? Perlukah aku menepuk-nepuk lembut kepalamu, seperti dirinya?” Suaramu memenuhi atmosfer, melingkupiku. Masih terdengar sama dengan suaranya, yang kurindu.

Memaksaku terluka.

“Jangan bicara seolah kau mengenalku!!!”

Karena yang mengenalku adalah Gauche, bukan kau.

“Lalu apa yang kauharapkan dariku sekarang?” lirihmu, mengharap jawaban yang tak kunjung datang.

Maka kuangkat wajah, kembali pada iris magenta-mu.

Yang ternyata balas memandangku begitu lembut. Seperti dirinya. Seperti Gauche.

Serta-merta kau melangkah mundur, menjauh perlahan.

“Selamat tinggal, Lag Seeing,” ujarmu, “seandainya bisa, aku pasti memilih untuk tetap tinggal di sini. Sungguh aku iri pada Gauche Suede, memilikimu dan Sylvette yang menyayanginya.” Ekspresimu pedih.

Bodohnya aku. Yang tak mampu bergerak dan menahan tanganmu; yang tak mampu memutuskan untuk memercayaimu.

Hingga sosokmu pun lenyap.

Bersama segala tabir ego yang menyelimutiku. Yang masih menolak dirimu.

Sesungguhnya hanya ingin kutanya padamu:

Aku ingin bertemu denganmu, Lag Seeing

perkataanmu kala itu―apakah berasal dari hati Gauche yang tersisa di dirimu ataukah dari hatimu sendiri?

Barangkali aku sendiri tahu jawabannya. Barangkali mempertanyakan hal itu merupakan bentuk penyangkalanku terhadap keberadaanmu.

Lantas kubiarkan raung tangisku bergema di udara, menyelimuti kota yang sunyi, meninabobokan semua hati. Memanggil-manggil sebuah nama; entah Gauche, entah Noir.

Magenta itu telah pergi. Lagi.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer cheerfulpessimist
cheerfulpessimist at Magenta (10 years 43 weeks ago)
40

gue gak ngerti ma sekali, non soal cerita ini. sori sebelumnya. ini bisa jadi cerita yang bagus benere tapi penyampaiannya fail kecuali bagi orang yang tahu who the hell is Gauche or whatsoever.
sekedar saran; fanfic yang sumbernya dari manga/doujinshi yang gak terkenal pun kalau lo mau sedikit usaha buat tambahin penjelasan pasti bikin orang seenggaknya bisa paham mengenai apa yang mau lo sampaikan ke pembaca. kalau yang gini kan bikin pembaca bingung. boro-boro menikmati, orang juga (apalagi yang setipe sama gue) barangkali lebih milih tanya ke mbah google deh non.

Writer duniamimpigie
duniamimpigie at Magenta (10 years 43 weeks ago)

Maap mengecewakan. Saya mang ga bakat nulis beginian. Mang pada awalna saya bikin ini karena ego(?) az, ga mikirin supaya pembaca ngerti keseluruhan >_<
.
Makasi saranna. Bisa saya pake kapan-kapan klo saya bikin fanfic lagi. Klo berkenan, silakan baca karya saya yang lain, semoga az bisa mengurangi kekecewaan Anda.
.
Tapi saya ga berniat ngubah apapun di fanfic ini. Karena menurut saya ini sudah pas dengan "feel" Lag, dan saya merasa penjelasan karakter lebih lanjut akan mengganggu kenikmatan membaca.

Writer Zoelkarnaen
Zoelkarnaen at Magenta (10 years 45 weeks ago)
80

Hmm... Ga ngerti, tapi kelihatannya manga yang menarik... ^^

Writer duniamimpigie
duniamimpigie at Magenta (10 years 45 weeks ago)

Hahaha... XD
Maapkan sy yang telah mbwt fanfic dari fandom yang kurang populer ini >.<
.
Walo ga ngerti, dah nyempetin baca. Makasi banyak Ka Zul ^w^

Writer Yafeth
Yafeth at Magenta (10 years 45 weeks ago)
80

Sayang juga kalau sosok idola berubah jadi sosok yang tidak dikenal.

Writer duniamimpigie
duniamimpigie at Magenta (10 years 45 weeks ago)

Ah! Ka Yafeth mengerti inti fanfic ini!
Tepat! Fanfic ini bercerita soal kekecewaan & kebingungan Lag ketika mengetahui bahwa orang yang berharga bagina ternyata sudah bukan "dirina" lagi.
.
Makasi udah mengerti ceritana *bahagia* >w<

Writer duniamimpigie
duniamimpigie at Magenta (10 years 45 weeks ago)

Hahaha... ga usah maksain bwt ngerti, ga apa kok ^^
Saya dah seneng kamu dah bersedia mampir ke sini~

Writer duniamimpigie
duniamimpigie at Magenta (10 years 45 weeks ago)

Kami, kamu ga ngerti ceritana ya? Hehehehe... ini fanfic sih ^^
Tapi, makasi dah nyempetin baca~

Writer apple_tea
apple_tea at Magenta (10 years 45 weeks ago)
90

wogh Tegami Bachi!!
iya nih, alur ceritanya di manga lama updatenya, bikin gregetan. juga perkembangan hubungan gauche/noir sama lag. bikin gregetan banget. tp artnya Asada-sensei bangus banget. nunggu lama juga gpp deh...rela.

Writer duniamimpigie
duniamimpigie at Magenta (10 years 45 weeks ago)

Asiiiik ada yang kenal Tegami Bachi!!! *girang larilari keliling kamar sambil niup terompet*
.
Artwork-na MANTAAAAB~~~ gapapa nunggu lama asal kualitas CERITAna terjaga, ga ky animena! Bikin kecewa >.<
.
Chapter terahir 45 kan? Ato udah muncul lagi? Huhuhuhu... baru kali ini saya punya temen sesama fans TB, jadi lepas kendali >w<

Writer apple_tea
apple_tea at Magenta (10 years 45 weeks ago)

hahaha. saya sdh suka art Asada-sensei sejak I'LL dan cerita I'LL pun bagus. (lbh bagus OVA nya drpd manganya mnrt saya)

itu cerita TB bagus banget. bner2 bikin ngaduk2 emosi. inget pernah baca TB sampe nangis dulu....trus nyesek banget pas Lag akhirnya nemuin Gauche tp dlm wujud Noir. pingin nimpuk Asada-sensei. koq kejam banget. saya personally sih suka Gauche soalnya hehe ^^
lom upadte lagi *stress* akhir2 ini update manga lama. perlu beli rawnya? tergoda sih...
anime TB lom ntn. uda dl sih, cm msh lom sempet.

Writer duniamimpigie
duniamimpigie at Magenta (10 years 45 weeks ago)

Saya juga baca I'll CKBC-na Asada-sensei!!! Cerita olahraga yang mengaduk perasaan juga >///< Masak animena lebi bagus? Saya ga nonton sih... Klo mang lebih bagus, mungkin saya bakal nyoba nonton ^^
.
BETUL! BETUL! BETUL! Tegami Bachi itu... saya nangis ga cuma sekali!!! Banyaaaaaaak chapter yang bikin saya nangis kejer pe butuh tisu berlembar-lembar *boros*
Yang chapter terahir malah bikin saya nangis meraung-raung tengah malem di kosan >_<
Makana muncul ide fanfic ini ;)
.
Anime TB season 1 alurna lambaaaaaat banget! Bisa bosen deh! Ceritana juga sebagian besar malah soal percintaan para penerima surat yang dianter Lag, GA PENTING!
Season 2-na, Reverse, alurna NGACO. Ky benang kusut! Bahkan waktu Noir pergi setelah bilang bahwa dy BUKAN Gauche, sama sekali ga terasa kesedihan Lag! Datar! *curhat*
Bagusna, ada episode Lag dan Gauche nganter surat bareng (sebelum ngaku klo dy sebenerna Noir), dan di episode itu Lag MEMELUK Gauche >///< Maniiiiis banget!
.
Duh, beneran lepas kendali.

Writer apple_tea
apple_tea at Magenta (10 years 45 weeks ago)

bagus OVA nya.recommended.
hmm kl soal animenya, mungkin season 1 itu pendekatannya lain. krn emang manga nya lambat, maka dibuat metode penceritaannya beda.
hooh, Lag kl lg sama Gauche itu manis. *ntah knp saya mulai berpikir anda itu fujoshi...*

Writer duniamimpigie
duniamimpigie at Magenta (10 years 45 weeks ago)

Fu-fujoshi??? *sfx blaar & glegaar*
ga nyampe tahap itu ko...
.
Eniwei, makasi dah baca (beserta info TB-na)~ ;)

Writer Riesling
Riesling at Magenta (10 years 45 weeks ago)
90

Keren~~ Desperate-nya kerasa banget~~

Writer duniamimpigie
duniamimpigie at Magenta (10 years 45 weeks ago)

Buwahahaha... Kyna sy spesialis genre angst? XDD
Tegami Bachi ntu seharusna mberi kesan lembut~ tapi di fanfic ini alih" lembut, malah desperate! Maapkan sy Lag, krn sy terlalu suka dirimu yg menangis >.<
.
Eniwei, makasi dah baca, Ries~

Writer Riesling
Riesling at Magenta (10 years 45 weeks ago)

Sama-sama~~
Sesama spesialis angst harus saling mendukung :p

Writer Kika
Kika at Magenta (10 years 45 weeks ago)
80

Bunda..... Noir itu apa sih?? Terus gauche itu tokoh cerita ini atau apa??
Kika kurang ngerti nih ^^
nanti kika baca ulang deh..

Writer duniamimpigie
duniamimpigie at Magenta (10 years 45 weeks ago)

Makasi dah baca, Kika sayang~ ;)
pasti susah memahami hubungan antartokoh di sini klo ga baca karya aslina.
.
Sebenerna Gauche=Noir.
Gauche sempat kehilangan "hati" yang ahirna mbwtna amnesia. Dy pun menamakan diri jadi Noir.
Sedangkan Lag adalah anak laki" 12 tahun yg sejak lama mencari" Gauche, karena dy pernah diselamatkan oleh Gauche ^^
.
Setting cerita ini setelah Lag bertemu Gauche (yg ternyata adalah Noir).
Ah, sebenerna hubungan mereka lebih kompleks dari ini sih huhuhu >.<

Writer duniamimpigie
duniamimpigie at Magenta (10 years 45 weeks ago)
100

Puas.
Lega.
Ahirna saya nulis fanfic Tegami Bachi juga. Setelah sekian lama cuma bisa gregetan dengan manga-na yang mule lambaaaaat di-apdet Asada-sensei. Serta akibat GAGALna Tegami Bachi versi anime, kualitas ceritana jauh dari harapan!
.
Saya berharap yang gtw Tegami Bachi bisa menikmati fanfic ini juga (susah lah =_=a)
.
OOCness alert terhadap karakter Lag Seeing<3<3
Dan mungkin Noir / Gauche juga? Entahlah.