Tak Perlu Logika untuk Mencintaimu

Tutuplah kedua matamu. Pasanglah senyum dalam kedua bibir mungilmu itu. Hari ini hanyalah antara aku dan kau. Bersama, kita lupakan segala kelu kesah. Sekarang, terimalah uluran tanganku ini. Aku akan membawamu ke padang bunga, sembari memandangi kelopak-kelopak menari di udara. Aku tahu sejak dulu betapa senangnya kau dengan bunga. Tiap kali kau lewati taman bunga di seberang jalan itu, kau berubah, kau menjadi lebih cantik.

Sekarang, hiruplah wewangian bunga yang menghampar di hadapanmu ini. Mereka kini sepenuhnya milikmu. Begitu pula spesial untuk hari ini, aku pun sepenuhnya milikmu.

~*~

Aku, aku tidak mengerti arti dari cinta. Ah salah, tidak satu pun dari kita mengerti apa arti dari cinta. Kurasa memang sudah menjadi jalur hidup bagi kita berdua untuk mustahil mengerti apakah arti dari rasa bernama “perasaan” dan ”kasih”. Orang-orang bisa menyebut kami menderita penyakit, biarlah mereka berucap demikian. Karena pada akhirnya, tidak satu pun dari kita berdua yang merasa keberatan dengan penderitaan ini.

Meski kita terlahir tanpa kemampuan untuk memahami orang lain, kita berdua saling berusaha untuk menjadi normal. Dengan segala usaha kita berusaha berinteraksi, meski pada akhirnya orang-orang di sekitar kita silih berganti meninggalkan kita. Tapi tak apa, mereka tetaplah sahabat kita, tak satupun memori tentang mereka akan pupus dari ingatan ini. Ya kan, sayangku?

Sungguh bersyukur aku bisa bertemu denganmu. Aku bisa menemukan orang yang sama denganku. Kau tahu, dalam masa-masa dimana aku belum bertemu denganmu, aku merasa seperti sebatang pohon di tengah lautan. Setiap kali ombak mendekatiku, kuterima ia dengan ramah, namun entah mengapa mereka akhirnya selalu pergi. Datanglah lagi, ombak yang lain, dan pergi pulalah ia. Sebatang pohon yang merasa terasing, dan salah tempat. Sebatang pohon, yang menggugurkan daunnya, berusaha mengirim sinyal SOS ke tepi laut. Dan akhirnya kau lah yang menyambut sinyal itu. Kau akhirnya hadir, dalam sosok sebatang pohon yang sudah terbawa hanyut ombak selama bertahun-tahun.

Ya-aku tahu kalau dalam dirimu, kau sudah layu. Aku tahu itu.

Namun, bunga di dalam hatimu selalu kembali mekar bilamana kau dikelilingi bunga.

Tak perlu lah kau pedulikan ombak yang menyakitkan. Ingatlah aku, sebatang pohon yang selalu menunggumu. Demi dirimu, aku akan berusaha menghasilkan bunga-bunga yang membawa senyummu muncul ke permukaan.

Kau tahu kenapa? Karena aku mencintaimu.

Jujur, aku tidak merasakan rasa berdebar-debar, rasa penantian ataupun rasa ingin memiliki tiap kali melihatmu. Aku tidak memegang gejala-gejala “cinta” seperti yang orang-orang bilang. Yah, memang itulah penyakit sekaligus anugerah yang diberikan pada kita. Tapi bagaimanapun juga, mataku selalu mencari-cari dimana dirimu. Dan begitu aku temukan dirimu, mataku, dan bibirku, tersenyum. Cukup dengan begitu saja, aku sadar bahwa baik secara jiwa dan raga, aku menganggapmu berharga.

Dengan kata lain, aku mencintaimu. Tak perlu alasan rumit dan logika untuk mencintaimu.

Senyumlah sayangku, kau tak perlu lagi menatap dunia dengan tanda tanya.

Kau justru menyiksa dirimu sendiri dengan jutaan pertanyaan yang menggunung di benakmu itu. Kau tak perlu tanyakan lagi pada dunia “mengapa aku berakhir demikian?” atau “mengapa aku tak mengerti perasaan orang lain?”. Cukuplah dengan segala tanda tanya itu. Kita terlahir dengan anugerah. Cobalah lihat dunia dengan cara demikian, aku yakin kau bisa hidup layaknya di padang bunga.

Aku tak suka matamu dipenuhi dengan kekosongan. Ingat, kau adalah manusia. Dan kau adalah wanitaku tersayang. Kau bukanlah boneka, patung, ataupun bangkai. Matamu harus bersinar dimana pun kau berada.

Hari ini adalah hari spesial untuk kita. Aku akan biarkan bunga-bunga ini melahap jiwa kita. Dan esok, entah esok akan tetap ada atau tidak. Esok, tanggal 12 Desember 2012, orang-orang semakin riuh mempertanyakan sungguhkan hari kiamat akan menimpa bumi ini esok. Mereka pusing dan berubah liar, berkeliaran mencari tempat berlindung dari amarah tuhan. Tapi yah, itulah yang mereka percayai. Kau lihat itu? Penyakit kita adalah anugerah. Kita tidak perlu pusing memikirkan apakah esok bencana itu akan menghancurkan kita atau tidak.

Dengan begitu, ayo kita nikmati setiap hari layaknya inilah hari terakhir kita di bumi.

Namun meski begitu, aku berharap esok saat kita terbangun di antara bunga-bunga ini, aku masih bisa melihat senyummu, sayangku.

Kedua tubuh kita berbaring di antara bunga-bunga layaknya termakan oleh mereka. Dan sekarang, tutuplah kedua matamu, hiruplah wewangian bunga ini, dengarkan suara hembusan angin. Hari ini adalah hari spesial untuk kita.

“I love you…”

“I love you…, too.”

~*~

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer 16072003
16072003 at Tak Perlu Logika untuk Mencintaimu (11 years 27 weeks ago)
20

cinta...selalu saja tentang cinta hhe

Writer rifat_khan
rifat_khan at Tak Perlu Logika untuk Mencintaimu (11 years 27 weeks ago)
70

Nice stories... penggunaan kata2 yg tepat

80

ungkapan cinta yg unik, hanya kurang terasa nyawanya saja.....teman!

salam kreatif, makasih ya kunjungannya kelapakku :)

Writer heinz
heinz at Tak Perlu Logika untuk Mencintaimu (11 years 28 weeks ago)
80

Sweet and nice.
Sedikit kurang dalam sentuhan emosi.
Sepertinya 12-12-2012 cukup mendistract konsentrasiku.
Dan jujurnya, aku agak kurang nangkep inti cerita ini. Cuma sekedar cerita cinta doangkah?

Writer centuryno
centuryno at Tak Perlu Logika untuk Mencintaimu (11 years 28 weeks ago)
80

sweet.. emm.. apakah aku bisa seperti itu ya ? hmmm..

70

sama seperti yang saya rasakan :)

Writer fauzy
fauzy at Tak Perlu Logika untuk Mencintaimu (11 years 28 weeks ago)
70

Hm.....
Lagi....ciNta....daN Lagi......terus...akaN sPerti iTu

Writer fauzy
fauzy at Tak Perlu Logika untuk Mencintaimu (11 years 28 weeks ago)
70

Hm.....
Lagi....ciNta....daN Lagi......terus...akaN sPeri iTu

Writer naura
naura at Tak Perlu Logika untuk Mencintaimu (11 years 28 weeks ago)
60

Wah ada yang lagi curhat niyy, menurutku ceritanya mengalir. hanya saja kurang hidup, ups . kenapa?? karena tidak ada dialog diantara keduanya.. jadi sewaktu membacanya seolah sedang membaca ungkapan hati dan pikiran saja...
Cobalah untuk membuat dialog diantara keduanya agar terasa lebih hidup! okey?? Keep writting :)

Writer Chloevr
Chloevr at Tak Perlu Logika untuk Mencintaimu (11 years 28 weeks ago)

Semoga bisa dinikmati~ :)