Mata ( selayaknya Simponium Tuhan)

matamu selayaknya simponi-simponi berdenting yang terpetik dari surga

dari keduanya kumelihat berjuta-juta ritme yang perlahan-lahan memainkan irama

bunyinya mengalun merintik, indah seumpama garis-garis cakrawala yang berbaris-baris

teduh jika kuresapi bebunyian itu sebagaimana aku terhanyut dalam simposium-simposium Tuhan

biarlah kunyanyikan nada-nadamu yang terlukis indah dalam kerlipan kecil mozaik-mozaik alam

sebab portraitmu yang tergantung di tepi kedua bintang itu tak akan membuat bosan bila dipandang

dan kucoba merasuk ke dalam kedua matamu bagaikan senja kecil aku bermain-main disana

berlari, melompat, bersiul dan berdendang seperti mana pendayung-pendayung menjinaki pusaran riak air

lalu aku berkata "Ah Tuhan tiada Candra seindah dia di semesta"

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer tari
tari at Mata ( selayaknya Simponium Tuhan) (10 years 7 weeks ago)
80

keren

100

nice.. :)

80

sweet, puisinya mengalun dan pemakaian istilah dalam musik yang saya sukai ^^

Writer sanssouci89
sanssouci89 at Mata ( selayaknya Simponium Tuhan) (11 years 10 weeks ago)

100

Nice

70

ak suka tulisanmu....

Writer amy
amy at Mata ( selayaknya Simponium Tuhan) (11 years 12 weeks ago)
100

Keren!! Diksinya mantep, bikin puisi jadi indah. .

terima kasih

Writer cintafitri
cintafitri at Mata ( selayaknya Simponium Tuhan) (11 years 12 weeks ago)
100

ada symphony di matamu..
puisi yg sangat manis :)

terima kasih

Writer anthalogy
anthalogy at Mata ( selayaknya Simponium Tuhan) (11 years 12 weeks ago)
100

Syahdu dan teduh

terima kasih atas komennya

Writer alnova
alnova at Mata ( selayaknya Simponium Tuhan) (11 years 12 weeks ago)
100

Mata...ga pernah bisa dusta.
Nice...

terima kasih

Writer Utara
Utara at Mata ( selayaknya Simponium Tuhan) (11 years 12 weeks ago)
100

ini manis loh...
entah kenapa rasanya biarpun sendu tapi ga bernada minor
keren

terima kasih atas komennya

100

Aku terhanyut dalam lantunan kata, indah nian puisimu. Salam....

terima kasih

hehe gak papa om, saia di sawangan gang 6 rumahnya gak ada nomernya tapi persis di depan bekas wartel noer deket sd