Astaroth

Kilat menyambar bumi membelah langit

Gelegar guntur menggetarkan jagad raya

Jauh di dalam gunung yang panas membara, naga api meraung

Fajar merah menyingsing sambut kelahiran Astaroth, sang putra naga

 

Angin menari, hujan menderu, ombak berdebur

Panji-panji  Cresta,palang suci teracung di atas bahu para ksatria perak

 Dalam hamparan berlinang darah, pedang mereka memerah darah iblis

Para prajurit nan gagah berani tak kenal gentar walau cakar merobek raga

Deras aliran darah mereka terpompa semangat menuju kemenangan

Demi kerajaan Varuine, demi Dewa Cresta

 

Dipandu sayap membara, Astaroth bangkit dari mulut bumi

Berhunus kapak api, dengan mata berpendar merah, ia menanggapi panggilan jiwa

Para ksatria berkesiap, menahan napas, menyaksikan sang putra naga berdiri memunggungi mereka

Pikiran mereka berkeliaran liar mencari jawaban, siapakah gerangan lelaki itu?

Lantas para ksatria suci tak bisa mengingkari apa yang mereka lihat,sebuah keajaiban,kebrutalan

 

Seperti amukan badai, Astaroth membunuh iblis-iblis yang menyerang

Kapak yang ia genggam menebas,memenggal,mengoyak tubuh-tubuh terlaknat itu

Darah bermuncratan,usus berhamburan,organ tubuh beterbangan, ini adalah neraka

Sang putra naga menyeringai lebar, matanya semakin membara

Tenggelam ia dalam lautan merah membilas dahaga buasnya

 

Tak ada yang dapat menghentikannya

Tak ada yang dapet mengekangnya

Sang manusia perkasa meraungkan jerit kemenangan

Para ksatria berlutut di hadapan sang putra naga

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer mira_hoshi
mira_hoshi at Astaroth (10 years 33 weeks ago)
90

Kereeeen!!! XD

Writer Zhang he
Zhang he at Astaroth (11 years 16 weeks ago)
100

Aiih, speechless, speechless!

Writer xenosapien
xenosapien at Astaroth (11 years 21 weeks ago)
80

Puisinya jadi lebih mirip prosa. Tapi seru. Ada gore-nya. hehehehe... :D