Demon Clockwork (Chapter 2: The Kombatants)

Gelap, lembab, hampa...

Ya, beginilah yang kurasakan saat mengikuti Oktopus di suatu tempat, tepatnya di sebuah lorong yang berada di scrapyard. Lorong ini tercipta dari rekan-rekannya semasa perang. Ia memanfaatkan badan mobil bekas dan beberapa besi tua untuk dijadikan lorong bawah tanah.

Aku sempat mengira kalau tempat yang dikatakan Oktopus tadi adalah tempat yang bagus namun rahasia. Tidak, perkiraanku salah besar. Oktopus mungkin membawaku ke sebuah markas W56 yang canggih tapi tersembunyi dibalik besi tua, mobil bekas, dan tikus-tikus.

Langkah kami berdua terhenti saat menemukan sebuah dinding beton yang membuntui jalan kami. Aku sempat heran, apakah aku akan menemukan markas W56 yang dikatakannya? Ataukah ini hanya lelucon? Karena yang kulihat hanya beton. Disaat yang sama, aku melihat Oktopus menempelkan salah satu telapak tangannya di dinding beton itu. Tak lama kemudian, ia berucap.

"Italia, 1956..."

Setelah itu, ia segera melepas tangannya dari dinding beton itu. Aku terkejut ketika kulihat struktur dinding beton mulai berubah kekotakan. Lama kelamaan berubah menjadi segi enam. Struktur terdorong ke belakang dan membelah dirinya menjadi dua. Oh, ternyata menjadi sebuah pintu, pikirku.

Oktopus mempersilahkanku untuk masuk. Saat kami berdua masuk, lampu-lampu berwarna biru terang menuntun langkah kami di kala gelap. Seraya kami berjalan, pintu tadi tertutup dengan sendirinya. Aku melihat sekeliling lorong, dinding hitam dengan lantai berwarna hitam pula, serta tambahan lampu neon berwarna biru. Kombinasi yang indah menurutku.

"Ini adalah kunjungan pertamamu, bukan?" tanya Oktopus.

"Tentu saja. Aku tidak pernah membayangkan kalau dari besi tua bisa tercipta menjadi markas rahasia..."

"Ini adalah hasil kerja keras rekan-rekanku selama perang. Kuharap kau akan terbiasa dengan udaranya..."

Benar saja, aku mencium bau seperti aroma bensin bercampur timbal, jeruk, dan wasabi. Bau yang aneh, tapi tidak terlalu menyengat.

Ketika langkah kakiku terhenti di sebuah pintu, maka pintu itu terbuka dengan sendirinya. Aku melihat sesuatu yang benar-benar baru dalam hidupku.

Luar angakasa! Aku melihat jutaan bintang bertabur di luar angkasa yang tanpa batas ruang dan waktu. Tapi anehnya, aku masih bisa merasakan kakiku menyentuh lantai. Hebat, gila, ilusi macam apa ini?

"Ini adalah proyeksi dari teknologi kami. Menggabungkan teknologi 4D tercanggih kami dan teknologi ilusi mata terbaru dari planet kami. Gambar latar bisa saya atur sesukanya. Tapi, kau tidak perlu takut. Ada lampu neon biru yang menuntun jalanmu..." jelas Oktopus saat melihat aku terkagum-kagum.

Ah, aku tak dapat menerima dengan baik penjelasan dari orang disampingku ini. Aku terlalu kagum. Tapi, kekagumanku hilang saat seseorang memelukku dengan erat.

"Naoto-san! Syukurlah kau selamat!"

"Ekh?! Mika-chan? Kupikir kau sudah pulang ke kost?" tanyaku.

"Ya tadinya, tapi aku berpikir untuk ke markas ini untuk membicarakan sesuatu yang penting"

"Sebentar. Jangan bilang kau telah melakukan kontak dengan alien ini?!" tunjukku ke Oktopus.

Mika mengangguk, aku jadi geleng-geleng kepala melihatnya. Alien ada di sekitar kita, dan yakinlah suatu saat hal itu akan terjadi. Ya, memang aku tidak heran jika temanku satu-satunya ini memiliki kontak dengan makhluk lain selain manusia. Tapi berkontak dengan Oktopus, seorang alien dengan lengan-lengan besi bermata pisaunya yang mengerikan?

"Kami tinggal disini bukan tanpa alasan" ucap Oktopus.

Aku menoleh ke arahnya. "Maksudmu?"

"The Contra. Mereka akan membuka pintu Underworld. Yang berarti Dia akan kembali lagi, atau dihidupkan kembali..."

"Apa maksudmu dengan Dia?" tanyaku.

"Eh? Kau tidak tahu ya? Baiklah, akan kujelaskan dengan singkat"

****

"Dia adalah raja dunia iblis, Ozura. Mereka memanggilnya dengan King Ozura. Dia adalah makhluk terkuat di jagatnya, dan juga jagat bumi ini. Tiada satupun yang bisa mengalahkannya waktu itu. Dia terlalu kuat untuk manusia.
Namun kehadiran kami membuat kekuatannya semakin menurun tiap waktu. Dia sebenarnya masih kuat, namun akan lemah jika kami yang melawannya beramai-ramai. Bukan fisik kami yang membuatnya lemah, dan juga bukan kekuatan kami yang membuatya lemah. Tapi ada satu hal yang ada pada diri kami yang membuatnya lemah, yaitu Esprit de Kombatant.

Esprit de Kombatant, adalah satu-satunya sumber kekuatan kami untuk melawan iblis jahat. Esprit de Kombatant mampu membuat kekuatan fisik orang bertambah dua kali lipat. Tak hanya itu, kekuatan ini dapat membuat orang merasa seperti petarung sejati. Tiap Esprit memiliki kekuatannya tersendiri, dimana ia dapat men-spawning berbagai macam objek seperti senjata, atau transmutasi genetik sebagai senjata utamanya.
Ya, tahun demi tahu berlalu. Kami berhasil mengalahkan Ozura. Bersamaan dengan kematiannya, pintu masuk dan keluar Underworld hancur dengan sendirinya..."

****

"Oh, aku mengerti sekarang.." kataku paham.

"Itulah mengapa, mulai dari pasca perang, kami mewarisi Esprit de Kombatant kepada manusia. Dengan harapan, mereka akan memanfaatkan kekuatan ini untuk melindungi diri dari serangan iblis di masa yang akan datang..." jelas Oktopus.

"Dan kemudian, inilah masanya. Aku sangat menantikan dimana para manusia dan ras-ras kami dari W56 bersatu melawan The Contra dan para iblis untuk menegakkan kembali perdamaian di dunia..." sambungnya.

Aku mengerti sekarang. Jadi, lengan besi yang ada di punggung Oktopus adalah bentuk dari Esprit de Kombatant. Pikiranku mulai dipenuhi dengan kekuatan itu. Aku ingin memilikinya.

"Aku ingin memilikinya!" ucapku dengan semangat. Eh?! Kenapa aku mengucapkan apa yang aku pikirkan?

"Kau serius ingin memilikinya?" tanya Oktopus. Aku mengangguk.

"Nampaknya kau belum siap..." tambahnya.

"Apa maksudmu? Aku punya tekad untuk.... emm.... biar kutebak"

"Jika kau ingin memiliki Esprit maka kau harus memiliki alasan yang sangat kuat untuk memilikinya. Kau paham?!" bentak Oktopus.

"Hei, santai saja. Aku tahu untuk saat ini aku belum menemukan alasan yang tepat untuk memilikinya. Tapi, aku percaya aku akan menemukan alasan yang kucari-cari nantinya"

"Semabarangan!" dalam sekejap, lengan-lengan besi Oktopus mengacungkan mata pisaunya ke arahku. Aku mulai ketakutan.

"Esprit bukanlah sembarangan kekuatan yang dengan mudah dimiliki. Esprit tidak boleh digunakan untuk kepentingan yang jahat. Esprit tidak bisa digunakan dengan sembarangan! Dengan kata lain, hanya orang tertentu yang dapat memiliki Esprit!" jelasnya.

"Apa maksudmu memiliki Esprit? Apa tujuanmu untuk memilikinya? Apa niatmu untuk memilikinya? Dan bersediakah engkau untuk kehilangannya? Inilah sejumlah pertanyaan yang akan menjadi dasar untuk memiliki Esprit. Paham?"

Aku mengangguk pelan.

"Jika kau serius ingin memiliki Esprit, maka aku bisa mengantarmu ke seseorang..." ajak Oktopus.

Aku mengikuti gadis berambut hitam kebiruan dan pendek itu ke sebuah ruangan. Ketika memasuki ruangan itu, pemandangan tidak jauh berbeda dari ruangan sebelumnya. Hanya saja, aku mencium bau anyir darah yang sangat kuat berpadu dengan bau keringat. Tak salah lagi, ruangan ini pasti adalah ruangan pelatihan fisik. Disana, aku melihat seseorang lelaki besar dengan tangan kanannya yang berbalut besi kehitaman berlatih menggunakan punching bag.

"Hudson... seseorang ingin memiliki Esprit... dan kuharap kau bisa mengajarinya sedikit..." ujar Oktopus terbata-bata. Kulihat ekspresinya menggambarkan ketakutan yang sangat besar.
Hudson, pria yang disebut namanya itu berhenti memukul punching bagnya. Tatapan matanya bak serigala yang terluka menyorot pandanganku.

"Dia?" tanyanya.

Oktopus mengangguk.

"Aku mendengar percakapan kalian berdua tadi..." ucap Hudson sambil berjalan ke arahku. "Dan kurasa pria selemah ini belum siap memiliki Esprit"

"Hei!" seruku.

Tanpa basa-basi, Hudson meraih leherku dan membantingnya kebelakang. Aduh, sakit sekali seluruh tubuhku.

"Esprit tidak boleh digunakan sembarangan! Hanya orang tertentu yang memiliki kekuatan fisik dan mental saja yang berhak memilikinya. Esprit juga tidak boleh digunakan secara asal! Harus ada prosedur yang wajib dipatuhi! Paham?!" bentaknya.

Aku tak bisa berkata apapun lagi. Badanku sakit habis dibanting olehnya.

"Berdirilah!" Hudson membangunkanku dan membawaku ke sebuah ring. Bukan ring sesungguhnya, melainkan ring virtual.

"Aku akan menguji kemampuan berkelahimu. Jika kau ingin mendapatkan Esprit, kau harus membuktikan kemampuanmu disini!"

"Apa maksudmu? Aku terakhir berkelahi sejak SMA dan itu belum cukup"

"Itu dia. Kau harus memaksimalkan kemampuanmu yang terpendam. Tanpa banyak omong lagi, ayo! Berikan pukulan terbaikmu disini!" perintah Hudson seraya menunjuk dadanya yang tertutup rompi hitam bergaya oriental.

Aku merasa bingung bercampur takut. Aku tidak bisa memberi pukulan terbaikku ke arahnya. Tapi, karena dia terus memaksaku, apa boleh buat. Aku langsung melayangkan kepalan tanganku ke tubuhnya. Apa yang terjadi?

Hudson tidak bergeming menerima pukulanku. Malah, aku menerima kepalan tangan besinya yang mengarah pada sendi tangan kananku yang menempel pada tubuhnya. Sakit sekali rasanya. Tanganku seperti kesetrum dan lumpuh sementara. Mati rasa tanganku ini. Tak sampai disitu, ia memberiku uppercut di tubuhku. Sehingga aku terpental di udara untuk sesaat dan aku terjatuh.

"Kemampuan bertarungmu sama sekali tidak ada. Ibuku lumpuh, tapi dia bisa memukul lebih baik darimu!" bentak Hudson.

"Hei bung, santai saja.... kita 'kan hanya latihan... untuk memberiku Esprit bukan?" tanyaku lemah.

"Latihan katamu?" Hudson membangunkanku lagi. "Kita tidak pernah bilang latihan sebelumnya, eh?"

Langsung saja, Hudson mengayunkan kakinya kebawah. Ia memberiku sapuan kakinya, sehingga tubuhku langsung terjatuh. Belum puas menjatuhkanku, ia malah mengangkat sikutnya yang berduri dan menjatuhkan dirinya ke tubuhku. Dada bagian kiriku tertancap sikut berdurinya.

"AARRKKHH!!!" aku berteriak. Sebuah rasa sakit yang sangat menusuk seluruh tubuhku hingga tulang sumsum.

"Naoto!" seru Oktopus.

"Kami adalah Kombatants. Fisik kami kuat dan tangguh di segala medan" ucap Hudson setelah melepas sikut berdurinya.

"Di dunia nyata, kau mati. Tapi jangan kuatir, disini kau akan hidup kembali..."

"Zulu! Berikan dia Esprit. Setelah itu, hidupkan dia kembali"

Pandanganku mulai kabur. Apa ini? Aku hampir tidak bisa merasakan tubuhku sendiri. Sesuatu sedang menarik jiwaku keluar. Tapi nampaknya hanya sesaat setelah orang yang mirip kutemui di taman beberapa waktu lalu muncul dan memberiku pertolongan pertama untuk mencegah kematianku untuk sementara waktu. Lantas, ia menyentuh jari telunjuknya yang bersinar kehijauan ke arah dadaku yang terluka itu.

Pas setelah jemari telunjuknya menyentuh dadaku yang terluka itu, aku merasakan sesuatu yang hebat dan tak terkendalikan memasuki sekujur tubuhku. Aku merasa sakit yang tak terkendali pada awalnya, karena aku merasakan otot-ototku tercabik-cabik oleh sesuatu. Namun, tak lama kemudian aku merasa mengantuk dan ingin segera terlelap.

Bersambung...

Read previous post:  
42
points
(1838 words) posted by Tom_Hirata 9 years 9 weeks ago
70
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | petualangan | fantasy | fighting | sci-fi | underworld
Read next post:  
80

Alurnya agak terlalu cepat, nih. Rasanya jadi cepat tapi kosong. Padahal kalau mau dibikin cepet mending dikasih pemicu dulu, misalnya, Mika diculik ato ada org yg bener-bener butuh pertolongan, tapi saat itu cuma Naoto yg bisa nolong, baru Espritnya dikasih.. Ehm, ada 1-2 typo, dan beberapa kata yg kurang cocok.
Eh, tapi ini cuma pendapat saya aja, lho. Sebenarnya saya masih pemula, kok.
Terus cerita ini jg konsep sm world buildingnya udah tahap keren, beneran, deh! Kalau beberapa poin minusnya dibaikin pasti jadi superkeren.. Ganbatte, ya.
Move on to the next chapter...

100

Hmm... Lanjut baca aja deh... ^^

90

Terlalu cepat Tom. Keinginan si Naoto terlalu mengada-ngada, respon para w56 pun terlalu lebay, kecuali manusia adalah elemen penting hadirnya esprit dan jumlah manusia aseli langka, baru adegan part membawa ke markas dan menawarkan esprit bisa masuk akal.

Kalo gw yg jadi w56 nya, walo si Naoto ngotot dan triak2 minta diajari esprit pun, EGP he.he

btw, gw ngikutin dari prolog part 1nya ada beberapa yg janggal, coba di sisir lagi. Terkait karakter Naoto dan adegan terjebak.

Critanya bisa jadi sangat menarik nih. Ditunggu lanjutannya. Great spirit Tom. Cheers.

Maap baru balas komennya..
.
Ini sengaja kulakukan agar memeberi kesan bahwa Esprit tidak bisa didapatkan secara cuma-cuma. Kamu tau anime Bushou Renkin ga? Ya, si tokoh utama yg mati di resurrect ama cewe yg punya lengan besi itu (lupa namanya) trus dikasi kekuatan Alchemy. Hampir sama halnya dengan Naoto yg dikasih Esprit. Dan menurutku ini sudah cukup masuk akal..
.
Lebay dimananya ya? Menurutku biasa aja :D
.
Terima kasih udah komen

100

keren2!
numpang tanya dong. tdi itu error kenapa ya? terus kalo error gitu, kita harus ngapain supaya postingannya keluar? *cma kepengen tahu*
terima kasih. :D

Katanya temporary error. ga tau karena kena apaan...
.
Nih ada tritnya. Ternyata ga cuma aku lo yg kena :p
http://www.kners.com/showthread.php?p=21341#post21341

memang. yg senior pun pernah ada yg kena kok! hahahaha.. jadi, santai saja. :D

Saya benar2 malu. Saya sudah lama join ke kemudian, tapi baru pertama kalinya saya menciptakan tulisan error seperti tadi. Untung bisa dibenerin... huuhhff.... memalukan nama keluarga saja saya ini.
.
Penulis senior di kemudian pun tak pernah begini
*Curhatgapenting*

IT CANT BE TRUE!!! KENAPA CERITANYA GA ADA??!! BRENGSEKK!!!!

yah, ceritanya gak ada. :'( yg ada cuma judul, trus tulisan gelap, lembab, hampa. :'(

Ini ada error, mas!
.
Harap sabar!

iya iya. maaf.