Karang Tak Bertuan

 

kau hempaskan hatiku dengan amarahmu

terserak, ragu tanganku bergetar

mencoba merangkai kepingan yang tercerai

bulir-bulir bening yang memecah di gersang tanah,

hitam kerontang,

entah keringat, mungkin air mata

tapi apa pedulimu?

walau kutiti benang sembilu

beku jiwamu yang berselaput karang tak bertuan

tak setitik melembut luruh, sekedar…

mengembun di pucuk rindu

 

kramat’ 10 Mei 2011

 


 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer NurulKanvamel
NurulKanvamel at Karang Tak Bertuan (11 years 7 weeks ago)
70

Lanjutkan.. :D

Writer laila
laila at Karang Tak Bertuan (11 years 8 weeks ago)
100

Salam :)
indah sekali goresan yang begitu mengalir lembut nan syahdu...
selamat berkarya