Masihkah Tintaku Mampu Menuliskan Ceritaku

Solulokui:

Masihkah Tintaku Mampu Menuliskan Ceritaku

 

Beberapa tahun yang lalu aku telah diberi tinta oleh Tuhan. Tinta suci dari surga-Nya. Tinta itu begitu banyaknya hingga aku tak lagi memiliki tempat untuk menyimpannya. Bahkan lemari kayu di kamar belakang pun tak cukup lagi untuk menampung tinta-tinta itu.

Tinta itu berwarna hitam pekat. Tinta itu diberikan Tuhan untuk menuliskan segala apa yang kulakukan di dunia menjadi sebuah cerita. Cerita yang nantinya akan dibaca Tuhan sendiri.

Selain tinta aku juga diberi selembar kertas yang tak kan pernah habis ditulisi.

Tuhan dulu mengingatkanku, bahwa tinta itu, walaupun jumlahnya banyak, akan cepat habis untuk menulis. Maka tulislah hal yang benar-benar bagus. Karena Ia suka hal-hal yang bagus.

Tapi sejak pertama Tuhan memberikan tinta itu kepadaku, belum banyak cerita yang kutulis. Dan cerita yang selama ini berhasil kutulis pun tidak begitu bagus. Malah lebih banyak cerita tentang mimpi buruk. Padahal persediaan tintaku tinggal sedikit. Ya…, benar-benar tinggal sedikit!

“Wahai Tuhan…, apakah jika tinta itu habis maka aku juga sudah tidak dapat menulis ceritaku lagi?”

“Wahai Tuhan…, apakah goresan tinta terakhirku menandakan akhir dari seluruh ceritaku di dunia ini?”

 

 

C. Padmasana P.

20 januari 2006

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post