Ulasan Hasil Program Tantangan Alfare: Cat dan Dansou

Mulai dari mana ya? Baiknya aku mengulas dulu latar belakang tantangan yang kuberikan deh.

Buat Cat dan Dansou, kuminta menyusun sebuah cerita bergenre fantasi dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

-Panjang maksimal 800 kata (berdasarkan perhitungan Word)

-Mengandung kata-kata: mochi, rompi, dan lembing

-Logika dan nilai moral cerita akan sangat dinilai

-Durasi pembuatan tiga hari.

Alasan ketentuan-ketentuan di atas kuajukan berhubungan dengan pelajaran-pelajaran pribadi yang pernah kudapatkan selama menulis. Batasan kata mendorong penulis untuk menyusun kalimat secara efektif. Logika dan nilai moral menentukan makna sebuah cerita, dan ketentuan itu mendorong penulis untuk memikirkan baik-baik apa persisnya yang hendak disampaikannya melalui tulisannya. Soal batasan waktu dan syarat penggunaan kata, itu gunanya untuk memaksa penulis berpikir di luar kotak sekaligus mendorongnya untuk mengimplementasi teknik-teknik menulis yang belum pernah dicobanya sebelumnya.

Eh? Alasan aku memilih kata-kata ‘mochi’, ‘rompi’, dan ‘lembing’? Uh, kata-kata itu muncul begitu saja, mengingat ini genre fantasi, ditambah lagi belakangan ini aku belajar main DotA... Tapi ini mulai OoT, jadi mari kita alihkan pembahasan ini ke soal cerpen-cerpennya sendiri.

Cerpen yang Cat buat, Mochi Buah dan Bingke Susu (http://kemudian.com/node/256178), singkat kata, adalah sebuah dongeng anak-anak. Ceritanya adalah tentang bagaimana segala benda mati di sebuah toko kue (suvenir?) menjadi ‘hidup’ sesudah toko tutup pada suatu waktu. Lalu sebuah pertengkaran di antara dua dari kue-kue itu terjadi, soal siapa di antara mereka yang terbaik, dan pesan moral yang Cat sajikan kurang lebih sudah bisa terbayangkan dari sana.

Hal pertama yang mengesankanku dari cerpen Cat adalah durasi waktu pengerjaannya. Hanya sehari sesudah Bang Shin mengumumkan tantangannya,  Cat sudah menyelesaikannya lagi. Hanya sehari! Pengerjaannya benar-benar kilat, dan secara pribadi—terlepas dari beberapa masalah pemenggalan kalimat dan kapitalisasi huruf yang sepertinya menjadi kelemahan khasnya—dongeng pendeknya ini benar-benar keren.

Di samping ceritanya yang ringkas, padat, dan jelas, Cat secara menakjubkan menempelkan sejumlah ciri khas pada beberapa ‘tokoh’-nya. Hasil akhirnya, dalam durasi cerita yang teramat singkat, masing-masing tokoh Cat di cerita ini benar-benar terkesan hidup, imut-imut, dan memiliki sifat mereka sendiri-sendiri. Ini menurutku merupakan suatu pencapaian luar biasa untuk sebuah dongeng. Cukup imajinatif hingga menutupi kesan kurangnya nuansa fantasi yang tampak di awal-awal. Ditambah lagi, Cat menyempatkan diri menempelkan sejumlah elemen lokal Kalimantan dalam ceritanya, yang membuat latarnya terkesan menakjubkan buatku yang hanya pernah berkeliaran di seputaran Jawa dan Sumatra. Yah, sekalipun deskripsi latar dalam ceritanya sendiri memang sangat minim (suatu hal yang tak masalah sih, mengingat status cerpen ini sebagai dongeng).

Bagian akhir cerita, di mana pesan moral dibeberkan, memang sedikit terkesan dikebut. Tapi pemaparan sampai ke bagian akhir itu bagus kok. Mulai pertengahan cerita, Cat memperlihatkan akibat pertikaian tokoh Mochi Buah dan Bingke Susu terhadap tokoh-tokoh lain, sebelum akhirnya memuncak pada mutually-assured destruction (oke, istilah ini agak berlebihan) dan dampak buruknya terhadap kepentingan bersama para tokoh. Pembaca bisa menyimpulkan sendiri apa ‘tindakan salah’ yang terjadi bahkan sebelum menjelang akhir, dan menurutku itu suatu cara penyampaian nilai moral yang benar-benar baik.

Satu tambahan lagi, dari ketiga ‘kata wajib’ di atas, aku sebenarnya bermaksud memberi poin bonus jika ketiga kata ‘mochi’, ‘rompi’, dan ‘lembing’ memainkan suatu peranan dalam cerita, dan bukan sekedar terkesan sebagai tempelan belaka. Cat berhasil melakukannya dengan baik lewat ‘mochi’ dan ‘lembing’, jadi kuberikan sedikit nilai bonus buat dia.

Meski agak melenceng dari pengharapanku, dan mungkin memang masih ada kekurangan-kekurangannya, cerpen Cat memenuhi setiap ketentuan tantanganku dengan gemilang.

Nilai akhir untuk Cat: 8 (lulus)

Cerpen Dansou, Masalah Perkalian Aron (http://kemudian.com/node/256239), berkisah tentang seorang anak kelas 2 SD bernama Aron yang pada saat sedang mengeluhkan kesulitannya dalam mengerjakan soal-soal perkalian sepulang sekolah, tiba-tiba saja didatangi seorang peri dari langit yang kemudian memberinya pelajaran(?) tentang bagaimana cara menyukai matematika. Menurutku genre-nya lebih ke komedi daripada ke cerita anak-anak sih. Tapi dibandingkan upaya pertama Dansou untuk memenuhi tantanganku (aku malas mencarikan tautannya), upaya keduanya ini benar-benar jauh lebih baik.

Uh, soal yang satu ini, baiknya aku mengulas dari mana ya?

Ketentuan 800 kata dan durasi waktu tiga hari memang kuharapkan memaksa kedua penulis menulis ide apapun yang terlintas di kepala mereka (ya, sepertinya Cat juga mengalami hal ini). Tapi kurasa kasus yang Dansou alami agak ekstrim.

...Singkat kata, ADEGAN SI PERI MEMUNCULKAN MAKANAN ITU SAMA SEKALI ENGGAK JELAS, TAU! Aku perlu baca tiga kali buat nyadar kalo dia lagi ngedemoin konsep dasar Matematika! Terus itu apa-apaan bagian akhirnya? Gimana bisa dengan penjelasan segaring itu si Aron tiba-tiba jadi enggak keberatan sama soal-soal matermatika? Yah, oke, mungkin aja emang bisa sih. Tapi kalo emang si peri tahu soal apa-apa yang disukai Aron, kenapa juga dia enggak ngedemoin lewat mekanisme perhitungan damage pada salah satu combo effect kartu Yu-Gi-Oh aja? *nyekik Dansou*

Yah, intinya, soal logika cerita, cerita Dansou sebenarnya layak dipertanyakan. Sebenarnya soal nilai moralnya juga patut dipertanyakan sih, tapi setidaknya nilai moralnya ada.

Tapi meski absurd,  aku mendapati ceritanya menghibur. Sebagai seseorang yang dulu sering menulis cerita-cerita absurd—mungkin di antara pembaca yang masih ingat MsdAG—aku tak bisa tak sedikit (benar-benar) menyukainya dan toh, bukankah ada banyak fenomena di dunia yang tak terjelaskan lewat logika?

Berkenaan ketentuan kata-kata wajib, meski dengan narasi mengalir dan penggambaran bahasa tubuh yang bagus, Dansou sayangnya kurang bisa memenuhinya seelegan Cat. Penempatan kata ‘lembing’-nya benar-benar ‘ngasal’ dan jelas-jelas terkesan sebagai tempelan. Pokoknya, berupa satu paragraf nyempil-enggak-nyambung yang membuat pembaca bilang, “Hah?” (bagusnya, efek paragraf aneh ini tak bertahan lama karena kita segera dikejutkan dengan adegan kemunculan si peri)

Aspek fantasi cerita ini juga sayangnya tak kuat. Seandainya tokoh Peri Matematika yang tiba-tiba muncul dari langit kita ganti dengan tokoh penculik bertopeng yang kemudian mengajari Aron matematika (karena dia hanya menculik anak-anak yang jago matematika, misalnya), kurasa alur plot yang sama masih bisa kita pakai. Eh, tapi entah juga ya. Kalau begitu nanti lelucon soal bagaimana sebagian makanan diambil oleh si peri yang sedang diet jadi tak bisa dipakai ya? Hmm. Susah juga.

Yah, pokoknya begitu.

Meski dengan cara agak maksa, kurasa semua ketentuan tantangan yang kuberikan juga telah dipenuhi Dansou (ya, ini salahku juga karena tak menerapkan ketentuan tantangan yang lebih ketat).

Nilai akhir untuk Dansou: 6 (lulus)

NB

Pendapat Penantang Tentang Para Tertantang

Cat, ibu rumah tangga baik hati yang rasanya ingin kutendang setiap kali dirinya mengaku tidak bisa menulis. Sebenarnya dia penulis sekaligus pembaca dengan wawasan sangat luas.

Dansou, remaja keren dengan tata bahasa bagus yang belakangan menuliskan sebuah seri drama di kcom. Gaya ceritanya banyak mengingatkanku akan karya-karya saudari yosi_hsn (sesama anggota kcom lain). Jujur saja, aku takjub sendiri dengan kesulitan-kesulitannya dalam tantangan ini. XD

NBB

Curhat Penantang

Aku tak tahu sudah berapa kali aku mengatakan ini, tapi genre utama yang kuminati sebenarnya adalah genre drama dan misteri, bukan fantasi. Waktu menerima tawaran untuk menjadi Penantang dari Bang Shinichi, aku sebenarnya merasa agak bersalah karena aku tak sepandai itu dalam membuat cerita sederhana dan bermakna ala dongeng, ataupun pembangunan dunia beserta cara kerjanya yang ajaib. Karena itu tantanganku kali ini hanya menguji teknik-teknik penulisan yang aku ketahui saja. Mungkin tantangan berikutnya bisa kusiapkan dengan lebih baik. Buat kedua tertantang, terima kasih banyak karena telah berkarya, dan maaf untuk segala kekurangannya ya.

Sekian

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post

Thank you om Al buat ulasannya. Yup, saya bakal belajar bikin fantasi *otak berasap*
.
Dan makasih buat tantangannya. Dan maaf kalau saya ngerjainnya gak maksimal -,-
.
Dan makasih juga karena sudah bilang saya remaja keren. Om Al yang pertama kali bilang gitu. Kasihan deh hidup saya.
.
Seandainya saja saya bisa nantang balik

Kupikir siapapun yang bisa bikin serialisasi di kcom secara teratur adalah orang keren. (belajar dari pengalaman)

narsis(?):p tumben.

Hm? Siapa yang narsis?

wow.. dah ada peserta yg dinyatakan lulus :o Congratz k Cat n k Dansou :)

maaf -_-" entah knp Nana malah ketawa pas baca ulasannya bgn terakhir-akhir., abis penuturannya lucu :D

100

Horeeee luluuuus.

Hikz terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, kepada orang tua saya, suami dan Kenz serta sahabat2 yg terus mendukung saya.

#plaaak ditabok Alfare. ‎​​​​:D ªkªkª =D ªkªkª =)) ªkªkª.

Om alfare makasih buat ulasan n tantangannya.

Kalo gitu kami dpt hadiah dunk.

Btw kenapa begitu tega hendak menendangku.

100

ulasan kak Al imut sekali, dan ak lucu banget sama pendapat yg ini:
Cat, ibu rumah tangga baik hati yang rasanya ingin kutendang setiap kali dirinya mengaku tidak bisa menulis. Sebenarnya dia penulis sekaligus pembaca dengan wawasan sangat luas. >>>>>>>>>>>>>>>>>> kak cat, mw ditendang tuh sm kak Al... hahahahaha

Sun, keknya dirimu ketawanya lebar bener yah. ‎​​​​:D ªkªkª =D ªkªkª =)) ªkªkª.

Tooolooong aku di tendaaaang.

100

Yaaah kok dansou lulus... *kabur + ngumpet*

*kejar kak zhang* *lempar bakiak buat 17an* *mantul ke tiang listrik* *kena om Al* *gantian kabur*

aku tinggal ngedit dan bikin kamu ga lulus loh.

Jangan dong om! Huhuhu T_T. Saya nggak mau ikutan remidial. Saya sudah kapok

bagi yang ngerasa 2 orang ini enggak layak lulus, kasi tau aja ya.

Heu, KKM nya 6?

Kenapa kak El? *senyum*

*brb kabur sebelum dicekik om Al* paling nggak, aku nggak perlu remidi

Page dua kosong. Horeeeeee #seneng lihat alfare bingung.

Asiiik. Ga jadi tegang

ehmm mungkin alfare copy paste dari word, coba kau copypaste ke wordpad atau notepad terlebih dahulu baru ke k.com. saya juga seperti itu awalnya

Buset! Isinya kok ga ada?!

Isinya ada dalam imajinasi fantasy anda masing masing. Wkwkwkwkwk.

Mana isinya. Hehehehehe. Ada edisi setelah pesan pesan berikut yak?

gak ada isinya???