Kan Aku Sudah Bilang..

Ibu bilang main ke hutan itu berbahaya.

Banyak binatang buas.

Banyak penyihirnya.

Pembatas antara fana dan mortal

Tapi aku bilang tidak.

Hutan itu tidak berbahaya.

Ada malaikatku di sana.

 

***

 
    Tepat sembilan tahun lebih sebelas bulan yang lalu aku lahir di sini,  di Ham —tempat para nephilim, para malaikat yang jatuh ke bumi, bersembunyi dan beranak pinak.

    Biar kujelaskan sedikit.

    Nephilim, kalian tau, walaupun mereka adalah ‘mantan malaikat’, mereka bukan golongan yang baik hati. Mereka tidak mematuhi hukum Tuhan. Mereka juga bukan jenis makhluk yang berperilaku cukup baik terhadap manusia.

    Kebebasan adalah panutan mereka. Bukan ras yang suka dikekang.

    Ibuku adalah salah satu dari mereka. Jadi jangan harap aku berperilaku seperti anak baik-baik pada umumnya.

    Bagaimanapun , walau aku tinggal di Ham, jujur saja aku ini bukan seorang nephilim. Aku fana, sama seperti kalian semua. Dan, yeah, setidaknya ada lebih dari 40000 orang yang sudah kebohongi gara-gara hal itu.

    Di Ham, hukum itu terpahat jelas di ingatan semua orang. Telah dituliskan dengan jelas di Kitab Agung mereka bahwa keberadaan fana (manusia) di antara keluarga mereka itu terlarang. Siapa saja yang ketahuan ‘memelihara’ fana dalam rumah mereka akan dipancung. Dan si fana itu sendiri akan dikubur hidup-hidup.

    Aku terbukti bukan seorang nephilim tepat pada ulang tahunku yang ke-8. Delapan adalah angka keramat bagi bangsa nephilim. Dan menurut tradisi, jika kau seorang nephilim, dan kau berumur delapan tahun, maka akan muncul sebuah tanda sulur berantai di salah satu anggota tubuhmu. Itu tidak terjadi juga padaku sampai sekarang.

    Aku sih cuek saja.

    Toh sampai sekarang belum ada yang curiga.

    Tapi ibu berkehendak lain. Sehari setelah ulang tahunku yang ke-8, beliau membuat sebuah aturan baru yang konyol untukku —Aku harus menutup diri serapat mungkin.

    “Itu berarti nggak boleh main lama-lama?” Ibu mengangguk.

    “Nggak boleh ke hutan lagi?” Ibu mengangguk.

    “Harus jarang keluar. Harus jarang main. Harus jarang tersenyum pada orang lain..” begitu ucapannya dulu.

    Ibu membuatku hanya keluar di sore hari saja sekarang, biasanya untuk mengambil air. Atau kalau ibu sedang baik hati, aku bisa keluar untuk sedikit pamer akan baju yang baru dibelikan ibu.

    Seminggu sekali. Cuma setiap hari kamis, hari libur para nephilim dari semua tugasnya. Nggak pergi ke hutan lagi. Nggak lari-larian lagi.

    Setidaknya itu yang ibu tau.

    Kan sudah aku bilang, aku bukan anak baik-baik.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer bonekaorigami
bonekaorigami at Kan Aku Sudah Bilang.. (9 years 34 weeks ago)
80

jadi penasaran gimana kelanjutannya... aku biasanya baca fantasi rada2 males, pusing, tapi yang ini beda. mungkin karena puitis dan penuturannya simpel. ayo mbak ditunggu edisi berikutnya..

Writer cyber_nana
cyber_nana at Kan Aku Sudah Bilang.. (9 years 35 weeks ago)
80

hmm... gaya penceritaanya sih dah bagus. Deskripsi latar dan tokoh kurang.. tapi mungkin karena ini masih pembukaan ya :D
Kalo soal malaikat beranak pinak rasanya aneh... soalnya ga pernah tau kalo malaikat tuh berjenis kelamin -_-a *plak,, mulai ngaco OOT-nya*
Salam kenal :)

Writer neko-man
neko-man at Kan Aku Sudah Bilang.. (9 years 35 weeks ago)
80

Idenya bagus, tapi masih terlalu banyak tell daripada Show.

Writer tsukiya_arai
tsukiya_arai at Kan Aku Sudah Bilang.. (9 years 35 weeks ago)
90

tunggu, saya jadi bingung

dia tinggal dilingkungan tiidak baik, jadi yang selama ini dianggap tidak baik jadi baik, kan?

oke, lupakan ceracau geje saya

anyway, saya suka konsepnya, dan lagi2 saya menemukan karya berbalut puisi

Writer lavender
lavender at Kan Aku Sudah Bilang.. (9 years 35 weeks ago)
80

aku jarang baca fantasy sih, karena aku susah ngerti baca fantasy a.k.a lemot a.k.a males mikir hehehe.. baca cerita ini kalau ini sebagai awalan (masih bersambung), lumayan ringan ga terlalu berat seperti fantasy2 biasanya..
*
idenya kreatif, tentang komunitas mantan malaikat.. nice.. :)

Writer dansou
dansou at Kan Aku Sudah Bilang.. (9 years 35 weeks ago)
90

Wow oke nih! Lumayan lah meski kurang panjang. Hehehe *plak*. Kalau kamu memang ingin membuat ini menjadi cerita bersambung (dan sebaiknya gitu) judulnya diganti ya.
.
Satu pertanyaan, kalo nephilim itu adalah malaikat dan mereka nggak boleh menyimpan fana (yang saya asumsikan manusia) gimana mereka bisa punya anak?? Maaf aja, bayangan tentang malaikat ama malaikat punya anak ini agak aneh. Kalo misalnya mereka bisa gituan, harusnya surga penuh anak2 malaikat dong?
.
Satu lagi. Kalo para nephilim ini nggak nurut sama firman Tuhan, kenapa mereka masih ngikutin isi kitab Kidung Agung? Naah lo... Hihihi... Saya mohon penjelasannya.
.
Oke, komen detilnya saya serahkan pada master fantasi lainnya. Saya bukan master fantasi. Salam kenal dan selamat datang

Writer hereisme
hereisme at Kan Aku Sudah Bilang.. (9 years 35 weeks ago)

haha soal berana pinak itu nanti ada penjelasannya kok *aslinya belum kepikiran* *kabur!* wkwk
Kidung Agung? -_- Kitab Agung ya? Kitab Agung itu kitabnya nephilim nih ceritanya.
Aduh, kalo soal judul aku juga bingung kak wkwk ntar deh dipikir-pikir dulul

Writer dansou
dansou at Kan Aku Sudah Bilang.. (9 years 35 weeks ago)

Ah, saya bacanya kidung agung =,= sliwer deh mata saya

Writer hereisme
hereisme at Kan Aku Sudah Bilang.. (9 years 35 weeks ago)
100

memoinkan diri sendiri :p