Ulasan Hasil Program Tantangan Chie_chan: Whieldy_mirza dan elbintang

Sedikit Pengakuan (baca: OOT Terselubung) Sebelum Memulai Ulasan:

Sejujurnya, aku gak bener-bener nyadar apa yang kuiyakan pas meladeni ajakan jadi penantang yang ditag ke aku itu oleh om momod di Facebook tempo hari. Aku baru benar-benar sadar pas muncul namaku di Pengumuman Cerita Tantangan, terus panik. Buat mikirin tantangan yang aneh-aneh sih bukan hal sulit (karena aku memang mikirin hal-hal aneh sepanjang waktu), tapi masalahnya, aku beneran gak pernah pede sama kualitas kritikanku. Bahkan di antara para penantang lainnya, pastinya aku sadar betul kalau akulah yang paling mentah dan gak berpengalaman.

Oleh sebab itu, sebelum mengulas apapun, aku mau minta maaf kalau-kalau ada penilaianku yang dirasa kurang ngepas atau bahkan salah total. Mungkin ada beberapa, atau banyak hal, yang luput dari keseluruhan peninjauanku terhadap kedua cerpen, meski tentu aja aku sudah berusaha semampunya sebagai bentuk apresiasi terhadap panitia yang memberi tanggung jawab ke aku. Aku masih harus dan sedang dalam proses belajar banyak. Akhir kata, semoga cukup memuaskan.

 

Sistem Penilaian:

Teknis: maks. 2

Syarat 1 - Keberhasilan menyembunyikan jenis kelamin: maks. 3

Syarat 2 - Bertabur klise: maks. 5

1-5 poin: 1

5-10 poin: 2

10-15 poin: 3

15-20 poin: 4

>20 poin: 5

Standar Kelulusan Minimal: (*biar berasa sekolah*) 6

 

Whieldy_mirza: Blue Diamond

 

Ringkasan:

Dengan menggunakan POV orang kedua, Mirza menempatkan pembaca sebagai seseorang bernama Nal, yang ditugaskan oleh mahagurunya untuk menjemput Sang Pahlawan dalam misi penyelamatan dunia melalui pencarian permata biru. Kebetulan Nuke, si pria pahlawan, juga diperintahkan oleh ibunya yang menghilang untuk mencari benda serupa jika muncul tato di lengannya. Setelah menyerahkan perbekalan serta memberi ijin untuk menunggang Drake si naga, Sang Guru melepas kepergian keduanya menuju gua persembunyian permata. Di sana, mereka dihadang oleh kaum Geudhrix yang berniat untuk menguasai dunia. Ternyata permata biru memiliki kemampuan untuk melepaskan kekuatan besar yang mampu mencegah rencana jahat kaum ini, yang juga hanya dapat dilepaskan oleh Nuke si pahlawan. Nal memutuskan untuk mengecoh kaum Geudhrix sementara membiarkan Nuke memasuki gua untuk mengambilnya. Akhirnya, Nuke berhasil menjalankan misinya. Namun Nal terbunuh tanpa sempat diselamatkan olehnya.

 

Menurut Chie_chan:

Pada dasarnya, aku selalu berpendapat kalau salah satu esensi yang terpenting dalam membuat cerita fantasi adalah dapat membawa pembaca masuk ke dalam jalinan imajinasi pengarang dan merasa seolah menjadi bagian dari cerita tersebut. Sedangkan menurut hematku dan juga menurut beberapa komentar yang sempat kubaca (uhuk) di lapak asalnya, rasanya kok agak sulit ya buat menyelami cerita ini? Aku juga bacanya lewat-lewat aja gitu dari kata per kata tanpa merasakan keterlibatan yang mendalam. Menurutku, kemungkinan besar ini terjadi karena ada kesenjangan antara deskripsi yang cukup berat dengan penceritaan emosi yang datar. Karakterisasi tokoh utama, untuk ukuran POV kedua yang seharusnya bisa lebih kena ke pembaca, kerasa tidak begitu all-out. Untuk alasan ini, dengan sangat terpaksa aku harus bilang kalau flaw-nya Mirza yang satu ini mungkin bakal banyak mempengaruhi penilaianku (maaf ><).

Walaupun secara keseluruhan aku masih ngerasa penceritaannya sudah cukup membuai untuk ukuran fantasi, setidaknya menurut standarku. Omong-omong, berhubung sudah setahun belakangan ini aku jarang ke k.com, aku sudah lupa kapan terakhir kalinya aku membaca cerita punyanya Mirza. Tapi kupikir (sejauh yang kutahu antara dulu dan sekarang) penceritannya sudah jauh berkembang. Narasinya mengalir lancar. Aku bukan tipe yang teliti atau peduli banget soal SPOK, tapi aku suka permainan kata yang Mirza pakai di sini di tiap kalimatnya, serta agak kagum sama penggunaan kosa katanya yang beragam.

Ah, Mirza, coba kau buatnya pakai POV 1 aja. Pasti lebih keren deh. XD *plak*

(Teknis: 0.5)

Beranjak dari soal teknis ke salah satu poin tantangan, menurutku Mirza udah berhasil menyembunyikan identitas, termasuk jenis kelamin yang jadi persyaratan tokoh utamanya dengan baik. Di bagian akhir, dengan menggunakan kata “feminim,” kupikir Mirza mau menyiratkan kepada pembaca bahwa Nal (mungkin) berjenis kelamin perempuan (Bisa juga laki-laki sih, karena ada banyak laki-laki feminin jaman sekarang... *cut sebelum OOT*). The point is, aku tidak menetapkan bahwa tokoh utama kudu diungkapkan jenis kelaminnya di akhir cerita. Jadi, keputusan mengenai jenis kelamin tokoh utama untuk diungkapkan, hanya disiratkan, atau malah tetap menjadi rahasia diserahkan sepenuhnya kepada keinginan pengarang.

(Syarat 1: 3)

Menuju poin terpenting dalam tantangan ini (SFX: jeng jeng jeng). Berikut ini daftar KLISE ceritanya berdasarkan dalil-dalil klise yang menjadi referensi tantangan kita menurut pertimbanganku:

* Pahlawan kampungan (yang naik naga aja muntah) ditakdirkan untul menyelamatkan dunia.

* Ramalan yang mengikat alur cerita.

* Ada mahaguru yang berjenggot panjang dan sok misterius.

* Misi berkaitan dengan artefak (yakni permata biru) yang berpengaruh terhadap kelangsungan dunia.

* Nal dan Nuke yang awalnya bertengkar dan berpetualan bersama hanya karena perintah, menjadi sahabat dalam proses perjalanan.

* Pahlawan yang kurang berpengalaman dengan pedang tapi berhasil menjalankan misi.

* Final Stage untuk mendapatkan benda ajaibnya adalah di gua.

* Motivasi orang jahat adalah menguasai dunia.

* Ada peliharaan yang unik, dalam cerita ini naga.

* Nama berbahasa asing apapun yang dicocokkan dengan kepribadian tokohnya. (Drake= dragon?)

* Ada yang berkorban untuk kemenangan si pahlawan.

* Mengendarai naga.

* Rekan yang tewas dalam pertempuran akan ditangisi dalam selang tiga detik, setelah itu hidup berjalan terus dan dia akan dilupakan. (Yang ini asli bikin ngakak soalnya beneran tiga detik XD)

(Syarat 2 - Total klise 13, poinnya: 3)

 

Jumlah keseluruhan poin: 6.5

LULUS! :D

 

elbintang:  Butterfly Effect - Jika Kalian Tahu Siapa?

 

Ringkasan:

Jujur, aku sendiri butuh waktu lama untuk benar-benar memahami isi ceritanya. Sampai sekarang pun aku masih ngeri salah kaprah. Aigoo. XD

Sejauh yang bisa kutafsirkan (dengan dibantu oleh beberapa pembaca lain termasuk pengarangnya sendiri), cerita mengisahkan tentang Dorta, Limpi, Numan, Feti, dan ‘aku’—narator cerita, yang kuasumsikan sebagai tikus-tikus, yang dimintai bantuan oleh Kalangan Atas, utusan para dewa, untuk membantu Ibu Peri yang sekarat. Kel, laba-laba pendamping Ibu Peri, yang selama beberapa waktu menggantikannya, tidak memiliki kemampuan untuk menyadari bahwa ada seorang putri yg harus dijadikan pasangan Pangeran. Namun apa boleh buat, pekerjaan tak bisa ditunda. Akhirnya ‘aku’ harus menjadi Cinderella. Butterfly Effect di sini, yang artinya adalah kesalahan sekecil apapun dapat berakibat besar, mengacu pada dongeng Cinderella yang terancam berubah karena kesalahan yang akan dilakukan oleh ‘aku’ dan kawan-kawan, yakni Kel yang lupa merapal batas waktu perubahan rupa ‘aku’ menjadi Cinderella.

 

Menurut Chie_chan:

Mulai dari teknis. Sejauh yang sudah kubaca, mulai dari cerpen FF-nya hingga yang ini, nampaknya kak Bintang punya ciri khas selalu menjabarkan inti cerita secara tersirat ya? (LOL. Aku sampai butuh tujuh kali baca sebelum benar-benar yakin cukup paham untuk mengulas.) Gaya penceritaannya entah bagaimana ngingetin aku sama novel-novel literatur terjemahan jaman dulu. Agak sulit diikuti dan perlu diresapi, tapi tiap kalimatnya terasa unik dan berkarakter. Aku gak punya masalah dengan teknis cerita ini sih, jadi untuk menghemat waktu (baca: males ngetik panjang-panjang), ayo kita segera pindah ke aspek lainnya.

(Teknis: 2)

Penyembunyian jenis kelamin. Kak El melakukannya dengan cara sekaligus menyiratkan bahwa si ‘aku’ bukan manusia—atau kuduga tikus (baca: ‘wajah berbulu’, ‘cicit’, ‘tubuhku terlalu besar untuk ranjang peri’, dst). Di akhir-akhir, karena dia sempat linglung (yang kuasumsikan sebagai efek terbuai) dengan dansanya bersama si Pangeran, aku menduga bahwa tikusnya betina. Apapun lah, pokoknya syarat ini dicentang.

(Syarat 1: 3)

Satu-satunya masalah besar, dan memang lumayan krusial, yang kutemui dari cerpen ini adalah mengenai KLISE. Sebagai pengingat, kuulangi dulu tantanganku yaitu:

“Membuat sebuah cerita fantasi dengan menggunakan sebanyak mungkin dalil-dalil klise fantasi. Dengan catatan, tokoh utama tidak boleh diberitahukan jenis kelaminnya kepada pembaca, hingga mencapai akhir cerita baru boleh disiratkan atau dituliskan. Jumlah kata minimal 1000 maksimal 3500. Tenggat waktunya 5 hari (posting paling lambat tanggal 23 Juni 2011).”

Sejujurnya, kupikir cerita ini bisa dibilang minim klise. Lebih minim klise daripada cerita-cerita fantasi yang banyak beredar. Itu dia masalahnya. Kupikir yang ingin di-highlight oleh kak Bintang dalam cerita ini adalah klise-nya Cinderella, tapi sayang sekali karena penilaianku bukannya berdasarkan sejauh mana sebuah klise menjadi penggerak alur cerita, melainkan berapa banyak klise yang bisa dimasukkan ke dalam ceritanya. (Maaf ><) Tentu saja ada unsur-unsur Pangeran, Putri, sim salabim, pesta dansa, dan lain-lain sebagainya yang sudah banyak dipakai dalam cerita fantasi, tapi itu semua lebih kepada elemen, dan bukannya terkait dengan plot—sebagaimana klise yang seharusnya.

Seandainya saja tantanganku bukan adu banyak-banyakan klise, suer, aku bakalan ngasih empat jempolku buat cerita ini. Kak Bintang terlalu sukses bikin cerita ini sampai-sampai jadinya ga begitu klise, dan pembaca yang alih-alih seharusnya “ah, pasti abis itu begini deh” sebagaimana kalau disuruh baca klise, malah jadi ga bisa menebak lanjutannya. XD XD

Berikut ini daftar KLISE ceritanya berdasarkan dalil-dalil klise yang menjadi referensi tantangan kita menurut pertimbanganku:

* Menggunakan plot cerita yang sudah ada sebelumnya (Cinderella).
* Tokoh pembantu yg selalu ada disetiap adegan tapi tidak mempengaruhi plot.
* Tokoh pembantu yang aneh dan suka seenaknya pada tokoh yg lain.
* Jika kau ingin membuat para tikus terjebak maka gunakan roti atau pisang atau keju atau ketiganya

* Ada Kalangan Atas yang sok benar dan datang mengancam tentang kehancuran dunia.

* Tokoh utama yang tidak berperan penting di awal cerita namun akhirnya dialah yg dipilih untuk menjalani takdir pahlawan.
* Tokoh utama yang enggan melakukan tugas tapi kerna diancam akan kekacauan dunia pada akhirnya menerima tugasnya. Walaupun penuh protes.
* Pada akhirnya perjuangan tokoh utama sia-sia karena ada hal penting yang dilupakan oleh peran pembantu.

(Syarat 2 - Total Klise 8, poinnya: 2)

 

Jumlah keseluruhan poin: 7

LULUS! :D

 

Selamat ya, kalian berdua lulus! XD

(Meski nilainya agak pas-pasan.)

*dilemparin duit (lho) karena ngasih embel-embel dalam kurung yg gak enak*

PS: Maaf kalo ulasannya jelek dan garing dibandingin sama para penantang lain. Aku sendiri kan juga masih pemula. :shy: XD

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post

SELAMATTTTTT!

100

hmmm

2550

Uwaaa...nilainya udah keluar.

Lulus. Phew, terima kasih chie-ratu.

Waktunya pengakuan :
1. Kalimat abc tentang menyelesekan tantangan itu bukan hanya sekedar selese tapi bagaimana dengan sungguh2 berusaha menaklukan apa yg diinginkan penantang sebagai upaya belajar. Point ini menohok.
2. Ada paragraf yg hilang dari crita. Tapi kerna adanya setelah besok hari. Pasrah. Untungnya ini crita cinderella yg sangat-sangat klise jadinya berharap tidak ada yg nyadar (padahal plothole)
3. Ini tantangan bener2. Diriku termasuk yg auto uncliche kalo menulis, tapi ini list klise yg berusaha kubuat
1) tentu crita cinderella. ^_^
2) tokoh pembantu yg selalu ada disetiap adegan tapi tidak mempengaruhi plot. Siapa? Betul! Dorna. He.he
3) tokoh pembantu yang aneh dan suka seenaknya pada tokoh yg lain. Numan
4) jika kau ingin membuat para tikus terjebak maka gunakan roti atau pisang atau keju atau ketiganya
5) ada Kalangan Atas yang sok benar dan datang mengancam tentang kehancuran dunia.
6) tikus yang pandai memasak
7) tokoh utama yang tidak berperan penting di awal cerita namun akhirnya dialah yg dipilih untuk menjalani takdir pahlawan.
8) tokoh utama yang enggan melakukan tugas tapi kerna diancam akan kekacauan dunia pada akhirnya menerima tugasnya. Walaupun penuh protes.
9) pada akhirnya perjuangan tokoh utama sia-sia karena ada hal penting yang dilupakan oleh peran pembantu.
10) laba-laba adalah turunan dewa iseng yang hasil kerjaannya tidak bisa dipertanggungjawabkan.
11) elemen klise : tongkat ujungnya bintang, ibu peri berambut pirang, butterfly effect, hewan lucu, asap saat menyulap.
12) kalimat klise : kau tidak ingin memakan sesuatu yang dapat berubah menjadi dirimu, kan?

Errr...tujuh kali?

Tuh kan aku kelewatan banyak hal... -_- Beberapa, kayak nomor 6, kurasa masih kurang begitu klise sih (ini mengacu pada... Ratatouille? wkwkwkwk) Nomor 10, karena aku juga baru tahu-menahu (entah aku yang emang kurang apdet sama klise kemampuan dewa-dewi?) juga kurasa enggak begitu klise sih. Nomor 11 dan 12, kayaknya lebih sreg kalo kugabungkan ke dalam poin 1 yaitu menggunakan plot cerita yang sudah ada sebelumnya.
.
.
Eniwei, thanks for pointing those out, ya kak! Hampir aja terlewat. -_-

uwaaa...melihat tanda tangan dan coretan di lembar penilaian. *keknya udah lama banget gw nggak ngantri minta dosen ngerubah nilai kerna kelewat beberapa nomer* - mengingatkan daku pada mata kuliah biologi dasar. aha.ha ^_^

*benar kata Alfare dikau kurang tega-an* mwah :D

Err, Mbak El, kayaknya yang Mbak tulis emang elemen-elemen fantasi yang pernah dipake. Tapi kebanyakan dari itu menurutku masih ga klise...

Sorry, nunjuk point mana alfare?
Gw pake klise sumber rdvillam.com yg dipake chie, ya...
Point 1;2;3;4;5;7;8;9 cek di sana
point 6 harusnya masuk juga, itu plot kok bukan elemen. Cuma emang bisa diperkarakan kerna paragraf yg menjelaskannya raib.
Poin 10, juga masuk tentang kemampuan turunan dewa.

Masalah klise ini *bahkan bagi ias tulisan gw klise semua* apa tergantung bacaan tiap-tiap orang?

Quote:
10) laba-laba adalah turunan dewa iseng yang hasil kerjaannya tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Anansi? Yap, Anansi, dewa perajut cerita dari dongeng Karibia.

Hmm jadi ada ya hal yang tidak klise :D
-
Semua cerita yang ada di dunia ini sudah tertulis. Para pengarang hanya menterjemahkannya ke dalam bahasa yang bisa dimengerti manusia :D
-
Meski iseng, laba-laba adalah pendongeng yang ulung

hmmm, PLATO banget nih

Uwoooh...^_^

Original = belum pernah ditulis oleh orang lain tentu beda maksudnya dengan klise, Ias...
.
Dan referensi An-an Ratu tentang klise yg dimaksud tercantum pada sumber.
.
Tentang si laba2, setuju.

Gwahahaha numpang ngakak deh baca ini XD *ditendang*

...Wow. Ini lebih bikin terhenyak dibandingkan peserta-peserta tantanganku.

cerpennya Mba El memang terlalu top untuk diklisekan XDD