Tentang Sajak Romantis yang Sama Sekali Tak Romantis

 
: kepada "ia"
 
sajak romantis tak perlu datang dari tempat yang romantis. tak perlu ada hutan, tak perlu ada laut, tak perlu ada senja, tak perlu ada gerimis, tak perlu ada gunung, tak perlu ada angin dan tak perlu ada rerumput. tak perlu kau setubuhi malam, tak perlu meratap dinding kamar.
 
mungkin sajak romantis adalah seraut wajahku yang kau duduki tepat di sisi pantatmu. bagaimana? seraut wajah yang kau tangkap dari kamera kemudian kau selipkan di saku dompetmu. dari sisi itu mungkin aku menjadi sesuatu yang menemanimu kemana saja.
 
sajak romantis tak perlu datang dari tempat yang romantis. tak perlu ada hutan, tak perlu ada laut, tak perlu ada senja, tak perlu ada gerimis, tak perlu ada gunung, tak perlu ada angin dan tak perlu ada rerumput. tak perlu kau setubuhi malam, tak perlu meratap dinding kamar.
 
bagaimana kalau sajak romantis lahir dari kamar mandi. aku bayangkan, kita mandi berdua, dengan ditemani sabun dan busa yang menggelembung terbang. aku jadi iri dengan sabun, karena ia memahami lekuk tubuhmu jauh daripada aku. ia paham tiap sudut letakan tahi lalatmu, dakimu, kutu airmu. mungkin ia yang paling paham aroma keringatmu. dan khayalanku mungkin hanya menjadi balon sabun pecah diruap angkasa mimpi.
 
sajak romantis tak perlu datang dari tempat yang romantis. tak perlu ada hutan, tak perlu ada laut, tak perlu ada senja, tak perlu ada gerimis, tak perlu ada gunung, tak perlu ada angin dan tak perlu ada rerumput. tak perlu kau setubuhi malam, tak perlu meratap dinding kamar.
 
cukup ada kau dan aku, meski dalam bayangan kepala-kepala kita yang berputar, mencari tempat-tempat yang kita inginkan. bahkan itu di kolong tempat tidur sekalipun, di atas jembatan, di warung kaki lima, atau mungkin dalam ruang imajinasi kita
 
kau dan aku, adalah sajak romantis yang pernah tercipta

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
80

Ringan digauli angan-anganku.
Salam kenalku!

100

baca ini jadi inget gaya penulisan djenar
:)
repetisi yang di ulang-ulang
mantaffttt ..

Djenar yang mana? Setahuku djenar penulis kisahan/prosa bukan sajak.
.
Setahuku juga hampir seluruh penyair pernah menggunakan bentuk repetisi dalam karyanya.
.
Tak ada kebaruan

Mungkin bukan djenar na kali y, saya jadi inget dengan 'jangan main-main dengan kelaminmu' d kumpulan ceritanya dia, tidak satu cerita saja yang gayanya yang menggunakan ah apa saya tidak tahu istilahnya.
Saya cuma langsung ingat k situ, tanpa pengejudge-an apapun. Maaf bila memang kurang berkenan :).

100

Repetisinya meski berulang ulang baitnya ttep ada kejutan2 baru setelahnya.hehe
tapi mbak yah, aq baru tahu ternyata imajinasi mbak pika terperangkap juga oleh alam."jadi inget tantangan kemarin" hihi pantesannn ternyta mbak pika lg di sandera alam yah?hehe *maaf

100

repetisi, i like it.
--------------------------------------------------------
untuk menegasikan alam, kamu (terbukti di sini) harus memikirkan alam terlebih dahulu, dan mau gak mau alam nongkrong terus di pikiranmu
--------------------------------------------------------
aku dan kau?
Aku jadi ingat:
1. Iklan susu (aku suka sekali susu(,) kamu?)
2. Aku jadi ingat Ich und Du-nya (I and Thou) Martin Buber
--------------------------------------------------------
Jadi ingin buka file lama.

Repetisinya kubutuhin buat membangun suasana, De. Iya kayaknya aku kurang kreatif deh... Beberapa tulisanku selalu pake trik itu untuk mengheningkan "otak", padahal yah dirimu jg kayaknya jg ngerti banyak cara untuk membangun suasana.
.
Kalau baca di tulisan2 lamaku sebenarnya paragraf repetisinya macem2 sih punyaku. Gak mesti alam. Tapi keknya ini semacam jd ketergantungan *dan kayaknya aku ingin segera bertobat untuk memberhentikan cara itu.
.
Efeknya aku jadi miskin imajinasi untuk pengembangan tematiknya, kan?
.
I and Thou, ngiri aku sama dikau perbendaharaan literaturmu lebih kaya.
.
Soal iklan, keknya aku lebih akrab jingle iklan ini,
"Aku dan kau, jelekkan kau" :p
.
Yang lain, udah sono lanjutin lagi angon kambing2nya di peternakan,susunya menunggu diperah wkwkwkwkwkwkwk

90

Suka Mbak. :)

100

sabun mandi. ya ampuun! keeereeen... *buka buku catatan, siap belajar*

100

imagery dan imaginary nya yang bikin romantis.. hehehe

100

klepek klepek klepek... :P

wow!

sajaknya yang berulang ulang membuatku selalu membayangkan apa yang terjadi seterusnya

kereen