Ulasan Program Tantangan samalona: cnt_69 dan cahya

Lelenska bertahan hidup

demi aturan-aturannya

hidup bertanya: sudahkah?

ada ladang tak disemai

padi tak menemu sawah

siang sepi menganga

malam tanpa lilin redup

 

sesat hujan di kemarau kuyup

segegas miyabi-aoi sora

layar kaca berkedip mendedah

jendela maut gaun mempelai

bermenung Lelenska di sawah

katak-katak sibuk menjelma

tanpa tahu apa yang cukup

 

29 Juni 2011

 

Sewaktu mengetahui kedua tertantang sudah selesai menjawab tantangan puisi ini, saya tidak bisa menahan cengiran. Cengiran semakin lebar saat membaca puisinya satu persatu. Sayang sekali setelah itu saya terbentur pada kesibukan di tempat kerja, sehingga cengiran itu menjadi garing karena kelamaan. Maafkan saya.

Penyebab saya nyengir sama dengan alasan saya memberi tantangan seperti ini: saya mengajukan syarat-syarat yang menurut saya di luar kebiasaan cahya dan cnt_69, tetapi masih dalam batas kemampuan keduanya. Saya yakin cahya dan cnt_69 sanggup menjawab tantangan tersebut; yang saya tidak yakin, apakah syarat-syarat itu masih terlalu mudah ataukah sudah cukup sulit.

Syarat-syarat teknis terpenuhi:
 

- Setiap puisi terdiri dari minimal 2 bait; beneran dibuatnya pas 2 bait saja.

- Setiap larik tidak boleh kurang dari 2 kata; baris terpendek adalah larik pertama puisi cahya, yang tepat 2 kata. - Setiap bait terdiri dari 7 larik dengan persajakan a/b/c/d/a/b/c atau a/b/c/d/c/b/a; kedua tertantang memilih pola a/b/c/d/a/b/c.

- Tidak boleh menggunakan kata "aku" dan "saya"; kedua tertantang masih menggunakan sudut pandang aku-lirik, tapi berhasil menghindari penggunaan kata "aku" maupun "saya".

- Tema cinta atau kasih sayang boleh, asal jangan memakai kata "cinta", "kasih", atau turunannya; cahya dan cnt_69 masih memilih tema yang tidak jauh-jauh dari situ juga dan (sekali lagi) berhasil menghindari pemakaian kata larangan.

- Alusi dari peristiwa terkini 1 bulan terakhir: pesawat jatuh, bus masuk jurang, kasus almarhumah Ruyati.

Satu syarat lagi justru lebih menantang: harus bagus. Menantang cahya dan cnt_69, dan juga menantang saya sendiri. Tambahan "menurut saya" punya dua pengertian. Kalau "saya" diartikan sebagai mewakili pembaca secara umum, puisi yang dihasilkan harus bisa dinikmati oleh sebagian pembaca (tentu saja agak berat kalau menuntut harus disukai oleh semua orang, karena urusan selera). Kalau "saya" diartikan sebagai saya, samalona, lain lagi ceritanya. Ceritanya begini

Jika kedua puisi ini diposting bukan sebagai jawaban tantangan, saya akan bilang keduanya bagus. Sayangnya pengandaian itu tidak berlaku, dan saya harus membantai.

 

Terjatuh Setengah Mati

Salut atas usaha cnt_69. Puisi-puisi terbarunya sebelum menjawab tantangan menunjukkan kecenderungan pada prosa liris, haiku, haibun, atau puisi singkat yang mengandung satu kata atau dua kata saja dalam satu baris. Mengorganisasikan satu satuan ide pada bait yang panjang, yang bukan prosa liris, merupakan tantangan. Cnt_69 mengatasi dengan caranya sendiri. Baris ketiga setiap bait dimulai dengan "seperti"; itu sudah menjamin bait itu bisa menjadi panjang.

Tentang alusi. Syarat menyebutkan bahwa alusi yang dipakai tidak dijadikan tema puisi. Pengertiannya adalah alusi itu dipakai sebagai casual reference, atau kalau saya coba terjemahbebaskan penjelasannya dari wikipedia, "menyinggung suatu anteseden spesifik (peristiwa, keadaan, objek, dan semacamnya yang terjadi atau muncul sebelum topik yang sedang dibicarakan), tetapi hanya dalam pengertian umum; secara relatif tidak mempunyai hubungan penting dengan konteks pembicaraan". Penjelasan versi saya, "menyinggung secara sambil lalu". Alusi yang dimasukkan cnt_69 adalah peristiwa pesawat jatuh dan peristiwa bus yang masuk jurang.

Kejadian bus masuk jurang cukup spesifik dalam pemahaman pembaca Indonesia, tetapi kurangnya rincian berarti pembaca hanya akan merasakan alusi ini sebagai rujukan kepada kecelakaan bus masuk jurang secara umum. Tidak merujuk kepada satu peristiwa khusus dalam satu bulan terakhir. Dari hasil pencarian lewat google, saya menemukan setidaknya satu bus masuk jurang di Peru tanggal 31 Mei 2011, satu di India (bus rombongan pengantin) tanggal 31 Mei 2011, satu di Tol Cikampek tanggal 17 Juni 2011, satu di Bali tanggal 18 Juni 2011, satu di Trenggalek tanggal 18 Juni 2011.

Melihat tanggal postingan puisi, kecenderungan kejadian yang dirujuk adalah peristiwa bus masuk jurang di jalur utama Denpasar-Singaraja, Dusun Perenan, Desa Git Git, Sukasada, Kabupaten Buleleng Bali, yang membawa penumpang rombongan Dinas Bina Marga Semarang. Tetapi dalam peristiwa itu diberitakan tidak ada korban jiwa. Bukan empat orang tewas. Hmm.. mungkin bukan kejadian ini yang dirujuk...

Dari segi hubungan dengan tema, saya merasa masih ada hubungannya. Judulnya mengandung kata "terjatuh"; peristiwa pesawat jatuh menggambarkan, menguatkan, kekikukan aku-lirik di bait satu; peristiwa bus masuk jurang diparalelkan dengan gambaran "dari mata ke hati" pada bait dua; kedua alusi berhubungan secara garis lurus dengan pembicaraan pokok dalam puisi ini. Jika kedua peristiwa yang dialusikan dalam puisi ini tidak dianalogikan lebih lanjut sampai tiga-empat baris, mungkin peristiwa kecelakaannya akan lebih mencolok dan cnt_69 bisa mencari cara menghindari hubungan langsung tersebut.

Baris penutup seakan mencoba memberi twist, akhir yang mengejutkan. Padahal saya punya firasat sebenarnya inilah yang ingin disampaikan. Kalau benar demikian, alangkah lebih baik bila tema pernikahan atau pertunangan itu yang lebih digali dalam puisi ini.

Nuansa cinta dan sayang sudah bagus dibangun secara meluas di keseluruhan puisi, kecuali frase "dari mata ke hati" yang klise. Dan idiom "dari mata ke hati" lebih merujuk kepada pandangan pertama -- sesuatu yang agak berat untuk dihubungkan langsung dengan pernikahan yang dinanti-nanti. Oh ya, itu bisa terjadi. Tapi, di sini urutannya terbalik. Bibir mencium pelupuk mata menunjukkan kedekatan yang telah melewati masa pandangan pertama, tetapi imaji mencium tersebut muncul lebih dulu.

Sejujurnya saya salut pada ide menabrakkan tema cinta dengan imaji-imaji kecelakaan pesawat dan kecelakaan bus, tetapi rasa kemalangan yang menyertai imaji-imaji itu sedikit menghambat saya untuk meresapi perasaan aku-lirik.

Mungkin saya keliru. Mungkin dengan kurangnya rincian kecelakaan berdasarkan peristiwa nyata pembaca jadi tidak memfokuskan perhatian pada satu berita khusus, dan itulah yang menurut saya dirasakan pembaca pada puisi ini. Saya terpengaruh sendiri oleh berita-berita yang saya baca, karena ingin mencari peristiwa aktual yang dirujuk. Karena begitulah syaratnya.

Kesimpulan

Sebagai karya yang berdiri sendiri, puisi ini bagus. Sebagai jawaban tantangan, belum lulus.

[maaf, izinkan saya rehat sebentar]

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
70

aq baca ulasannya kok bingung *garuk-garuk kepala
ternyata, walaupun hanya 2 bait puisi, tapi pembahasannya bisa panjaaaaang dan terperinci...
maklum,, naka baru :P

Mas sam, aku juga pengen buku ih...! :( *ngareeeppp
mas sam kapan maen ke makassar lagi?

Untuk ulasan,qt 20 jari aja (pan via ym ato sms,jd ga 4 mata) :p
pokokny ga lulus krn ga sesuai tenggat waktu. *buku harus tetap dikirim, awas kalo gak. >:)*

Pertama Judul, dalam puisi diatas mas sam tidak menyertakan judul, padahal judul bisa disebut sebagai jiwa yang mencakup keseluruhan puisi dan salah satu bagian terpenting dari puisi klo ga salah pikanisa pun menyertakan judul dalam puisi di komen.

Yang kedua, imajinasi yang coba disuguhkan oleh mas-sam adalah mengenai lelenska, miyabi-aoi sora, hihihihi… sebagai lelaki sejati tentuanya tau siapa tokoh yang coba disampaikan terutama miyabi (karena aku tidak suka lelenska hahahah), tetapi secara utuh imajinasi yang disampaikan “sawah” “ladang" “katak” “padi” dikombinasikan dengan “siang-sepi” “malam-tanpa lilin redup”. Klo digabung secara utuh atau saya anggap puisi ini sebagai lukisan miyabi/ lelenska sedang disawah atau diladang, siang dan malam? Hmmmm….. (*garuk2 kuping) tadinya klo diganti menjadi kehidupan malam, atau kerasnya kota metropolitan atau sejenisnya sepertinya mungkin akan lebih sip.

Jika masalah makna dan kaidah perpuisian, saya rasa mas sam tidak perlu diragukan lagi hehehehehe. Mungkin karena ini sebagai jawaban tantangan untuk aku dan cnt_69 jadi mungkin ok ok saja, tp klo untuk orang awam mungkin ketika membaca ini akan sedikit mengerutkan dahi dan berfikir keras tentang apa yang makna filosofis yang tersembunyi dibalik imajinasi-imajinasi yang coba disampaikan.

Xixixixi maaf ini cuma ulasan dari orang amatiran hehehe…..

salam
cahya

Mengakui tanpa bantahan, saya lupa kasih judul.
Dan dengan tidak bermaksud menyanggah, saya mengingatkan bahwa alusi dalam tantangan ini disuruh menjadi singgungan sambil lalu. Jadi kalau kita berusaha mencari keterkaitan langsung dengan makna keseluruhan puisi, dan menemukannya, itu berarti alusi itu bukan sambil lalu. Dan kalau cahya tidak menemukan hubungan langsung miyabi-aoi sora dengan bangun imaji lainnya, apalagi dengan perenungan kehidupan, saya kira miyabi dan aoi bisa dianggap berhasil, hehe.
Lelenska itu bukan Philipp Lelenska. Jangan dicari, karna belum pernah dimuat di dunia maya selain di sini. Saya aja baru tahu ada orang yang beneran bernama Lelenska. Liat-liat fotonya jadi geli-geli, hahaha.
Sebenarnya saya pernah mempublikasikan "Lelenska" di laman pribadi, tepatnya di sini: Juniar's poetry page. Setelah beberapa lama, personal homepage itu tidak saya update lagi sehingga hanya menampilkan judul-judul atau kutipan. Dari sekian link yang bisa diklik, hanya satu yang ada isinya. Dan itu bukan Lelenska.
Ada satu lagi alusi atau rujukan yang saya sisipkan. Tentang seorang wanita bergaun pengantin yang mencoba bunuh diri dengan melompat dari jendela gedung apartemen di Changchun, Cina. Peristiwanya terjadi tanggal 17 Mei, beritanya di Indonesia mulai tanggal 18 Mei. Rujukan ini rupanya kurang berhasil, karena tidak ada tanda-tanda seseorang mengingat peristiwa itu. Bagi saya sendiri, berita itu cukup membekas untuk muncul segera sebagai ide alusi. Di youtube ada, kalau mau cek beritanya (cari dengan kata kunci "changchun bride" sudah cukup). Yah, apa boleh buat kalau memang tidak ada yang tahu atau ingat dengan berita itu.
Ulasan cahya menarik dan saya yakin ada manfaatnya bagi pembaca lain. Kalau ini dibilang amatir, bagaimana yang superamatirnya? hehehe.

wahh maaf kalu ternyata Lelenska adalah kata baru temuan om Sam, hehehehe habis ndak ada kalimat penjelasnya (seperti "mendedah")padahal kalau menurut saya "mendedah" lebih umum biasa didengar daripada "lelenska"

saya pikir lelenska dan miyabi-aoi sora merujuk pada negara dua org itu, yaitu Amerika dan Jepang, jadi kejadian fakta antara kedua negara itu :)) ya su ternyata salah duga.
.
soal komen saya lelenska dan miyabi-aoi, sumpah itu cuman komen main2an, dan semoga cahya tidak mem-frame dirinya atas pembacaan saya sehingga tidak berada dalam posisi tabularasa ketika membacai karya om sam(yah.. tentu saja dalam hal ini saya pun hanya penikmat yang tentu tak lebih tahu dari penulisnya sendiri)

tidak apa-apa, Nisa. tentang Lelenska, saya juga kebacut. cari tokoh yang tidak dikenal, supaya sama fungsinya dengan Si Anu, Si Polan, John Smith, dan kawan-kawan, padahal ada cara lain yang lebih tepat. mungkin lebih baik saya meminjam nama khas daerah, misalnya Asep, Pingkan, Tenri, atau Komang.
tentang komennya Nisa, saya tidak menguatirkan apa-apa, bahkan berterima kasih karena di awal-awal cahya dan cnt_69 selesai memposting, komen Nisa menyibukkan pembaca sampai saya bisa menyempatkan diri memberi ulasan. dan saya yakin cahya tidak perlu dikuatirkan :)

xixixi tentunya mas saya baik baik saja ^^, oks tantangan yang seru, terima kasih atas waktu dan kesediannya mas, semoga bisa memancing kreatifitas yang lebih baik.

salam
cahya

100

@cnt : wkwkwkwkw, no reason :)) , inget gak tahun2 lalu kita masih sering begadang ampe pagi. disitu tulisanmu masih goyang patah2 dan lebih padat? kurasa dulu aku ering ketemu rima, dan pemakaian imajinasimu yang suka "miring" ke kiri itu. :p :p , cuman belakangan aku menemukan puisi2 mu di buat ke bentuk prosa (liris) atau puisi prosa, haibun dan mencoba berpanjang2 dengan dengan ceritaanmu, padahan : catat, aku kangen puisi si patah2 itu :p

(kak sam, ijin kumen xixixix, sayang gak ikutan tantangan ini dan berlomba sama dua sahabatku yang lucu dan manis2 ini *dezigggg*)

ahhh tunggu yang punya furi *tadinya kupikir furi di bantai telak sama cnt *toa* :))

*menyimak kelanjutannya

*pelajaran berharga neh, 2 review dari nisa, plus ini salah satu yg ku tunggu :p :p :p *piss kak, maap merusuh

hahai.. kalo dulu patah2 gr2 hati masih pada patah. *halah alesan*
iyak, dlu selalu pakek rima n imajinasi miring (sadis.com) :D tp skrg malah kesandung rima. wkwkwkwk.. *dipentung*
hahaha..
*nunggu lanjutan n tanggapan protesku*

eh jangan lupa, kamu juga sering bikin puisi2 lucu :p (sindiran, meski kadang kadangnya overload xixixix, ditimpuk)

cuman, so far... aku salutlah, banyak perubahanmu setelah berkubur didalem rumah, aku malah jauh ketinggalan. yep lanjutkan! liburan sekolah kapan udahan? biar dirimu tak sibuk...*mojokkkkkkkk

@cahya: ^_^ ,

yg lucu2 n sindiran.. *bukan lupa pernah buat, tp lupa cr buatnya* wkwkwk..
sekolahnya uda mau pd msuk yg sd, tp yg smp sma ronde 2 entuh. berlanjut ke kemah, upacara 17an dll. *yg kemah mgk diundur atau dimajukan krn puasa* :D
*koq ak jd curcol?*
uda ah kabuur..

xixixixi.... aku dah pasrah ri di bantai malah aku dah nyiapin alamat supaya mas sam kirim bukunya ga kesasar hahahahahahahahaha.............. apapun hasilnya yg penting kita udah berkreasi lewat tulisan, lulus ato engga yg ptg yah itulah tulisanku, yah minimalnya aku sangat menyukai tulisanku dan tentunya mas sam juga kan? (*ngerayu.com) hahahahahahaha....

100

Lelenska? Philipp Lelenska, model sexy itu? dan Miyabi-aoi sora... *wink2 nakal :p~ slurp..

--->> sumpah saya nggak nakal, tapi Lelenska memang asing untuk saya. Saya lebih akrab dengan Olenka - Budi Darma. saya baru tahu waktu googling. *dan langsung nyebut (but.. but... but...), habis gitu makin khusyuk mantengin :))

=========
UJIAN MASUK CALON MERTUA
.
seleksi menghantam tautan
hitung kancing bisa-tidak masuk
satpam jagai pagar betis
seringai tonjolkan otot
itu sang ayah bukan?
garang belati siap menusuk
ah itu cuma bikin meringis
.
harus jawab apa?
sang ayah tanya "sudah siap beristri?"
bagaimana menahan malu,
menyesal tak cari via gugel
"cara hadapi calon mertua"
sudah ingin kencing berdiri
gagal seleksi, pulangpun sebel
.
idihhh sebell... :p

hehe, ulasan yg bagusss

100

hmmm

100

Demi kreativitas kaum muda, selamat bertantang ria....

xixixixixi........ tunggu giliran dibantai :)) sepertinya bantaian buat ku akan lebih kejam....... hahahahaha.... thnx mas, dah meluangkan waktunya di sela kesibukan yang sangat padat (meski punyaku masih blm di review)
salam
cahya

*nangis darah* aku gak lulus fur.. *buku melayang* TT.TT

hehehe... bisa nego ma mas sam fan...

sutris dy, fur ak protes pjg lebar. wkwkwk
qt buat dy tmbh sutris dgn malak buku.wkwk

2550

>:p

wew..
aku mau protes! *manyun* *ga sopan! uda dibela2in diulas jugak, pletak!* T.T
.
pertama *teteup*
adaa bus guling2 msuk jurang yg nelen 4 korban jiwa. bus sinar jaya jurusan Purwokerto-Depok *kalo ga salah* kemungkinan yg tgl 17 juni entuh *ga suka liat brita, tp seingatku ya ada, ngotot*
beritanya emang ga sefamous kasus alm. Ruhyati c, kejadianny jg sblm itu, jd tenggelem dah. :D
byknya kecelakaan kan jg krn masa2 liburan sekolah, hmm.. tp yg jelas ada bus guling2 trus tewasin 4 org bulan2 ini, menurutku itu uda ckup spesifik. *ngotot*
.
kedua
kalo soal kata 'seperti' ngeganggu, aku ga protes, krn dr komen pikanisa aku jg uda byangin kata itu dicabut emg lbh baek. *bendera putih*
.
ketiga
kejadian terbalik? hmm.. apresiasinya beda dikit sm yg kumaksud. kalo puisi laen aku biarin, tp kalo penjelasanku bs nambah nile plus biar lulus, jd aku mau protes yg ini jugak. :D
aku ga bilang bibir'mu' di sini mencium lho. 'mendarati pelupuk' / 'mata mata' (jamak) 'yang menatap ruap'
kalo bibir mencium pelupuk, emg bisa 2 2nya dicium sekaligus? tmbh lg, logikanya kalo dicium matanya merem donk, mana bs menatap? sampe ruap lagi.
di sini kan disebutkan 'aku lirik' malu2 kepiting nyimpan perasaan yg menggelitik itu sampe kebayang2 tu bibir di pelupuk. *ngeles mode on*
.
keempat
ga bisa menghayati krn peristiwa2 entuh T.T *nangis di lantai*
itu salah yg nantang ap yg buat? *guling2, ngepel lantai pake air mata*
susah bgt tantangan rima, jmlh baris, n ga bole prosa liris ntuh. mana sempet wb pulak. disambung2in lah feelnya *maksa*
.
dengan ini, mohon pertimbangkan kelulusanku. *sungkem*
terima kasih byk.

ini kata 2 orang penyair yang aku tahu ya.. Man Atek (Penulis Puisi itu sama dengan penerawang masa depan), dan TSP (Menulis puisi itu sama dengan belajar ilmu kanuragan)
.
*belum kebayang?? saya juga sih saat itu. mungkin akhirnya saat-saat ini saya baru berani menafsirkan.
.
menulis puisi tidak sekedar menulis kejadian yang saat ini hangat dibicarakan, tapi bagaimana mengabadikan peristiwa itu jadi hal yang masih bisa dibicarakan hingga di masa depan.
.
contoh : puisi-puisi orang exile atau buangan, sampai kapanpun orang baca meski tidak dicantumkan tahun atau nama penulis, orang akan tahu periodisasi puisi tersebut karena ruh puisi tersebut "kuat" dengan periodisasi saat puisi tersebut ditulis. tanpa perlu pengarang menjelaskan seperti punyamu cnt... jadi mungkin saran saya, dirimu kurang kuat memilih peristiwa, dan menggambarkan peristiwa kurang "kena"

ini contoh puisi saya "dulu" : http://id.kemudian.com/node/211185
.

hmm..
begitu ya.. *maenan jari*
>.<
brati ga bisa protes nih. T.T
yasudlah, ke TKP..
makasi pembelajarannya. :)