Melanglang Awan

Hujan berhenti melirik kedalam hatiku.

Sebuah pikiran yang terbesit berlangkah lalu, menapak tiap lantai.

Menyeret hati diatas aspal jalanan yang menguap

Terlingkar kenangan dalam otak, menyiratkan pandanganku akan dunia, nasib, dan kefanaan

 

Aku berjalan dalam keheningan.

Melirik bambu yang terpegang angan

Merubah haluan duduk kalbuku.

 

Nada-nada berderik syahdu, membawa sesunyi malam ke pelukan rembulan.

Oh, nona. Tak bisakah melirik sengsara rindu dalam?

Sesuka buana berawan berlompat bernyanyi.

Tanpa sadar kulangkahi pelangi.

 

Malam ini, kupeluk Galaksi.

 

Biar yang kunanti tak pernah mati.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer d757439
d757439 at Melanglang Awan (9 years 36 weeks ago)
90

kereennn... ngena haru

Writer yayagyp
yayagyp at Melanglang Awan (10 years 25 weeks ago)
80

Percayai cinta sebelum dia berubah menjadi belati yang menyayat.
Bagus, mampu membuatku terpekur sesaat pada laluku.

Writer Shinichi
Shinichi at Melanglang Awan (10 years 25 weeks ago)
70

masiy ada kelalaian pada penulisan "ke" dan "di", hiro :p
kip nulis
ahak hak hak

Writer hirokakkuen
hirokakkuen at Melanglang Awan (10 years 25 weeks ago)

seperti biasa bang Shin, banyak kesalahan :D sepertinya saya semakin lemah.

Writer dewi linggasari
dewi linggasari at Melanglang Awan (10 years 25 weeks ago)
100

The nice one....

Writer Kaca Mataku
Kaca Mataku at Melanglang Awan (10 years 25 weeks ago)
80

:) lam kenal..
"Oh, nona. Tak bisakah melirik sengsara rindu dalam?" haha, trying harder lah mas bro..mungkin belum maksimal..

Writer hirokakkuen
hirokakkuen at Melanglang Awan (10 years 25 weeks ago)

ah, mungkin saya nggak berbakat juga :D