Angin Pada Pohon

Aku adalah ranting yang terbakar menjadi abumenjadi angindi suatu ketika membawa penat rindupada pohon kitaAdakah pucukpucuk berganti warnadan dahan sekokoh pokok dengan akar mencakar?

Telah kususut bahu gunung dan memeluk laut di pesisirpesisirnya ingatan lama memecah jua
hembusku terkapar
mencari wadah menguapkan lelah....

Pada pohon kita, aku hanya lewat
dengan rindu masih tergenggam erat....

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Ferrischya
Ferrischya at Angin Pada Pohon (9 years 16 weeks ago)
90

berarti kesalahan posting, Mbak :)
tapi puisinya bagus lho
hehehe
:)

Writer Ive
Ive at Angin Pada Pohon (9 years 36 weeks ago)

entah kenapa, meski sudah di edit berkalikali, penempatan barisnya selalu tak sesuai keinginan :(

Writer jec.tian
jec.tian at Angin Pada Pohon (9 years 38 weeks ago)
70

bagus dan saya suka.=)

Writer pecundang jalanan
pecundang jalanan at Angin Pada Pohon (9 years 38 weeks ago)
90

metaphor yang sangat tepat penempatanya,,,
"ranting yang terbakar menjadi abu' menjadi angin''you've gone for staying here at the 'pohon'.
selamat merajut rindu, suatu saat semuanya akan kembali pada posisi terbaiknya...
he...he..
salam..

Writer ahmad amril
ahmad amril at Angin Pada Pohon (9 years 39 weeks ago)

saya suka puisinya :)

Writer diningtias
diningtias at Angin Pada Pohon (9 years 39 weeks ago)
70

suka deh :D

Writer dewi linggasari
dewi linggasari at Angin Pada Pohon (9 years 40 weeks ago)
100

Pokoknya manis deh. Terus nulis yo....

Writer yayagyp
yayagyp at Angin Pada Pohon (9 years 40 weeks ago)
80

Seperti ada beberapa penggalan kata&tanda titik (.) yg agak janggal ketika dibaca, apakah memang sengaja dibuat begitu?
Keseluruhan, saya tersihir suasananya, seperti saya juga mendapati lewat begitu saja dengan rindu yang masih bulat.
Saya suka.
Salam kenalku!