Proyek Eksperimen -Hari yang Kekucing-kucingan

 

 

 

 

 

Suatu sabtu sore, aku berubah menjadi kucing. Boleh percaya boleh tidak, tapi ini benar terjadi adanya. Awalnya aku sendiri bahkan tidak percaya bahwa aku berubah jadi kucing. Kejadian ini bermula aku sedang berada di kosku ketika pacarku datang. Aku tentu saja tidak melayaninya karena aku masih ada artikel yang harus diselesaikan, temanku yang editor sudah mengejar-ngejar diriku.

Bisa saja dia tersinggung sudah aku kacangin, tapi toh dia memang sudah terbiasa kukacangin. Malahan dia asyik sendiri mainan Black berry miliknya dan baca-baca novel serta majalah yang kupunya sambil terus menyanyikan nyan-nyan-nyan. Kadang aku mengira dia menganggapku semacam perpustakaan gratis daripada pacar. Jadi aku terus mengetik dan mengetik.

Akhirnya setelah berapa jam kuanggap kucing tetangga yang sedang main, dia merasa kesal juga. Dengan iseng dia memakaikan semacam bando. Bando itu berwarna pink dengan aksesoris kuping telinga kucing. Menurutku lucu, karena itu aku memungutnya saat menemukannya di jalan. Memungut sesuatu benda aneh dari jalan merupakan salah satu sifat burukku.

Jadi singkatnya dia memakaikan benda itu ke kepalaku, salahku juga menaruh benda aneh yang kupungut di jalan di dekat dirinya. Seharusnya kusimpan di lemari karema dia itu anaknya iseng sekali.

“Kucing!!” katanya.

“Hei-hei, aku lagi kerja. Jangan ganggu dong.” pintaku “Aduh, mengganggu saja kamu di sini.”

Aku kembali meletakkan tanganku ke depan keyboard laptopku dan segera aku menyadari aku semakin susah memencet huruf-hurufnya. Aku tidak menemukan jari-jari panjang dan gesit seperti biasa. Jari-jariku berubah menjadi gumpalan penuh bulu. Aku memandang tanganku dengan terkejut. Kontan, aku berbalik mengamati wajah pacarku yang sekarang sudah menjadi sangat besar.

“A.. Ada apa ini...!!”

Sambil mendongak ke atas terlihat tangannya menjangkauku, aku terlalu terkejut untuk bergerak. Kedua tangan kasar itu mengangkatku dan mengangkatnya ke tubuhnya. Dia memelukku, suatu hal yang jarang dia lakukan ketika aku menjadi manusia. Otomatis aku menolak dan mencakarnya, aku khawatir akan mati mengingat tubuhku mengecil.

“Imoetnya, kuciiiiiing” Suaranya bergema dalam nada tinggi.

“Hentikan.. hentikan.. Walau dalamnya kucing aku masih manusia.” kataku tapi yang keluar dari mulutku malah “Nyaww”.

“Uwaaaah, Unyu banget.”

Stooop, jeritku. Bau parfum miliknya membuatku sesak nafas. Dia memang sering pakai parfum asal-asalan. Tidak terlalu menggangguku sebenarnya, tapi masalahnya penciuman kucing sangat tajam, kepalaku langsung pening.

Lekas kucakar dan lari dari genggamannya. Aku mendesis, di sudut ruangan. Sebenarnya aku mau ngomel macam-macam namun kedengarannya hanya seperti desisan dan bulu kudukku yang meremang.

“Hon, kayaknya kamu jadi kucing deh.”

Jadi Kucing. Apa maksudmu? Aku ingin menjerit. Namun demikian itu malah ditanggapi dengan pacarku itu mengambil handphone dan memotretku berkali-kali.

Aku berlari ke lappi milikku. Kemudian dengan telapak tanganku menekan tuts-tuts pada lappie. Aku menulis :

-Hei, apa yang terjadi ini bukan main-main.-

“Hon, coba pegang mousnya.” katanya tiba-tiba, otomatis aku menekannya. Kemudian dia malah dengan girang nyaris meneteskan air liur, kembali memotret diriku dengan kamera ponselnya.

“Kucingnya menangkap tikus.”

Tentu saja kucakar dirinya secara harfiah. Dia akhirnya mundur. Aku duduk sambil marah. Aku berbicara padanya dengan menggunakan gadget komputer.

“Kejam banget sih Hon.”

“Nya-nya-nyaw miaw” – Salahmu sendiri kenapa begitu. Ini masalah serius.

“Iya deh. Sekarang bagaimana?”

“Nyaw nyaw Nyaaaw” - Mana aku tahu, jangan-jangan penyebab semua ini adalah bando itu.

“Kupikir benar nih Hon. Aku tahu, seperti novel Sherlock Holmes kita akan menyelidiki dari mana asal bando ini. Kita selidiki siapa pembuatnya?”

“Nyaw mya Nyaaaw” - Ide yang bagus. Tapi bagaimana cara menyelidikinya.

“Biar aku Analisis dari keberadaan bando ini. Dilihat dari kainnya, hmm. Lalu bentuknya. Hmm. Menurut Analisis intuisiku, aku tahu dimana kau bisa beli bando ini. Ternyata di sebuah toko di Mall.”

“Nyaaaaw?” - Kok kau tahu?

“Ya, aku tahu karena ada sebuah petunjuk. Di sisi dalamnya ada alamat pembuatnya.”

“Nyaw!” - Cape Deee!

“Kita bisa pergi nanti malam. Untuk sementara kita lanjutkan urusan poto-poto. Ayolah Hon. Tidak setiap hari seseorang jadi kucing. Cheeese.”

“Nyawww”

 

 

“Jadi ini tokonya, biasa aja tuh.” Kata pacarku yang membuatku kesal setengah mati karena dia membutuhkan waktu untuk dandan berjam-jam sementara pacarnya berubah jadi kucing.

Belum lagi dia memamerkanku kepada orang-orang ketika kami berjalan di Mall. Seakan-akan aku ini binatang sirkus saja. Tapi memang sih, aku bakal jadi sukses kalau menekuni jalan hewan sirkus. Tapi tidak, aku harus fokus untuk menjadi manusia.

Kami tiba di toko itu tidak lama kemudian. Sebuah toko aksesoris berwarna Pink tua penuh dengan berbagai macam aksesoris untuk cewek. Ketika kami masuk ke dalam, kami langsung disambut oleh seorang wanita cantik. Entah berapa umurnya, namun aku merasa dia lebih muda dari umur sebenarnya. Dia memakai pakaian hitam yang sedikit ketat membuat lekuk tubuhnya yang bagaikan model asing. Wajahnya manis dengan tahi lalat manis bertengger di sudut lekuk pipinya.

Sebaliknya wajah pacarku meliuk tidak karuan melihat diriku. Dia mengeluarkanku dari kandang nyaris mencekiku.

“Ada masalah mbak?” Kata penjaga toko. Dia tersenyum sangat memabukkan.

Pacarku mengangkat wajahnya “Woi, pacar gua berubah jadi Meong nih! Tanggung jawab. Kamu tahu undang-undang perlindungan konsumen hah!”

“Ah, begitu. Mohon maaf, biar kami atasi. Kucing ini biar kubawa masuk ke dalam.” Katanya “lebih baik saudari pulang saja, semua di sini bisa kami atasi.”

“Heeeeh!! Aku ikut.”

Perempuan penjaga toko itu menggerak-gerakkan tangannya ke wajah pacarku. “Semuanya terkendali.”

Tiba-tiba pacarku itu menurut. Seperti terhipnotis atau entah apa. Padahal seharusnya dia tidak menyerah semudah itu. Aku ingin berteriak, namun demikian paling yang terdengar hanya suara miaw-miaw. Perlahan aku membaui sesuatu bau harum yang unik yang membuatku tenang. Perempuan penjaga itu menggoyang-goyangkan suatu bandul seperti teh celup. Perlahan kesadaranku menghilang.

 

*

 

Ketika aku bangun dari tidurku, yang pertama aku lihat adalah kandang-kandang kucing yang berjejer-jejer. Di dalamnya berisi puluhan kucing yang mengeong-ngeong. Semuanya berdempet dalam ruangan berwarna gelap seperti ruang penyihir. Di tengah ruangan ada kuali raksasa yang air di dalamnya meluap-luap.

Kugerakkan tangan dan kaki kucingku, namun tidak bisa. Ternyata aku telah direbahkan di sebuah dipan, tangan dan kakiku telah diikat. Sang perempuan penjaga toko muncul dari pintu segera mengaduk kuali raksasa.

“Akhirnya selesai juga. Sekarang aku mendapatkan sembilan puluh sembilan kucing untuk dikorbankan dan membuat ramuan awet muda.” dia tertawa terbahak-bahak “Kalian akan dikorbankan untuk menjadi tumbal bagi ramuan awet muda milikku.”

“Mungkin kalian bertanya kenapa aku mengambil manusia yang menjadi kucing! Lebih tepatnya laki-laki. Aku membenci laki-laki sialan seperti kalian. Kalian lebih baik mati saja dan membusuk di tanah. Lagipula gabungan antara jantung lelaki dan kucing akan membuat ramuannya tidak hanya membuatku awet muda namun juga meningkatkan kekuatan sihirku.”

“Kau yang pertama” dia mengacungkan pisau dapur kepada diriku “Kau kelihatannya sedap!”

“Miaaaw” - Toloooong!

“Tunggu,” Sesosok wanita berguling masuk ke dalam ruangan. Kemudian dia mendarat berdiri.

Gadis yang baru saja masuk itu pacarku. Kupikir dia sudah dihipnotis, oleh penjaga toko.

“Kau bukankah sudah kuhipnotis!” kata wanita penjaga toko.

“Hal seperti itu tidak akan mengalahkanku dasar MALING COWOK!”

Meong – Kamu ngomong apa sih.

“DIAM KAMU PLAYBOY!”

Meong – Sepertinya kau salah paham deh.

“Kembalikan kucingku, maksudku pacarku!”

Miaw – Kamu anggep aku pacar apa kucing sih?

Dia segera melompat ke penjaga toko yang juga seorang penyihir. Sejenak mereka bergumul dilantai saling menjambak dan berputar putar. Dengan kata lain 'cat fight' yang mana kalau dipikir-pikir sedikit ironis. Sayang, walaupun pacarku punya masa lalu yang buruk sebagai pemimpin geng cewek, tapi perempuan penyihir itu lebih unggul.

Sementara perhatian sang penyihir teralihkan, aku berusaha melepas diriku. Agak susah, aku berusaha menggigit tali yang mengikat tanganku. Agak lama namun berhasil. Melepas yang lain sedikit lebih mudah karena aku juga menggunakan cakarku. Sementara itu, secepat yang seekor kucing bisa lakukan aku membebaskan kucing-kucing lain dari kandangnya.

“Ahhh, apa ini.” Sang penyihir menjerit karena kucing-kucing yang kulepaskan mulai menyerang dirinya. Pacarku segera mengambilku dan kami berlari keluar dari toko aksesoris yang berantakan itu. Aku tidak tahu kabar dari penyihir perempuan itu.

 

-

 

Untung saja sihir itu tidak permanen, aku segera berubah dalam waktu duapuluh empat jam. Pekerjaanku kacau dan tentu saja dapat omelan. Pacarku menghabiskan banyak waktu di Facebook mengupload foto foto diriku yang berujud kucing. Yang tersisa dari kejadian itu adalah bando sihir. Yang sekarang dipegang pacarku karena sekali lagi dia kuacuhkan.

“Hei, jangan, sudah kubilang jangan main-main! Lho, kok tidak berubah!”

Sepertinya efek dari bando itu sudah mulai hilang, alih-alih berubah jadi kucing hanya muncul ekor kucing di pantatku. Karena marah kerebut bando itu dan kupakaikan kepadanya.

“Haaaah Honeeeey kenapa dengan telingaku!!” Jeritnya.

“Hahaha... sekarang satu-satu!”

 

 

Read previous post:  
Read next post:  
Punya ide tentang lanjutan karya ini ? Saat ini belum ada yang menulis lanjutannya. Ayo lanjutkan karyanya.
100

pembukanya itu ngingetin sama kafka, cuman di metamorfosis jadinya kecoa dan enggak sengomedi ini. terus bagian kucing2 mau dikorbankan itu juga ngingetin sama kafka, tapi kali ini punyanya murakami dan bukan penyihir gitu sih, hanya psikopat yang suka bunuhin kucing2 (?). dari judul sampai isi menyenangkan. saya suka cerita pacar2an yang ga ada romantis2nya begini hahaha. asik.

80

Aneh. Eeerr... unik, mungkin :)
.
Direkomendasikan oleh salah seorang redaksi untuk masuk Aksarayana edisi perdana.

EHHHHH! Hountou! Yah aku sadar tulisan ini aneh. Aku lebih menyarankan tulisanku yang judulnya Sang Necromancer, itu lebih berupa fantasy classic. Ini terlalu pop nggak genah. Well

EHHHHH! Hountou! Yah aku sadar tulisan ini aneh. Aku lebih menyarankan tulisanku yang judulnya Sang Necromancer, itu lebih berupa fantasy classic. Ini terlalu pop nggak genah. Well

70

Wow, itu ceweknya gaje banget.

penulisnya jg gaje

90

Nyaaaw saya suka banget.

Ceweknya santai dan dapat diandalkan walo nyeleneh.

Hanya saja setelah dia ngetik di komputer. Kok nyaw nyaw (bahasa kucingnya) bisa langsung tertranslate dan dimengerti si cewek.

Lainnya sudah keren n lucuuuuu.

Sukaaaa.
Thumb up.

Suka komediiii. Santai n bikin ‎​(✽ˆ⌣ˆ✽).

Maksudnya bicara sambil ngetik.

Thank you

90

Bwahahaha ceweknya geje. XD
Um... btw emangnya cowok segampang itu mencakar pacarnya ya? Kok kesannya gak gentle sih. =3=
Eh, kucing tangannya perlu diiket? O.o

Habis pacarnya geje sih.
.
Nggak juga..

100

Lucu XDDD
kelakuan cewenya itu...

Yah emang agak gimana gitu

90

sabar yah sebelom komen...

ROLLING ON THE FLOOR LAUGHING MY A** OFF

*bangun, kedapur ambil minuman, ketawa sambil muncratin minuman dari mulut dan hidung. menenangkan diri dan mulai menulis komen di netbook.

fiuuh,

sebuah cerita yang bisa menaruh senyuman (kata halusnya) di sepanjang cerita. tapi jadi penasaran berapa sih umurnya si heroine.

lebih tepatnya umur mentalnya heheheh.....

good story nevertheless

umur heroine tergantung keadaan.

90

"DIAM KAU PLAYBOY!" > uwahahahahahahaaa~ XD XD XD

Ikut ketawa

90

lucu, haha

100

yang jadi pertanyaan q....
kenapa pas 'cat fight' si penyihir gak gunain sihirnya???
hehehehe
kan si cewek itu bisa dkalahin dgn mudah
hehehe

Nggak sempat

Sungguh jawaban yang hebat! Masuk akal.
*acung jempol*

100

cuman agak bingung,,kan timelimitnya 24 jam,,nah kucing2 yang 98 kucing lain yang ditangkap itu apa dalam satu hari..?? kan kalo lebih dari 24 jam, ga mungkin dikandangin...nyaaw...
nyahahaha..tapi saia jadi naksir ma ceweknya, nyaaw..

Sebenarnya lebih dari 24 jam, 24 jam itu kan setelah penyihir perempuan dikalahkan. Efek sihirnya juga melemah karena penyihir yang membuatnya melemah. Lagipula bando sihir itu semakin kuat ketika berada di dekat penyihir.

100

Hahah... Kelakuan ceweknya ancur, norak tapi lucu... XD
.
Ini cerita yang nyantai dan keren, Om... ^^

Hehehe

100

Tokoh utama cowok sama ceweknya kayak bukan pacaran tapi ada bagian pacarnya juga. Pengen punya kucing yang lagi ngetik juga deh. :D

Begitu ya. Tnaks.

90

Suka sekali karakter ceweknya deh... XD

Thanks

100

nyhahahaha.......

cool story ^_^

cooool :D

80

Oh ternyata semua member menulis dengan satu tema... tetapi yang ini gayanya ringan, lucu pula. Hanya mungkin ada kalimat yang entah kenapa bagi saya kog kurang lazim ya? Terutama yang pakai kata "kacangin" itu, hehehe.

But nice, salam kenal ya. :)

kebiasaan buruk kali.

100

Fave moments:
.
1. Ketika kucing menangkap tetikus.
.
2. Ketika sesosok wanita berguling dan mendarat.
.
3. Ending.

Thank

70

Hm, komedi lagi, ya, hahaha :D. Gaya Bang Neko, nyantai. Di saat yang lain buat horor atau tragedi....
.

Speciality

80

wah., kocak2..,

Aq suka., terutama kalimat:  “Kucingnya menangkap tikus.”

 

Ceweknya nyante banget, ya?

Ahaha.., bagus., (judulnya juga.)

Terimakasih

90

Ini beneran apa enggak sih?
aku malah jadi kebawa ceritanya,
bener - bener kocak dah... ^_^

Tentu saja benar-benar bohong