[KUIS KUPUKUPU] : I Luv U too...

"Minie...," teriak seorang pemuda memanggil gadis berparas -akh aku tak sanggup mengatakannya.

"Dadun...," gadis itu berbalik memanggil sang pemuda yang wajahnya -akh akupun tak sanggup menggambarkannya.

Mereka berdua berlari-lari dan menari di taman bunga melati yang dipenuhi kupu-kupu. Rambut Minie berkibar-kibar di tiup badai, exotis.
Terdengar alunan lagu india 'Kuch Kuch Hota Hai'
nan merdu yang entah darimana datangnya. Minie meliuk-liuk syahdu mengikuti ketukan tiap-tiap nada. Wow! Persis sinden karawitan.

"Minie, aku mau bilang sesuatu deh ke kamu," ucap Dadun gerogi.

"Apa?" pipi Minie yang gempil bersemu abuh, persis habis disengat tawon.

"Aku cinta kamu..," akhirnya Dadun mengungkapkan perasaannya selama ini.

"Aaa.aaa..aaa..," suara nada tersapu angin. Sementara Minie terdiam kelu, tak mampu mengucapkan rasa yang sama pada Dadun. Sungguh ia teramat sangat bahagia.

Rintik hujan perlahan turun saat keduanya beradu pandang, saling bergenggaman tangan. Gerimis mengundang. Lalu menciptakan cipratan-cipratan syahdu tatkala sepasang sejoli ini larut dalam sebuah tarian.

"Gedubraaagg!!"
Bunyi persis sekarung beras jatuh dari langit.

"Auwwww..," Minie berteriak kesakitan. Tubuhnya terlontar dari tempat tidur.

"Ternyata hanya mimpi," gumam Minie sedikit kecewa.

Diraih kacamata minus kesayangannya. Dilirik jam dinding. Enam lewat lima pagi.

"Tidaaaakk," Minie lebih histeris. Ia tak ingin terlambat ujian Fisika pagi ini.

***

"Aku suka kamu, Dadun," ucap sebuah suara dari sudut kantin.

Spontan Minie tersedak pentol bakso tenis yang baru saja ditelannya.
Ia kesulitan bernafas. Untung saja akhirnya pentol bakso itu bisa tertelan bulat-bulat masuk ke dalam lambungnya.

Diliriknya si Kupu-kupu yang berada di dekat dadun. Ya, begitulah Minie menyebut siswi kelas dua yang sejak ospek hingga sekarang selalu memakai aksesoris kupu-kupu. Mulai dari anting kupu-kupu, kalung kupu-kupu, jepit rambut kupu-kupu hingga tas motif kupu-kupu. Butterfly effect kurasa.

Jujur Minie merasakan dadanya sesak tiap kali mendengar para gadis mengungkapkan cintanya pada Dadun. Kadang ia merasa punya penyakit radang paru-paru atau mungkin penyakit jantung. Entah ini sudah keberapa kalinya Minie mendapati para gadis yang menyatakan cintanya pada Dadun, yang jelas hatinya benar-benar sakit.

Dadun, sahabat sedari kecilnya itu memang tergolong populer sejak mereka SMP dan memiliki tampang yang bisa dibilang di atas rata-rata. Tak salah jika ia banyak digandrungi siswi lain. Sedangkan Minie, ia selalu merasa minder ketika memandang dirinya di depan cermin. Ia memiliki berat tubuh di atas rata-rata, terkadang cermin kamarnya tak mampu menampung hasil refleksi tubuhnya. Namun hal itu tak menghalangi persahabatan di antara Minie dan Dadun hingga kini.

"Gimana Dun, kamu suka nggak sama aku?" rengek si Kupu-kupu manja.

Belum sempat Dadun menjawab, Minie muncul di depannya.

"Hai Dun, malam ini kita nonton layar tancep yuk,"

"Eh Minie, Eee..ee..gimana ya?" Dadun shock mendapati sahabatnya itu ikut nimbrung tiba-tiba.

"Oh kamu mau bilang nggak bisa!" ucap Minie.

Dadun ingin mengangguk, tapi ketika ditatapnya mata Minie lehernya serasa kaku. Dapat dirasakannya ancaman yang membara di mata Minie. Persis mata elang tersulut kembang api. Dadun tahu betul arti tatapan itu. Arti tatapan yang dikenalnya sejak dulu. Tatapan yang sama saat dadun ketahuan menyembunyikan kodok di tas Minie sewaktu SD, atau tatapan saat Dadun mencontek kertas ujian Logaritma Minie saat SMP, atau tatapan lain selama perjalanan hidup keduanya yang selalu bersama sejak kecil.

"Oke.oke..," mau tak mau Dadun menyetujuinya.

"Siipp deh. Bye Dun, ku tunggu jam tujuh malam di depan rumah ya..," ujar Minie kegirangan lalu beranjak pergi. Masih sempat diliriknya wajah si Kupu-kupu yang nampak sebal. Minie menoleh, lalu melemparkan senyum kemenangannya pada Kupu-kupu hingga....

"Duuugggh..braakk,"
Minie menghantam tembok dan jatuh terkapar lalu pingsan.

***

"Minie...,"

"Minie.. kamu nggak apa-apa?"

Minie mendapati suara yang sangat ia kenal begitu ia tersadar. Dikerjap-kerjapkan matanya.
"Eh dadun, ngapain kamu disini? Ini dimana?" ucap Minie agak linglung.

"Jangan bilang kamu amnesia ya, ini di klinik sekolah" ucap Dadun lalu menjitak kepala Minie yang benjol.

"Auw..auw.. sakit Dadun oon," ucap Minie.

"Biar oon gini tapi kamu suka kan?" Dadun keceplosan.

"Uuppss..," dadun memonyongkan bibirnya.

Keduanya terdiam tak bersuara. Tiba-tiba ruangan sunyi. Hening, hingga alunan lagu Kuch-kuch Hota Hai memecah kesunyian. Namun kali ini jelas asalnya. Nada dering hape Dadun. Dibacanya layar yang berkedip. Di tekannya tombol merah. Reject.

"Siapa? Kupu-kupu?" tanya Minie penasaran. Dadun mengangguk.

"Kenapa nggak diangkat?" tanya Minie lagi.

"Kan kita udah janjian mau nonton layar tancep," ucap Dadun tersenyum.

Minie balik tersenyum lebar.

"Dun, I Luv U..," Minie mengungkapkan rasa yang selama ini dipendamnya selama bertahun-tahun yang tak tahu kapan awalnya.

Dadun terdiam membisu. Ruangan kembali sunyi. Tak ada kata yang terucap lagi. Minie menunduk malu. Ia berdiri dari tempatnya berbaring, hendak beranjak pergi. Dibukanya pintu klinik tepat ketika tangan Dadun tiba-tiba menggenggam tangannya.

"I Luv U too...," ucap Dadun kemudian.

Minie menatap mata Dadun dalam. Pipi mereka merah merona.

End.

Read previous post:  
30
points
(8 words) posted by dadun 10 years 1 week ago
60
Tags: Cerita | Cerita Pendek | lain - lain | bl09on | dadun | KUIS KUPUKUPU
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer sunil
sunil at [KUIS KUPUKUPU] : I Luv U too... (9 years 51 weeks ago)

^_^ ntar d kalo udah selesai semua commentnya kita ngomong secara personil, 4 mata aja. *Bawa banyak wasabi di kantong*

Writer ianz_doank
ianz_doank at [KUIS KUPUKUPU] : I Luv U too... (9 years 50 weeks ago)

ayo mbak sunil, skg kita udah 4 mata..
><

Writer sunil
sunil at [KUIS KUPUKUPU] : I Luv U too... (9 years 50 weeks ago)

Ntar ya, aku shalat dulu. Capek baru pulang. Aku juga mau makan dulu, mau bobok dulu. Mau Nyiapin buat sahur dulu. :D *Menanti Ianz marah*

Writer ianz_doank
ianz_doank at [KUIS KUPUKUPU] : I Luv U too... (9 years 50 weeks ago)

*tujuh taun kmudian*
masih bengong2 nunggu cabenya mbak sunil yg tak kunjung tiba..

Writer sunil
sunil at [KUIS KUPUKUPU] : I Luv U too... (9 years 50 weeks ago)

Hai ianz, soorry kemarin bener2 banyak kerjaan.
^_^ Kembali ke comment ku yang tertunda.
Pertama: Aku sendiri sebenernya malu ngebaca tulisanmu ini. Kesannya kamu terlalu lugu banget mengungkapkan apa yang ada di kepalamu. Seolah-olah ngga pake filter lagi mau ngungkapin apa yang mau kamu ungkapin. *Ga masalah sih kalo kamu ngerasa nyaman seperti itu*

Kedua: Bahasa yang kamu pilih masih aja umplek-umplekan. Maksudnya yang bukan temennya disatuin sama yang bukan temennya. *Aku ngga tau apa memang ini trik dalam membuat cerita komedi, sehingganya pada kenyataannya kalo digabungin malah memberi sensasi di kotak ketawa kita, aku juga ngga tau. :P ngga pernah begitu meratiin soalnya*

Ketiga: Cerita ini memang tipecal naskah komedi banget. :D Aku kaya' nonton sketsa, klik, dsb yang menampilkan melodrama pendek-pendek yang lucu. NNNN, aku ketawa bacanya.

:( Aku iri sama kamu Ianz. Padahal aku sama lfour lagi bikin proyek bersama buat cerita mahoo yang komedi. tapi kita berdua sama-sama ngga tau caranya ngelawak. Aku ga tau d gimana jadinya begitu ceritanya di posting ke kecom.
>_< pokoknya berusaha dulu. *Masih dalam pengerjaan ceritanya*