HIDUP ADALAH PERJALANAN

Hidup Adalah Sebuah Perjalanan…
Perbincangan saya dengan Marcus singkat saja. Kurang dari 10 menit saya rasa. Saya baru saja turun dari bus transjakarta dan hendak melanjutkan ke arah Pinang Ranti. Saya melihat dia berbicara dengan bahasa isyarat dengan seorang bapak-bapak di halte busway di Cawang. Saya bertanya apakah dia bisa berbahasa Inggris. Ternyata bisa. Di tangannya dia memegang secarik kertas bertuliskan Kp. Rambutan dan Sukabumi. Ooo…rupanya ia menuju Sukabumi dan diarahkan ke terminal Kp.Rambutan.

Saya menerjemahkan apa yang bapak-bapak ini coba sampaikan dan memastikan bahwa Marcus tahu betul arah yang ia tuju. Setelah ia mengerti kami berbincang sejenak. Dari perbincangan itu saya mengetahui bahwa ia berasal dari Swiss, berusia 43 tahun, telah berkeliling Pulau Jawa, Indonesia, Asia dan Amerika Utara selama 7 bulan terakhir dan yang pasti dia adalah seorang backpacker. Wow…!!! Setelah membaca cerita-cerita tentang backpacker dalam Edensor, Supernova: Petir, dan Jilbab Traveller, saya menemui sendiri seorang backpacker tepat dihadapan saya.

Marcus berkata kepada saya bahwa ia sudah bekerja belasan jam selama bertahun-tahun. Dan kini dia sedang liburan. Rencana perjalanannya masih 4 bulan lagi kedepan. Ha!!!! WOW!! Saya tak bisa bayangkan bagaimana dia melakukannya. Seberapa banyak yang ia hasilkan selama bekerja, apa yang ia kerjakan dulu, berapa yang dia habiskan dalam perjalannya kali ini? Clueless.

Saya bertanya pada diri saya akankah saya bisa melakukannya suatu saat nanti? Membebaskan diri dari rutinitas selama setahun penuh dengan menikmati kehidupan lokal di situs-situs budaya? Rasanya jauh panggang dari api. Selama ini saya membanting tulang memeras keringat untuk memenuhi kebutuhan hidup dan itu masih saja belum menutupi semua biaya pengeluaran saya. Menyedihkan.

Saya teringat dengan peribahasa yang sering kali ibu saya ucapkan: “Urip kuwi sawang sinawang”. Bahwa hidup itu saling memandang. Sering kali kita memandang hidup orang jauh lebih baik dari hidup kita, dan padahal orang juga berpikir sebaliknya. Ingin menjalani hidup yang orang lain jalani, kurang lebih seperti itu.

Lalu saya sadari bahwa hidup ini seperti sinema. Seperti yang Dee tulis dalam Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh “Semua perjalanan adalah sinema. Bahkan lebih mengerikan, Putri. Darah adalah darah, dan tangis adalah tangis. Tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung sakitmu” (page 108). Tak ada yang bisa lari dari perjalanan hidup ini, pahit manisnya dan apapun warnanya.

Perjalanan hidup saya berlanjut lagi ketika tiba bus transjakarta yang menuju Kp. Rambutan membawa Marcus pergi. “Have a nice trip!” ucap saya padanya. Selamat tinggal Marcus, dan biarkan saya menjalani hidup saya saat ini (dengan tetap bermimpi untuk bisa backpacking setahun penuh seperti Marcus…hehe…).

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Dark__Moon
Dark__Moon at HIDUP ADALAH PERJALANAN (9 years 38 weeks ago)
60

datar, belum ada yang menarik dan bahasa terlalu baku untuk ukuran POV1

Writer ukhti_fighter
ukhti_fighter at HIDUP ADALAH PERJALANAN (9 years 21 weeks ago)

thanks dark_moon. Sebenernya cerita ini sudah sy post di FB. Memang bukan cerita untuk kemudian.com. Tapi karena rindu sama akun saya di sini jadi saya re-post disini. Maaf kalau tidak berkenan.

Writer Tikacaraca
Tikacaraca at HIDUP ADALAH PERJALANAN (9 years 38 weeks ago)
80

maaf,tapi ceritanya datar bangetdan kurang menarik dibagian akhir,awalnya rame kok