Malin Kundang

Telah dipentaskan di acara perpisahan SD dengan beberapa penambahan. Skenario dibuat untuk 20 menit.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

MALIN KUNDANG

Pemain:

  1. Malin Kundang
  2. Bunda Malin
  3. Istri Malin
  4. Anak Buah 1 – Upin
  5. Anak Buah 2 – Ninja
  6. Anak Buah 3 – Terminator

 

 

BABAK I

Narasi

Tersebutlah seorang janda yang memiliki anak yang bernama MALIN KUNDANG. Hari ini Malin menunggu pengumuman kelulusan dari SD …

 

Bunda Malin

(masuk panggung, adegan berlangsung di dapur, lalu ibu Malin memarut kelapa) Hari ini, anakku Malin Kundang menanti pengumuman kelulusan. Semoga dia lulus. (Kepalanya menengadah ke atas)

 

Malin Kundang

(masuk panggung, memakai seragam SD) Bunda,… aku lulus. (Berlari ke arah bunda lalu mencium tangannya) Uh, … tangan bunda gurih.

 

Bunda Malin

Ya iyalah, Malin. Bunda kan abis pegang kelapa. Alhamdullilah, kamu akhirnya lulus juga Nak. Tapi Malin, Bunda tidak punya biaya untuk kamu melanjutkan sekolah lagi.

 

Malin Kundang

Tak apa Bunda. Malin bisa kerja ikut orang di Ambulu.

 

 

Bunda Malin

Baiklah, sekarang kamu makan dulu ya. (adegan makan, setelah itu turun panggung)

 

BABAK II

Narasi

Akhirnya Malin Kundang bekerja di sebuah toko di Ambulu. Tidak betah, akhirnya ia pindah ke Jember. Tidak puas, akhirnya ia pindah ke Surabaya; lalu ke Jakarta, Malaysia, Jepang, hingga ujung dunia. Tak terasa 20 tahun berlalu, dan Malin Kundang berhasil menjadi orang kaya. Dia berencana menjenguk ibunya. Dia membawa istrinya, dan ketiga anak buahnya yaitu Upin, Ninja dan Terminator. Mereka membawa Helikopter.

 

Istri Malin

Kanda, akhirnya kesampaian juga kita mengunjungi ibu kamu. (sambil bercermin. Upin dan Terminator duduk di depan. Terminator mengemudikan helicopter. Malin dan istri duduk di tengah. Ninja duduk di belakang)

 

Malin Kundang

Iya dinda.

 

Istri Malin

Kanda, ibu kamu pasti tukang gali sumur ya?

 

Malin Kundang

Kok kamu tahu, Dinda?

 

Istri Malin

Karena, hidung kamu dalemmm banget (sambil pencet hidung Malin)

 

Anak Buah Malin

(ketawa terbahak-bahak)

 

Malin Kundang

(membentak anak buahnya) Diam kalian!

 

Terminator

Yes, Sir!

 

Ninja

Haikkk

 

Upin

Betul betul betul

 

Malin Kundang

Ayah Dinda suka keluar malam ya?

 

Istri Malin

Kok tahu, Kanda?

 

Malin Kundang

Karena wajahmu bersinar seperti bulan purnama

 

 

Anak Buah Malin

Suit suittt…

 

Terminator

Sepertinya kita sudah sampai Mister Malin

 

Malin Kundang

Baik, segera mendarat

 

Terminator

Baik para penumpang! Kita mendarat!

(helicopter mendarat, benturan dengan tanah menyebabkan penumpang sedikit bergoyang. Bergoyang terus, mengikuti irama lagu Keong Racun. Mereka bergoyang terus sampai keluar panggung)

 

BABAK III

Narasi

Akhirnya setelah Malin kembali ke desanya, mencari ibunya

 

Ibu Malin

(masuk panggung. Jalannya bungkuk. Matanya rabun, meskipun sudah memakai kacamata. Mengambil tempat duduk. Lalu mengambil kain dan menyulam.) Malin…malin…Di mana kamu, Nak. Bunda kangennn… (membetulkan kacamata sebentar, lalu menyulam lagi)

 

(Terminator, Ninja, dan Upin masuk panggung)

Upin

Sudah lame kite ni, mencari rumah mak bos Malin.

 

Ninja

Haikkk, sangat repot ne.

 

Upin

Eh, tuh… ada mak mak.

 

Terminator

(mengambil telepon) Lapor, target telah ditemukan.

 

(Malin Kundang dan Istri Malin memasuki panggung)

 

Malin Kundang

(melangkah ke tengah panggung. Mengamati wanita tua tersebut.) Ini bukan bundaku. (menggelengkan kepala, lalu akan pergi)

 

Bunda Malin

(ketika mendengar suara Malin, ia menoleh. Matanya rabun, namun ia masih ingat suara anaknya. Lalu ia bangkit dari tempat duduk dan memanggil) Malin anakku? Kamu pulang Nak?

 

Malin Kundang

Aku tidak punya ibu seperti kamu. Ibuku cantik dan tidak bungkuk seperti kamu. (menghindar)

 

(Bunda Malin terus meraba-raba, namun Malin terus menghindar)

 

Bunda Malin

 

(keliru memegang Istri Malin, karena ia rabun, lalu mengutuk) Karena kamu durhaka, dan hatimu sekeras batu, semoga engkau menjadi batu.

 

(Lalu anak buah Malin memaksa Bunda Malin untuk melepas istri Malin. Akhirnya keduanya terjatuh.)

 

Malin Kundang

Mari kita pergi. (sambil menolong istrinya)

 

(Namun istri Malin tidak bias bergerak karena sudah berubah menjadi batu)

 

(Akhirnya Malin menangis dan meminta maaf kepada ibunya; dan mereka bersatu kembali)

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Shelly Fw
Shelly Fw at Malin Kundang (10 years 14 weeks ago)

Eh ada keong racun...apa kabar iwak peyek? Oh, lupakan *angkat empat jempol.

Writer laila
laila at Malin Kundang (10 years 42 weeks ago)
100

Salam mas KD Panda,

Wah...Malin Kundang versi modern rupanya ya...menarik Mas...
dan pasti pentasnya bsegitu seru..saya membayangkan
selamat terus berkarya,

Salam,

Writer januari
januari at Malin Kundang (10 years 42 weeks ago)
90

mantaaap... ada upin ninja dan terminatornya.
see you... prosa dan prosa.

Writer aimie keiko
aimie keiko at Malin Kundang (10 years 46 weeks ago)
100

terminator, upin, dan ninja.. segerrrr... pengen liat hasil pentasnya :) kirimiiiin...

Writer panglimaub
panglimaub at Malin Kundang (11 years 3 weeks ago)
100

Upin dan Terminator?

Ambulu?

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Malin Kundang (11 years 6 weeks ago)
100

dan mereka bersatu kembali
Jadi... si istri tetep membatu? Hum, soalnya saia nangkepnya tuh yang bersatu kembali itu Malin dan ibunya. Hum...
.
Apapun kejadian sebenarnya, ini seru.

Writer KD Panda
KD Panda at Malin Kundang (11 years 6 weeks ago)

istri tetap membatu.

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Malin Kundang (11 years 6 weeks ago)

Asik!

Writer Chie_chan
Chie_chan at Malin Kundang (11 years 6 weeks ago)
80

Ngakak dengan sukses, tapi endingnya kok... -_____-

Writer dansou
dansou at Malin Kundang (11 years 6 weeks ago)
100

Hmmmm....

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Malin Kundang (11 years 6 weeks ago)
70

lucu =))
tapi agak gk enak endingnya, terlalu buru2.. hha.. :DD

Writer KD Panda
KD Panda at Malin Kundang (11 years 6 weeks ago)

karena waktunya hanya 20 menit

Writer just_hammam
just_hammam at Malin Kundang (11 years 6 weeks ago)
80

asyik sekali dramanya... hehe

Writer Isyan
Isyan at Malin Kundang (11 years 6 weeks ago)
80

Haha.. Seru2

Writer aocchi
aocchi at Malin Kundang (11 years 6 weeks ago)
80

Malin Kundang versi OVJ *ngakak gegulingan* *plak*
anyway, yang ngomong "Betul betul betul" itu Ipin *plak