100 Kata : Dialog (lagi)

"Sudah siap?"

 

"... Ya."

 

"..."

 

"..."

 

"Maaf, ya?"

 

"Kenapa?"

 

"Maaf karena aku terpaksa membuat kita jadi begini."

 

"Nggak ada yang perlu dimaafkan.  Toh, nggak ada jalan lain."

 

"... Aku tetap ngerasa salah."

 

"..."

 

"Maaf."

 

"Lalu, mau batal?"

 

"... Batal juga...."

 

"Nggak ada jalan lain, kan?"

 

"Semuanya memang udah kita coba, dan buntu."

 

"Satu-satunya yang tersisa cuma ini."

 

"..."

 

"..."

 

"Aku masih mau hidup."

 

"... Aku juga."

 

"Jadi?  Batal?"

 

"Kalau batal, kita akan kembali seperti dulu.  Dikejar, dilarang, dipisahkan.  Seumur hidup."

 

"..."

 

"... Aku nggak mau terpisah dari kamu."

 

"..."

 

"Toh kita sudah sumpah, kan?"

 

"Sehidup, semati.  Sampai maut memisahkan."

 

"Sampai maut memisahkan.  Senang ataupun sulit."

 

"... Aku tetap nggak tega.  Kamu, jalan kamu masih panjang...."

 

"Jalan sepanjang apapun, kalau sendirian nggak ada gunanya."

 

"..."

 

"... Selamat tidur."

 

"...!  Hei!"

 

"..."

 

"Selamat tidur."

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Azucaz
Azucaz at 100 Kata : Dialog (lagi) (10 years 5 weeks ago)

Ane bingung juga .... aocchi ...
Mungkin ndak nyangkut juga ... Ato memang ni ditulis dengan seratus kata ... ??

Writer aocchi
aocchi at 100 Kata : Dialog (lagi) (10 years 5 weeks ago)
70

wah, saya bingung *uhukkeselekmonitoruhuk*
awalnya saya yakin betul kalau salah satunya mau mati, kok akhir2 malah jadi 'selamat tidur' ya? saya lemot *plak

Writer anggra_t
anggra_t at 100 Kata : Dialog (lagi) (10 years 5 weeks ago)
70

aku jg kurang paham maksudnya hahahaa...
tapi endingnya entah kenapa bikin perut geli2. :))

Writer duniamimpigie
duniamimpigie at 100 Kata : Dialog (lagi) (10 years 5 weeks ago)
70

Sayang sekali, 100 kata ini SULIT dimengerti. Ato mungkin saya az yang ga punya imajinasi? :)
'Lam kenal~~~ (walo dah kenal di grup LCDP, kan di sini saya baru pertama kali mampir ke lapak Kakak)