[Tantangan Horor] Ketukan

Tuk-tuk-tuk.

 

Suara itu masih membuatku merinding, suara aneh seperti ketukan seorang yang hendak masuk ke dalam pintu, hanya saja sedikit beda. Suara itu seperti ketukan di dalam air, bergema, atau minimal dimasukkan ke peralatan audio. Aku pertama kali mendengarnya beberapa bulan yang lalu. Ketika ada gosip di internet mengenai suara gaib misterius yang direkam.

Aku tidak percaya hantu, setidaknya saat itu. Jadi aku cukup nekad menelusuri jejaknya. Hoak internet kebanyakan, hanya saja suara itu direkam tepat di sekitar perumahanku. Jadi aku ke sana untuk membuktikannya. Aku bersama temanku membawa sebuah alat rekam sederhana, sebuah handycam.

Aku bersama temanku Albert pergi ke gang dimana suara itu terdengar. Kalau tidak salah suara itu bergerak dari rumah ke rumah dan selalu ganjil. Saat ini rumah nomor 13, seharusnya 13 tapi diberi tambangan b jadi 13 b. Aku tidak mengerti dengan manusia, mau saja mempercayai takhayul. Tapi video kami lama-lama jadi ngawur dan hanya video lelucon yang tidak jelas.

“Ayo kita rekam,” kataku.

“Kau yakin?” kata temanku.

Aku mengangguk, “Tentu saja yakin.”

Dan kami merekam. Sehari kemudian kami tidak mendapatkan reaksi apapun. Tentu saja, kalau dapat tentu saja kami akan jadi terkenal di Youtube. Sebenarnya, walau aku tidak percaya makhluk gaib aku sedikit berharap kami menemukannya. Memang dualisme ini sifatku, mungkin aku memang ingin mempercayai sesuatu.

“Kau sudah meng-uploadnya?”tanyaku, “biar semua orang tahu bahwa itu hanyalah Hoak.”

“Ya sudah?”

Aku membuka laptopku, dan mencobanya, “Ada yang aneh, kenapa videonya rusak.”

“Tidak ada yang salah kemarin.”

“Kau masih punya videonya.”

“Tentu saja, kau boleh memilikinya, aku tak menginginkannya lagi.”

Aku membelalakkan mata “Ada apa, kau menemukan hal yang aneh.”

“Aku bermimpi buruk,”

Aku tertawa, “Ayolah Al, hanya mimpi. Hei siapa tahu video itu memang aneh. Akan kucoba melihatnya lagi nanti malam. Aku agak sibuk sore ini, ada kelas tambahan.”

“Al, aku pikir itu bukan hal baik.”

“Ayolah Al.”

Aku kemudian segera meminjam video itu dari Al, bentuknya berupa CD digital. Segera aku mainkan malam itu, kebetulan ayah dan ibu pergi. Suasana horor yang bagus, akan kulanjutkan dengan bermain Dead Space di komputerku, aku sudah menabung lama untuk membeli game itu.

Tapi pertama aku mainkan videonya dahulu.

Al dan Aku bicara, tidak ada masalah. Membosankan malah. Al memang selalu berlebihan, lihat dia dan aku tertawa. Membosankan malah.

Sekarang saatnya membunuh Zombie. Permainan ini memang menyeramkan. Sound efect nya juga seram, seperti suara tuk-tuk-tuk itu di samping. Kemudian ada satu hal yang memukulku, aku ingat sesuatu. Sesuatu yang aneh. Aku mematikan gamenya dan memainkan viedo itu lagi.

“Angle yang aneh, bukankah itu aku dan Al?” kataku pada diriku sendiri, “Apa ada angel dari sudut ini.”

Kupakai Headphone, aku mainkan bagian itu.

Tuk-tuk-tuk

Ketukan lagi, seperti suara dari game. Aneh dan menakutkan. Saat itu aku mulai merinding, takut. Aku mengambil handphoneku dan memanggil Al. Aku menemukan sesuatu yang heboh, sekaligus menakutkan. Aku harus menghubungi Al.

“Angkat teleponnya Al, angkat teleponnya..”

Akhirnya Al mengangkat telepon..

“Al?”

“Ada apa..?”

Tuk-tuk-tuk.

“Suara apa itu Al,” aku merasa takut.

“Ayahku memasang bingkau foto, kenapa?”

Aku menghembuskan nafas lega, “untung saja kukira.”

“Ada apa?”

“Aku menemukan suara aneh di rekaman kita, sepertinya mitos itu benar.”

Al nampak bimbang. “Aku tak menemukannya..”

Aku mengarahkan headphone ke arah telepon semoga saja terdengar.

“Aku tidak mendengar apapun..” kata Al.

Aku mencoba mendengarkan, “Benar tidak ada.”

Al kemudian agak marah, “Kalau kau mencoba menakutiku, lupakan saja.”

Tut, tut, tut.

“Al.. al...” Aku mengerutkan kening, “What The Fuu.”

Aku ulangi video itu di rekaman tadi. Tidak terdengar apapun. Apakah ini semacam lelucon. Jangan-jangan Al mencoba mengerjaiku, dia kan ahli komputer. Aku coba lagi, masih tidak ada. Aku coba dari awal.

Awalnya hening, tanpa suara. Sudah kubesarkan volume komputerku, tapi tetap nihil.

“TUK-TUK-TUK,”

“Sial, sial.” Aku melempar headphoneku dan kemudian mematikan videonya, membuka VCD Rom dan melempar cd kecil itu jauh-jauh.

“Aku harus main yang lain, malam ini terlalu seram. Sialan Al, dia mengerjaiku.” kataku pada diri sendiri.

Kenapa loadingnya lama, kenapa. Akhirnya mulai juga, aku pasang headphoneku karena walaupun lirih aku mengenal suara musik dari game The Sims. Tapi ketika aku memasang headphoneku layar menjadi hitam. Tuk-tuk-tuk-tuk-tuk-tuk-tuk terdengar besahut sahutan dengan suara anak kecil.

Aku melemparnya dan mematikan komputer, kucabut listriknya. Sialan Al, dia sudah keterlaluan. Dia pasti memakai semacam virus yang.

Tuk-tuk-tuk.

Dari mana suara itu?

Tuk-tuk-tuk.

Mungkin ada yang mengetuk pintu rumah. Tapi tidak suara itu berasal dari.

 

Lemari pakaian.

 

“Ahhh,” aku mengupat sejadi-jadinya. Berlari segera, aku harus keluar dari rumah ini. Entah kemana, aku tidak peduli Aku harus lari. Secepat yang aku bisa, aku berlari ke pintu keluar. Terpincang-pincang karena menabrak kaki meja. Terus dan terus, aku tak mau menunda-nunda waktu lagi.

Kubuka pintu, sial, kenapa terkunci. Aku tahu, demi keamanan. Kuambil kuncinya dari lemari dan kubuka pintu. Di sana, tepat di atas karpet.

Berdiri seorang gadis kecil, memakai pakaian putih. Dia menatapku dengan matanya, tapi alih-alih bola mata, matanya itu tembus ke belakang, seakan-akan dia hanyalah gambar.

“Aku sudah mengetuk dari tadi, kenapa tidak dibiarkan masuk.”

Aku mundur perlahan. Ketakutan, tidak mampu berlari lagi. Kepala gadis itu terpuntir kemudian lelehan darah hitam mengalir dari lehernya dan matanya. Kepalanya berputar seperti dipelintir. Kemudian patah saat sang gadis menjerit ketakutan. Bola matanya tampak di aliran darah hitam yang memenuhi lantai. Semua bersama suara ketukan, tuk-tuk-tuk yang semakin banyak dan semakin keras. Aku berlari, merangkak menjauhi. Tapi semakin lama aku semakin tenggelam dan tenggelam. Aku menjerit, dan berteriak.

 

Tuk-tuk-tuk-tuk..

 

“AHHHHHHHH”

 

“Bagun, bangun. Kenapa kau tidur di lantai, kau bermimpi buruk,” tanya ayahku.

Aku melihat wajah ayah dan ibuku, aku menyadari itu kemudian memeluknya. Memeluknya dengan erat. Bahkan aku meminta untuk ditemani tidur, walau ini hal yang aneh. Tapi melihat diriku yang sangat amat ketakutan akhirnya ayah dan ibuku mengabulkan permohonanku untuk satu malam.

Esok harinya aku menceritakan kejadian itu pada Al, dan dia ketakutan setengah mati. Karena mimpi buruknya sama seperti yang aku alami. Lebih aneh lagi karena dalam mimpinya bukan dia yang ditakuti oleh ketukan itu. Tapi aku yang dia lihat dalam mimpinya.

Kami sepakat untuk membakar CD itu. Aku masih trauma dengan komputer dan bermain game selama sekitar empat bulan, sekarang aku sudah biasa. Kecuali game horor, itu mungkin butuh waktu lebih lama. Yang tidak terlalu menakutkan tidak apa-apa. Untungnya sampai sekarang kami belum pernah mendengar suara ketukan itu lagi.

Tapi kudengar video macam itu beredar di internet, hanya gosipnya. Aku tak mau menelitinya lagi. Tapi apapun itu, aku tak mau berurusan dengan hal seperti itu lagi. Selama-lamanya.

 

Apa kau dengar itu...

 

Apakah kau menonton video aneh belakangan ini...

 

Kuharap tidak...

 

karena...

 

kau dengar itu...

 

tuk-tuk-tuk..

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer LilihPAP
LilihPAP at [Tantangan Horor] Ketukan (8 years 50 weeks ago)

bagus sih idenya dan cara penulisannya. masalah pembaca, biarkan mereka yang menilai. yang penting kamu sudah berusaha.

Writer LilihPAP
LilihPAP at [Tantangan Horor] Ketukan (9 years 2 weeks ago)
60

bener komeng agan" di bawah ini, ada istilahnya semacam kerasukan suara tuk-tuk-tuknya. yakin saya masih ingat entah sampai kapan. yang lainnya, sedikit membingungkan sehingga saya jadi agak kabur dengan ceritanya.

Writer AkangYamato
AkangYamato at [Tantangan Horor] Ketukan (9 years 28 weeks ago)
80

Overall--Not bad, lah, ceritanya dan IMHO akan lebih bagus lagi kalau kamu nggak terlalu pelit untuk menggunakan tanda baca selain titik untuk menambah deskripsi emosi tokohnya. ;)

Writer neko-man
neko-man at [Tantangan Horor] Ketukan (9 years 28 weeks ago)

lemah tanda baca nih, maaf

Writer SnowDrop
SnowDrop at [Tantangan Horor] Ketukan (9 years 28 weeks ago)
60

sebenernya ini serem. serius. suara ketukan. ahhh,,kenapa gw ga kepikiran bikin cerita dengan tema ketukan?! bagian seremnya selesai pas si hantunya nongol. yah, udah banyak lah komen di bawah yang jelasin kenapa jadi ga serem. walo pun begitu, kata2 si gadis kecil itu serem juga =__=
.
yang bikin ga serem adalah, susunan kata2 dan kalimatnya masih berantakan. jujur aja, gw bingung bacanya. yang seharusnya dia nanya, kenapa ga ada tanda tanyanya? trus ga ada keterangan ini bicara sama siapa, jadi siapa ngomong sama siapa gw ga tau. kadang ada yang tabrak lari, ga ada titik ato koma. sayang banget, karena kalo ditata rapi, ini bisa jadi satu lagi deretan cerita serem yg pernah gw baca :)
.

Writer neko-man
neko-man at [Tantangan Horor] Ketukan (9 years 28 weeks ago)

Tanda baca, aku sangat lemah dalam hal itu

Writer someonefromthesky
someonefromthesky at [Tantangan Horor] Ketukan (9 years 28 weeks ago)
60

Menurut saya bagian yang paling menyeramkan adalah ketika dia mendengar suara tuk-tuk-tuk di headphone. Setelah itu, ketika hantunya muncul dan mengeluarkan darah-darah itu, rasanya terlalu klise. Soal penulisan, kayanya perlu dibaca ulang deh, ada beberapa kesalahan kecil.

Writer neko-man
neko-man at [Tantangan Horor] Ketukan (9 years 28 weeks ago)

Maaf, ternyata banyak yg salah

Writer someonefromthesky
someonefromthesky at [Tantangan Horor] Ketukan (9 years 26 weeks ago)

Ga usah minta maaf -_-.
Btw untuk belajar tanda baca perlu pelajari http://id.wikisource.org/wiki/Pedoman_Umum_Ejaan_Bahasa_Indonesia_yang_D...

haris at [Tantangan Horor] Ketukan (9 years 29 weeks ago)
70

pas ngambil kuncinya dari lemari enggak kenapa-kenapa?

kalo pas saya baca bagian klimaks paling tingginya pas si gadis ngomong, lumayan bikin merinding "semriwing". Apalagi saya juga pernah ngerasain main Dead Space malem-malem.hoho

Writer neko-man
neko-man at [Tantangan Horor] Ketukan (9 years 28 weeks ago)

Begitu ya, semoga ketakutan

Writer daff
daff at [Tantangan Horor] Ketukan (9 years 30 weeks ago)
70

Bagian bunyi itu bagus sebenarnya tapi saat hantu gadis kecilnya muncul kengeriannya malah jadi hilang.......

Writer neko-man
neko-man at [Tantangan Horor] Ketukan (9 years 28 weeks ago)

nah itu dia

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at [Tantangan Horor] Ketukan (9 years 30 weeks ago)
70

Entah mengapa hantu gadis kecil tersebut sangat terasa dipaksakan biar bisa masuk cerita.
.
Saia lebih takut di bagian tengah cerpen, Bang. Ketukan itu bener-bener bikin merinding.
.
Ahm~ padahal saia kira dikau bakal memakai dark humor di cerpen ini~ TUK TUK TUK~
*plak*

Writer neko-man
neko-man at [Tantangan Horor] Ketukan (9 years 28 weeks ago)

ya, dipaksa

Writer lavender
lavender at [Tantangan Horor] Ketukan (9 years 30 weeks ago)
80

seperti perpaduan The Blair WItch Project dan berita tentang 'jumping white candy' yang melayang2 di daerah di jakarta belakangan ini.. hehe..
setuju isinya menakutkan tapi endingnya kurang gimanaa gitu.. hehe..
great job, neko.. :D

Writer neko-man
neko-man at [Tantangan Horor] Ketukan (9 years 30 weeks ago)

ending hororku nggak pernah memuaskan.. entah..

Writer nagabenang
nagabenang at [Tantangan Horor] Ketukan (9 years 31 weeks ago)
70

horror meter: 6,5/10

hmmmmm

narasi bagian tegangnya sudah cukup bagus ... walau sebenarnya aku enggak gitu takut ma penampakan hantu semacam itu sih ... enggak real aja rasanya, wkwkwkwk

halah! ternyata video ... I got pwned XD

Writer neko-man
neko-man at [Tantangan Horor] Ketukan (9 years 30 weeks ago)

whay.. memang hantunya agak lebai..

Writer neko-man
neko-man at [Tantangan Horor] Ketukan (9 years 31 weeks ago)
Writer Rea_sekar
Rea_sekar at [Tantangan Horor] Ketukan (9 years 30 weeks ago)

gak mau