Pencuri Penakluk

kau mencuri sajak dari jendelaku

kukatakan kau pencuri

namun mungkin aku sendiri

menyilakanmu masuk menyinggahi rumahku

anak panahmu menyusuri lekuk tubuhku

menghabiskan tiap tetes darah

 

: aku takluk

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer cheerfulpessimist
cheerfulpessimist at Pencuri Penakluk (9 years 33 weeks ago)
80

Iya, suka. :']

Writer eydaal
eydaal at Pencuri Penakluk (9 years 33 weeks ago)

tulisannya dikit, yg komen panjangnya ajegile :))

pariajelata at Pencuri Penakluk (9 years 51 weeks ago)
100

Permisi sebelumnya ndoro joan of arc.. puisinya top markotob.. Yang komen juga orang-orang top. tapi sayang komennya mung koyo lampu Teplok.
Ono tulisan apik ngene kox malah dinggo padu.
Yang dibahas malah KUHP (Kitab Urusan Hukum Membacot)
Mung arep mbacot ae ndadak nganggo aturan-aturan mbarang..
Dooos.. wedos..!!!

Writer eydaal
eydaal at Pencuri Penakluk (9 years 33 weeks ago)

knp pake bahasa jawa disini sih '.'

Writer wacau
wacau at Pencuri Penakluk (10 years 1 week ago)
80

saia menikmati puisi, sekaligus komentar2 yang ada di lapak ini. seru euy hehe :D

Writer Ganicov
Ganicov at Pencuri Penakluk (10 years 2 weeks ago)
100

No Comment.... Salam kenal.

Writer Ganicov
Ganicov at Pencuri Penakluk (10 years 2 weeks ago)
100

No Comment.... Salam kenal.

Writer ItoPamilih
ItoPamilih at Pencuri Penakluk (10 years 2 weeks ago)
80

dan aku takluk (dengan puisi ini)

Writer joan of arc
joan of arc at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

hoaaaheeeeeeeeemmmmm.................. ngantuuukkkk

makkie at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

saia tidak akan komen masalah huruf besar dan huruf kecil,,aturan-aturan puisi atau apa lah...

tapi saia mau bahas masalah statistika di sini...

Baiklah sekarang kita menginjak tema Validitas Pengukuran

Pada intinya validitas pengukuran memberikan gambaran mengenai seberapa jauh pengukuran yang kita lakukan itu memang mengukur sesuai yang ingin diukur. Maksudnya apakah pengukuran telah memenuhi tujuannya. Misalnya kita ingin mengukur inteligensi, maka apakah alat yang kita pakai untuk mengukur inteligensi itu memang benar-benar mengukur inteligensi bukan yang lain misalnya seperti yang dicurigai orang selama ini : kemampuan akademik. Atau jika kita ingin mengukur kecemasan, apakah alat yang kita pakai memang mengukur kecemasan bukan depresi misalnya.

Nah untuk validitas ini bisa diestimasi dengan berbagai cara. Saya akan menggunakan pengklasifikasian yang biasa dipakai di kelas yang mengacu buku-buku Saifuddin Azwar dengan sedikit modifikasi:

1. Validitas tampang; pendekatan ini menggunakan penilaian subjektif dari subjek atau testee mengenai keabsahan tes. Tentunya metode ini hanya dapat digunakan jika tujuan alat ukur memang secara jelas dapat diketahui oleh tester. Misal tes yang digunakan di kelas untuk mengukur hasil belajar.Validitas tampang yang tinggi dapat diperoleh jika testee setuju kalau tes yang mereka kerjakan memang mengukur apa yang ingin diukur. Validitas tampang yang tinggi dapat berarti buruk pada tes atau skala yang tujuan pengetesannya sebaiknya tidak diketahui oleh subjek. Misalnya skala sikap. Jika subjek dapat mengetahui tujuan pengukuran dari melihat tes, maka kita akan meragukan hasil pengukurannya. Karena subjek memiliki kemungkinan untuk memberikan respon yang bias (tidak sesuai dengan apa yang dia alami tapi lebih pada respon yang seharusnya diberikan).

2. Validitas Isi; pendekatan ini menggunakan kriteria berupa tabel spesifikasi yang berisi domain dari tes. Domain ini dapat berasal dari (1) teori yang mendukung konstruk yang diukur (lihat post Stop Press: Aspek, Indikator, Dimensi dan Faktor),(2) kurikulum, jika pengukuran dilakukan pada hasil prestasi belajar (3) kebutuhan yang menjadi persyaratan, ini khususnya jika pengukuran dimaksudkan sebagai alat seleksi. Dalam hal ini estimasi validitas dilakukan dengan membandingkan teori dengan tabel spesifikasi dan item yang disusun, apakah tabel spesifikasi selaras dengan teori yang mendasarinya, dan apakah item memang mengungkap aspek yang ingin diukur. Penilaian mengenai hal ini dapat dilakukan oleh penilai profesional (professional judgement). Beberapa buku menyebutnya sebagai Validitas Isi Logis .

3. Validitas Kriteria; pendekatan ini dapat dilakukan dengan mengkorelasikan hasil tes (berupa skor) yang ingin diestimasi validitasnya dengan kriteria berupa hasil tes lain atau perilaku prediksi yang diharapkan. Misalnya kita ingin mengestimasi validitas tes inteligensi yang sudah kita susun. Kita dapat melakukannya dengan mengkorelasikan hasil tes inteligensi kita dengan hasil tes inteligensi lain yang sudah baku. Jika korelasi antara hasil tes inteligensi kita dengan yang sudah baku itu positif dan tinggi, maka dapat dikatakan tes inteligensi kita memiliki validitas yang baik. Metode ini disebut juga concurrent criterion-related validity. Atau kita juga dapat mengestimasi dengan mengkorelasikan hasil tes inteligensi kita dengan perilaku prediksi yang diharapkan, misalnya prestasi belajar siswa di sekolah. Jika hasil korelasi bernilai positif dan tinggi, maka dapat dikatakan tes inteligensi kita memiliki validitas prediktif yang baik terhadap prestasi di sekolah. Ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi kriteria yang akan digunakan yaitu: relevan, reliabel, tidak bias, dan dapat diperoleh.

4. Validitas Konstruk; estimasi validitas konstruk dilakukan dengan membandingkan 'perilaku' skor tes dengan teori yang mendasari tesnya. Misalnya dalam teori dikatakan inteligensi itu memiliki korelasi positif dengan bakat kognitif tapi tidak memiliki korelasi dengan bakat musik. Maka tes inteligensi yang kita buat dapat dikatakan memiliki validitas konstruk jika skor tesnya memiliki korelasi yang positif dengan hasil skor tes bakat kognitif dan tidak memiliki korelasi yang signifikan dengan bakat musik. Ada cukup banyak teknik yang dapat digunakan untuk mengestimasi validitas konstruk ini, misalnya dengan menggunakan Analisis Faktor atau metode Multi-Trait Multi-Method.

Nah, sekarang menurut kamu, pengukuran validitas manakah yang akurat untuk mengukur kedewasan dan inteligensi seseorang..??

pariajelata at Pencuri Penakluk (9 years 51 weeks ago)

lg berdoa ya mbah..??
tak amini ya...
"Ameeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen..."

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

Ta-tapi... ketidakseimbangan antara damar-hitam dan darah bisa menyebabkan unsur udara dan tanah merosot, yang bisa menimbulkan masuknya kalorik ke dalam tubuh, dan dengan itu memaksa paru-paru untuk memproses flogiston untuk dilepaskan ke udara bebas!
.
Masalahnya, flogiston di angkasa seharusnya sudah sepenuhnya terganti dengan eter. Tangkup Bumi bisa retak perlahan jika eter didesak masuk berkat mendesaknya flogiston ke luar. Ini bisa menyebabkan jendela-jendela langit melambat, dan itu berarti perhitungan kalender Masehi perlu menyesuaikan dengan hitungan kalender Cina jika tidak ingin ada kesimpangsiuran tanggal.
.
Oleh karena itu, berdasarkan Iman Kami kepada Hermes Tridarma, dan berdasarkan Semangat Leluhur, maka tidak ada satupun pengukuran validitas yang akurat untuk kedewasaan dan inteligensi seseorang. Spiritus-vitae terlalu rumit untuk dibahas singkat.

Writer ennui
ennui at Pencuri Penakluk (10 years 1 week ago)

i love this comment!

Writer Rendi
Rendi at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

this argument is valid! *post stamp*

Writer stupidrat
stupidrat at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

Numpang baca.
makasi om *nyimak*

Writer nereid
nereid at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)
20

bu-bukannya saya mau menilai jelek atau sejenisnya, tapi saya ingin puisi ini mencapai 100 tepat! *menurut saya angka yang bagus* Tapi bener, kalo poinnya 88 saya akan kasih 12 deh!
Interpretasi saya sepertinya 18++, mungkin saya sedang gila (atau sejenisnya)dan tidak mungkin mengumbarnya di komen ini.
salam kenal~

Writer Kaca Mataku
Kaca Mataku at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

umbar di blog ja mas, tar bagi link-nya yes?!..penasaran, sungguh..rate kamu nyentrik, amat sangat subjektif kurasa..alangkah apiknya jikalau ada penjelasan lebih dibalik rate kamu yg nyentrik ini..

Writer joan of arc
joan of arc at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

I'll appreciate that, (with or without) u'r insanity.

Writer Kaca Mataku
Kaca Mataku at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

jd penasaran sm tulisan dan siapa anda..bbrp hr yg lalu juga ada riak dsn yes?(klo ga salah)..walaaah, i'm ur fans mbk..ane dibelakang mbk, walau ga bs apa2, ane dipihak anda.. :)

Writer joan of arc
joan of arc at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

hmmm saya tidak perlu kok taktik "jilat-jilat es krim" macam begini

Writer Kaca Mataku
Kaca Mataku at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

taktik jilat?! YES I'M.. ;) :)
sorry mbk boss, siapapun anda..terlalu skeptis dan sinis tdk akan membuat kamu jauh lebih baik!..merasa superior setelah mengatakan itu?! semoga begitu..
haha, seep daah..goodluck yes :)

Writer joan of arc
joan of arc at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

ahh setahuku gak masalah kok ngerasa superior itu. hati2 dengan nasehat yang diberikan pada orang lain, ada teorinya kok bahwa itu sebenarnya projeksi menasehati diri pribadi.

so?

Writer Kaca Mataku
Kaca Mataku at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

yg mempermasalahkan soal "superior" siapa?! aku cm nanya, apakah kamu merasa superior setelah mengatakan itu mbk, itu saja, ga lebih..malah nge-lebar kemana2..fokus satu2 dl mbk yaa ;) :)

Writer Kaca Mataku
Kaca Mataku at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

ternyata bener merasa superior, syukurlah (easy prediction)..
aku terganggu dg kata "penjilat" yg kamu sematkan ke aku.. Justifikasi kamu terlalu prematur..masih makhluk sosial kan yes?! aku ga bgt peduli kalo kamu memang sdh tidak lg..

"ahh setahuku gak masalah kok ngerasa superior itu. hati2 dengan nasehat yang diberikan pada orang lain, ada teorinya kok bahwa itu sebenarnya projeksi menasehati diri pribadi.
so?"
sebelum kamu bcr ini, aku yakin kamu pasti sudah berkaca, seep2..aku ga ngeh klo hrs bcr tataran teori, kamu pasti lebih jago dong yes ;)
Dari cara kamu bicara, pastinya kamu emang superior yes..seep2, smg selalu diterangi.. :)

Writer KD Panda
KD Panda at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)
100

diundang ke sini oleh orang yang gak jelas: harbowoputra.
-----------------------------------------------------------
1. meski puisi memiliki aturan yang lebih longgar daripada prosa, namun keduanya memiliki kesamaan yaitu harus mampu menghadirkan makna.
2. prosa mengincar KEJELASAN makna, sedangkan puisi mengincar KEDALAMAN makna.
3. saya ulangi lagi, puisi mengincar KEDALAMAN makna, bukan PENGABURAN makna. semua aturan boleh dilanggar asalkan tujuan (kedalaman) tercapai.
-----------------------------------------------------------
untuk puisi ini sendiri: TIDAK ISTIMEWA, karena itu tidak ABADI.
-----------------------------------------------------------
saran:
1. pangkas jumlah kata. tekankan kontradiksi, karena cuma itu yang agak kuat dari puisimu ini.

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

GRAO
.
Seekor panda cadel lebih gak jelas daripada saia.
*tendang*

Writer joan of arc
joan of arc at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

puisi ini sebenernya hanya sedikit eksperimen penginterpretasian cara penulisan puisi karya Sor Juana Ines de la Cruz, puisi tentang tindakan yang penuh arti, dan mempunyai balasan yang negatif: the poem on the poem was a poem on the poem- sang puisi tentang puisi adalah sebuah puisi tentang puisi. Tak ada lagi puisi lainnya selain puisi yang kini sedang saya tulis dalam sebuah bahasa yang ditakdirkan untuk hilang.
.
Efek dari saling counter kredo ini, berdampak pada puisi Holderlin dan penyair romantik dalam kecaman dan negasinya: kami dikutuk agar kami menulis puisi yang sama dan setiap versi dari puisi yang universal ini adalah khusus dan relatif. (sitat, The Other Voice-Octavio Paz)

................
puisi ini sebenarnya membacai gelagat tersebut di dunia perpuisian di dunia maya, sangat gampang menemukan simbolisme-simbolisme yang seragam, alegori-alegori yang mirip, namun tak mempunyai kedalaman. Lihat "puisi jelek" saya itu contohnya, tidak ada istimewanya bukan?? Itulah sebenarnya makna yang ingin saya sampaikan. Disitulah letak kontradiktifnya. Begitu banyak puisi macam ini bertebaran di dunia perpuisian, sekarang. saya paham, oleh sebab itu saya menulis dengan "cara yang sama".
................
mohon maaf kalau cara penulisan saya yang tidak tergarap secara sempurna, kalau saya sudah bisa sempurna saya yakin saya pun sudah sejajar dengan mbah Octavio Paz yang saya sitat referensi nya ini :D

Writer joan of arc
joan of arc at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

klo urusan Abadi atau tidak itu biar waktu dan tren yg menjawab nanti, tapi untuk saat ini jadi tren di kemudian.com kan? #narsis

Writer Rendi
Rendi at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)
70

salam kenal Joan~

whwhw deadly banget ya. untuk konten gw hampir no komen deh. cma agak bertanya aja dengan jdul "Pencuri penakluk". jadi dia "penakluk yang dicuri gitu"? atau "seorang pencuri dan juga penakluk"?

or will you just leave it to my interpretation? ^^

abis baca diskusi panjang di bawah, rasanya jadi bertanya
"kenapa judul di Kapital tapi isi ga?"
soalnya kan lu bilang typografi dan semacamnya juga ngefek ga sekedar rima. gw jadi bertanya, apa hidden messagenya, apa makna estetiknya, sampe fungsi linguistiknya?

Writer smith61
smith61 at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)
100

haduh. itu komen-komen di bawah. saya jadi kesel. wew.

hmmm bukan sekedar mencuri sajak, tapi juga ngebunuh dong yak?

Writer joan of arc
joan of arc at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

eh tp ngapain dirimu yang kesel? lapakku yg dirusuhin kok... bukan lapaknya orang lain :D

Writer joan of arc
joan of arc at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

tengkyuu smith...
.
boleh-boleh saja kok menginterpretasikan demikian :) itu juga bisa memperkaya "pembacaan" sajak ini bukan? :)

Writer Chie_chan
Chie_chan at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)
90

Halo joan. Aku takluk. :p
Sekilas kayak puisi cinta, tapi sepertinya interpretasinya bisa diperluas. Ini hal yang keren. Ah, baca puisimu bikin aku pengen nyoba-nyoba bikin puisi lagi.
Oh ya, aku beneran ngerasa debat tentang huruf kapital di sini totally pointless. Toh ini puisi. Yang penting isinya. Pemilihan katanya. Rimanya. Dan yang paling penting, maknanya yang bisa diinterpretasikan. Menurutku ini udah lumayan banget kok. :3
.
Cheer up, keep writing.

Writer joan of arc
joan of arc at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

"Toh ini puisi. Yang penting isinya. Pemilihan katanya. Rimanya."
.
Tidak juga, bagi sebagian besar sajak, typografi juga sama pentingnya dengan elemen-elemen di atas.
.
sudah pernah baca "Puisi Mbeling", ataupun "puisi mantra" khas SCB?
.
silakan baca-baca, untuk lebih mengerti maksud saya

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)
90

Oke, satu pertanyaan: "takhluk" itu artinya apa? Apakah sama dengan "takluk"? Apakah ini typo-yang-disengaja? Jika iya, mengapa tidak menulis "Penakhluk" alih-alih "Penakluk"?
.
Hum hum.

Writer joan of arc
joan of arc at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

ya itu salah typo, dengan ini saya ralat "takhluk" dengan "takluk"

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

...padahal saia kira disengaja, loh. Kalo emang disengaja ya gak usah dibenerin, karena saia yakin pasti ada alasannya (dan bisa membuat pembaca berpikir sejenak). Hehe.

Writer puTrI_keg3lapaN
puTrI_keg3lapaN at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)
70

suka sama bait terakhirny,~aku takhluk~....

Writer januari
januari at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)
90

lumayan baguuus... tapi koq, gak ada huruf kapitalnya, jadi kurang sreg. Seandainya ada, mungkin akan lebih bagus dan enak dibaca oleh para pembacanya. mungkin, ada saltik juga, yach.
oh iya, koq sudah lama baru posting lagi, sich.
see you... kemudianers.

Writer joan of arc
joan of arc at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

gak ada huruf kapitalnya >> sengaja

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

kenapa gak sekalian aja judulnya gak pake huruf kapital? lebih nyambung sama isi, jadinya, menurut saia

Writer joan of arc
joan of arc at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

itu konyol namanya.

misalkan saya karyawan perusahaan A, tapi saya menerapkan peraturan perusahaan B.

logika berpikirnya hampir sama kayak alasanmu itu, rea

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

lah judul dan isi kan buatan dikau juga. bukan beda perusahaan dong.
.
lagipula emang apa salahnya kalo di judul gak ada huruf kapital?
.
justru konyolnya adalah karena isinya sama sekali gak ada huruf kapital (tidak mengikuti pakem penulisan) sementara judulnya masih mengikuti pakem penulisan. padahal bisa lebih bagus jika judulnya sama-sama gak pake huruf kapital.

Writer joan of arc
joan of arc at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

Itu dibaca dulu wacana bagaimana "aturan" tentang membuat sajak dan kisahan. "Body" dari sajak tidak sama dengan kisahan yang harus stricht pada EYD.
.
Tapi untuk judul, itu paten, sama, baik untuk cara menulis "kisahan/cerita/dongeng/narasi" dengan "puisi/sajak" dan lain sebagainya. Aturan membuat judul harus memakai huruf besar di awal kata kecuali kata2 penghubung dan kata bantu.
.
Saya pikir cara saya bagaimana menunjukkan hal itu semua sudah cukup halus. Ternyata itu belum bisa terpahami dengan baik oleh rea.
.
Padahal, saya hanya tak ingin memberi petunjuk seperti seorang guru yang mengajari seekor anak sapi yang harus dicocok dulu hidungnya.

Itu maksudku dengan analogi perusahaan. Dirimu tidak bisa menerapkan aturan main kisahan, kalau mau membuat sajak/puisi.
.
Kalau tidak percaya, silakan saja beli buku-buku puisi. Amati baik2 cara penulisannya
.
*sorry for being rude

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

Quote:
Itu dibaca dulu wacana bagaimana "aturan" tentang membuat sajak dan kisahan. "Body" dari sajak tidak sama dengan kisahan yang harus stricht pada EYD.

Saia gak bilang harus sama.

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

Quote:
Tapi untuk judul, itu paten, sama, baik untuk cara menulis "kisahan/cerita/dongeng/narasi" dengan "puisi/sajak" dan lain sebagainya.

Kata siapa? Apakah dengan menulis judul tanpa huruf kapital lantas semua orang menganggap itu salah? Apakah kreativitas harus dibelenggu oleh aturan aneh seperti itu?
.
Apakah salah jika seorang penulis sengaja tidak memakai aturan baku pada penulisan judul atas alasan estetika?

Writer joan of arc
joan of arc at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

kalau tidak ada alasan khusus mengapa harus dilanggar?
Untuk judul saya memang sengaja memakai kapital sesuai aturan EYD, karena saya tidak punya alasan untuk melanggar.

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

siapa juga yang maksa dikau untuk melanggar? komen saia yang pertama kan cuma nanya

Writer joan of arc
joan of arc at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

capeee dehhh.......

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Pencuri Penakluk (10 years 4 weeks ago)

lah iya saia cuma nanya! tapi dikau malah ngebales dengan ini:

Quote:
logika berpikirnya hampir sama kayak alasanmu itu, rea
kan saia jadi kesenengan dan ngebales lagi, hehe