Sungguh

Sungguh, serupa genderang tertabuh. bimbang itu masih berderap nyata dalam hati.

Ia muncul di malam-malam panjang penuh tanya.

Sungguh bunda, jikalau tanpa nada bangga dalam suaramu aku pasti sudah menyerah.

Serupa kopiku di pagi hari yang menyemburatkan semangat.

Bunda, derai tawamu lebih hebat dari itu!

Sungguh!

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer layya16
layya16 at Sungguh (8 years 51 weeks ago)
80

keep writing

Writer zasdar
zasdar at Sungguh (9 years 14 weeks ago)
100

bak arra... arra sekarang dimana? lama ga nongol niy... sama kayak saya.. ckckckckck

Writer diningtias
diningtias at Sungguh (9 years 16 weeks ago)
60

dengan puisi sesingkat itu tapi bisa mantep kata katanya..

Writer luna arata
luna arata at Sungguh (9 years 17 weeks ago)
80

puisi yang simpel tapi mengena, seperti kesederhanaan bunda :)

salam

Writer mizu
mizu at Sungguh (9 years 17 weeks ago)
70

tak habis kata untuk membahas tentang bunda..
salam
^_^

Writer kenary
kenary at Sungguh (9 years 17 weeks ago)
80

bagus arra.. tetap berkarya. aku suka ^^

Writer yayagyp
yayagyp at Sungguh (9 years 17 weeks ago)
70

Bunda piarakanku.
Salam kenalku.

Writer Kaca Mataku
Kaca Mataku at Sungguh (9 years 17 weeks ago)
80

iyes dong..i really2 love my bunda too :)