Lintas Kenangan

Lihat, ini rumah mungil kita
yang kaudirikan tiap tiba senja
hanya bilik, tanpa pintu, juga jendela

Piring dan cangkir warna-warni
tertata di nampan mengiringi wajah berseri
ditemani beberapa keping roti mari

Kulihat engkau tertawa kegirangan
mengusap peluh yang masih bercucuran
sepulang menggiring bola di lapangan

Tak pernah kuhitung datangnya purnama yang berlalu
kau masih saja tak henti menatapku
terkenang akan rumah mungil hasil karyamu

Sampai saat ini sering kulihat
ada ucap di matamu yang masih tersirat
yang mungkin dapat kubaca dengan tepat

Karena dalam bola kacamu yang berterus terang
ingin segera kujelmakan rumah sesungguhnya sekarang
hingga aku dapat melihatmu tersenyum senang

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Aspal_panasku
Aspal_panasku at Lintas Kenangan (10 years 33 weeks ago)
90

Rumah ...

Writer ZooQ
ZooQ at Lintas Kenangan (10 years 34 weeks ago)
90

home sweet home = rumahku surgaku hehe

Writer yayagyp
yayagyp at Lintas Kenangan (10 years 34 weeks ago)
80

Jeda postingmu, makin buat kamu berakar.
Yang ini puisi yang kuat.
Saya suka.

Writer b.
b. at Lintas Kenangan (10 years 34 weeks ago)
90

bagus...