Dulu Pernah

Aku dulu pernah menuangkan banyak kata

Pada keranjang yang terguncang

Mungkin tak terpikir pada benakku

Resapan kata-kataku menusuk dan menyayat

 

Aku dulu pernah bertarung dalam gundah

Saat nurani lemah pada pesona 

Namun mungkin itu hanya halusinasi

Karena massa tak berpihak pada jejaknya

 

Sejujurnya deretan kata laksana mantra

Membius dan meresap dalam pori

Maka maafkan jika ada pisau yang tertancap

Karena memang seperti itu keadaanya

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer cLaRacLaRa
cLaRacLaRa at Dulu Pernah (9 years 4 weeks ago)
50

Lebih senang yg berima. But still good :)

Writer januari
januari at Dulu Pernah (10 years 2 weeks ago)
90

baguuus juga karyanya, sayang rimanya kurang. kept writing.
selamat aktif kembali...
see you... sastra oh sastra.

Writer imreara
imreara at Dulu Pernah (10 years 2 weeks ago)
80

sebenarnya aku agak ga ngerti :p tapi aku suka katakatanya :D

Writer yayagyp
yayagyp at Dulu Pernah (10 years 2 weeks ago)
70

Bait terakhirnya gak "segalak" bait-bait sebelumnya.
Salam kenalku.

Writer nixyan
nixyan at Dulu Pernah (10 years 2 weeks ago)
70

Semua pasti ada 'efek samping'nya, yang penting niatnya..

Writer labirinsenja
labirinsenja at Dulu Pernah (10 years 2 weeks ago)
100

kata yang terlontar, sering buat getar...mengalahkan pekik halilintar..:)
Salam Senja

Writer Ganicov
Ganicov at Dulu Pernah (10 years 2 weeks ago)

Begitulah... Terima kasih sobat.. salam senja.