Pegadaian Semesta: Bingung

 

“Jadi?”

“Aku masih bingung.”

“Oh~ kamu mau menghilangkan bingung? Jaminan paling murahnya sih penurunan tekanan darah sebanyak 30mmHg. Sebentar ya, kuambilkan formulir yang lebih pas.”

“Eh—Rena, bukan bukan!”

“Heuh. Kamu ini. Ayolah~ cepatlah~ masa iya kamu ke sini tanpa keinginan apapun? Aku ini kan masih harus mengurus pelanggan lain.”

“Sepi kok.”

Alex, tunggu! Ini kunci punya kamu?

“Tuh, pelanggan yang tadi saja sudah selesai. Ayo cepat.”

“Aku haus, Ren.”

“Astaga… jadi kamu ke sini cuma mau minum?”

“Enggak juga sih. Ya daripada kamu maksa aku terus.”

“Hih. Kamu tuh bikin aku kesel, ya. Kamu tahu kan ini tuh Pegadaian Semesta? Ini tuh tempat orang menggadaikan apapun demi apapun. Jadi, kalau ada orang datang ke sini, itu berarti dia mau menggadaikan sesuatu agar bisa mendapatkan sesuatu. Nah kamu ini jadi maunya apa? Minum? Untuk apa datang ke sini? Itu sih bisa dibeli di tempat lain.”

“Hehe.”

“Ketawa, lagi. Huh. Pelanggan aneh.”

“Kamu cantik.”

“Oh, ternyata, kamu sama saja seperti cowok-cowok lain yang pernah datang ke sini. Yakin mau? Jaminannya jiwa. Jiwa kamu sendiri. Sebentar… nah… ini, tandatangani di sini.”

“Aduh Ren…”

Benar, kan, Lex? Itu kunci toko tua ini. Lihat deh, sama kan? Ya… kunci ini kamu yang pegang, jadi terserah kamu mau buka pintu ini atau enggak. Kayaknya sih ya ini bekas toko barang bekas. Atau pegadaian. Hehe, siapa tahu saja ada barang aneh yang enggak dipindah dari dulu di dalam sana. Oh… oh ya sudah, ayo pulang.

“Masih belum juga!? Aku kira kamu sudah berpikir lama, tadi, di toilet. Dasar cowok aneh.”

“Susah. Aku bener-bener enggak tahu apa yang mau digadaikan.”

“Pantesan. Duh. Kamu berpikir terbalik. Tentukan dulu keinginan kamu apa, habis itu nanti aku beri tahu apa saja yang bisa digadaikan demi itu. Semudah itu. Jadi, cepetan! Tentukan sekarang juga!”

“Tapi—“

“Kamu itu ya… pelanggan lain tuh datang ke sini sudah dengan sebuah keinginan di pikiran mereka. Enggak kayak kamu! Bahkan aku jadi merasa aneh: kalau kamu memang enggak tahu mau apa, kenapa kamu datang ke sini?”

“Tersasar… mungkin?”

“Jangan bercanda. Semua orang datang ke sini sesuai keinginan mereka. Lagipula tadi kamu bilang ‘mungkin’—maksudnya apa? Kamu bahkan enggak yakin kamu tersasar? Yah, maaf saja ya, kalaupun—kalaupun—kalaupun kamu benar-benar tersasar, sayang sekali tapi kamu baru bisa keluar dari sini setelah menggunakan jasa kami. Hei, hei! Kamu enggak bisa keluar!”

“Wah iya, pintu ini enggak bisa terbuka! Hehe, kalau begitu aku tinggal tunggu pelanggan lain datang… dan menyelip ke luar.”

“Mana bisa.”

“Sudah ada pelanggan yang mencoba itu?”

“Semua pelanggan yang ke sini tidak ada yang tidak punya keinginan seperti kamu.”

“Berarti ini masih bisa dicoba, dong. Hehe.”

“Ya terserah kamu sih. Yakin mau menunggu pelanggan lain datang? Bisa setahun lagi, loh. Bisa seribu tahun lagi. Bisa jadi sudah terjadi. Di tempat ini waktu tidak berjalan sebagaimana seharusnya.”

“Aku akan menunggu.”

Oh ya? Pegadaian Semesta? Kamu benar-benar masuk ke toko tua itu, Lex? Oh, jadi kamu cuma sekedar mengintip. Pantesan, haha. Tapi itu tulisan “Pegadaian Semesta” bener-bener terpampang, kan, di dalam toko itu? Oh, itu dari plakat berdebu di atas kasir. Oh… hehe. Aku mau, dong, ke dalam situ. Kamu enggak ambil barang apapun sih; enggak seru. Eh apa? Ada pintu lagi di dalam sana? Kunci ini muat di sana? Kamu buka, enggak?

“Tunggu saja terus sampai bosan. Itu si Alex saja sampai menghilang entah ke mana. Aku sih enggak gampang bosan seperti Alex. Ya kamu tahulah, mengurus pegadaian itu melelahkan. Kalau aku kan enggak kerja yang rumit-rumit. Heuh. Jadi! Kamu! Mau! Apa!”

“Sabar, Rena, sabar. Aku duduk dulu.”

“Jadi?”

“Aku mau keluar dari sini.”

“Akhirnya! Akhirnya! Akhirnya akhirnya akhirnya—“

“Hei hei hei, aku alergi bedak.”

“Gah! Aku gemes sama kamu! Ya sudah. Untuk keluar dari sini kamu bisa menggadaikan ingatanmu. Iya, ingatan selama kamu berada di sini. Maksudnya, kamu akan lupa bahwa kamu pernah mengunjungi Pegadaian Semesta. Cukup murah, bahkan salah satu dari sedikit jaminan-jaminan paling murah yang kami tawarkan. Bagaimana? Atau kamu punya sesuatu yang lain yang ingin jadi jaminan?”

“Ingatan, ya. Hum.”

“Ya… sebenarnya bisa juga dijamin dengan ginjal, atau buta warna, atau latah. Banyak. Jadi?”

“Ya sudah, ingatan saja deh.”

“Sip! Wuhu~ silakan tandatangani di sini. Di sini juga. Nah, nanti ingatanmu akan hilang tak berbekas setelah kamu menutup pintu itu dari luar. Langsung. Kamu juga langsung kembali ke dunia. Tenang saja, hehe. Eh, aku baru tahu nama kamu Alex.”

“Iya Alex. Kenapa?”

“Ah, masa iya dia ini Alex si manajer Pegadaian Semesta? Alex kan nama yang lumayan pasaran, ya. Ya ini pasti kebetulan saja.”

“Hah?”

“Enggak, enggak. Ya sudah. Kamu sudah bisa keluar sekarang. Tapi ingatanmu akan langsung hilang. Kamu enggak akan ingat pernah bicara sama aku. Kamu juga enggak akan tahu apa itu Pegadaian Semesta. Bersih.”

“Oke. Makasih, Rena.”

“Eh tunggu. Alex!”

“Hum?”

“Kamu… bukan manajer, kan?”

“Aku Alex.”

“Bukan Alex yang itu, kan? Yang tadi aku bilang sedang bosan dan kembali mendekam di kantornya? Ya kan? Kamu ini hanya satu dari berbagai Alex yang ada di dunia, kan?”

“…mungkin. Mungkin saja Alex si manajermu itu, sebelum jadi manajer di sini, pernah memakai jasa Pegadaian Semesta untuk membelah diri. Mungkin. Hehe. Daag!”

Alex? Kamu masih ingat aku, kan? Aku Rena.

Read previous post:  
Read next post:  
Punya ide tentang lanjutan karya ini ? Saat ini belum ada yang menulis lanjutannya. Ayo lanjutkan karyanya.
Penulis cengir
cengir at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 9 weeks ago)
2550

saya suka :D saya suka dibuat bingung :DD
kalau di cerita memang cuman ada satu rena dan satu alex, maka thumbs up buat alur bolakbalik yang tercipta adr dialog dan tulisan italic nya..
kalau bukan, maka thumbs up juga atas mindblowing yang diberikan kak rea :))

Penulis stilldaydreaming
stilldaydreaming at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 10 weeks ago)
90

hmmm, tapi kok di sini saya mendapat kesan alex itu sosok yang agak keliatan lugu ya? Atau cenderung doyan nyengir, :)). Saya jg masih bingung sama yang di italic itu, maksudnya apa sih..>.<. Tapi saya tetep ngerasa ini unik dan menarik, dan dialognya juga menyenangkan untuk dibaca. Dan unik lainnya, full dialog. Share more :D

Penulis dreamgarden
dreamgarden at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 10 weeks ago)
90

Setelah membuat komentar yg aku tak mengerti di ceritaku. Kupikir kau bisa membuat cerita yg lebih bagus dariku. Tapi membaca cerita ini....ah well, Harapanku sepertinya terlalu tinggi.

Lucunya adalah, aku memberimu nilai 9 karena penulisan cerita yg baik, dialog yang hidup dan menghibur

Penulis Rea_sekar
Rea_sekar at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 10 weeks ago)

Yah, cerita yang ini kan bagian dari Tantangan Pegadaian Semesta. Ada unsur-unsur yang gak boleh saia ubah dari setting aslinya, jadi saia gak bisa bermain-main dengan imajinasi saia sendiri.
.
Jangan baca yang ini doang dong... baca yang lain juga dong. Hehe. Masa iya kalo satu ini jelek maka semua karya saia jelek?

Penulis Ly_just_a_named
Ly_just_a_named at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 11 weeks ago)
100

Akhhh....
ini yang ada dipikiranku.kesimpulan mungkin.
jadi...

* yang kamu tulis dengan italic itu adalah; rena yang kembali ke masa lalu.

* dan yang kamu tulis tanpa cetakan italic itu adalah saat ini/ saat sebelum Alex hilang ingatan.

* Rena menyukai Alex.

katakanlah wahai penyastra,,,kesimpulanku itu benar atau salah..??????? @_@

Penulis Rea_sekar
Rea_sekar at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 11 weeks ago)

Gak ada bener atau salah. Maksud dari dialog ini diserahkan sepenuhnya ke pembaca. Hehe.

Penulis flattererluv
flattererluv at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 11 weeks ago)
90

mau bilang bagus cuma bingung ._.
tapi bagus deh bagus :D

Penulis sekar88
sekar88 at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 12 weeks ago)
70

hmm om rea tidak jauh2 dari gangguin cewe, eniwei memang khusus ke Rena dan Alex ya. tapi masih saja karakter Rena yg dominan. saya pengen yg eksplor Alex

Penulis k0haku
k0haku at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 12 weeks ago)
100

Cara penceritaannya menarik dan pemilihan nama tokohnya juga menarik. Lucu pula. ^^b

Penulis Aussey
Aussey at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 12 weeks ago)
100

seperti biasa.... om rea gak lepas dari gombalan :p *plakk*

Penulis Rea_sekar
Rea_sekar at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 12 weeks ago)

tapi yang paling enak ya ngegombalin dikau :3

Penulis daff
daff at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 12 weeks ago)
70

Ini bagus. tapi entah kenapa terasa ada yang menganjal.......

Penulis Rea_sekar
Rea_sekar at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 12 weeks ago)

begitulah^^

Penulis Erick
Erick at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 12 weeks ago)
100

Jadi, si tokoh ini Alex dari masa lalu yang mampir ke pegadaian semesta masa galau?

atau, klonengan Alex sang manager yang lupa pernah ke pegadaian kemudian balik lagi ke situ...?

.

Hee, bingung! >,<

tapi, adegan menggodanya lumayan berasa juga...

begitulah, sekian! ^^

Penulis Rea_sekar
Rea_sekar at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 12 weeks ago)

Atau, Alex yang dateng ini adalah seseorang yang kebetulan bernama Alex... dan Rena yang ada di monolog adalah seseorang yang kebetulan bernama Rena.

Penulis nereid
nereid at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 12 weeks ago)

lol, pegadaian semesta masa galau dan atau klonengan XD

Penulis lavender
lavender at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 12 weeks ago)
70

maapkan saya yang bodoh, tapi saya bingung bacanya %_%

Penulis Rea_sekar
Rea_sekar at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 12 weeks ago)

maapkan saia yang bodoh, tapi emang judulnya tuh Bingung %_%
.
Ah, emang saia ini masih harus belajar banyak buat bikin cerpen full-dialog. Hehe.

Penulis nereid
nereid at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 12 weeks ago)
90

Saya lebih menyebutnya "Penggodaan Semesta", kasihan Rena, haha...
Bener kata Sam, kayaknya baru pertama kali Rea full dialog gini, terobosan baru kali ya #plak!

Penulis Rea_sekar
Rea_sekar at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 12 weeks ago)

Penggombalan Semesta
.
*plak*

Penulis Kurenai86
Kurenai86 at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 12 weeks ago)
100

saya bener2 cekikikan sendiri baca ini, dasar rea :D
Rena dibikin keki abis ya sama pelanggan macam gini

Penulis Rea_sekar
Rea_sekar at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 12 weeks ago)

habisnya... Rena menggemaskan, sih :P

Penulis Sam_Riilme
Sam_Riilme at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 12 weeks ago)
100

Ini malah tokohnya si Alex dan Rena.. Bukannya harusnya mereka karakter numpang lewat?
Yah, tapi karena dua-duanya ga mengalami perubahan nasib, jadi mungkin masih boleh ya?
.
Btw, perasaan aja atau emang saya baru pertama kali ngeliat kamu make full dialog dalam satu cerita?

Penulis Rea_sekar
Rea_sekar at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 12 weeks ago)

Kata siapa si pelanggan ini Alex yang itu? Kata siapa monolog cewek yang di-italic itu Rena yang ini? Hehe, silakan berspekulasi...
.
Iya. Ini pertama kalinya. :D

Penulis nereid
nereid at Pegadaian Semesta: Bingung (10 years 12 weeks ago)

emang Rea sengaja bikin kita mengkhayal ini itu dan menurutku itu poin yang bagus...
Yang jelas itu bukan Rena di LN saya #plak!