Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 1)

Cerfet :  Di ujung pelangi

 

Tristan dan dua orang guru mengarahkan kedua belas murid-muridnya keluar dari kelas playgroup strawberry.  Anak-anak yang rata-rata berusia tiga tahun tersebut terlihat gembira bernyanyi sambil berjalan membentuk barisan panjang menuju ke ruang tunggu di mana orang tua sudah siap menjemput mereka pulang ke rumah.

 

Seorang ibu muda yang mengenakan celana jeans pendek berwarna hitam dengan kaos hijau bergambar daun dan payung melambai ke arah barisan anak-anak playgroup strawberry. Tristan menatap bocah berkepala botak dengan senyum merekah menghiasi pipinya melonjak gembira membalas lambaian tangan mamanya.

 

Tristan selalu hapal dnegan penampilan ibu muda itu. Penampilan yang jauh dari kesan feminim, rambut pendek dan wanita itu selalu berdiri di barisan terdepan para penjemput. Dia akan melambai kepada anaknya, Nathan dan memeluk bocah kecil itu sambil bertanya mengenai kegiatan belajar di kelas. Tristan suka memperhatikan gerak gerik kedua ibu dan anak itu, terutama si ibu.

 

Setelah selesai menyerahkan anak didiknya kepada orang tua yang menjemput, Tristan segera menghampiri Nathan dan mamanya. Selembar kertas yang seharusnya hanya diselipkan di communication book menjadi alasan Tristan mencuri kesempatan berbicara dengan wanita itu.

 

“Mama Nathan, besok ada meeting parent. Mulainya sesudah jam sekolah. Anak-anak akan dijaga oleh para asisten guru. Lalu,” Tristan terdiam sejenak ketika merasakan jemari Mama Nathan menyentuh ujung jari manisnya saat dia menyerahkan kertas berisi pengumuman.

“Iya, lalu?” Ibu muda itu menatap Tristan sambil terus mengandeng anak laki-lakinya yang mulai tidak sabaran.

 

“Eh, itu tadi Nathan muntah sehabis makan buburnya,” Tristan berusaha menjaga nada bicaranya. Dia merutuki dirinya sendiri yang begitu bodoh dan selalu salah tingkah di hadapan ibu muda ini.

“Nathan! Tadi muntah yah, sayang?” Nathan menjawab pertanyaan Mamanya dengan anggukan pelan.

 

“Iyah. Nathan mamam habis kok buburnya, Ma. Lalu si Dhana tuh ngajak Nathan lari-lari. Muntah deh.” Nathan mulai menjelaskan.

“Lalu kena baju teacher Tristan deh,” Nathan menunjuk ujung kemeja gurunya. Tristan hanya dapat memasang wajah tersenyum.

“Aduh, saya benar-benar minta maaf,” Mama Nathan menundukkan kepala, meminta maaf.

Sedangkan Nathan sibuk menarik tangan Mamanya. “Di sini nih, Ma. Bajunya Teacher jadi bau,” kekeh bocah itu. sementara itu Tristan terlihat malu ketika Mama Nathan memperhatikan ujung seragam kerjanya yang berwarna biru cerah kini terdapat bercak coklat.

 

---

Tristan menutup laptop sambil membereskan bahan ajar untuk besok. Dia merapikan semua alat tulisnya dan menyusun puzzle dan block-block susun yang akan dipergunakan di kelas. Matanya tertuju pada map hijau dibagian bawah tumpukan berkas. Kayla menyerahkan fotocopian itu pagi tadi, namun karena tadi pagi dia masuk pas jam tujuh tepat mau tidak mau map hijau itu tidak disentuhnya.selembar kertas dikeluarkan dari map.  Tristan membaca dan melingkari pada satu bagian. Berulang kali dia menatap bagian yang dilingkarinya dengan stabilo berwarna kuning terang.

 

Suara pintu yang terbuka mengejutkan Tristan. Dilihatnya Chery, guru kelas TK Sun flower berjalan ke arahnya. Segera saja dia meremas kertas fotocopian tersebut dan meletakkannya secara asal di atas meja. Chery duduk di depan Tristan. Dia membalikkan posisi kursi agar berhadapan langsung dengan Tristan. “Belum kelar beresin bahan ajar besok?”

“Sudah, tinggal dirapikan saja,” jawab Tristan tanpa menatap ke arah Chery.

“Kertas apaan itu?” Chery menatap kertas yang sudah berbentuk bola kertas di samping telapak tangan Tristan. Chery tahu betul pria di hadapannya ini adalah pria yang sangat rapi dan teratur. Tidak ada kertas-kertas yang berserakan di meja. Semua peralatannya selalu tersusun dan terstruktur, maka dari itu pandangan Chery segera tertuju pada bongkahan kertas tak terpakai itu.

 

“Salah fotocopi tadi,” Tristan segera mengambil dan melempar ke dalam tong sampah. Dia tidak ingin Chery mengetahui jika kertas itu berisi data Nathan Saverio. Dan terdapat lingkaran dari stabilo pada nama ibu anak tersebut.

 

Chery segera teringat misi awalnya. Dia sengaja menunggu hingga semua guru pulang dan kantor kosong. Chery tahu pasti Tristan selalu pulang terakhir. “Mau ikut pergi karaoke dengan kami malam ini?”

“Aku tidak terlalu pede menyanyi di depan umum,” sahut Tristan mencari alasan.

“Tapi kamu tidak canggung saat menyanyi bersama anak-anak di acara ulang tahun sekolah,” Chery masih mencoba.

“Itu beda. Tuntutan pekerjaan,” Tristan menjawab tanpa mengalihkan pandangan dari blackberry-nya.

“Ayolah. Kali ini spesial, aku merayakan wisuda D3-ku. Kamu tidak ikut gembira dengan kelulusanku ini?” pertanyaan Chery membuat Tristan terdiam sejenak.

“Baiklah, tapi aku tidak bisa berlama-lama.  Aku harus mempersiapkan bahan untuk les private lagi,” seketika itu juga wajah Chery berubah cerah. Baginya lima menit kedatangan Tristan lebih bernilai daripada apapun.

“Jam tujuh tepat di Nav. Ingat!” teriak Chery sebelum meninggalkan ruangan.

 

Tristan kembali memperhatiakn ruangan kantor yang kini telah kosong, hanya tersisa dirinya. Tenaga pengajar di sekolah ini berjumlah 25 orang. Dia dan Chery beserta 12 guru lainnya adalah guru tetap. Sisanya masih sebagai asisten yang membantu guru tetap mengajar di Sunshine School, sekolah yang berbasis kurikulum internasional. Tristan sudah dua tahun mengajar di sekolah ini sejak dia kesulitan keuangan untuk membiayai kuliahnya. Tidak pernah terpikir olehnya menjadikan guru sebagai profesi, apalagi guru sebuah taman kanak-kanak.

 

Dia dan Chery masuk di tahun yang sama. Dan sejak awal Tristan tahu perhatian lebih dari Chery adalah sinyal dari Chery. Teman sekerjanya mengharapkan hubungan yang lebih dari sekedar rekan guru.

 

Hanya saja sejak Tristan bertemu dengan Mama Nathan semuanya menjadi berbeda. Cara pandangnya terhadap masa depan berubah 180 derajat. Tristan tidak dapat mengalihkan pandangan dari wanita itu. ibu muda itu telah menyita semua keinginannya untuk melirik gadis lain.

 

Tristan menghabiskan teh manis yang masih tersisa setengah. Sebenarnya dia tidak habis pikir, bagaimana mungkin dia bisa menaruh hati pada seorang wanita yang bahkan baru dia ketahui namanya tadi. Wanita yang jelas-jelas usianya lebih tua darinya. Dan lebih gilanya lagi, wanita itu adalah ibu dari muridnya.

 

--

 

Peserta Estafet :

  1. Cat
  2. Dadun
  3. Lavender
  4. Sun flower
  5. Kumiko
  6. Minnie
  7. Lily zhang
  8. Petak Tujuh
  9. -----
  10. ------

 

Aturan :

  1. Melanjutkan cerita berdasarkan cerita sebelumnya. Diharapkan tidak melenceng dari jalur.
  2. Genre utamanya adalah Romantis, boleh menyelipkan komedi atau genre lain yang masih bisa dimasukkan.
  3. Untuk penambahan tokoh sebaiknya dibicarakan bersama dahulu
  4. Masa posting 2 x 24 jam setelah postingan cerita sebelumnya (di kekom)
  5. Bila dalam 2 x 24 jam tidak bisa memposting lanjutannya akan dikenai sanksi berupa “membuat cerita berdasarkan permintaan dari peserta estafet sebelumnya – waktu dan segala teknis ditentukan oleh peserta sebelumnya”
  6. Glirannya akan diundur satu kali giliran. Artinya tugas melanjutkan cerita diserahkan pada peserta berikutnya.
  7. Tag cerita : cerfet,romantis,guru (ato ada usul lain?)
  8. Penulisan judul : Cerfet : judul (sub judul bila mau)
  9. Minimal 800 kata – maksimal 1000 kata.
  10. Mari menulis.

Read previous post:  
Read next post:  
100

saya baru mampir maaakkk lnjut dulu yaaa

50

maaf baru gabung di sini. ini merupakan komunitas tersendiri ya?

Writer cat
cat at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 1) (9 years 47 weeks ago)

Kemudian.com adalah komunitas menulis.

Kalau cerfet ini adalah bentuk kolaborasi bersama dari beberapa para penulis yang ada di sini.

Selamat datang di kekom (kemudian.com)

Writer Maximus
Maximus at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 1) (9 years 47 weeks ago)
70

Suka sih ceritanya, tapi EYDnya dong kak cat! jadi sepet mata, banyak banget yang salah =_+
.
salah ketik (ada 2, silakan cari sendiri)
.
Istilah asing- Playgroup Strawberry, teacher, puzzle, block-block I-T-A-L-I-C!
.
Parent's meeting bukan meeting parent
.
fotokopi bukan fotocopi
.
Kak cat harus tanggung jawab, kalau ada pembaca yang ga jadi baca lanjutannya gara-gara bab 1 nya kebanyakan salah EYD (kejam)
.
Lanjut baca...

dadun at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 1) (9 years 47 weeks ago)

harap maklum ya, Maximus. Mbak Catz ngetiknya di BB, dan lagi sedikit webe. (belain emak, siapa tau dapet jatah uang jajan lebih) hihihi

Writer cat
cat at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 1) (9 years 47 weeks ago)

Yah. Saya tau ketikkan saya kali ini luar biasa banyak typo.

Dan emang susah membold n italic krn saya ngetik pake  bebek.

Bukannya beralasan tp kenyataan.

Secepatnya akan saya rapiin.

Btw dun nanti Emak kasih kado special deh. #bulu mata warna pelangi ala syahrini#

100

Gaya bahasa yang sederhana. Sejauh ini belum tertandingi di kemudian.com pada kategori tulisan deskriptif. Tidak ada polesan yang berlebihan, semuanya adalah deskripsi sederhana yang kuat. Ketika menulis, catz selalu berada di daerah antara 'menghadirkan fiksi dalam kenyataan' dan 'menghadirkan kenyataan dalam fiksi'.

Writer cat
cat at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 1) (9 years 47 weeks ago)

Terima kasih atas kunjungannya KD.

Seneng dapat kument selain Hmmmm ...

Dudun : yuk kita bikin KD Fans Club ...

dadun at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 1) (9 years 47 weeks ago)

aaah... kalo KD sering komen kayak gini (lagi, seperti dulu), fans nya KD pasti berlipat ganda ;)
btw, saya setuju sama KD. inilah "sesuatu"-nya Catz.

wuaoowww kereeeennnnnnnnnn

mengharukan ceritanya

Writer toebugz
toebugz at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 1) (9 years 48 weeks ago)
100

akhhh... baru baca... kayanya menarik... lanjut ahh bacanyaa :D... keren iniiihhh

90

ikut menyimak aja ya . . .

Writer herjuno
herjuno at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 1) (9 years 49 weeks ago)

saya juga di-invite sama Mistress Sun nih. >.<
,'
hm... romance ya... Masih belum terbiasa dengan roman dewasa, tapi apa salahnya mencoba?
.
btw, ada kesepakatan mengenai karakter (dan karakterisasi), plot, konflik, dan ending? Kalau ada akan lebih bagus..... ^^
.
Oh ya, sebenarnya ini namanya Sunshine School atau TK Sunflower? Atau nama kelasnya Sunflower, nama sekolahnya Sunshine School?

Writer majnun
majnun at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 1) (9 years 49 weeks ago)
90

wow..
para maestro ngumpul..
ahay..
sori mbak baru sempat baca..
udah agak jarang jua masuk kcom *ketularan sindrom 'menjauh' ni kayaknya*
hehe..

Writer cat
cat at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 1) (9 years 49 weeks ago)

Yooo yang lain maestro diriku masih kucing kurap

‎​​​​:D ªkªkª =D ªkªkª =)) ªkªkª

Dan Majnun, kamu harus ikut juga dalam proyek cerfet ini.

Suka tidak suka. Mau tidak mau. Dirimu akan aku ma Lav iket n paksa bikin satu bagian dari cerfet ini.

Setuju Lady Lavender??

setubuuuhhhhhhh

Writer H.Lind
H.Lind at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 1) (9 years 49 weeks ago)
90

Hmmm, maaf baru sempet baca cerpen estafetnya. Ehehe, padahal ikutan. Pembukaannya cukup memberi peluang terhadap banyak ending nih, tapi tetep keren. :D

Writer dansou
dansou at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 1) (9 years 49 weeks ago)
70

Pas 100!!! \(^ ^)/ Asiiik... dapet bacaan romantis lagi. Lumayan buat referensi >,<
.
Tumben emak banyak typo-nya niiiih :(
.
Lanjut ke bang dadun dulu aaah~~

Writer cat
cat at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 1) (9 years 49 weeks ago)

Iyah maafkan kelalaian saya dalam menyapu typo. #jereng ui ngetik n ngepost via blackberry. Baru menyadari penderitaan si Ianz #

Ini kerjaan Emak-Emak yang lagi kagak ada kegiatan selain bed rest dan ndak boleh nyentuh laptop.

Jd diriku mengumpulkan para korban untuk memberiku bacaan cerita romantis setiap harinya.

‎​​​​:D ªkªkª =D ªkªkª =)) ªkªkª

80

Mak saya disuruh ikut ama kak Sun!!! *nunjuk2 ngadu*
TAT
.
Bisa sih ikutan, tapi kayaknya saya nambah tokoh baru boleh gak mak?

btw, ceritanya blom edit ya mak? Typonya masih banyak dimana-mana tuh, terus ada beberapa kalimat yang kerasa ganjal. Tapi hanya itu doang sih. Ide ceritanya lumayan nangkep lah...

90

Aq bukan senior... *minder sendiri*

dadun at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 1) (9 years 49 weeks ago)
100

saya sudah agak sedikit merusak cerita ini. hihi. ayo tugas lavender memperbaikinya :D
Emaaaak.... karokeannya di nav aja yuk, biar lebih deket :D>

Writer cat
cat at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 1) (9 years 49 weeks ago)

Dudun emang di Nav kok karokeannya.

‎​​​​:D ªkªkª =D ªkªkª =)) ªkªkª

100

was was menunggu giliran

80

Uwoh, estafet baru nih? Ahirna penulis-penulis senior ngumpul lagi di Kcom! Saya pengen ikut, tapi ga pede nulis roman =____=

100

hmm.. yang jadi Mama Nathan, kayak pernah ketemu deh.. kayak pernah makan bareng di mall..wkwkwk..

btw, di pargraf ini kayak ada pengulangan nggak sih?

“Lalu kena baju teacher Tristan deh,” Nathan menunjuk ujung kemeja gurunya. Tristan hanya dapat memasang wajah tersenyum.

“Aduh, saya benar-benar minta maaf,” Mama Nathan menundukkan kepala, meminta maaf.

Sedangkan Nathan sibuk menarik tangan Mamanya. “Di sini nih, Ma. Bajunya Teacher jadi bau,” kekeh bocah itu. sementara itu Tristan terlihat malu ketika Mama Nathan memperhatikan ujung seragam kerjanya yang berwarna biru cerah kini terdapat bercak coklat.
--

apa ini hanya perasaan saya aja yg ngerasa agak janggal?

80

Entah kenapa saya merasa kali ini tulisan emak rada kaku
nggak seluwes cerpen Nana VS Om Sinyo :P

100

sip ^^

Writer bl09on
bl09on at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 1) (9 years 49 weeks ago)
100

oke Mak saya sudah baca tinggal tunggu giliran ^_^

Writer cat
cat at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 1) (9 years 49 weeks ago)

Baru nyadar kalo I'd kekommu itu bl09on toh.

Ternyata sudah lama kita berkenalan Minnie.

‎​​​​:D ªkªkª =D ªkªkª =)) ªkªkª

Tunggu di gilir setelah Dudun Lav Sun Kumiko yak.

100

Ol di hape ni.. Nanti baru komen yah kak cat :*