Dead Memories of Death : Stage One

“’Bisakah aku datang,’ ya?”

 

Zraaaassshhhh

 

“Ternyata kau tidak bisa menganggap kalau aku sedang tidur…”

 

Zraaassshhhhhh

 

“Tadinya! Tapi…Apa?!”

 

Zraaaassshhhhhhh

 

.

 

.

 

“….”

 

Hujan ini entah mengapa semakin deras.

 

Hari sudah sore, tetapi sepertinya tidak ada tanda-tanda hujan akan berhenti sebentar lagi. Karena sekarang musim hujan, orang akan menganggap ini adalah hal yang biasa. Hari-hari biasa yang mereka jalani, aktivitas-aktivitas yang sama ketika bepergian menggunakan payung. Kebiasaan yang biasa dilakukan pada hari biasanya di hujan yang biasa.

 

“Mengapa pakai e-mail? Aku 'kan tepat di depanmu!”

 

Namun bagiku, hari ini bukanlah hujan yang biasa.

 

“Aku tak akan melihatnya. Katakanlah!”

 

Tidak, aku tidak bisa mengatakannya.

 

Hari memang sudah sore, siapapun pasti akan mengatakan hal yang sama. Jam di dinding menunjukkan pukul 16:13, tak kupedulikan perbedaan dua menit pada jam di komputerku. Yang terpenting, ini adalah sore, dimana dua per tiga hari sudah berlalu.

 

Tapi…mengapa sore?

 

“Mengapa tidak bicara?”

 

Tidak! Aku tidak bisa mengatakannya! Bahkan aku tidak tahu apa yang baru saja terjadi! Mengapa aku panik?! Mengapa ini sore?!

 

Mengapa aku tidak bisa mengingatnya?!

 

“Jadi begitu…heheh. Ternyata kau takut dengan aura mencekam dariku Mad Scientist, Hououin Kyouma! HWAHAHAHAH!!!”

 

……

 

Benar.

 

Benar Kyouma, aku sedang ketakutan. Terima kasih untukkmu dariku. Memang menonton anime-mu bisa membuatku lebih tenang bila aku sedang dalam kepanikan. Tidak bisa aku bayangkan untuk bertahan di sini, memikirkan tentang apa yang baru saja terjadi tanpa menontonmu. Tapi, itu saja tidak cukup. Sejauh ini aku hanya bisa mengingat bahwa hari sudah sore dan hujan tidak henti-hentinya turun.

 

Jadi sekarang…apa yang harus aku lakukan?

 

“Mengirim e-mail lebih mudah. Jadi, tunjukkan padaku IBN 5100 itu.”

 

Moe…ka?

 

“Kau benar Moeka!”

 

Tanpa pikir panjang, aku beranikan diri untuk mengambil ponselku. Aku pilih menu, menuju kontak, nama, Larra Crest, panggil.

 

Dapat kudengar nada tunggu Hacking to the Gate dimainkan di ponselku sebelum kemudian Larra mengangkat panggilanku, [“Halo.”]

 

“Ini aku, Hououin Kyou—“

 

Dia menutup panggilanku, membuatku merasakan déjà vu ketika…hmm, aku rasa episode sembilan.

 

Aku harus memanggilnya lagi.

 

[“Halo.”]

 

“Ini aku, temanmu ter-otaku yang pernah kau temui sepanjang hidupmu.”

 

[“Ada apa?”]

 

Dia memang menyebalkan.

 

“Tak bisakah kau membiarkanku menenangkan diri dengan beberapa humor?”

 

[“Menenangkan diri? Apa yang terjadi?”]

 

Aku menarik napas yang panjang.

 

“Dengar. Pernahkah kau mendengar tentang anterograde amnesia dan retrograde amnesia?”

 

Larra tertawa kecil, apanya yang lucu?

 

[“Haha..benar, kau memang sedang panik. Bahasamu kacau.”]

 

“Kali ini aku serius, pernahkah kau mendengarnya?”

 

[“Hmmm, sepertinya aku pernah. Tetapi bukan dari sumber yang pasti. Apa itu…hilang ingatan tentang beberapa hal yang terjadi sebelum misal kecelakaan dan hilang ingatan setelahnya saat dirawat di rumah sakit?”]

 

“Errr…aku tidak terlalu paham dengan permisalanmu, tetapi kurang lebih seperti itu.”

 

[“Dan? Untuk apa kau menanyakan itu padaku?”]

 

“Saat ini aku sedang berada di kamarku dengan sebuah kotak kardus basah yang cukup besar. Wangi amis seperti darah yang menyengat hidungku sepertinya keluar dari kardus itu. Bisakah kau segera kemari?”

 

Dapat kudengar suara gelas pecah dan sesuatu yang keras jatuh di seberang telepon.

 

“He-hei, kau tidak apa-apa?”

 

[“Tidak apa-apa apanya?! Mengapa kau memanggilku untuk hal menjijikkan semacam itu?! Oh, ataukah kau mengimplikasikan bahwa aku setara dengan wangi amis itu?!”]

 

“Bu-bukan…”

 

[“Lantas apa?! Dan lagi, apa hubungannya dengan pertanyaanmu tadi?!”]

 

Tunggu. Dari awal aku menelponnya karena aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Dan tanpa kusadari, aku juga mencari ketenangan dari menelponnya. Jadi itu karena…

 

“…Aku percaya padamu.”

 

[“Eh?”]

 

“Aku percaya padamu hingga hanya namamulah yang terpikirkan ketika aku mendengar Moeka berbicara tentang e-mail dan ponsel.”

 

[“Be-benarkah?”]

 

“Dengar. Aku sendiri bahkan tidak mengingat tentang apa yang terjadi dari pagi tadi hingga sore ini. Ya, aku mengalami amnesia itu. Dan aku tidak tahu harus melakukan apa. Jadi tolong, datanglah kemari. Setidaknya, temani aku untuk berpikir dan mengingatnya. Aku…”

 

Tak kusadari air mata mulai meluncur turun di pipiku.

 

“…takut.”

 

[“…”]

 

Mungkin hanya isak tangis saja yang bisa Larra dengar. Ya, meskipun aku malu untuk mengakuinya, memang benar aku menangis. Itu jujur dan bukan bualan.

 

Aku menangis…dalam ketakutan.

 

[“Tunggu aku. Aku akan segera kesana.”]

 

Aku menutup panggilan itu, memendam wajah di lututku.

 

Aku tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya, hilang ingatan. Begitu takutnya diriku ketika aku tidak mengetahui apapun, namun dunia tetap berputar meninggalkanku. Di tempat ini, kamarku, sendirian, tanpa pernah melihat ke belakang, aku takut dunia tidak mempedulikanku.

 

Meninggalkanku sendirian bersama dengan kardus basah bau yang sobek di bagian bawahnya, mengeluarkan berhelai-helai rambut hitam panjang melalui celah-celah sobekan itu.

 

Aku sangat berharap itu bukanlah mayat.

 

 

Read previous post:  
99
points
(4402 words) posted by nereid 10 years 8 weeks ago
82.5
Tags: Cerita | Cerita Pendek | horor | gadis kecil | tantangan
Read next post:  
Writer hamdan15
hamdan15 at Dead Memories of Death : Stage One (8 years 3 weeks ago)
90

eh, ceritanya menarik.
awalnya dialog2 santai gitu, pas diakhir, malah baru muncul masalahnya.
.
tapi MCnya penakut banget, masak ngandalin cewek sih.
.
dan mgkin bingung di dialog hyouin kyouma ama bni 1600 itu apa.

Writer Erick
Erick at Dead Memories of Death : Stage One (9 years 47 weeks ago)
80

haha, proyek senpai yg baru! ^^

hmm, awal pertama yg menarik. Ada yg tersembunyi di balik keatakutan si tokoh utama. Kalo boleh nebak, dia itu cewek ya? :p

 

Err, gomen ne, watashi!

krn aku bru muncul 'n komen skrg. Akhir2 ini aku dilanda 'galau tingkat akut' akibat berkecimpung pada proyek novel miniku... =,=

aku akan baca yg selanjutnya! ^^

begitulah, sekian! ^^

Writer nereid
nereid at Dead Memories of Death : Stage One (9 years 47 weeks ago)

hmmm, uhhh, sembunyiin ga ya? haha, ga ga, dia cowok kok, kok bisa nyimpulin cewek? (ato jangan2 karakter cowok yg selalu saya buat harusnya cewek? *plak!)
.
wah, semangat Rick! Pentingin yang terdekat dulu, yaitu proyekmu,. Kalo baca ini kan bisa kapan aja.
Semangat! :D

Writer Alfreda
Alfreda at Dead Memories of Death : Stage One (9 years 48 weeks ago)
90

woohhh saya suka suhu

endingnya keren beud dan horor :D

Writer nereid
nereid at Dead Memories of Death : Stage One (9 years 48 weeks ago)

*hiks hiks* (terharu)
itu belum selesai loh....
baru stage satu..
makasih udah mampir!! :D

Writer Abel
Abel at Dead Memories of Death : Stage One (9 years 48 weeks ago)
80

Konsep karakter si 'aku'nya menarik, delusional begitu, sampai-sampai nggak jelas mana batas realita-nya x) Mungkin karena ini intro jadi belum digali lebih dalam lagi, ya? /berharap chapter selanjutnya di-expose lebih jauh lagi/ Dari sisi teknis cuma ada 1 typo, kelebihan huruf 'k' =P

Writer nereid
nereid at Dead Memories of Death : Stage One (9 years 48 weeks ago)

yah, semoga saja selanjutnya bisa memenuhi harapan Abel...
oh, ya, makasih, hehe :D
makasih dah mampir! :D

Writer olief
olief at Dead Memories of Death : Stage One (9 years 48 weeks ago)
70

istilah-istilah kayak stein gate, mad sientis..menganggu..

aku suka bagian tengah ke akhir.. apalagi ending.. :)

Writer nereid
nereid at Dead Memories of Death : Stage One (9 years 48 weeks ago)

hmm, sepertinya saya selalu kesulitan untuk membuat prolog/pembuka cerita, btw, thanks sarannya! XD
ah, makasih! tp ini masi bersambung loh, tunggu kelanjutannya yah! :D

Writer KD
KD at Dead Memories of Death : Stage One (9 years 48 weeks ago)
100

hmmm

Writer nereid
nereid at Dead Memories of Death : Stage One (9 years 48 weeks ago)

hmmm?

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Dead Memories of Death : Stage One (9 years 48 weeks ago)
90

Steins;Gate !!!!!!!!
.
Uhum. "Mengimplikasikan" itu terlalu canggung, menurut saia. Hum hum ohohohohowakakah... endingnya keren!
.
Udah ah, saia males ngasih cabe :P

Writer nereid
nereid at Dead Memories of Death : Stage One (9 years 48 weeks ago)

Yeeeayy!! *ikutanteriakgaje*
Yah, masak segitu doank Re cabenya >,<
Yawda deh, makasih dah mampir! :D

70

Akan lebih bagus kalau ini tidak perlu membawa-bawa anime Steins;Gate, menurutku.
.
Oh, dan coba cek email-mu.

Writer nereid
nereid at Dead Memories of Death : Stage One (9 years 48 weeks ago)

hmm, bener juga. sialnya ide saya tadi mengalir pas pake tuh anime, ghwaaaaa!! DX
.
ah, udah saya donlod. Tunggu kehadiran saya! :D
btw, makasih sarannya :D