Jika Hidupku Adalah Sinetron Laga

Matahari sudah terbit. Dengan sedikit malas, aku bangun dari tempat tidurku. Kicauan burung dan angin pagi langsung menyegarkanku. Aku memang tinggal di daerah pegunungan, makanya udara paginya sangat segar.

Aku beranjak ke dapur, disana ibuku sedang memasak. Baru aja duduk, ibuku sudah minta tolong.

"Nak, tolong ke pergi ke pasar ya. Beliin tomat sama cabe."

"Ah, males nih Bu."

Tangan ibuku sudah mulai bersinar, ini berarti dia marah dan mau mengeluarkan tenaga dalamnya. Ibuku memang dulu adalah salah satu pendekar terkuat di kampung kami. Aku pun segan melawannya dan buru-buru keluar.

"Doggi, ayo kita pasar." kataku pada elang raksasa peliharaan kami. Kenapa elang diberi nama doggi aku pun tidak tahu. Ayahlah yang memberinya nama. Sekarang ayahku masih bertapa di bawah air terjun dan sudah setahun belum pulang. Katanya dia mau mengikuti jejak pertapa Toyib dengan bertapa selama 3 kali puasa 3 kali lebaran.

Aku melompat ke atas Doggi, "Berangkat!"

Doggi langsung mengepakkan sayapnya dan terbang. Dalam sekejap saja kami sudah sampai di pasar. Doggi kuikat di parkiran elang. "Tunggu sebentar ya." kataku.

Aku berkeliling mencari pesanan ibuku. Saat aku mau membayar belanjaannya, aku baru ingat kalau ibu lupa memberiku uang tadi, dan aku juga tidak membawa dompet.

"Kenapa Dek?" tanya mbak penjual.

"Ini Mbak, saya lupa bawa uang." kataku sambil merogoh-rogoh kantong, mana tahu ada uang yang terselip.

Tiba-tiba saja ada asap keluar dari lantai di dekatku. Pertama aku bingung, lalu dari asap itu keluarlah ibuku. Ternyata ibuku menggunakan jurus teleportasinya. "Dasar," katanya sambil menyerahkan uang, "Kenapa gak minta uang dulu?" Setelah aku mengambil uangnya, dia menghilang lagi. Dalam hati aku berpikir, kalau dia bisa jurus teleportasi, kenapa gak dia aja yang kesini?

Aku pun membayar lalu langsung pergi ke Doggi untuk pulang.

Di tengah penerbangan, aku mendengar suara minta tolong di dalam hutan. Suara wanita. Maka aku langsung membelokkan elangku.

Sampai disana, aku mencari-cari siapa gerangan yang minta tolong tadi. Tidak ada orang. "Toloongg!!" Suara itu terdengar lagi, dari arah sekitar danau. Aku bergegas kesana. 

Ternyata yang meminta tolong adalah seekor ikan yang berada dalam ember. "Tolong aku, Pak Haji akan segera kembali dan menggorengku." Aku tak tahu bagaimana seekor ikan bisa berbicara padaku. Mulutny hanya mangap-mangap, tapi suaranya terdengar begitu jelas. Aku lalu mengembalikan ikan itu ke danau. 

"Terima kasih." katanya, sambil mangap-mangap. Lalu dia menghilang ke dalam danau.

Tepat setelah itu, muncullah Pak Haji sambil membawa kompor gas. Pak Haji berpakaian putih putih, pakai peci di kepala dan tasbih di tangannya. Begitu dia melihat embernya kosong, dia menatap murka kepadaku.

"Dimana makananku?"

"Dia bukan makan Pak, ikan itu bisa berbicara!" elakku.

"Jangan banyak alasan! Kau telah menghilangkan sarapanku!" Dia lalu memegang tasbihnya, menutup mata, dan berkomat-kamit baca doa. Tubuhnya mulai bersinar. Tiba-tiba saja sinar itu melesat ke arahku dan menubrukku dengan sangat menyakitkan. 

"Agghh!!" aku terlempar sejauh 3 meter ke belakang. Serangan berikutnya akan datang, aku pun langsung memakai jurus melayangku untuk melompat ke dahan pohon. Tapi ternyata Pak Haji juga bisa jurus itu. Dia ikut melompat dan mengeluarkan jurus sinar itu lagi. Kali ini aku mampu mengelak dengan sangat pas-pasan.

Aku kembali ke tanah. Pak Haji sudah berada di dekatku. Tapi aku terselamatkan dengan datangnya seorang ibu-ibu. "Pak, ada pengajian di rumah saya. Bapak jadi penceramahnya ya" katanya.

Bingung, Pak Haji akhirnya lebih memilih pengajian. "Kali ini kau kumaafkan," katanya. Setelah itu dia dan ibu itu menghilang.

Sial sekali aku, kesakitan begini cuma karena seekor ikan. Lalu entah bagaimana, muncul seorang wanita cantik dari dalam danau.

"Aku adalah ikan yang kamu tolong tadi. Sebenarnya aku adalah putri kerajaan yang sedang mencari pasangan. Dan kamulah orang yang paling tepat."

Aku yang masih bingung pun berkata keren, "A..a..aku?"

"Ya. Kamu membelaku padahal aku hanyalah seekor ikan. Kamu pasti akan menjadi suami yang baik."

Dia lalu memegang tanganku, dan tiba-tiba saja kami sudah berada di sebuah istana yang sangat megah. Ibuku juga ada disana, sama bingungnya sama aku. Tapi tentu saja kami bergembira. Setelah itu, kami hidup bahagia selama-lamanya.

 

(Tamat)

___________________________________________________________________________________________________

Epilog 

Doggi masih menunggu majikannya di hutan. Lalu dia bertemu Pak Haji. Pak Haji tersenyum dan membatin, "Elang ini bisa jadi makan malamku."

 

Read previous post:  
160
points
(442 words) posted by kemalbarca 9 years 38 weeks ago
80
Tags: Cerita | Cerita Pendek | komedi | sinetron
Read next post:  
90

Jadi inget film indosiar

Writer Riesling
Riesling at Jika Hidupku Adalah Sinetron Laga (9 years 34 weeks ago)
80

rindu sinetron laga >A<

100

sip bikin ngakak. :D

Writer imreara
imreara at Jika Hidupku Adalah Sinetron Laga (9 years 35 weeks ago)
100

muahahahahaha kasian doggienya, terus cabe sama tomatnya dikemanain? ahahahahaha

100

seru kak xDD

Writer Yafeth
Yafeth at Jika Hidupku Adalah Sinetron Laga (9 years 36 weeks ago)
80

Elemannya kebanyakan, tapi malah menghibur. Parodi yang menarik dengan sangat banyaknya "kebetulan" yang menghiasi di sana-sini.

Writer k0haku
k0haku at Jika Hidupku Adalah Sinetron Laga (9 years 36 weeks ago)
70

S*itnetron silat abis. :))
Sayang nggak ada muncul naga2nya segala macem, kalau ada versi lanjutannya, harap munculkan klise itu dong. :D
.
Oh, satu lagi... humornya agak kurang nih. Entah kenapa, mungkin karena penceritaannya kelewat singkat?

Writer Kurenai86
Kurenai86 at Jika Hidupku Adalah Sinetron Laga (9 years 36 weeks ago)
90

wkwkwkwkk...
jadi elang goreng mentega deh :D
.
sinetron laga Indosiar emang parah ^^a
jamannya ndak jelas n aksinya lebai

70

Hahahahaha lucu banget. Jadi kepikiran ama sinetron indosiar tuh yang rada bikin alis gue ngangkat cari tau asiknya dimana.

Writer eNTegila
eNTegila at Jika Hidupku Adalah Sinetron Laga (9 years 36 weeks ago)

kebanyakan liat sinetron indosiar tu,,,
hehehe

Writer dansou
dansou at Jika Hidupku Adalah Sinetron Laga (9 years 36 weeks ago)
90

*smirk* :D

Writer Sam_Riilme
Sam_Riilme at Jika Hidupku Adalah Sinetron Laga (9 years 36 weeks ago)
100

Uuuuuuuh, Kemal emang jago~!

Writer neko-man
neko-man at Jika Hidupku Adalah Sinetron Laga (9 years 36 weeks ago)
100

Ini mah sinetron fantasy, kalau aksi lebih mirip gaya Deru dan Debu. Film Horor Indonesia juga dong..