[Preliminary] Lilia - Mati Sana!

                                                                      .

                                            [The First Quarter – The Beginning]

                                                                      .

Lilia menatap pemandangan di depannya dengan datar. Ia kini tengah duduk di salah satu pondok. Sendirian, menganilisis kejadian yang menimpanya.

 

Ia diculik. Hanya itu yang ia tahu.

 

Sial, umpatnya dalam hati. Baru saja ia akan mendapatkan informasi tentang Dr. Haxel—kakak yang paling dicintainya—ia malah diculik ke tempat aneh begini.

 

Oase. Ya, oase di sore hari.

 

Ya, kan? Aneh, bukan? Sebelumnya, Lilia tengah berada di rumahnya—mengepaki barang-barang yang rasanya perlu ia bawa. Rencananya, ia akan pergi ke dimensi lain dan mencari petunjuk tentang apa itu Battle of Realms—petunjuk pertamanya tentang Dr. Haxel setelah selama tiga ratus tahun—ya, tiga ratus tahun—luntang-lantung mencari petunjuk. Kini, setelah  akhirnya menemukan petunjuk, ia malah sampai di tempat aneh begini. Lilia sudah mencoba untuk kabur ke dimensi lain, tapi percuma. Kekuatannya tak berguna di tempat ini.

 

Menyerah dengan percobaan melarikan dirinya, kini Lilia menatap ke sekitarnya. Yang pertama kali ia lihat adalah seorang gadis dan seorang lelaki berkulit abu-abu gelap yang terlihat seperti majikan dan budak (?). Si majikan sedang tidur dipelukan si budak, sedangkan budaknya hanya pasrah (atau malah senang?).

 

Dasar gadis bodoh. Budakmu pasti akan mencari kesempatan mengapa-apakan tubuhmu, pikir Lilia skeptis.

 

Lilia mengalihkan pandangan, lalu melihat seorang gadis kecil berkuping dan berekor kucing yang tengah membuat salju di udara di dekat seorang wanita.

 

Tempat macam apa, sih, ini sebenarnya? Tidak ada... TIDAK ADA MANUSIA YANG BISA MEMBUAT SALJU DARI UDARA KOSONG, TAHU! Lalu, apa itu? Apa itu telinga betulan? Apa bohongan? Kalau bohongan, kenapa dipakai? Menyusahkan saja, kata Lilia dalam hati sambil diam-diam merasakan keinginan untuk menarik ekor si gadis sampai putus.

 

Lalu Lilia melihat seekor panda yang bisa bicara—ya, bisa bicara!—yang tengah menendang-nendang kepala seorang mumi.

 

Seorang lelaki yang tengah tidur di atas pohon.

 

Beberapa orang lelaki yang bertarung memperebutkan seorang gadis seksi.

 

Sepasang kembar non-identik-nyaris-incest yang tertidur di bawah pohon palem.

 

Seorang pemuda sok yang membawa gerobak dan berpakaian aneh yang menyebut dirinya Gillgamesh.

 

Seorang lelaki yang berteriak-teriak kepada pedangnya.

 

Serangan jutaan nyamuk.

 

...

 

...

 

TEMPAT  MACAM  APAAAA  INI?!

 

Lilia lalu menghela napas. Ia tidak bisa menerima skenario aneh macam ini.

 

Pasrah, akhirnya ia merebahkan diri. Ia sebenarnya masih bingung dengan apa yang tengah terjadi. Yang bisa ia simpulkan sekarang, hanyalah bahwa orang-orang yang berada di sini dikumpulkan untuk bertarung demi seorang lelaki aneh bernama ‘Blackz’ yang menganggap dirinya adalah seorang pencipta.

 

Heh. Arogan sekali. Mana mungkin aku percaya dengan kata-kata makhluk mencurigakan sepertimu, Bodoh! pikir Lilia ketika mengingat kemunculan pertamanya di tempat ini.

 

Beberapa kali Lilia ingin bertanya kepada pemandu di sini—si gadis berqipao ungu yang tadi merubah lagit siang menjadi sore—namun ia terlalu malas berjalan. Menyusahkan, sih.

 

Maka, Lilia hanya berbaring di sana. Oh, tidak. Ia tidak tidur. Mana mungkin ia bisa tidur di tempat semencurigakan ini? Bisa-bisa ketika ia bangun, ia malah sampai di alam yang lain. Ya, Lilia masih mengamati. Mendengar keributan yang diciptakan para petarung di sini, lalu mengamati langit. Melamun.

 

...

 

...

 

Tunggu. Awalnya Lilia mengamati langit memang hanya untuk melamun. Ia ingin melamunkan hal-hal aneh-super mesum tentang Dr. Haxel, bukannya melamunkan dua sosok mencurigakan yang tengah melayang di atas sana.

 

Lilia menegakkan tubuhnya. Ia mengamati dengan seksama kedua sosok tersebut. Jarak mereka dengan oase ini memang agak jauh, namun kacamata Lilia dapat membuatnya melihat jelas kedua sosok tersebut sejelas ia melihat tangannya sendiri. Malah kalau dipikir-pikir, mungkin hanya ia yang kini bisa dan sedang melihat mereka.

 

Sosok pertama yang Lilia lihat adalah seorang anak lelaki lumayan tampan seusia anak SMP berambut coklat, bermata coklat, yang kini tengah berbicara dengan sosok kedua. Sosok kedua sendiri adalah seorang anak perempuan berdada datar, berkulit gelap, berambut putih, dan berwajah super mesum. Mereka awalnya bercakap-cakap biasa. Si gadis tampak menggoda si anak lelaki dengan entah-apa-Lilia-tak-tahu, membuat wajah si anak lelaki memerah. Beberapa saat kemudian, si anak lelaki menarik sebuah kartu pink dari sakunya.

 

Hah? Kartu pink? pikir Lilia dengan masam. Feminim sekali.

 

Awalnya Lilia masih merasa biasa-biasa saja. Namun ketika sosok kedua memunculkan dua buah pedang dari kekosongan, ia tahu akan ada yang terjadi.

 

Dan saat itulah Lilia merasa bahaya.

 

Dengan cepat, Lilia bangkit dan bersembunyi ke belakang pondok. Ia sendiri tidak merasa yakin. Kedua sosok itu mungkin saja hanya salah satu dari kumpulan orang-orang aneh yang ada di oase ini, yang kebetulan bisa melayang. Namun, ada yang berbeda dari mereka. Tidak seperti orang-orang di sini, mereka punya sesuatu yang berbeda. Entahlah. Seperti hawa tak terkalahkan... hawa yang mengancam... Atau lebih tepatnya lagi...

 

Hawa kegelapan.

 

‘Kau menyadarinya.’

 

Bulu kuduk Lilia meremang. Ia mendengar sesuatu... tapi tidak. Tidak ada yang berbicara dengannya. Tidak ada seorangpun di dekatnya 

 

Lilia sendiri.

 

Apa hanya perasaanku saja...?

 

Lilia kembali melihat ke langit, ke arah dua sosok mencurigakan tersebut ketika tiba-tiba sosok pertama berteriak...

 

“Raitei Shourai!”


 

Read previous post:  
35
points
(0 words) posted by Gitta-chan 9 years 41 weeks ago
58.3333
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | komedi | barang hilang | kehidupan sehari-hari | komedi
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer SR_2127
SR_2127 at [Preliminary] Lilia - Mati Sana! (9 years 36 weeks ago)
100

Hahaha... jadi ketawa. Lanjut ya...
Omong2 pencarian bakuman vol 1 itu beneran, tuh?

Writer little.star
little.star at [Preliminary] Lilia - Mati Sana! (9 years 41 weeks ago)
70

Dah, dah dikument tuh, ya lumayan lah...ok ok

Writer Gitta-chan
Gitta-chan at [Preliminary] Lilia - Mati Sana! (9 years 41 weeks ago)

Ahaha!!
Bahagia. Trimakasih!