House of Romance - Isis - "The Magical Beginning"

House of Romance : Isis : The Magical Beginning

 

Isis Flashter

Enam tiga puluh pagi, empat piring berisi sandwich dan seteko susu. Meja makan telah rapi namun empat orang yang seharusnya duduk di kursi dan menghabiskan sarapan pagi di atas meja marmer putih belum juga nampak.

 

“Apakah mereka tidak pernah belajar untuk bangun pagi?” aku melempar celemek dan menjetikkan jari. Dalam sekejap rumah bercat putih dengan tatanan modern mulai terdengar riuh.

 

“Berhentilah mengunakan sihirmu untuk menyiksa kami!” aku yakin itu adalah raungan Kama yang sifatnya selalu berubah-ubah sesuai warna rambutnya.

“Aku akan menuntut pada persatuan penyihir tentang hak asasi penyihir,” kulihat Freya menuruni tangga sambil membetulkan bando berwarna ungunya, sesungguhnya dia mengenakan warna ungu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Mungkin tidak ada warna lain di dalam kamarnya selain ungu.

“Teeet, tuntutan yang salah! Sayang sekali kita semua tidak terdaftar dalam asosiasi penyihir,” aku kembali mengerakkan jari untuk mengambil tambahan sayur dari lemari pendingin. Dengan sengaja kubiarkan piring berisi sayuran lewat di depan Freya. Aku selalu tahu reaksinya, dia akan menutup hidung dan segera berkomat kamit untuk membuat piring itu menjauh darinya.

“Sayuran bagus untuk kesehatan,” godaku lagi dan Freya hanya mencibir.

 

“Kak Isis, aku baru saja pulang dari pemotretan jam dua subuh. Tidak bisakah kau biarkan aku tidur sebentar lagi?” Afro dengan wajah lemas mengunyah potongan sandwich.

“Bangun pagi bagus untuk kesehatan,” balasku sambil memasang senyum.

“Dia memang sudah semakin mirip nenek tua cerewet. Perpaduan yang sempurna dari kecerewetan ibu-ibu kita,” Eros yang baru saja bergabung di ruang makan menatapku dengan kesal.

“Habiskan makanan kalian dan segeralah bertarung dengan macetnya jalanan ibu kota. Dan jangan lupa  jam tiga sore adalah peresmian toko kita. Kalian harus datang dan membantuku meresmikan House of Romance, rumah penuh impian dan cinta,” aku menyodorkan tumpukan selebaran kepada mereka.

“Sekalian bantu promosi yah,” ucapku lagi.

Wajah keempatnya langsung berubah cerah, “Kami tidak akan melewatkan peresmian House of Romance, tentu!” seru mereka serempak.

 

==

 

Rumah kembali sepi , aku satu-satunya yang bekerja di rumah. Sebuah toko bunga yang terletak di lantai dasar rumah kami. Dan saat ini kami menambahkan sebuah toko pernak-pernik yang menjual berbagai barang yang romantis. Jadi toko bunganya dan toko pernak-pernik itu akan digabungkan menjadi satu toko, perfectto! Tentu saja aku akan mengurusi toko ini sementara kedua saudariku, Freya dan Afro serta sahabat kami, Eros dan Kama bekerja. Mereka tetap akan ikut membantu, bergantian menjaga dan mengurusi toko sesuai jadwal yang telah ditentukan.

 

Tapi kalian jangalah terkejut, toko pernak-pernik dan bunga ini bukanlah toko yang menjual barang-barang biasa. Kami menjual barang-barang yang memiliki sedikit kekuatan sihir, walau tidak keseluruhan barang yang ada berkemampuan sihir.

 

Lihatlah dipojok kiri, deretan novel-novel romantis itu. Buku-buku itu tidak berkekuatan sihir, namun bila kalian membutuhkan kami akan menambahkan sedikit mantra sihir agar kalian dapat memiliki mimpi indah tentang cinta. Yah, mantra mimpi adalah mantra utama Freya bukan diriku. Ada satu bagian yang cukup tersembunyi di toko ini, dan bagian itu menjual lingerie. Dan kuberitahu lagi, bagian itu adalah idenya Kama.

 

Mungkin aku harus memperkenalkan diriku, tapi ingat ini rahasia kita. Aku, Isis Flashter si sulung dari tiga bersaudari. Kami lahir dari orang tua yang cukup berbeda dari kebanyakan orang. Ibu kami, Elena Levin adalah keturunan penyihir kelas satu yang memiliki kemampuan yang cukup kuat. Kekuatan terbesarnya adalah dalam hal ramalan dan ramuan.

 

Sementara ayah kami tidak kalah menariknya dari Ibu. Terry Flashter, ayah kami masih memiliki darah peri yang diturunkan oleh Nenek sedangkan Kakek hanyalah manusia biasa yang mampu membuat si peri rela meninggalkan dunia peri dan hidup bersamanya hingga maut memisahkan.

 

Hal yang sama juga terjadi pada Ibuku. Dia rela diusir dari dunia para penyihir demi menikah dengan Ayah, bukankah hal itu sangat romantis. Yah, mereka selalu terlihat romantis dan sedikit slengehan mungkin. Mereka bahkan menamai kami dengan namadewi-dewi cinta. Namaku berasal dari nama Dewi Isis dari Mesir. Dewi kasih sayang dan kesuburan.

 

Mereka berharap dengan menamai kami dengan nama dewi-dewi cinta kasih maka kami bisa mendapatkan cinta serta membagikan senyum penuh cinta pada semua.

 

Aku memang menguasai sihir yang diajarkan Ibu, terutama mengenai ramalan. Membaca bintang dan bola kristal adalah keahlianku. Hujan juga menjadi keahlianku, aku senang bermain dengan hujan. Namun sepertinya darah peri Nenek lebih dominan pada tubuhku. Aku memiliki sayap peri bunga, itu yang Nenek katakan saat aku berumur delapan tahun dan menemukan dari punggungku mengeluarkan sayap. Hal itu yang menjelaskan ketertarikanku yang berlebih pada bunga.

 

Soal mantra-mantra sihir serta ramuan aku yakin Afro dan Freya lebih baik daripada aku.

 

Sedangkan Kama dan Eros, mereka adalah titipan. Stt … berjanjilah tidak akan mengatakan kepada mereka berdua. Mereka si kembar yang memiliki wajah yang sama namun dengan sifat yang bertolak belakang. Keduanya adalah anak dari sahabat akrab orang tua kami.

 

Freya selalu menyebutku sebagai si cerewet. Mulutku memang bawel, salahkan orang tua kami yang sibuk berkeliling dunia menikmati bulan madu yang entah ke berapa mereka dan meninggalkan aku dengan empat orang yang harus kuurus. Sejujurnya mereka sudah cukup dewasa untuk mengurusi diri sendiri, saat ini. Tapi kebiasaan yang telah berlangsung selama sepuluh tahun membuat aku sulit mengubah kebiasaan berperan sebagai ibu dan penjaga.

 

Diusiaku yang sudah dua puluh delapan tahun, aku belum juga menikah. Salahkan pria yang kucintai. Sejujurnya aku ingin mencincangnya menjadi sepuluh bagian dengan pisau dapur. Atau membantingnya hingga remuk, sebagai informasi tamabahan aku pemegang ban hitam karate. Aku akan membicarakan pria menyebalkan yang menawan hatiku itu di lain kesempatan saja. Saat ini lebih penting mengurus dan mengatur toko ini.

 

Aku harus memastikan semua barang-barang telah dipajang dengan rapi. Satu jam lagi toko akan resmi di buka dan aku belum melihat empat pengacau itu. Mungkin sebaiknya aku menelepon mereka.

“Oh, berhentilah menekan telepon genggammu Kak Isis. Kami sudah memacu kendaraan secepat mungkin untuk sampai di sini. Kami memilih melarikan diri dari kerjaan daripada mendengar omelanmu sepanjang hari, sepanjang minggu dan sebulan penuh!” suara Freya membuatku tersenyum.

“Lebay!” balasku.

Setelah berkeliling sejenak di dalam toko, memandangi dan mengagumi hasil kerja keras selama sebulan penuh ini, kami berlima berjalan ke pintu depan toko. Toko yang bercat putih dengan hiasan bunga berwarna warni serta lambang rumah dengan tanda hati merah muda yang dipegang oleh seorang penyihir dengan tongkat sihirnya.  Toko yang sudah lama kami impikan selama ini.

“Siap, memberikan sentuhan sihir cinta?” teriakku ceria.

“Ucapkan mantra cintanya!” Afro dengan wajah yang terlihat anggun menatap kagum toko kecil kami.

House of Romance, where’s the magic of love begin!” dan pita merah muda itu aku, Freya dan Afro gunting bersama sementara itu Eros dan Kama menembakkan confeti, taburan potongan kertas berbentuk hati aneka warna menghiasi halaman depan toko ini.

 

 

Kami berharap house of romance, toko munggil kami ini dapat memberikan sentuhan sihir dalam membantu kalian mencapai cinta sejati. Singgah dan pilihlah kado spesial untuk pasanganmu. Bahkan kami memberikan konsultasi cinta. Dan jika kalian beruntung, bukan tidak mungkin kami akan turun tangan untuk mengucapkan mantra-mantra rahasia yang akan menolong kalian dengan cara yang tidak pernah kalian duga.

 

Hanya saja yakinlah mantra utama dalam mencapai cinta sejati adalah kasih sayang dan kepercayaan.

 

Selamat datang di House of Romance. Kalian tidak akan pernah menyesal telah masuk dalam toko ini. Aku jamin.

 

I

Read previous post:  
Read next post:  
90

sbenernya suda lama baca ini, smp saya lupa mau komen apa >w<)7 #dziggh
.
tapi intinya saya suka cerita kekeluargaan dewi2 cinta ini dan tokonya Isis :'D
menjual alat2 n mandraguna untuk dark romance kah ?? >w< #plakk

80

Wow. Tema jasa sihir sebenarnya udah cukup umum sih, tapi tetap menarik sepanjang zaman. XD
.
Tokoh-tokohnya banyak juga. Mudah2an ga ada satupun yang cuma jadi figuran...

100

setor poin, mbak..
*sori baru kumen*
meskipun isinya kumen cuma ini..
hehe..

90

Berapa harganya ya? Lingerie itu apa sih?(bersiul sambil nguplil)

100

baguuuus, suka banget cerita beginian :D

80

Wuoooo... Proyek baru ya Mak? Baguuuusss....
.
Hmmm... Kama sama Eros cowok kan, ya? Kama yang naek hewan semacam burung sambil bawa panah itu, kan? Hmmm... Kalo Isis itu emak Cat, yang lain siapa, ya?
.
Masih ada typo, tapi udah dikomentari di bawah. Semangat!

100

bageuuuus.
btw, sepertinya diriku belum bisa melanjutkan. hiks.

100

lanjuddddddddddd................
wakakakkaaa
giliran kamabelle yah abs ini? atau erosbelle?

Boleh kah diriku membiarkan emosinya Kama belle dengan lingerienya itu reda dahulu???

tidak bisakah Eros belle dulu???

hikzzzzzzzzzz #takut# - sambil gigit gigit kuku jari jempol kaki.

Sun Flow - Eternityyyyyyyy (sambil pake suara horor)

Errrr- eternity sudah kuhancurkan kak cat.. wkakakaka...
.
kenapa kamabelle emosi karena lingerie itu? hahaha.. kenapa om kamabelle blm muncul disini yak?
Boleh2.. Erosbelle dulu sajah.. xixii.. ak nda sabar baca lanjutannya.

90

dua nama dewi, n yang satunya persis nama burungku yang meninggal. aih, nggak nyangka ceritanya keren banget!

3 dewi Aletheia,
Dewi Isis
Dewi Freya
dan Dewi Afrodite.

semoga ceritanya menarik .....

ikuti terus yah

ehehehe, kirain.. yg satu bukannya "Dewi Aphrodite" yah? tpi emg "ph" sama "f" sih.

100

Ada satu bagian yang cukup tersembunyi di toko ini, dan bagian itu menjual lingerie. Dan kuberitahu lagi, bagian itu adalah idenya Kama.
---> huekekekekkeekkekekeek!!!
*
“House of Romance, where’s the magic of love begin!"
---> where's nya --> where aja mbak
*
kereeeeeeeeeeennn!!! sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!! a looottt!!!!!!

Iya... saya juga ngakak pas bagian lingerie :P

Ah kalian jangan beritahu Kama Belle yah, bisa bisa aku diikat dan disiksa nya dengan cambuknya ituuuu ...

#lirik si Kama Belle.

Lav : yah bahasa inggris juga merupakan kelemahanku.

heleeeeeeeeeeeep

90

wah, emak isis...
proyek lagi ya XD
selain ada beberapa typo, sisanya keren :D

Yup proyek keroyokan agar memacu otak tetep menulis.

#saya menyeret 4 orang itu dalam kesengsaraanku.

wkwkwkwk

typo yah ... padahal mataku uda jereng bolak balik ngecek tuh typo.

aaaaaaaaaaa i hate typoooo ...