Culinary Challenge : Putra Bawang dan Bawang Goreng Ajaib

Pada jaman dulu kala, di Desa Bawang, hiduplah seorang janda bersama kedua anaknya. Wanita itu menikah 2 kali dan kedua suaminya meninggal dalam peperangan. Anak sulung diberi nama Putra Bawang, sedangkan adik tirinya bernama Bawang Bombay, mungkin karena ayahnya berasal dari Bombay. Putra Bawang adalah pemuda sederhana yang ramah, sangat berbeda dengan sifat Bawang Bombay yang suka menyombongkan kekuatan fisiknya. Meskipun begitu, ibu mereka lebih menyayangi Bawang Bombay daripada Putra Bawang.

Setiap hari kedua pemuda itu membantu ibunya bekerja di ladang. Namun suatu hari ibu mereka sakit parah. Bawang Bombay berkeliling mencari dukun dan obat tapi tak satupun berhasil menyembuhkan penyakit ibunya. Akhirnya Putra Bawang memutuskan pergi mencari obat di luar desa sementara Bawang Bombay yang lebih kuat tinggal karena musim panen sudah dekat.

Putra Bawang berjalan menuju Hutan Sayur, dia mendengar kabar bahwa air sungai yang mengalir di tengah hutan tersebut bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Selama seharian penuh Putra Bawang menyusuri hutan tapi masih belum menemukan sungai, dia juga tak menemukan jalan keluar antara pohon dan semak rimbun, sepertinya dia tersesat. Putra Bawang kelelahan, dia beristirahat di bawah sebuah pohon besar sampai ketiduran. Tiba-tiba dia mendengar suara panggilan dalam mimpinya.

"Wahai manusia, apa yang kau lakukan di hutan ini?"

Putra Bawang kebingungan, setelah melihat lebih jelas ternyata yang bicara padanya adalah Pohon Sayur Bayam.

"Maafkan hamba karena telah masuk dalam kediaman Tuan tanpa izin. Kalau diperkenankan, hamba ingin mengambil sedikit air dari Sungai Susu untuk menyembuhkan penyakit ibu hamba" jawab Putra Bawang.

"Aku akan mengizinkanmu asalkan kau bisa menjawab satu pertanyaanku. Untuk apa manusia makan sayur?"

Pertanyaan Pohon Sayur Bayam membuat Putra Bawang berpikir keras. Dia ingat dulu ibunya pernah memberitahu alasan mengapa mereka harus makan sayur.

"Ng, kalau tidak salah.. Sayur itu teman cahaya, daun-daun hijau menyimpan banyak cahaya. Dengan makan sayur mata kita akan sehat dan dipenuhi cahaya, tapi kalau kita berhenti makan sayur maka mata kita akan kehilangan cahaya dan menjadi buta" jawab Putra Bawang ragu.

"Benar. Kau boleh mengambil air sungai untuk mengobati ibumu. Tapi ingatlah, jangan ambil apapun selain air sungai!"

Lalu Pohon Sayur Bayam menghilang dan Putra Bawang terbangun. Sekarang di hadapan pemuda itu membentang aliran Sungai Susu yang dicarinya. Dengan gembira dia segera mengisi kendinya dengan air. Diantara aliran sungai ada beberapa umbi bawang merah yang hanyut, Putra Bawang tak menghiraukan bawang-bawang itu karena mengingat pesan Pohon Sayur Bayam. Tapi dia tak sadar kalau ada 1 bawang yang masuk dalam kendinya. Setelah itu dia pun pulang.

Berkat minum air Sungai Susu yang dibawa Putra Bawang, ibunya pun sembuh. Putra Bawang dan keluarganya bekerja seperti biasa sambil tetap menyimpan kendi air tersebut kalau ada yang sakit lagi. Namun suatu hari kendi itu pecah dan airnya tumpah karena kecerobohan Putra Bawang. Ibunya sangat marah dan menghukumnya mengolah ladang sendirian. Saat itulah Putra Bawang menemukan 1 siung bawang merah yang tak sengaja dibawanya dari Sungai Susu. Pemuda itu takut kena kutukan, tapi dia juga tak berani membuang bawang itu. Maka dia memutuskan menanam bawang tersebut di ladang.

Ternyata tanaman bawang itu tumbuh sangat subur dan mempengaruhi kesuburan tanaman lainnya di ladang sehingga pada akhir tahun keluarga Putra Bawang panen besar. Ibunya sangat senang dan mengundang semua warga Desa Bawang dalam pesta. Tapi pesta tersebut gagal karena masakan hasil panen rasanya sangat pahit. Putra Bawang dan keluarganya sedih, mereka juga tak bisa makan meskipun sayur dan buah itu telah diolah dalam berbagai cara tapi rasanya tetap tak enak.

Putra Bawang lalu teringat pada bawang merahnya. Dia memotong beberapa siung, menggorengnya, lalu menaburkannya di atas makanan yang tak enak. Setelah dicoba ternyata rasanya jadi sangat gurih dan sedap. Putra Bawang membagikan masakannya pada ibu dan adiknya tanpa memberitahu bumbu rahasianya. Kelezatan masakan Putra Bawang jadi terkenal di seluruh desa, mereka pun membuka Warung Keluarga Bawang.

Beberapa bulan berlalu, keluarga Bawang hidup bahagia. Ladang milik ibu mereka selalu tumbuh subur dan panen besar tiap tahun. Warung makan milik Putra Bawang selalu ramai dipenuhi pengunjung. Sedangkan Bawang Bombay kini juga telah sukses jadi pengawal istana di kerajaan seberang. Semuanya berkat bawang merah ajaib.

Sampai suatu hari terdengar kabar bahwa seluruh penduduk Tanah Nutrisi terserang wabah penyakit berbahaya. Mulai dari Lembah Bumbu, Pegunungan Kue dan Puding, Danau Sup, juga Pesisir Makanan Laut. Penyakit tersebut bernama Flu Gorengan, kalau makan masakan yang digoreng akan terjangkit penyakit itu, makanya semua jenis gorengan dilarang. Gejalanya berupa demam tinggi dan timbul benjolan merah di seluruh tubuh, kalau sudah parah benjolan-benjolan itu akan pecah dan menyebabkan kematian.

Tapi rupanya hanya Desa Bawang yang tak terkena Flu Gorengan karena penduduknya makan masakan Putra Bawang yang ditaburi bawang goreng ajaib. Khasiat masakan Putra Bawang tersebar dan banyak orang datang berobat di warungnya.

Suatu ketika Bawang Bombay pulang ke kampungnya membawa kabar dari istana Kerajaan Buah. Katanya Putri Apel juga terkena Flu Gorengan, bahkan lebih parah karena putri tak mau keluar dari kamarnya dan hanya makan beras setiap tengah malam. Raja Nanas sudah mengumumkan imbalan uang dan janji akan menikahkan putri dengan pria mana pun yang bisa menyembuhkanya. Karena itulah Bawang Bombay berencana membawakan masakan kakaknya pada sang putri. Tapi ternyata masakan obat itu juga tak bisa menyembuhkan penyakit Putri Apel, usaha Bawang Bombay gagal.

Putra Bawang yang ingin membantu adiknya lalu pergi ke Hutan Sayur sekali lagi. Sebelum itu dia membuat persediaan obat bagi penderita Flu Gorengan lainya lalu menitipkan warung pada ibunya. Dia berjalan menyusuri Sungai Susu untuk mencari asal usul bawang merah ajaib itu. Sepanjang perjalanan dia melihat banyak umbi dan kacang yang juga hanyut di sungai sehingga Putra Bawang tak akan kekurangan makanan.

Rupanya sungai tersebut sangat panjang melewati Padang Padi dan Gurun Tepung yang disirami Salju Gula sampai pada Air Terjun Jeli. Putra Bawang naik dan menemukan Kembang Kol Raksasa di tengah Danau Jeli yang membeku, sepertinya bunga itu adalah sumber semua bawang dan umbi dan kacang yang hanyut. Ketika ingin mendekat, ada suara yang memanggilnya.

"Tolong! Tolong aku! Siapa pun di luar sana! Tolong keluarkan aku dari sini!" Suara itu berasal dari dalam Kembang Kol Raksasa.

Putra Bawang sangat terkejut, dia sempat berpikir kalau dia membawa pulang kembang kol itu dan memasaknya mungkin dia bisa menyembuhkan Putri Apel. Tapi Putra Bawang juga penasaran dengan suara itu dan ingin menolongnya.

"Apa yang harus hamba lakukan agar bisa mengeluarkan Nyonya dari sana?" tanya Putra Bawang agak takut.

"Bukalah kelopak paling depan, bacalah apa yang tertulis di sana. Kalau kau bisa menjawab pertanyaan itu dengan benar, aku bisa bebas!"

"Lalu, apakah imbalanya kalau hamba membebaskan Nyonya?" Putra Bawang membuat tawaran agar dia tetap aman seandainya makhluk di dalam kembang kol itu adalah monster.

"Aku berjanji akan mengabulkan apa pun yang kau minta! Tolonglah aku!"

Setelah merasa yakin dengan janji Kembang Kol Raksasa, Putra Bawang lalu menuruti permintaanya. Dia membaca pertanyaan yang tertulis si kelopak paling depan.

"Pertanyaan: Apakah manfaatnya makan nasi, umbi, dan kacang-kacangan?"

Putra Bawang tidak tau jawabannya, selama ini dia makan nasi tanpa berpikir apa manfaatnya. Lalu dia ingat apa yang terjadi saat dia dihukum oleh ibunya tak makan nasi selama sehari. Putra Bawang mulai sadar apa jawabanya.

"Nasi, umbi, dan kacang-kacangan adalah anak bumi. Mereka memberi kekuatan dan energi pada tubuh. Kalau tidak makan nasi, umbi, dan kacang-kacangan tubuh akan lemas dan tak punya tenaga."

Kemudian tiba-tiba Kembang Kol Raksasa itu bersinar, semua kelopaknya terbuka membebaskan makhluk yang terkurung di dalamnya. Itu artinya jawaban Putra Bawang benar. Dari dalamnya keluar gadis kecil berkepala bulat, pipinya bersemu merah, rambutnya pendek melengkung ke dalam, dan memakai gaun mengembang berwarna hijau.

"Terima kasih sudah membebaskanku. Aku Putri Apel." Gadis kecil itu memperkenalkan diri.

Putra Bawang tidak percaya, dia yakin putri di depanya ini palsu karena putri sedang sakit dan tinggal di istana Kerajaan Buah. Bawang Bombay juga pernah bilang kalau Putri Apel yang asli sudah remaja dan sangat cantik.

"Bohong. Sekarang Putri Apel sedang sakit, dia ada di istana. Anak kecil sepertimu pasti bukan Putri Apel" kata Putra Bawang.

"Aku Putri Apel yang asli! Yang sekarang ada di istana adalah Penyihir Ayam dari Kota Daging. Dia menculiku waktu aku sedang berobat di kota itu lalu mengurungku di sini. Mungkin sekarang dia menyamar jadi aku agar bisa menguasai kerajaanku. Ayah, ibu, dan semua rakyatku dalam bahaya!" Putri Apel membela diri.

Putra Bawang merenungkan perkataan Putri Apel, dia merasa mungkin gadis kecil itu benar. "Lalu apa yang bisa kita lakukan?"

"Kita kembali ke Kerajaan Buah, kita harus memberitahu ayahku tentang penyihir itu!"

Maka setelah itu Putra Bawang dan Putri Apel berjalan menuju Kerajaan Buah. Sepanjang perjalanan mereka merundingkan bagaimana caranya membuka penyamaran Penyihir Ayam dan cara mengalahkanya. Mereka mencari bantuan kemana-mana karena mereka hanya manusia biasa. Mereka juga sempat pergi ke Kota Daging untuk mencari kelemahan penyihir itu.

Setelah seminggu sampailah mereka berdua di depan istana Kerajaan Buah. Itu adalah kerajaan yang damai dan penduduknya sangat ramah sehingga mereka tak menolak kedatangan pengunjung asing. Putra Bawang dan Putri Apel juga bisa dengan mudah sampai ke depan tahta raja berkat bantuan Bawang Bombay. Raja Nanas dan Ratu Delima menyambut mereka dengan gembira.

"Selamat datang di kerajaan kami. Apa maksud kedatangan kalian? Apakah kalian datang untuk menyembuhkan putriku?" tanya Raja Nanas.

"Ayah, apa kau tak ingat padaku? Aku Putri Apel, aku adalah anakmu! Yang sekarang menyamar jadi aku adalah Penyihir Ayam!" seru Putri Apel.

"Jangan bicara sembarangan! Putriku yang cantik jelita sedang sakit! Kau tidak mungkin anaku!"

"Ayah bisa mengujiku kalau ayah tidak percaya. Berikan aku pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh Putri Apel yang asli!" tantang gadis kecil itu.

"Baiklah. Sebutkan kenapa sangat penting bagi kita untuk makan buah-buahan!"

Putri Apel tersenyum karena baginya jawaban pertanyaan itu sangat mudah. "Buah-buahan bertugas sebagai prajurit kesehatan. Mereka punya senjata yang ampuh untuk melawan penyakit, juga punya pertahanan kuat untuk melindungi kesehatan tubuh kita. Tanpa buah kita akan sering jatuh sakit!"

Raja Nanas dan Ratu Delima sangat terkejut karena jawaban Putri Apel benar. Raja memerintahkan Bawang Bombay membawa putri palsu ke hadapanya meskipun secara paksa. Adik tiri Putra Bawang itu melakukan tugasnya mengantarkan seorang gadis berkerudung dan bercadar pada raja.

"Putriku, orang-orang ini datang dan mengatakan kau bukan anaku melainkan Penyihir Ayam. Bagaimana pendapatmu?" Raja Nanas bertanya pada putri palsu.

"Ha ha ha ha ha! Akhirnya ketauan juga. Sayang sekali padahal sebentar lagi aku akan berhasil menguasai kerajaan ini. Gara-gara kalian aku harus mempercepat rencanaku, tapi mungkin ini lebih baik" sambil tertawa Penyihir Ayam melepas cadar dan sihir penyamaranya. Ternyata dia adalah ayam jantan raksasa!

Tanpa menunggu semua orang terlepas dari rasa terkejut mereka, Penyihir Ayam segera melanjutkan serangan. Dia melantunkan mantra yang menyebabkan semua orang dalam ruangan itu jadi lemah. Tubuh raja, ratu, Bawang Bombay, dan para pengawal dipenuhi benjolan merah seperti gejala Flu Gorengan. Untungnya Putra Bawang dan Putri Apel sudah menyiapkan penangkalnya, mereka menebarkan bawang goreng ajaib pada tubuh mereka sehingga benjolan-benjolan itu lenyap. Mereka juga menolong yang lainya.

"Percuma saja, sihirmu tak mempan pada kami. Kami tau apa kelemahanmu!" seru Putri Apel tak gentar.

"Jangan bercanda anak kecil, penyihir hebat sepertiku tak punya kelemahan! Ha ha ha ha..!" Tawa Penyihir Ayam langsung sirna melihat apa yang digenggam putri kecil. Dia berkokok semangat saat Putri Apel menebarkan beras di lantai, langsung saja Penyihir Ayam mematuk butiran-butiran putih itu.

"Sekarang saatnya, tangkap dia!" perintah Raja Nanas. Secara bersamaan para pengawal menyerbu Penyihir Ayam, memukulnya, mengikatnya dan menaklukanya.

"Jadi selama ini kau yang menyebarkan wabah Flu Gorengan. Mengapa kau melakukan itu?" tanya Ratu Delima lembut.

"Sudah jelas kan? Dia tadi bilang mau menguasai kerajaan kita!" seru Putri Apel.

"Kita dengarkan dulu pembelaanya." Putra Bawang berusaha mendinginkan suasana.

Saat semua orang menunggu jawabanya, Penyihir Ayam malah menangis. "Aku kesal.. Aku kesal.. Aku selalu dianggap penyihir jahat.. Aku dan teman-teman ayam selalu dianggap jahat.."

"Kau kesal karena dianggap sebagai hewan paling bodoh? Kau kesal karena kalian dipelihara hanya untuk dimakan? Kau kesal karena banyak temanmu dibunuh?" tanya Bawang Bombay menebak.

"Bukan! Kami senang jadi makanan, kami suka jadi kekuatan bagi manusia. Tapi akhir-akhir ini kami dibenci, mereka bilang kami buruk bagi kesehatan, banyak orang mulai menghindari makan daging terutama ayam. Aku kesal.. jadi kusebarkan virus penyakit lewat udara, harusnya kalau makan daging semua bisa sembuh. Tapi berita yang beredar malah sebaliknya, semakin memojokan kami dan menuduh para gorengan yang tidak bersalah. Aku terpaksa menyamar jadi putri untuk membujuk raja menghapuskan kesalahpahaman ini. Ini memang salahku, tapi teman-teman ayam, dan daging, dan gorengan tak sepantasnya ikut menanggung akibatnya. Aku hanya ingin kami dihargai kembali sebagai makanan.."

Perkataan Penyihir Ayam membuat semua orang dalam ruangan itu merenung.

"Tapi gara-gara penyakit yang kau sebarkan banyak orang meninggal dan menderita!" Bawang Bombay menuduhnya lagi.

"Siapa bilang? Flu Gorengan tidak mematikan, cuma seperti bisul biasa yang akan sembuh setelah pecah, untuk menghilangkan bekasnya kalian harus makan ayam!" kata Penyihir Ayam.

"Benarkah? Syukurlah, jadi tak ada yang perlu kita cemaskan." Ratu Delima tersenyum lega.

"Bagaimana denganku? Kau harus mengembalikanku seperti semula!" seru Putri Apel menunjuk tubuh kecilnya.

"Maafkan aku. Akan kukembalikan." Penyihir Ayam mengucapkan mantra. Sekonyong tubuh mungil putri bercahaya, bertambah tinggi, rambutnya memanjang lebat, lalu berubah jadi gadis remaja yang cantik!

"Akhirnya putriku yang cantik kembali." Raja Nanas gembira melihat perubahan putrinya. "Kau yang bernama Putra Bawang, kau telah menyelamatkan putriku. Kau berhak menikahi putriku!"

"Maaf Yang Mulia. Hamba tidak bermaksud menolak kemurahan hati Yang Mulia. Saat membebaskannya putri berjanji akan mengabulkan permintaan hamba. Dibandingkan menikah dengan hamba, bolehkah hamba minta putri dinikahkan saja dengan adik hamba, Bawang Bombay? Dia adalah pria baik, kuat, dan pandai. Hamba yakin dia bisa jadi suami yang baik untuk Putri Apel" saran Putra Bawang. Bawang Bombay tersipu atas kebaikan kakaknya.

Setelah raja berunding bersama ratu dan putri, mereka pun setuju atas permintaan tersebut.

Maka Putri Apel menikah dengan Bawang Bombay dan hidup bahagia. Putra Bawang tetap meneruskan usaha warungnya. Sedangkan Penyihir Ayam dihukum mengurus peternakan ayam untuk menyembuhkan penderita Flu Gorengan yang tersisa. Kerajaan Buah dan seluruh Tanah Nutrisi kembali damai.

Suatu hari di Desa Bawang, seorang ibu yang penasaran bertanya pada anaknya.

"Katamu dengan makan daging Flu Gorengan bisa sembuh, lalu kenapa bawang gorengmu juga bisa menyembuhkanya? Apakah bawang goreng itu memang ajaib? Di mana kau menemukanya? Kita bisa kaya kalau menjualnya!" kata sang ibu.

"Tidak Ibu, bawang merah ini hanya bawang biasa. Yang membuatnya jadi ajaib adalah keyakinan dan kasih sayang yang kutanam di dalamnya. Ibu ingat saat makanan hasil panen kita tak enak? Hanya dengan menaburkan bawang goreng langsung terasa enak. Waktu orang-orang takut sakit, hanya karena percaya masakanku adalah obat mereka semua sembuh. Hal yang sama terjadi di istana hari itu, karena aku dan putri punya tekad yang kuat, kami berhasil mematahkan sihir Penyihir Ayam. Maka semua keajaiban berasal dari keyakinan dan sedikit taburan cinta." Putra Bawang tersenyum sambil menaburkan bawang goreng ajaib di atas hidangan makan siang mereka.[]

Read previous post:  
Read next post:  
Punya ide tentang lanjutan karya ini ? Saat ini belum ada yang menulis lanjutannya. Ayo lanjutkan karyanya.
80

Dongeng yang menarik. Sempat naik turun, karena merasa dipaksa berlari, makanya bacanya agak capek. Tapi pas di bagian pertanyaan semua pesan yang ingin disampaikan cukup tersampaikan. Bagus juga ide untuk mengatakan dedaunan itu menyimpan cahaya sehingga bisa membuat mata bisa melihat.

makasih kak yafeth :D

80

Hoooo... Hm, hm~
.
Ini bacaan macem yang sering saya sunting di kantor hehe...
.
Pertama, sama kayak komen Dandy: kurang fokus. Anak-anak, menurut saya, kurang bisa mencerna sebegitu banyak informasi dalam waktu singkat. Lebih baik fokuskan kau ingin bergerak di bagian sayur, buah atau nasi.
.
Kedua, (ini seriiiiing saya ucapkan pada penulis cerita anak): anak-anak ga suka 'digurui'. Dan cerpen kamu ini masih berkesan 'menggurui'. Coba diperhalus lagi cara berceritana, kurangi penggunaan kata yang sulit. Dan eeerr... banyak membaca cerita anak hehe :D
.
Ketiga, saya suka. Jarang penulis Kcom yang posting dongeng begini.
Keempat, kau usia berapa sih? Ini beneran kayak cerpen buatan anak-anak yang masuk ke email kantor dan musti saya seleksi dan sunting untuk kemudian dicetak hehe...

Gie itu masih anak-anak soalnya, jadinya ngerti banget XD *dilindes*

Anak-anak kok udah ngantor? Dandy ngacooooo *lemparDandy

(╯°Д°)╯︵/(.□ . \)

.
Ya, pokona, salam kenal ya, redtailqueen.
Eniwei, saya penulis cerita anak lho :)

kalau cuma tulis satu bahasan g bakal sampai 1000 kata kak Dx
kyknya emang masih harus banyak belajar lagi bikin dongeng
makasih kak gie >.<

90

Dengan gaya dongeng dan penamaan yang unik, mengajarkan anak2 tentang kegunaan bahan makanan
saya suka~~ <3 <3

makasih kak :3

80

Saya lapar.

guuuu~ :3

80

Unik~ serius. gaya dongeng begini ngebuat gw jadi anak-anak lagi hehe.
.
tapi ada komen nih, mungkin gw yang over thinking ya, gw kok ngerasa korelasi antar key item (dilarang ambil selain di sungai dan bawang penyembuh) itu rada-rada ga nyambung. seolah akhirnya jadi dua atau tiga cerita yang terpisah gitu. mungkin feeling personal gw sih hehe
.
cerita ini minim deskripsi. tapi dalam sudut pandang lain, sangat terbantu oleh penamaan karakter (yang penuh dengan benda-benda keseharian) sehingga self-explainable. kita ga diajak untuk muter-muter dengan otentiknya ras baru atau segala macem hehe. this is good.
.
n yang terakhir... pesan moralnya terasa banget! apalagi digunakan dalam bentuk teka-teki dan dijawab dengan lugas. love this. sayangnya, again, ga kerasa korelasi dengan ceritanya ^^;
.
mudah2an gw ga salah tangkep XD

makasih kak :D
korelasi itu apa ya? #pletak :o

80

Unik! (o___<)b
Dan bikin saia pengen makan sup + ayam goreng (>___<)
.
Salut buat yg punya ide kayak beginian dan saia selalu suka cerita2 yang bertipe dongeng.
Anyway...kalau cerita ini dimaksudkan untuk 'dicerna' anak2 (lol), bahasa yang digunakan masih terlalu berat. Alurnya padat dan terasa tanpa jeda. Sebaiknya diberi jeda beberapa baris untuk perpindahan scene/event, supaya pembaca bisa beristirahat sejenak. Tapi pesan2nya bagus dan penyampainnya menarik juga.
.
Good story and keep on writing!

hmm masih berat ya kak? >.<
lain kali buat yg lebih ringan aja, tapi sulit kalau lbh dri 1000 kata *alasan* xD
makasih kak :3

90

Wow ini bagus loh! Mungkin cuma tinggal diperbaiki aja ejaannya. Selain itu, karena terlalu banyak yang ingin kau sampaikan dalam cerita ini, kesannya terlalu melompat-lompat dan kurang fokus, apalagi terkendala batasan kata :(. Tapi amanat yang ingin kau sampaikan benar-benar tersampaikan dengan baik.

masalahnya bkn krn batasan kata kak, tp emang krn g bisa nulis panjang Dx
makasih saranya kak dan

90

Dongengnya menarik. sukaaaa! :))
udah lama ga nemu dongeng beginian..

makasih kak :3

100

Berasa baca dongeng anak-anak~! Saya rasa kalau ini dikirim ke suatu penerbit atau majalah, punya potensi untuk diterima deh..
.
Salut dengan naming sense dan pelajaran tentang makanannya sepanjang cerita! Rasanya ini benar-benar cocok untuk mengajarkan anak-anak khasiat dari setiap makanan yang dimakan sehari-hari, hehehe
.
Thanks for the story~!

makasih banyak kak sam :D