Mak, Bapak Pulang Jam Berapa?

Sekian banyak orang sudah ia aturkan jadwal keberangkatan, sudah pula ia aturkan jadwal kepulangan. Tapi anehnya ia tak pernah mengatur jadwalnya sendiri.

“Saya minta dibookingkan tiket Jakarta-Surabaya yang murah paket diskon. Buat tanggal tiga-satu.”

Ia pun menurut. Ia menerima gaji dari sana. Mengirimi sebagian besar gajinya untuk anak istri di kampung. Anaknya dua. Yang satu masih menetek ibunya, sedangkan yang besar masih kelas dua.

Suatu saat Sayida anak perempuannya yang kelas dua itu, merengek padanya di telepon.

“Pak, Ida pingin main kembang api sama bapak waktu tahun baruan.”

Sayida bukan anak yang kurang ajar, dia membicarakan jauh-jauh hari, Anak siapa yang bisa terima bila Ayahnya di malam lebaran bertahun-tahun tidak pulang, begitu juga malam tahun baruan, atau libur panjang sekolahnya tiba.

Istrinya yang adalah ibu Sayida pun sudah menjelaskan, namun luruh juga hatinya. Ia juga tak rela anak-anaknya kehilangan masa kanaknya tanpa kehadiran sang Ayah di saat-saat momen yang paling berarti baginya.

“Bapakmu itu kerja di bagian karcis pesawat, Ida. Waktu liburan malah rame-ramenya yang beli. Main kembang apinya, ntar kalau Bapakmu dapat ijin dari bossnya saja ya…”

“Tapi kan nggak asyik, Mak. Masak main kembang api pas Lebaran nggak pernah, sekarang Tahun Baru-an mau dilewatin juga?”

**

Tanggal sebelas di bulan Desember akhirnya ia mengajukan cuti ke Bossnya. Bossnya menahannya sebenarnya. Tapi mengingat ia telah mengabdi sepuluh tahun lebih di perusahaan ini dan tidak pernah mendapat jatah cuti Tahun Baru, akhirnya si Boss meloloskan permohonannya.

“Cuman sampai tanggal dua saja lho ya… Tanggal tiga balik.”

Di meja kerja Boss terdapat satu tiket pesawat bolak-balik, berhubung pegawai teladannya akan pulang kampung terpaksa Boss yang menggantikan tugasnya. Ia malah memberikan tiket pesawatnya pada pegawainya itu.

“Sudah ada tiket?”

“Belum, Pak.”

“Ya, sudah kamu pakai saja tiket saya. Toh, saya tidak jadi pulang.”

“Tapi ini kan mahal, Pak. Nggak apa-apa, saya naik kereta aja, Pak.”

Mana keburu Tahun Baru-an sama anakmu. Udah pakai saja tiket saya.”

**

“Mak, Bapak pulang jam berapa?”

Ibu Sayida nanar. Tangannya masih erat memegang telepon genggam usang miliknya. Matanya berkaca-kaca. Sebuah panggilan mengabarkan, pesawat suaminya hilang dihempas badai, dan jatuh di tengah samudera.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer znake
znake at Mak, Bapak Pulang Jam Berapa? (8 years 49 weeks ago)
2550

satu kata saja "ironis"
mohon masukannya aku lg buat cerita2 yg mirip cerita kamu
Mimpi Di batas Realita
kunang kunang fatamorgana

Writer H.Lind
H.Lind at Mak, Bapak Pulang Jam Berapa? (8 years 49 weeks ago)
80

Entah kenapa saya berharap cerita ini lebih panjang. Mungkin masalah selera saja. :P
.
Btw, saya masih bingung dengan kaidah kepenulisan kata tidak baku dan serapan. Apabila terletak di kalimat langsung apakah perlu kata tak baku dan serapan ditulis miring kayak di tulisanmu, atau tidak.
Contoh:

Quote:
“Pak, Ida pingin main kembang api sama bapak waktu tahun baruan.”

atau:
Quote:
“Pak, Ida pingin main kembang api sama bapak waktu tahun baruan.”

Yang bener yang mana ya? Soalnya saya masih sering nemuin gaya kepenulisan yang kedua. Siapapun, tolong jawab. ><

Writer lavender
lavender at Mak, Bapak Pulang Jam Berapa? (8 years 49 weeks ago)
80

somehow, dari judul dan dari awal cerita, sudah bisa memprediksikan endingnya seperti itu...
sad ending dengan tokoh keluarga ekonomi pas-pasan = efek drama yang manjur buat yang suka baca sedih2 :D

Writer heripurwoko
heripurwoko at Mak, Bapak Pulang Jam Berapa? (8 years 49 weeks ago)
90

Siti: Banyak kata bahasa Inggris yang harusnya bisa di-Indonesiakan.
Pongky: Kamu pulang jam berapa?
Siti: ---------

dadun at Mak, Bapak Pulang Jam Berapa? (8 years 50 weeks ago)
70

mbak'e... kita memang sehati. judulnya miripan. hehe.
btw, banyak amat kata yg dimiringkan, jadi agak ngganggu. trus, setahuku kalau ada satu kata dengan penggabungan bahasa indo+luar itu dipake tanda -. misalnya di-booking. hehe.

Rachega at Mak, Bapak Pulang Jam Berapa? (8 years 50 weeks ago)
80

hehehhehe.... :)

Writer mas bows
mas bows at Mak, Bapak Pulang Jam Berapa? (8 years 50 weeks ago)
90

yaa, ko' minta cutinya baru tanggal satu sih? Padahal Sayida pengennya kan malem taun baruan. Udah gitu pada dialog bawah ditekankan kembali:
“Mana keburu Tahun Baru-an sama anakmu. Udah pakai saja tiket saya.”
Jadi yang bener tanggal berapa nih minta cutinya? :)
==
Saya pun masih merasa janggal ama tiket yang diberikan bosnya. Saya jadi bertanya-tanya apakah dialog awal yang meminta tiket pada tanggal 31 itu adalah ucapan bosnya?
==
maaf kalau tidak berkenan, endingnya hmm!!
salam.

Writer pikanisa
pikanisa at Mak, Bapak Pulang Jam Berapa? (8 years 50 weeks ago)

#Try to be cheat# edited

Writer Villam
Villam at Mak, Bapak Pulang Jam Berapa? (8 years 50 weeks ago)
80

huaduh... nis, nis... bikin cerita kok sedih2 amat sih...

Writer dian k
dian k at Mak, Bapak Pulang Jam Berapa? (8 years 50 weeks ago)
80

Nisa, miss your story!
Makasih udah bergabung ya

Hyah endingnya ... padahal feel-nya udah kebangun bagus banget sejak awal cerita XP

Writer pikanisa
pikanisa at Mak, Bapak Pulang Jam Berapa? (8 years 50 weeks ago)

mau yang happy ending, baca dongeng2 HC Andersen aja lah, yang happily ever after itu :D

Writer cnt_69
cnt_69 at Mak, Bapak Pulang Jam Berapa? (8 years 50 weeks ago)
90

Aaaaarrrrggghhh.... Mbakk eeeee... Ga pernah buat cerita hepi end apah? :(( mbaak, kurang panjang, mbaaaaaaak.... *kemplang*

Writer pikanisa
pikanisa at Mak, Bapak Pulang Jam Berapa? (8 years 50 weeks ago)

brani bayar brapa?? woeyy!!

Writer cnt_69
cnt_69 at Mak, Bapak Pulang Jam Berapa? (8 years 50 weeks ago)

Ga brani bayar seperak pun, mbaak... *kemplang* seni itu tidak boleh dinilai *sok ceramah tengah malem* =))