Cullinary Challange : Kue Lidah Kucing

 deleted untuk lomba :D

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
80

Keren, filosofi kue sebagai kehidupan dan resep sebagai panduan, dan kisahnya cukup menggugah.

Tinggal perbaiki beberapa Typo, saya kadang bingung namanya dia mbak Santi atau mbak Sinta sih? hehehehe

Mantap mantap, semangat terus ya :D

santi tidak seputih sinta wkkw mengutip iklan :P

80

Sederhana tapi ada isinya...

beberapa yang masih janggal dan ngeganjal
1. Entahlah, walo namanya Fariz, gw merasa banget harusnya si tokoh utama ini namanya Farah. he.he.
PoV cowoknya nggak keluar, Ci

2. dan...ini, setelah rasanya dibuai manis dengan filosofi bikin kue, si Fariz mau isi toplesnyah dgn kue yang manahhhh? kok ababil gituh? *lah bukannya toplesnya sudah mau dibungkus? --- kok malah ngaku setengah kosong?*ck.

3. kamu beli di mana? di petak 4 *oh hidup ini selebar daun teratai...^_^* heuheu...

4. par 14 gak jelas...

lainnya, tetaplah menulis. menulis. menulis...
dikau punya kemampuan menggugah. tobh.

cheers!

wkwk iya mungkin tanpa sadar saya memakai nama fariz karena inget farah (queen)

dan ternyata saya masih kurang cowok :(. harus lebih mendalami karakter neh

kalo soal petak empat itu hanya karena saya korban sinetron :P yang suka membuat dunia begitu sempit

dan thx atas reviewnya :D

80

Saya suka filosofi dalam cerita ini. Analogi kehidupan dengan proses membuat kue. Bisa dijadikan bahan perenungan juga, ^^.

terharu ada yang suka :D

Writer cat
cat at Cullinary Challange : Kue Lidah Kucing (9 years 33 weeks ago)
70

Filosofinya sangat menarik.

Tapi si pria ini bisa-bisanya mengejar wanita lain di saat toples kuenya sudah akan ditutup.

Bagaimana mungkin dia mengisi toples kue dengan jenis yang berbeda dalam waktu yang bersamaan.

edited edited
pura2 ga sadar dah salah :P

mo ngeles aah itu kan kuenya beda jenis yng tadi mo di masukin maknya dia kabur :P nyari kue yang sejenis :P

70

Sebaikna, walau percakapan sekalipun, tetap menggunakan bahasa yang baku. Macem: "keknya", "ga papa", kan belum tentu semua orang paham, Kak Sekar :)
.
Yep, GJ, Kak Sekar!

okie dokie

apa Fariz suka sama Mba Sinta? Trus Maya itu siapa?
maaf, agak susah ngerti

hmm maya itu pacarnya Fariz, kurang jelas ya penjelasannya. hmm padahal sudah digambarkan kalo mau di ajak ke rumah buat dikenalin ke keluarga. Menurut saya sih itu dah mayan cukup menggambarkan dua orang pacaran yang sudah serius.

dan hub dengan Mba Sinta silahkan tebak sendiri bagaimana. Hehehehe

80

Idem dengan bang sam....saia suka bagian dialog yg filosofis itu. (o__<)b
.
Slice-of-life tentang makanan yang hangat sekali. Saia menikmatinya. Walaupun memang ada beberapa kalimat yg kurang lengkap.
.
Good work and keep on writing.
.
FYI: saia juga suka banget sama kue lidah kucing \(^o^)/

yay ada temen suka lidah kucing

hmm paragraf panjang satu itu memang mokso :))

100

Quote:
“Itu gunanya resep. Sebagai paduan kita biar tidak jauh melenceng. Dengernya Riz, ibarat buat kue, hidup itu sebelum kita jadi seseorang udah ada paduannya. Kadang selama proses, cara kita tidak sepenuhnya sama. Ada modifikasi sana sini. Nah selama tidak terlalu melenceng dengan paduannya. Ketika dimasukkan ke oven pasti pas keluar masih jadi kue. Ada yang bener-bener enak ada yang ya mungkin asin-asin sedikit. Dan Kamu itu masih ditaraf memilih resep. Semua bahan sudah lengkap. Kamu kuliah. Ada jalan masa depan. Jangan disia-siakan dengan menambah-nambah masalah hidup dan mengurangi waktu yang kamu punya buat hal yang ga penting.”

Hum, sekarang ada pula yang main filosofi (eh?) tentang resep = panduan hidup.. Makin variatif aja~
.
Penasaran, berapa lama bikin tulisan ini? Keliatannya beneran buru-buru, karena ada beberapa tanda tanya yang harusnya ada tapi tiada, dan paragraf yang terlampau panjang dan baiknya dipotong.
.
Walaupun mepet, tapi saya seneng masih ada yang berusaha ngirim ini di menit-menit terakhir, hehehe
.
Thanks for the story~!

Sejak jam 7
saya penulis yang payah dan lama ><

bentar tak edit lagi deh