Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 19)

Bulan Desember benar-benar menjadi bulan yang dingin bagi Adam, ujung tahun yang biasa ia lalui menjadi tak biasa dengan hadirnya Nathan dan Joanna kembali dalam kehidupannya. Seandainya ia tak mengingat wanita itu, mungkin segalanya akan lebih mudah untuk dijalani. Sudah bertahun-tahun ia berusaha mengabaikan ingatannya. Sia-sia. Adam menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. Hotel, akhirnya ia harus kembali ke hotel itu lagi. Pandangannya menerawang, memandangi langit-langit berwarna putih. Tanpa terasa matanya terpejam dan hampir terlelap. Hingga suara handphone di atas meja berhasil mengagetkannya.

Devil
.

Satu kata tertera di layar ponselnya. Devil adalah sebutan khusus bagi Thalita untuk menandai namanya dalam daftar phonebook.
 

“Hello, ada apa lagi, Kak?”

 

Kamu tinggalah di rumahku, walaupun kamu anak milioner terlalu boros kau tinggal di hotel semahal itu. Aku sudah bicara dengan penjaga di sana.”

 

Suara tinggi dan berat wanita di seberang sana begitu singkat, bahkan Adam sendiri belum sempat memberi persetujuan. Tapi Thalita sudah mengakhiri panggilannya.  Itu tak aneh. Setidaknya wanita itu benar-benar menjadi satu-satunya perempuan yang mampu membaca pikirannya. Padahal baru beberapa saat lalu ia berpikir untuk mencari apartement yang lumayan murah. Seperti yang Thalita bilang dirinya tidak mungkin selamanya tinggal di hotel.

 

***
 

Cherry masih terlihat kesal pada Tristan, meskipun ia sudah berusaha menyembunyikan perasaannya itu. Ruang guru sudah terlihat sepi hanya tinggal dirinya dan Tristan.

“Cher...” Sapa Tristan saat pandangan mereka berpapasan. Namun Chery buru-buru menundukan mukanya, kembali pada monitor komputer yang ada di hadapannya. Pura-pura sibuk. Melihat reaksi itu Tristan hanya menautkan alisnya. Chery yang ramai tiba-tiba menjadi gadis pendiam. Memang terasa aneh, meskipun pikirannya mampu menangkap kecemburuan gadis itu kemarin siang. Namun setiap memandang wajah Joanna ia seperti mendengar kata hatinya bahwa wanita itulah yang ia inginkan. Nathan, anak itu selalu membawa kebahagiaan baginya. Melihat keceriaannya seperti menemukan sesuatu yang hilang belasan tahun silam, masa kecilnya sendiri. Anak itu butuh kasih sayang seorang ayah. Dan ia ingin menjadi ayah anak itu.

 

 

Setelah menyiapkan bahan praktek untuk pelajaran esok harinya, Tristan segera berkemas dan mengenakan jaket rider berwarna hitam yang digantung di belakang tempat duduknya.

 

“Kamu mau aku antar, Cher?” ucap Tristan saat berdiri tepat di depan meja Chery.
 

“Ngga usah, makasih,” jawab Chery singkat dan sedikit ketus.

 

“Eum, baiklah aku cabut dulu.”

Chery memandang kesal ke arah lelaki yang telah menghilang di balik pintu. Chery membanting buku absennya di atas meja. Terlihat sangat jelas rasa kesal di wajahnya. “jahat!” umpatnya, karena merasa Tristan berlaku tak mau tahu dengan apa yang terjadi kemarin sore.

 

 

“Siapa? aku?” Chery tercekat dengan suara yang amat ia kenal, kini Tristan sudah bersandar di kerangka pintu sambil melipat tangannya.

 

“Tristan, bukanya...” Chery tidak melanjutkan ucapannya. Karena ia hanya akan terlihat makin menyedihkan.

 

“ Aku cuma mau memastikan, benar kamu ngga mau diantar?”

 

Chery menganggukan kepalanya, “benar, kerjaanku masih banyak.”

 

Tristan pun benar-benar berlalu setelah mendengar jawaban Chery. Ia tak sampai hati menyakiti wanita itu. Meskipun ia tahu ia tak mencintainya setelah kehadiran Joanna. Ia hanya butuh menenangkan diri hingga ia benar-benar mampu menemukan jawaban, siapakah yang akan ia pilih.

 

***

Akhirnya Adam benar-benar pindah ke rumah Thalita untuk sementara. Sebelum memutuskan untuk menerima tawaran Thalita yang utama, yang kini masih ia pertimbangkan; menjadi dokter di klinik Thalita bekerja. Ia tak perlu membawa apapun ke rumah itu karena di sana sudah tersedia peralatan lengkap, bahkan sangat lengkap. Ia hanya perlu bahan makanan. Untuk itulah ia pergi ke mini market  terdekat. Saat ia sibuk memilih bahan makanan yang akan dibelinya tiba-tiba ia mendengar suara gaduh di depan mini market. Sudah banyak orang berlarian dan berkerumun.

“Ada apa, Pak?” tanya Adam pada seorang lelaki yang baru masuk ke dalam mini market. Entah kenapa ia merasa ingin tahu.

“Ada pengendara sepeda motor tertabrak truk, Mas.”

 

Mendengar jawaban, “seorang pengendara motor” itu, Entah kenapa juga secara refleks pikirannya seperti memaksa kedua kakinya untuk segera berjalan ke arah kecelakaan itu terjadi.

 

Perasaan tidak nyamannya itu telah memberi jawaban saat ia melihat sosok yang telah berlumuran darah.

 

 

“Ya Tuhan, Tristan.” Adam menubruk tubuh Tristan yang sedang dipangku oleh seorang ibu setengah baya. “Tolong panggilkan ambulan. Tidak.  tolong stopkan taxi  saja, saya akan membawanya ke rumahsakit.”

 

______________

 

Tubuh Tristan segera di bawa ke ruang emergency, dia mengalami banyak pendarahan sehingga membutuhkan transfusi darah. Beruntung darah Adam sama dengan golongan darahnya.

"Gimana keadaan Tristan?" suara Chery yang tiba-tiba sudah ada di sampingnya berhasil membuat Adam tersadar dari lamunannya.

"Owh, Chery. Masa kritisnya sudah lewat. Sebentar lagi bisa dipindah ke kamar inap." Jawab Adam yang masih terduduk lemas di kursi sebelah kanan ranjang Tristan.

 

"Syukurlah kalau begitu," tubuh Chery terlihat gemetar dan panik.

"Kalau begitu aku pulang dulu buat ganti baju. Setelah itu aku akan datang lagi." Ucap Adam. Wajahnya terlihat pucat tubuhnya lemas.

Chery hanya menjawab dengan anggukan sambil berucap, "terimakasih," sebelum Adam melangkah pergi meninggalkan ruang emergency.

 

Di dalam taxi Adam hanya terdiam. Meskipun sudah terbiasa memberikan pertolongan pada pasien kecelakaan seperti Tristan, baru kali ini ia merasakan ketakutan yang begitu dalam. Entah karena dia takut kehilangan Tristan? atau karena kini dirinya sudah merasa menjadi seorang manusia yang memiliki perasaan? entahlah. Tapi ia cemburu saat diantara hidup dan matinya, Tristan masih mengingat dan menyebut nama wanita yang ia cintai. Joanna. Begitu dalamkah perasaan Tristan pada Joanna?

 

Read previous post:  
141
points
(1520 words) posted by lavender 9 years 45 weeks ago
82.9412
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | cinta | CERFET | kolaborasi | Romantis
Read next post:  
Writer majnun
majnun at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 19) (9 years 44 weeks ago)
80

setor poin aja ah..
^^v

Writer aocchi
aocchi at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 19) (9 years 44 weeks ago)
80

Umm, kapan Adam sama Cherry sempet kenalan ya? Apa saya yang sudah kecolongan baca bagian sebelumnya?
Bahkan di bagian Cherry mergokin Adam sama Joanna, dia sempat bingung kan tentang si Adam *Eh? apa saya kecolongan lagi?
.
dan soal gimana Cherry bisa tahu Tristan kecelakaan dari Adam itu, saya rasa memang perlu sedikit pemberitahuan, diselipin di mana kek ... kalau kayak gini kesannya jadi plothole *digampar*
.
dan saya kaget soalnya gak ada angin gak ada hujan, tiba2 ada kecelakaan aja ... gak ada plantingnya sama sekali, tiba2 udah harvest aja ... mungkin akan lebih baik kalau diungkapin tristan yang lagi meleng atau gimana, terus ada truk di depannya ... stop di situ (bisa jadi cliffhanger yang bagus) ... habis itu baru pindah adegan, jadi gak berasa kaget pas ada adegan Adam nemu Tristan yang habis kecelakaan
.
bisa dibilang lompat adegannya gak mulus
Tapi, saya suka adegan Tristan-Cherry ... emosinya Cherry cukup berasa :D

80

lan to the jut! :D

aaah itan kacian ketablak tluk :((

90

poin :)

90

Aaaa...~~~
Tristaaaannn

90

(poin)

Writer H.Lind
H.Lind at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 19) (9 years 45 weeks ago)
90

Devil always know!
Jadi penasaran, apakah Joanna akan tahu. :)

80

Ah.... impact-nya kurang, Kurang kerasa kejutannya XD

Writer cat
cat at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 19) (9 years 45 weeks ago)
70

Tante Minnie :

Saya ndak mau kument.

Saya maraaaaaah.

Hikz hikz hikz

Mengapa tristan bisa kecelakaan.

Btw kok bisa si Cherry begitu cepat tahu si Tristan kecelakaan.

Lalu ada satu kata Adam nyelip saat Tristan berbicara dgn Cherry.

Writer bl09on
bl09on at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 19) (9 years 45 weeks ago)

ah emak masa saya musti ceritakan kapan si chery dikasih tau adam. ngga perlu sedetil itu kali....

90

udah baca,... :D

Writer bl09on
bl09on at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 19) (9 years 45 weeks ago)

wah cepetnya, makasih ;)

100

Aw aw aw aaawwww shock sekalii dgn nasib tristan!
Anyway, aku suka dgn scene tristan-cherry, tante, sbnrnya brharap pada akhirnya cherry dianter pulang, baru kalimat yg ttg tristan mulai memikirkan cherry itu..
Neeexxxtttt..

Writer bl09on
bl09on at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 19) (9 years 45 weeks ago)

biar dilanjutkan nasib tristan di bagian selanjutnya Tante... semoga ngga sinetron banget. :(

Kykny tnte minie kasih clue utk next estafeter pendekatan tristan-cherry yak, cherry yg menunggui tristan hehehehehe..

Writer bl09on
bl09on at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 19) (9 years 45 weeks ago)

kayaknya bagian selanjutnya musti nentuin pilihan Tante...

80

oh no! Tristan kecelakaan! TIDAAAKK!!! >0<
.
typo2 mendominasi, hehe (belajar)
bukanya --> bukannya
"blablabla..." (u)cap xxx. dll...

Writer bl09on
bl09on at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 19) (9 years 45 weeks ago)

hehe oke makasih nanti saya edit, buru-buru postingnya. dikejar Mak mak...

emaaaaaaaaaak cat dikatain emak-emak tuuuh. :P *kompor*