Sekali Lagi (Saja)

Kubuka kembali memori yang terekam selama satu tahun ini. Membagikan kembali cerita yang terjadi kepada rasa bahagia dan sedih di dalam diriku. Aku, kamu, dan mereka serta beberapa potong kejadian yang tak sempat kuungkapkan dalam barisan kata-kata, dalam cerita yang terdongengkan oleh alunan fiksi.

"Akankah kejadian yang pernah terjadi bisa kita rasakan kembali?" tanyamu saat kita duduk bersisian dengan tangan saling mendekap. Kedua bolamata kita terpekur memandangi gemerlapan bintang yang dihiasi oleh cahaya warna-warni.

Aku hanya tersenyum tanpa menoleh kepadamu, pandanganku masih setia menatap kilauan kembang api yang diluncurkan kepada langit. Serupa papan layar hitam yang dihiasi oleh kerlip bola-bola cahaya. "Mungkin saja, tapi tak akan ada yang pernah serupa," ucapku menjawab tanyamu. Kutolehkan pandanganku, kita aku melihat kedua bolamatamu yang merefleksikan pantulan-pantulan cahaya. Kubelai lembut helai rambut yang menggantung di sisi telingamu. "Semua akan terus berjalan dan berulang, tapi tidak akan pernah ada yang sama. Selalu ada warna berbeda yang muncul di setiap pencampuran warna yang persis. Sama seperti kembang api disana." Aku menunjuk ke arah langit yang masih bertaburkan kilatan cahaya.

Kamu hanya diam, kamu sandarkan kepalamu di bahuku. Bergelayut manja seperti ini merupakan kesukaanmu. Kamu hanya diam, namun aku mengerti. Tanpa sepatah kata yang terucap dari bibirmu pun aku mengerti apa yang kau pikirkan.

"Semua bakal baik-baik saja," ucapku hampir berbisik saat kucium keningnya. Kugenggam tanganmu lebih erat. Meresapi tiap ruas jemari yang tak pernah habis kukagumi kelembutannya.

Kamu masih tetap diam, namun sesekali matamu mengintip ke arahku melalui celah kecil dibalik cinta yang menghimpit. "Sekali lagi saja, andai aku bisa," ucapmu lirih.

"Ya, aku juga berharap seperti itu. Andai sekali lagi saja kita dipertemukan dengan cara yang berbeda. Tanpa ada cinta di antara mereka." Aku menghela nafas pelan. Keriuhan yang diciptakan tak mampu menularkan api kebahagian dalam diriku.

"Andai sekali lagi kita dapat mengulang tahun ini." Aku hanya diam saat mendengar kata-kata yang kamu ucapkan.

Tahun akan berganti, nyala kembang api menandai akhir sebuah cerita di tahun ini. Menjadi penutup buku kenangan di antara kamu dan aku dan menjadi bagian terakhir dalam sebuah romansa yang tercipta. Aku, kamu dan mereka yang kita sebut sebagai ayahku dan ibumu. Cinta kita terjebak, terkukung dan terisolasi dari sebuah cerita lain yang tak kalah bahagia. Andai sekali lagi saja aku dapat mengulang tahun ini, menikmati setiap cinta dan kasih sayang bersamamu, sebelum hari pernikahan di antara orangtua kita itu terjadi. Ya, setelah malam ini, tahun akan berganti dan kehidupan kita pun akan berganti. Bukan lagi sebagai sepasang kekasih, namun sebagai saudara tiri.

Read previous post:  
93
points
(598 words) posted by danis syamra 10 years 32 weeks ago
71.5385
Tags: Cerita | Cerita Pendek | kehidupan | cerpen danis | cerpen remaja | Kehidupan | renungan
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer geesha
geesha at Sekali Lagi (Saja) (10 years 26 weeks ago)
70

Sukaaaa. :)

Writer Shinichi
Shinichi at Sekali Lagi (Saja) (10 years 26 weeks ago)
60

ummm... :D

mengenai boleh tidaknya pernikahan saudara tiri, saia nggak ikutan komentar. saia lebih kepada cerita ini saja.

jadi, penyajiannya kurang menarik. setidaknya ini bagi saia secara pribadi. pun begitu temanya sudah cukup menarik minat baca. meskipun, judulnya, nggak mengatakan demikian :p
lalu, yang menjadi masalah adalah cerita ini tidak dikemas sebagai suatu peristiwa yang terjadi, melainkan lebih kepada resolusi atau kesimpulan. yang mana, membaca "kesimpulan" nggak terlalu membuat pembaca (saia) terkesan. datar, kalau member lain sering berkata. nggak ada lompatan emosi, sekalipun sendu, kepasrahan atas cinta, yang dikemas dalam narasi pada cerita ini cukup banyak.

saia heran, kenapa nggak dibuat semacam sesuatu yang sedang terjadi saja? maksudnya, penulis membuat semacam deskripsi tokoh, mengenalkannya pada dilema yang ia hadapi, apa itu, terjadi dimana, di musim apa, dan apa akibatnya sampai kepada penyelesaian. saia pikir, pembaca akan lebih bisa mengikuti jalan cerita yang seperti itu.

tapi, ini hanya komentar pribadi saia sebagai pembaca :)
kip nulis dan mohon maaf jika kurang berkenan

salam

ahak hak hak

Writer danis syamra
danis syamra at Sekali Lagi (Saja) (10 years 26 weeks ago)

Wah, makasi bgt buat masukan dan kritiknya.
Ini flashfiction, yg menurut saya gak perlu alur. Hanya penggambaran kejadian di satu scene saja.
Tp memang saya merasa emosi di cerita tidak ditekankan, namun hanya berorientasi pada deskripsi tempat dan latar.
:)
terlepas dari semua itu, semoga di tulisan selanjutnya akan lebih baik dan anda akan menyukainya :D

Writer Putra Mahkota
Putra Mahkota at Sekali Lagi (Saja) (10 years 26 weeks ago)
80

maap poin lupa

Writer cat
cat at Sekali Lagi (Saja) (10 years 26 weeks ago)
70

Saudara tiri yg tidak sedarah boleh merit kan???

Tidak rela kalau mereka melepas cinta antara mereka.

Writer danis syamra
danis syamra at Sekali Lagi (Saja) (10 years 26 weeks ago)

Setahuku yg namanya saudara tiri, nggak boleh nikah. Sebab masing2 orangtua mereka menjadi suami istri. :)

Writer fitria evadeni
fitria evadeni at Sekali Lagi (Saja) (10 years 26 weeks ago)

boleh kok. kan mereka sama sekali gak berhubungan darah.
jangankan itu, ayah angkat aja diperbolehkan nikah sama anak angkatnya jika mereka sama sekali gak berhubungan darah :D

Writer Putra Mahkota
Putra Mahkota at Sekali Lagi (Saja) (10 years 26 weeks ago)

boleh nikah kecuali saudara tiri itu pernah disusui sama si ibu saudara tirinya walau setetes.