Renungan Alam

Semudah itukah kau meminta maaf,

Tanpa disertai pertanggungjawaban

Setelah sekian lama kau hancurkan aku !”

 

Kau buat aku menderita dengan kau lempar barang-barang seenakmu,

dan harus menghirup asap rokok yang kau nikmati

Kau tebang aku.. seakan kau tak peduli !”

 

Kau gunakan aku sesuka hatimu, tanpa mempedulikan hidupku

Kau tak pernah menghiraukan betapa menderitanya aku,

betapa sedihnya tatkala aku selalu disalahkan sang bumi

karena akulah penyebab pemanasan global dan bencana..

 

Please.. love me.. lindungi aku dari pembalakan liar,

pencemaran air dan udara…

dan satu hal “SAVE THE WORLD”

 

“ Imel – July 2009” 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer syarifAnan
syarifAnan at Renungan Alam (10 years 23 weeks ago)
90

seruan alam, jeritan dari dahan hijau

Writer imelalfa
imelalfa at Renungan Alam (10 years 32 weeks ago)

oh ya.. wah saya ga terlalu bisa buat cerpen..cm bisa buat sperti diary gt (non fiksi)... makasih masukannya n kunjungannya fee..:)

Writer januari
januari at Renungan Alam (10 years 32 weeks ago)
90

baguuuus... karya yang baguuuus.
By the way...
SALAM KENAL dan SELAMAT DATANG di kemudianers.
kunjungi karyaku, yups:
http://www.kemudian.com/node/260834
see you...

Writer imelalfa
imelalfa at Renungan Alam (10 years 32 weeks ago)

makasih ya.. wah msh jauh dr bagus koq... salam kenal jg.. siap sudah meluncur kesana.. :)

Writer januari
januari at Renungan Alam (10 years 27 weeks ago)

di tunggu yach, karya barunya.

Writer Fee
Fee at Renungan Alam (10 years 32 weeks ago)
80

Kayaknya lebih bagus kalo dibikin versi cerpennya :)
Kalo buat puisi terlalu banyak kata nyatanya.. he
terus berkarya, tidak akan ada karya yang gagal :)

Writer imelalfa
imelalfa at Renungan Alam (10 years 32 weeks ago)

btw fee.. apakah mang seharusnya di puisi hrs bnyk menggunakan kata-kata kiasankah? thx before